Bulan Syawal Berapa Hari? Ketahui Fakta Menariknya yang Tidak Disadari

21 hours ago 3
  • Berapa hari puasa Syawal yang dianjurkan?
  • Kapan waktu terbaik untuk memulai puasa Syawal?
  • Apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berurutan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah yang datang setelah Ramadan. Di bulan ini, umat Islam kembali menjalani aktivitas seperti biasa setelah menjalankan ibadah puasa. Meski begitu, sebagian umat Muslim masih merindukan kegiatan ibadah dan kembali melanjutkannya sebagai sunnah melalui puasa Syawal.

Selain Idulfitri, bulan ini juga memiliki sejumlah amalan yang bisa dilakukan. Bahkan, ada satu amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan menjadi keunikan di Syawal ini. Banyak yang belakangan menjalankannya tanpa sadar namun berbuah pahala.

Lantas bagaimana fakta menarik dari bulan Syawal ini? Untuk mengetahuinya, simak informasi berikut, dihadirkan Liputan6 selengkapnya, Selasa (7/3).

Bulan Syawal 2026 Berapa Hari?

Merujuk laman Islamic Finder, durasi bulan Syawal pada 2026 ini berjumlah 29 hari. Terkait, penentuan jumlah hari ini bergantung pada hasil pengamatan hilal atau perhitungan hisab. Di tahun ini, terdapat perbedaan penetapan antara pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah.

Menurut Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, bulan Syawal 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung selama 29 hari. Dengan demikian, akhir bulan Syawal versi pemerintah akan jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab Kalender Hijriah Global Tunggal. Berdasarkan ketetapan ini, bulan Syawal versi Muhammadiyah juga akan berlangsung selama 29 hari, dengan akhir bulan jatuh pada Jumat, 17 April 2026. Perbedaan ini merupakan hal yang biasa dalam penetapan kalender Hijriah.

Kapan Tanggal 1 Syawal dan Kapan Tanggal Akhir Bulan Syawal?

Penentuan tanggal 1 Syawal menjadi penanda berakhirnya bulan Ramadan dan dimulainya perayaan Idulfitri. Untuk tahun 2026, terdapat dua penetapan utama di Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui sidang isbat, menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ketetapan ini sesuai dengan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh lebih awal, yaitu pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab Hakiki Wujudul Hilal. Perbedaan ini muncul karena dasar penetapan awal bulan yang digunakan masing-masing pihak tidak sama.

Dengan penetapan tersebut, akhir bulan Syawal 1447 Hijriah versi pemerintah akan jatuh pada Sabtu, 18 April 2026. Sementara itu, akhir bulan Syawal versi Muhammadiyah akan jatuh pada Jumat, 17 April 2026. Mengetahui akhir Syawal penting bagi umat Islam yang ingin menuntaskan puasa enam hari di bulan ini.

Mengapa Banyak yang Menjalankan Puasa Sunnah di Bulan Syawal?

Sebagaimana diketahui bersama, di bulan Syawal ini banyak umat Islam yang menjalankan puasa sunnah enam hari karena keutamaan besar yang terkandung di dalamnya. Puasa ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan setelah menunaikan puasa wajib Ramadan. Keutamaan puasa Syawal adalah mendapatkan pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Dasar anjuran puasa Syawal ini terdapat dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadis tersebut menyatakan:

"مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ" (HR Muslim).

"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh."

Puasa Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Sebagaimana salat sunah rawatib yang menyempurnakan salat fardu, puasa Syawal menyempurnakan puasa wajib yang mungkin terdapat kekurangan di dalamnya. Selain itu, puasa ini menjadi tanda diterimanya puasa Ramadan dan bentuk syukur kepada Allah SWT.

Apakah Puasa Sunnah Syawal Boleh Dikerjakan Tidak Berurutan?

Pelaksanaan puasa sunnah Syawal selama enam hari tidak harus dilakukan secara berurutan. Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa ini boleh dikerjakan secara terpisah-pisah selama masih berada dalam bulan Syawal. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk menyesuaikan dengan jadwal dan kesibukan setelah Idulfitri.

Dalam aturannya, bahwa tidak disyaratkan puasa Syawal dilakukan secara terus-menerus. Cukup dengan berpuasa enam hari dari bulan Syawal, meskipun terpisah-pisah, sepanjang semua puasa tersebut dilakukan di dalam bulan Syawal. Hal ini menunjukkan kelonggaran dalam pelaksanaan ibadah sunah ini.

Meskipun demikian, sebagian ulama menyebutkan bahwa lebih utama jika puasa Syawal dilakukan secara berurutan, terutama dimulai sejak tanggal 2 Syawal. Melaksanakan puasa secara berturut-turut menunjukkan kesungguhan dalam beribadah dan mempercepat perolehan keutamaan.

