- Zikir apa yang dibaca 33 kali?
- Berapa jumlah dzikir yang benar setelah sholat fardhu?
- Apa saja keutamaan berdzikir?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dalam tiap kesempatan, salah satunya dzikir setelah sholat. Pertanyaan yang sering muncul adalah, dzikir berapa kali?
Cukup banyak perintah berdzikir dalam Al-Qur'an maupun hadis. Di antaranya adalah QS. Ar-Ra'd ayat 28, yang menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah (dzikrullah), hati menjadi tenteram. Dzikir, baik berupa tasbih, tahmid, maupun membaca Al-Qur'an, berfungsi sebagai penawar kegelisahan dan mendekatkan diri kepada Allah
Para ulama sepakat (ijma') mengenai kesunnahan berdzikir setelah sholat. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (bab Babul Adzkar ba'dash Shalah) mengutip hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan mati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Lantas, berapa kali bacaan dzikir tersebut diulang? Artikel ini mengupas tuntas jumlah bacaan dzikir setelah sholat berdasarkan kitab Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, Zikir dan Doa dalam Tuntunan Al-Kitab dan Al-Sunnah karya Syaikh Abd Al-Razaq Al-Badr, serta sumber-sumber relevan lainnya.
Dzikir Berapa Kali?
Secara umum, tak ada ketentuan jumlah dzikir. Dzikir juga merupakan perintah Allah SWT, salah satunya melalui Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd ayat 28, yang artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
Namun begitu, dzikir setelah sholat fardhu memiliki jumlah bacaan sesuai tuntunan sunnah. Syaikh Abd Al-Razaq Al-Badr menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Zikir dan Doa dalam Tuntunan Al-Kitab dan Al-Sunnah mengutip hadis, dari Abu Hurairah RA berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
"Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99 kali, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya kekuasaan, dan untuk-Nya pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR Muslim).
Berdasar hadis di atas, wirid utama terdiri dari tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, lalu ditutup dengan kalimat Lā ilāha illallāh 1 kali sehingga genap 100. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa jumlah ini adalah yang paling utama berdasarkan kesepakatan ulama hadits.
Selain itu, Ayat Kursi dibaca 1 kali, dan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas masing-masing 1 kali (kecuali setelah Subuh dan Maghrib 3 kali). Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin juga menegaskan keutamaan menjaga hitungan ini sebagai bentuk ittiba’ kepada Rasulullah SAW.
Urutan dan Bacaan Dzikir setelah Sholat Fardhu
Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim (bab Dzikir Setelah Shalat Fardhu) menyusun urutan ini secara ringkas namun lengkap, bersumber dari hadits-hadits shahih.
Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu
1. Istigfar (3x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3×)
Latin: Astaghfirullāh (3×)
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.
2. Doa Memohon Kesejahteraan
Kemudian membaca doa memohon keselamatan dan kesejahteraan:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”(HR. Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Sunni)
3. Bacaan Tauhid dan Pengakuan Kekuasaan Allah
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌاللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Latin: Lā ilāha illallāh, waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Allāhumma lā māni’a limā a‘ṭaita, wa lā mu‘ṭiya limā mana‘ta, wa lā yanfa‘u dzal-jaddi minkal-jadd.
Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan seseorang dari (siksa)-Mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4. Tasbih, Tahmid, Takbir
سُبْحَانَ اللهِ (33×)
Latin: Subḥānallāh (33×)
Artinya: Mahasuci Allah.
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)
Latin: Alḥamdulillāh (33×)
Artinya: Segala puji bagi Allah.
اللهُ أَكْبَرُ (33×)
Latin: Allāhu Akbar (33×)
Artinya: Allah Mahabesar.
5. Penutup Tasbih (Menyempurnakan 100)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāh, waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr (1×)
Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(HR. Muslim, dari Abu Hurairah).
6. Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah: 255)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’idznih, ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
(Dibaca sekali setiap selesai sholat; keutamaannya sangat besar sebagai benteng dari setan dan pintu masuk surga.)
7. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Dibaca 1× setelah setiap sholat fardhu, kecuali setelah sholat Maghrib dan Subuh dibaca 3× masing-masing.
a. Al-Ikhlas
Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul-lahū kufuwan aḥad.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
b. Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
c. An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswās al-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
8. Bacaan Tahlil (100 X)
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ
Latin: Lā ilāha illallāh (100 x)
Artinya: Tidak ada tuhan selain Allah.
