INFO TEMPO – Kepastian pasokan air untuk sistem irigasi ke sekitar 15.000 hektare lahan pertanian menjadi perhatian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satga PRR). Setelah kunjungan pada 9 Juli silam, tim kembali memonitor perkembangan pengerjaan pada Kamis, 15 Juli 2026.
Tim Satgas PRR Wilayah Sumatera yang dipimpin Imran meninjau lokasi itu bersama Bupati Bireuen, Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bireuen.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam peninjauan terbaru, Satgas memperoleh laporan bahwa Bendung Pante Lhong telah berfungsi, meski sejumlah pekerjaan penyempurnaan masih berlangsung. Balai Wilayah Sungai Aceh saat ini masih menyelesaikan pembangunan cofferdam, emergency spillway, pemasangan pintu kantong lumpur, penggantian gearbox pintu irigasi, hingga pembersihan sedimentasi pada bendung.
"Tahap penanganan darurat sudah berhasil mengembalikan fungsi bendung. Sekarang fokus kita memastikan air benar-benar bisa mengalir sampai ke lahan pertanian. Karena itu, penyelesaian bendung dan jaringan irigasi harus berjalan paralel agar tidak mengganggu musim tanam masyarakat," ujar Imran dalam laporannya kepada Kasatgas PRR Tito Karnavian.
Dalam monitoring tersebut, tim juga meminta penyelesaian kebocoran pada bendung dipercepat agar aliran air menuju saluran irigasi primer dapat segera dimaksimalkan. Namun, hasil monitoring menunjukkan tantangan berikutnya bukan lagi pada bendungan, melainkan pada jaringan distribusi air.
Perhatian Satgas PRR kemudian tertuju pada Saluran Primer Aramco di Desa Seuneubok Gunci yang menjadi jalur utama penyaluran air dari Bendung Pante Lhong menuju areal persawahan. Ditemukan bahwa saluran sepanjang sekitar 1,9 kilometer yang telah beroperasi sejak 1986 itu mengalami kerusakan di tiga titik akibat ambles.
Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa rehabilitasi saluran tersebut sama pentingnya dengan penyelesaian bendungan. Tanpa perbaikan saluran primer, air tidak akan dapat mengaliri areal persawahan secara optimal meskipun bendung telah kembali berfungsi. Kondisi tersebut menghambat pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya telah selesai direhabilitasi.
Karena itu, Satgas PRR meminta rehabilitasi Bendung Pante Lhong dan Saluran Primer Aramco dipercepat secara paralel sehingga sistem irigasi dapat kembali beroperasi secara utuh. “Balai Wilayah Sungai Aceh menargetkan penyelesaian perbaikan kebocoran bendung dalam waktu sekitar 10 hari, sedangkan rehabilitasi Saluran Primer Aramco diperkirakan selesai dalam dua hingga empat minggu,” kata Imran.
Selain memastikan pemulihan sistem irigasi, Satgas PRR juga memonitor pembangunan Jembatan Pante Lhong yang telah memasuki tahap konstruksi pondasi melalui pemasangan sheet pile, pembesian, pengecoran pilar, serta mobilisasi alat berat. Jembatan permanen sepanjang sekitar 120 hingga 140 meter dengan tiga bentang tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Monitoring turut mencakup pekerjaan revetment dan jetty di sekitar Sungai Pante Lhong yang bertujuan melindungi badan sungai, akses jalan, dan konstruksi jembatan dari abrasi maupun perubahan aliran sungai.
Dari hasil kunjungan ini, Bupati Bireuen Mukhlis meminta agar penanganan tebing sungai oleh BWS Aceh terintegrasi dengan pembangunan jembatan dan dinding pengaman Sungai Pante Lhong. “Kami mohon BWS berkoordinasi secara intens dengan pelaksana dari BPJN sehingga penataan sungai dan jembatan dapat dibangun dengan baik,” ucapnya.
Mendapat masukan itu, Imran menyatakan akan berkoordinasi dengan BWS Aceh dan BPJN, sekaligus terus memonitor perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Bireuen. "Satgas PRR akan terus mengawal hingga sistem irigasi kembali berfungsi optimal sehingga masyarakat dapat kembali berproduksi dan beraktivitas secara normal," kata Imran.
Upaya percepatan ini selaras dengan komitmen Kasatgas PRR Sumatera Tito Karnavian yang menaruh perhatian besar pada rehabilitasi sawah sebagai penunjang ketahan pangan dan pemulihan ekonomi. “Pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama,” ucapnya pada Maret silam. “Pasti saya kawal.” (*)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220916/original/022981400_1747295711-cek_fakta_dana_infak_ikn.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533944/original/014241300_1773800350-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-18T091819.082.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535542/original/015737900_1774058025-kub1.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464482/original/037142800_1767691264-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-06T160347.689.jpg)