Fakta Menarik di Bulan Syawal: Menikah Sangat Dianjurkan

Bulan Syawal memiliki fakta menarik lain, yaitu anjuran untuk melangsungkan pernikahan. Tradisi ini bahkan banyak dijalankan umat Islam tanpa sadar. Meski begitu, menikah di bulan Syawal memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam dan sunah Rasulullah SAW. 

Sebagaimana disampaikan Ustaz Khalid Basalamah di akun media sosialnya, anjuran ini merujuk pada peristiwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA yang terjadi pada bulan Syawal. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Aisyah RA berkata:

"تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنِّي؟" (HR Muslim).

"Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal dan membangun rumah tangga denganku di bulan Syawal pula."

Pernikahan Nabi di bulan Syawal juga bertujuan untuk mematahkan keyakinan jahiliyah yang menganggap bulan Syawal sebagai bulan sial untuk menikah. Rasulullah SAW dengan tegas menepis keyakinan tersebut melalui tindakan nyata, yaitu melaksanakan pernikahannya di bulan ini. Langkah beliau mengajarkan bahwa tidak ada waktu buruk dalam Islam.

"Para ulama, seperti Imam An-Nawawi rahimahullāh dari mazhab Syafi‘iyyah, menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan anjuran menikah pada bulan Syawal sekaligus membantah mitos kesialan yang diyakini pada masa jahiliah," tulis Ustaz Khalid Basalamah.

Kalender Bulan Syawal 2026

Kalender bulan Syawal 2026 Masehi bertepatan dengan Syawal 1447 Hijriah. Terdapat perbedaan penetapan awal dan akhir bulan antara pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah. Perbedaan ini perlu dipahami untuk perencanaan ibadah dan kegiatan.

Menurut penetapan pemerintah Indonesia, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, bulan Syawal akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Berdasarkan perhitungan ini, akhir bulan Syawal versi Muhammadiyah adalah Jumat, 17 April 2026. Berikut kalender Syawal 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI:

  • 1 Syawal 1447 H: Sabtu, 21 Maret 2026
  • 2 Syawal 1447 H: Minggu, 22 Maret 2026
  • 3 Syawal 1447 H: Senin, 23 Maret 2026
  • 4 Syawal 1447 H: Selasa, 24 Maret 2026
  • 5 Syawal 1447 H: Rabu, 25 Maret 2026
  • 6 Syawal 1447 H: Kamis, 26 Maret 2026
  • 7 Syawal 1447 H: Jumat, 27 Maret 2026
  • 8 Syawal 1447 H: Sabtu, 28 Maret 2026
  • 9 Syawal 1447 H: Minggu, 29 Maret 2026
  • 10 Syawal 1447 H: Senin, 30 Maret 2026
  • 11 Syawal 1447 H: Selasa, 31 Maret 2026
  • 12 Syawal 1447 H: Rabu, 1 April 2026
  • 13 Syawal 1447 H: Kamis, 2 April 2026
  • 14 Syawal 1447 H: Jumat, 3 April 2026
  • 15 Syawal 1447 H: Sabtu, 4 April 2026
  • 16 Syawal 1447 H: Minggu, 5 April 2026
  • 17 Syawal 1447 H: Senin, 6 April 2026
  • 18 Syawal 1447 H: Selasa, 7 April 2026
  • 19 Syawal 1447 H: Rabu, 8 April 2026
  • 20 Syawal 1447 H: Kamis, 9 April 2026
  • 21 Syawal 1447 H: Jumat, 10 April 2026
  • 22 Syawal 1447 H: Sabtu, 11 April 2026
  • 23 Syawal 1447 H: Minggu, 12 April 2026
  • 24 Syawal 1447 H: Senin, 13 April 2026
  • 25 Syawal 1447 H: Selasa, 14 April 2026
  • 26 Syawal 1447 H: Rabu, 15 April 2026
  • 27 Syawal 1447 H: Kamis, 16 April 2026
  • 28 Syawal 1447 H: Jumat, 17 April 2026 (versi Muhammadiyah)
  • 29 Syawal 1447 H: Sabtu, 18 April 2026 (versi Kemenag RI)

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Berapa hari puasa Syawal yang dianjurkan?

A: Puasa Syawal dianjurkan selama enam hari.

Q: Kapan waktu terbaik untuk memulai puasa Syawal?

A: Waktu terbaik untuk memulai puasa Syawal adalah sejak tanggal 2 Syawal.

Q: Apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berurutan?

A: Tidak, puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berurutan.

Q: Apa keutamaan utama puasa Syawal?

A: Keutamaan utama puasa Syawal adalah mendapatkan pahala setara puasa setahun penuh.

Q: Mengapa menikah di bulan Syawal dianjurkan?

A: Menikah di bulan Syawal dianjurkan karena merupakan sunah Rasulullah SAW.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |