Liputan6.com, Jakarta - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Di dalamnya terdapat berbagai amalan istimewa, termasuk puasa sunnah pada sepuluh hari pertama. Pertanyaan yang sering muncul, apa nama puasa sebelum Idul Adha?
Amalan puasa ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan Rasulullah SAW menyatakan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dalam ebook Amalan Awal Dzulhijjah, Muhammad Abduh Tuasikal memaparkan para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "sepuluh hari" dalam hadis tersebut adalah sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Sementara, tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha yang diharamkan untuk berpuasa.
Imam An-Nawawi dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi menyatakan, yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah. Dengan demikian, puasa sebelum Idul Adha mencakup puasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, yang secara khusus memiliki nama-nama tersendiri berdasarkan waktu pelaksanaannya. Berikut ulasannya.
Merujuk ebook Bekal-bekal di Dalam Menyambut Idul Adha, Ustadz Abū Salmâ al-Atsarî, Jurnal Wawasan As-Sunnah tentang Qurban dan Idul Adha, karya Sulidar dan sumber relevan lainnya, secara garis besar, puasa sunnah sebelum Idul Adha dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian berdasarkan tanggal pelaksanaannya:
- Puasa Awal Dzulhijjah (Tanggal 1–7 Dzulhijjah)
- Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah)
- Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
Berikut penjelasan rinci masing-masing puasa tersebut:
1. Puasa Awal Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
Puasa Awal Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 7 bulan Dzulhijjah. Puasa ini termasuk dalam rangkaian puasa sepuluh hari pertama yang sangat dianjurkan. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, sama seperti puasa pada umumnya.
Anjuran untuk memperbanyak amal saleh, termasuk puasa, pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah didasarkan pada hadis riwayat Ibnu 'Abbas ra.: "Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah)." (HR. At-Tirmidzi)
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amal saleh.
Selain itu, terdapat riwayat dari Hunaidah bin Khalid, dari beberapa istri Nabi Saw., bahwa: "Rasulullah Saw. biasa berpuasa pada sembilan hari Dzulhijjah, hari 'Asyura', dan tiga hari setiap bulan." (HR. Abu Daud dan An-Nasa'i, sanadnya shahih)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa puasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah hukumnya adalah sunnah, bahkan sangat ditekankan (sunnah muakkadah) karena termasuk dalam kategori amal saleh yang paling dicintai Allah.
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah "Tarwiyah" berasal dari kata tarawwa yang berarti "membawa bekal air". Penamaan ini berkaitan dengan tradisi para jamaah haji yang pada hari tersebut mulai membawa bekal air zam-zam untuk persiapan menuju Arafah dan Mina.
Meskipun tidak ada hadis shahih yang secara khusus membahas keutamaan puasa Tarwiyah, para ulama tetap menganjurkannya sebagai bagian dari puasa sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang secara umum sangat dianjurkan. Terdapat riwayat (meskipun statusnya dhaif) yang menyebutkan:
"Puasa di hari-hari sepuluh bulan Dzulhijjah, setiap harinya menjadi tebusan dosa satu bulan. Puasa hari Tarwiyah menebus dosa satu tahun. Puasa hari Arafah menebus dosa dua tahun." (Isma'il bin Muhammad al-Ashbahani, At-Targhib wa At-Tarhib, juz 1, hlm. 247)
Para ulama memperbolehkan pengamalan hadis ini dalam rangka fadha'ilul a'mal (untuk memperoleh keutamaan), karena tidak berkaitan dengan masalah akidah maupun hukum.
Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa hari Tarwiyah termasuk dalam sepuluh hari pertama yang amat dimuliakan. Puasa pada hari ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan jiwa untuk menyambut hari Arafah yang lebih utama.
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari ketika jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah. Puasa ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa di antara puasa-puasa sunnah lainnya.
Puasa Arafah memiliki dasar hukum yang kuat dari hadis-hadis shahih. Dari Abu Qatadah ra., Rasulullah Saw. bersabda: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." (HR. Muslim no. 1162)
Para ulama sepakat bahwa puasa Arafah hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan) bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Adapun bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, justru dilarang berpuasa pada hari tersebut, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. ketika wukuf di Arafah justru berbuka dan minum susu. (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Nawawi dalam Al-Majmu' (6:428) menjelaskan: "Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi'i dan ulama Syafi'iyyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa."
Sementara itu, Sayyid Bakri Syatha dalam Hâsyiyah I’ânah at-Thaâlibîn (juz 2, hlm. 224) menyatakan bahwa bagi seseorang yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan mengqadhanya pada hari Arafah, dan dengan niat qadha saja ia secara otomatis juga memperoleh kesunahan puasa Arafah.