Bacaan tambahan (opsional)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāh, waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
9. Doa Penutup Setelah Dzikir
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian dzikir di atas, dianjurkan untuk berdoa. Tidak ada doa tunggal yang baku, namun beberapa doa yang diriwayatkan dan dapat dibaca antara lain:
Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِن بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِن فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِن تَحْتِي
Latin: Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fid-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī. Allāhummas-tur ‘aurātī wa āmin rau‘ātī. Allāhummaḥfaẓnī min baini yadayya wa min khalfī wa ‘an yamīnī wa ‘an syimālī wa min fauqī, wa a‘ūżu bi‘aẓamatika an ughtāla min taḥtī.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku dan tenteramkanlah rasa takutku. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang dari bawahku.”(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Doa Kebaikan Dunia Akhirat (Ringkas)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbānā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil-ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban-nār.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Keutamaan Dzikir
- Menjadi Amal Paling Utama: Rasulullah SAW bersabda bahwa dzikir adalah amal yang terbaik, paling suci, dan paling tinggi derajatnya di sisi Allah, bahkan melebihi sedekah emas dan perak atau berjihad di jalan-Nya.
- Mendapatkan Perhatian Khusus dari Allah: Dalam hadits qudsi, Allah berfirman, "Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan bibirnya bergerak karena menyebut-Ku" (HR. Bukhari dan Muslim).
- Menjadi Alasan Allah Mengingat Hamba-Nya: Jika seorang hamba mengingat Allah di dunia, maka Allah akan mengingatnya di sisi-Nya, sebagaimana firman-Nya, “Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian” (QS. Al-Baqarah: 152).
- Menghilangkan Kesusahan Hati: Dzikir adalah penawar bagi hati yang gelisah, ia mampu menghilangkan kesedihan, kegundahan, dan menghadirkan ketenangan serta kebahagiaan dalam jiwa.
- Mendapatkan Ampunan Dosa: Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi mereka yang rutin berdzikir, seperti sabdanya, “Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat... maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan” (HR. Malik).
- Waktu Mustajab untuk Berdoa: Waktu setelah sholat fardhu merupakan salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “(Doa yang paling didengari ialah) ketika satu pertiga malam yang terakhir dan ketika selesai solat fardu” (HR. Tirmidzi).
- Menjadi Kebiasaan Para Salafush Shalih: Meluangkan waktu sejenak untuk berdzikir dan berdoa selepas sholat adalah amalan yang menjadi rutinitas para as-salafus shalih (generasi terbaik umat Islam), yang dianjurkan untuk kita ikuti.
- Memperoleh Perlindungan Allah: Membaca dzikir-dzikir tertentu, seperti Ayat Kursi, setelah sholat fardhu menjadi sebab seorang muslim berada dalam perlindungan Allah hingga waktu sholat berikutnya.
People also Ask:
Zikir apa yang dibaca 33 kali?
Zikir 33 kali adalah amalan sunnah yang dianjurkan dibaca setelah shalat fardhu, meliputi Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Amalan ini berfungsi sebagai penghapus dosa-dosa dan peninggi derajat, setara dengan pahala sedekah atau haji.
Berapa jumlah dzikir yang benar?
Dzikir yang dianjurkan setelah shalat fardhu umumnya dilakukan dengan membaca Subhanallah (33x), Alhamdulillah (33x), dan Allahu Akbar (33x), lalu disempurnakan menjadi 100 dengan tahlil. Waktu terbaik lainnya adalah pagi dan petang, dengan beberapa dzikir dibaca 100 kali untuk keutamaan tertentu.
3 dzikir Apa Saja?
Ringkasan AIDzikir terbagi menjadi tiga tingkatan atau cara pelaksanaan utama: dzikir lisan (diucapkan), dzikir hati (diingat/dihayati), dan dzikir perbuatan/anggota tubuh (menaati perintah Allah). Tingkatan tertinggi adalah menggabungkan ketiganya, sementara dzikir hati lebih utama daripada hanya lisan saja.
4 dzikir Apa Saja?
Empat bacaan dzikir yang paling dicintai Allah SWT dan utama dibaca adalah Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141447/original/083993800_1591071407-285249-P693SC-871.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5535275/original/081883700_1773974233-ketupat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153352/original/098766700_1741323073-1741319504121_ucapan-untuk-lebaran-idul-adha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381548/original/050788800_1760510065-pass6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407493/original/089717300_1616386310-ramadan-2412453_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032502/original/048354500_1733145683-hadiahumrahsantripurbalingga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532110/original/069382900_1773642522-Halal_Bihalal_Keluarga_Muslim__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)