Liputan6.com, Jakarta - Dzikir merupakan amalan ringan yang sarat dengan keutamaan besar. Di antara dzikir yang paling dianjurkan setelah sholat fardhu adalah bacaan dzikir 33x.
Dzikir 33x merujuk pada pengamalan tiga kalimat thayyibah: Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), dan Takbir (Allahu Akbar) yang masing-masing diucapkan 33 kali. Dalam kitab Shalatul Mu'min susunan Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al Qahthani, disebutkan bahwa keutamaan membaca dzikir ini setara dengan pahala haji, umrah, dan sedekah.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Malik)
Dzikir ini juga telah menjadi rutinitas para salafus shalih sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar pada bab Babul Adzkar ba'dash Shalah. Berikut ini bacaan dan urutannya, merujuk berbagai sumber.
Bacaan Wirid 33x
Bagian ini adalah inti dari dzikir setelah sholat. Dibaca secara berurutan:
a. Tasbih – 33 kali
Arab: سُبْحَانَ الله
Latin: Subhanallah
Artinya: Maha Suci Allah
b. Tahmid – 33 kali
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah
Artinya: Segala puji bagi Allah
c. Takbir – 33 kali
Arab: اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar
Artinya: Allah Maha Besar
d. Penutup 100 – 1 kali
Setelah menyelesaikan 33+33+33 = 99, maka dibaca satu kali kalimat berikut untuk menyempurnakan menjadi 100:
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir
Artinya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Urutan dan Bacaan Dzikir setelah Sholat Fardhu (Termasuk Dzikir 33x)
Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim (bab Dzikir Setelah Shalat Fardhu) menyusun urutan ini secara ringkas namun lengkap, bersumber dari hadits-hadits shahih.
Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu
1. Istigfar (3x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3×)
Latin: Astaghfirullāh (3×)
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.
2. Doa Memohon Kesejahteraan
Kemudian membaca doa memohon keselamatan dan kesejahteraan:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”(HR. Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Sunni)
3. Bacaan Tauhid dan Pengakuan Kekuasaan Allah
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌاللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Latin: Lā ilāha illallāh, waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Allāhumma lā māni’a limā a‘ṭaita, wa lā mu‘ṭiya limā mana‘ta, wa lā yanfa‘u dzal-jaddi minkal-jadd.
Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan seseorang dari (siksa)-Mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4. Tasbih, Tahmid, Takbir (masing-masing 33x)
سُبْحَانَ اللهِ (33×)
Latin: Subḥānallāh (33×)
Artinya: Mahasuci Allah.
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)
Latin: Alḥamdulillāh (33×)
Artinya: Segala puji bagi Allah.
اللهُ أَكْبَرُ (33×)
Latin: Allāhu Akbar (33×)
Artinya: Allah Mahabesar.
5. Penutup Tasbih (Menyempurnakan 100)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāh, waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr (1×)
Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(HR. Muslim, dari Abu Hurairah).
Ayat Kursi (1 kali)
Setelah wirid, dianjurkan membaca Ayat Kursi.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’idznih, ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Setelah Ayat Kursi, dianjurkan membaca tiga surat perlindungan. Untuk sholat Dzuhur, Ashar, dan Isya masing-masing 1 kali. Untuk sholat Maghrib dan Subuh masing-masing 3 kali.
Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul-lahū kufuwan aḥad
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
Surat Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
Surat An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswās al-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Doa Lengkap Setelah Dzikir
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian dzikir di atas, ditutup dengan doa berikut:
Doa Pertama (Doa Kebaikan Dunia Akhirat)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa Kedua (Doa Keselamatan Lengkap)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Latin:Allāhumma innī as'alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fid-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma innī as'alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī. Allāhummas-tur ‘awrātī wa āmin rau‘ātī. Allāhummaḥfaẓnī min baini yadayya wa min khalfī wa ‘an yamīnī wa ‘an syimālī wa min fauqī, wa a‘ūżu bi‘aẓamatika an ughtāla min tahtī.
Artinya:"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku (aibku) dan tenteramkanlah rasa takutku. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku, serta aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang dari bawahku (dibinasakan)."
Hikmah Dzikir 33x
Berikut beberapa hikmah di balik amalan dzikir 33x:
1. Penghapus Dosa
Sebagaimana disebutkan dalam hadits, dzikir ini menjadi sebab diampuninya dosa-dosa sekalipun sebanyak buih di lautan.
2. Pahala Setara Haji dan Umrah
Dalam kitab Shalatul Mu'min disebutkan bahwa membaca dzikir setelah sholat fardhu kedudukannya setara dengan pahala haji, umrah, dan sedekah.
3. Melapangkan Rezeki
Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam membiasakan dzikir setelah sholat karena dapat melapangkan rezeki dan memudahkan segala kebutuhan hidup.
4. Mendapat Cinta dan Perlindungan Allah
Sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi, orang yang berdzikir akan mendapatkan ampunan, rahmat, ridha, serta petunjuk dari Allah SWT.
5. Penyempurna Ibadah Sholat
Dzikir berfungsi sebagai pelengkap ibadah sholat, menambal kekurangan yang mungkin terjadi saat pelaksanaannya, dan menjadi tanda syukur seorang hamba kepada Tuhannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141447/original/083993800_1591071407-285249-P693SC-871.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5535275/original/081883700_1773974233-ketupat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153352/original/098766700_1741323073-1741319504121_ucapan-untuk-lebaran-idul-adha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381548/original/050788800_1760510065-pass6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407493/original/089717300_1616386310-ramadan-2412453_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032502/original/048354500_1733145683-hadiahumrahsantripurbalingga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532110/original/069382900_1773642522-Halal_Bihalal_Keluarga_Muslim__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)