Niat Puasa Sebelum Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Niat merupakan syarat sahnya puasa. Waktu niat puasa sunnah adalah pada malam hari, sejak terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Namun, karena puasa ini bersifat sunnah, bagi yang lupa berniat pada malam hari, diperbolehkan berniat pada siang hari sebelum masuk waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut adalah lafal niat untuk masing-masing puasa:
1. Niat Puasa Awal Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa Awal Dzulhijah, Arafah dan Tarwiyah
Tata cara pelaksanaan ketiga puasa ini pada dasarnya sama dengan puasa sunnah pada umumnya, yaitu:
- Berniat pada malam hari (atau siang hari sebelum zuhur bagi yang lupa).
- Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
- Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka ketika waktu maghrib tiba.
- Memperbanyak doa dan dzikir selama berpuasa, terutama pada hari Arafah yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha
Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar, baik secara umum maupun khusus untuk masing-masing harinya.
1. Keutamaan Umum Puasa Awal Dzulhijjah
- Amal yang paling dicintai Allah: Rasulullah Saw. menyatakan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada hari-hari selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
- Setara dengan jihad (kecuali yang syahid): Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, "Apakah jihad juga tidak sebanding?" Beliau menjawab, "Tidak, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali (syahid)." (HR. Ibnu Majah).
Pelipatgandaan pahala: Setiap amal saleh pada hari-hari ini dilipatgandakan pahalanya.
2. Keutamaan Khusus Puasa Arafah
- Menghapus dosa dua tahun: Dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang diampuni (HR. Muslim).
- Pembebasan dari api neraka: Rasulullah Saw. bersabda, "Sesiapa yang berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan membebaskannya dari neraka." (HR. Tirmidzi).
- Hari paling mustajab untuk berdoa: Rasulullah Saw. bersabda, "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi, hasan).
- Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa hari Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka, baik bagi yang sedang wukuf di Arafah maupun bagi penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf, selama mereka memanfaatkan hari tersebut sebaik-baiknya untuk beribadah dan berbuat kebaikan.
3. Keutamaan Khusus Puasa Tarwiyah
Meskipun dalil khusus tentang puasa Tarwiyah statusnya dhaif, namun para ulama tetap menganjurkannya sebagai bagian dari puasa sepuluh hari pertama yang secara umum sangat utama. Dalam kitab At-Targhib wa At-Tarhib disebutkan bahwa puasa Tarwiyah dapat menebus dosa satu tahun.
4. Hikmah dan Keutamaan Lainnya
Dalam kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa orang yang memuliakan sepuluh hari pertama Zulhijjah dengan puasa akan memperoleh sepuluh kemuliaan:
- Keberkahan dalam umur
- Tambahan harta
- Dosa-dosa dihapus
- Kebaikan dilipatgandakan
- Mudah dalam menghadapi sakaratul maut
- Kuburan bercahaya
- Amal timbangan berat di hari kiamat
- Selamat dari siksa neraka
- Keluarganya dilindungi
- Ditempatkan di surga yang tinggi
People Also Ask:
Apa saja nama puasa 2 hari sebelum Idul Adha?
Bagi kita yang tidak melaksanakan haji tentu ini sangat disunahkan,” imbuhnya. Bapak Fodhil juga mengatakan tentang keutamaan berpuasa di dua hari sebelum Idul Adha atau Idul Kurban tersebut. Dimana dosa seorang muslim yang berpuasa Tarwiyah dan Arafah dihapuskan dosa-dosanya setahun sebelum dan setahun setelahnya.
Puasa Tarwiyah dan arafah kapan?
Berdasarkan kalender 2025, puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025, dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah) pada Kamis, 5 Juni 2025. Kedua puasa sunnah ini sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, tepat sebelum Hari Raya Idul Adha.
Berapa hari dianjurkan puasa Dzulhijjah?
Puasa Dzulhijjah dianjurkan selama 9 hari pertama, yaitu tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah sebelum Idul Adha. Puasa ini mencakup puasa Dzulhijjah (1-7), puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Hari ke-10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (Idul Adha & Tasyrik) diharamkan berpuasa.
Apa niat puasa 1 hari sebelum Idul Adha?
Niat puasa satu hari sebelum Idul Adha (9 Dzulhijjah) adalah puasa Arafah. Niatnya adalah Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ (Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ). Puasa ini sangat dianjurkan (sunnah muakkad) untuk menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141447/original/083993800_1591071407-285249-P693SC-871.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5535275/original/081883700_1773974233-ketupat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153352/original/098766700_1741323073-1741319504121_ucapan-untuk-lebaran-idul-adha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381548/original/050788800_1760510065-pass6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407493/original/089717300_1616386310-ramadan-2412453_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032502/original/048354500_1733145683-hadiahumrahsantripurbalingga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532110/original/069382900_1773642522-Halal_Bihalal_Keluarga_Muslim__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)