- Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa Syawal?
- Apakah niat puasa qadha Ramadan harus dilafalkan pada malam hari?
- Bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha Ramadan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, tidak semua umat Muslim dapat menyempurnakan puasanya karena berbagai alasan yang dibenarkan, seperti sakit, bepergian, atau kondisi tertentu lainnya. Oleh karena itu, Islam memberikan kelonggaran berupa kewajiban untuk mengganti atau mengqadha puasa yang tertinggal di hari lain, termasuk di bulan Syawal. Melaksanakan qadha puasa di bulan Syawal menjadi salah satu pilihan yang umum dilakukan, mengingat suasana ibadah yang masih terasa kuat setelah Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, niat menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan saat menjalankan qadha puasa. Niat qadha puasa Ramadan di bulan Syawal harus dilakukan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kesadaran untuk menunaikan kewajiban yang tertunda. Selain itu, memahami tata cara dan waktu yang tepat untuk berniat juga akan membantu ibadah menjadi lebih sah dan sempurna. Berikut selengkapnya mengenai niat qadha puasa Ramadan di bulan Syawal beserta penjelasan penting yang perlu diketahui, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (7/4/2026).
Lafal Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal
Lafal niat puasa qadha Ramadhan yang dilakukan di bulan Syawal memiliki kesamaan dengan niat qadha pada umumnya. Hal ini karena esensinya adalah puasa wajib untuk mengganti utang puasa yang belum tertunaikan.
Lafal niat yang benar adalah:
"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā."
Artinya, "Aku berniat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala."
Niat ini menegaskan tujuan ibadah dan membedakannya dari puasa sunnah. Pelafalan niat ini menjadi syarat sahnya ibadah puasa qadha. Dengan niat yang jelas, seorang Muslim dapat memastikan bahwa puasa yang dijalankan diterima sebagai pelunasan kewajiban puasa Ramadhan yang tertinggal.
Waktu Tepat Mengucapkan Niat Puasa Qadha
Niat puasa qadha Ramadhan wajib dilafalkan pada malam hari sebelum berpuasa. Mayoritas ulama, khususnya dalam mazhab Syafi'i yang menjadi pedoman mayoritas Muslim Indonesia, menegaskan bahwa niat puasa qadha harus dilakukan sebelum fajar.
Waktu pelafalan niat puasa qadha Ramadhan sudah dapat dibaca mulai malam hari sebelum melakukan puasa hingga waktu fajar tiba. Niat ini masih sah dilafalkan selama tidak melebihi waktu fajar, karena fajar menandai dimulainya puasa.
Ketepatan waktu dalam melafalkan niat ini sangat krusial untuk keabsahan puasa qadha. Keterlambatan dalam berniat hingga melewati waktu fajar dapat membatalkan keabsahan puasa qadha pada hari tersebut.
Perbedaan Pandangan Ulama tentang Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Syawal
Terdapat dua pandangan utama di kalangan ulama mengenai hukum menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal. Perbedaan ini seringkali menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Muslim yang ingin menunaikan kedua ibadah tersebut.
Menurut Mazhab Syafi'i, sebagian ulama memperbolehkan penggabungan niat puasa wajib (qadha) dan sunnah (Syawal). Jika niat puasa qadha diucapkan, namun pelaksanaannya di bulan Syawal, maka kewajiban qadha lunas dan pahala menghidupkan bulan Syawal tetap didapatkan. Namun, kualitas pahala puasa Syawal mungkin tidak sesempurna jika dipisahkan.
Di sisi lain, ulama Mazhab Hambali dan beberapa ulama lainnya berpendapat bahwa tidak boleh menggabungkan niat antara puasa sunnah dan qadha Ramadhan. Mereka menekankan pentingnya menunaikan puasa wajib terlebih dahulu untuk memenuhi syarat "telah berpuasa Ramadhan" sebelum mengejar pahala puasa Syawal.
Meskipun ada perbedaan, pendapat yang lebih afdal adalah mengasingkan qadha Ramadan dengan puasa sunat enam Syawal. Hal ini didasarkan pada kaidah fiqh bahwa "sesuatu yang lebih banyak perbuatannya, maka lebih banyak pahalanya". Dengan demikian, disarankan untuk menunaikan qadha puasa terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal untuk mendapatkan pahala puasa setahun penuh.
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Qadha
Tata cara puasa qadha tidak jauh berbeda dengan puasa Ramadan, karena rukun dan syarat sahnya pun sama. Seorang Muslim perlu memastikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan selama Ramadan.
Langkah pertama adalah menghitung utang puasa. Jika lupa jumlah pastinya, disarankan mengambil jumlah maksimal yang diingat untuk kehati-hatian. Setelah itu, niat dibaca dalam hati pada malam hari atau sebelum waktu fajar tiba.
Selama berpuasa, dianjurkan untuk makan sahur dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau hal-hal lain, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Berbuka puasa dilakukan saat matahari terbenam atau ketika azan Maghrib berkumandang.
Selain itu, memperbanyak amalan sunah seperti berzikir, membaca Al-Qur'an, dan melaksanakan salat sunah sangat dianjurkan. Ini akan menambah keberkahan dan pahala selama menunaikan puasa qadha.
Keutamaan Puasa Qadha di Bulan Syawal
Bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan puasa qadha karena suasana spiritual yang masih terasa kuat setelah Ramadan. Melaksanakan niat qadha puasa Ramadhan di bulan Syawal adalah cara untuk segera menunaikan kewajiban yang tertunda.
Puasa qadha mengajarkan seorang Muslim untuk tetap konsisten dalam beribadah, meskipun bulan Ramadan telah usai. Ini adalah bentuk jihad melawan hawa nafsu yang sangat dihargai dalam Islam, serta persiapan spiritual untuk menyambut bulan-bulan berikutnya.
Bagi umat Muslim yang menunaikan puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal, pelafalan niat yang benar adalah syarat sahnya ibadah. Niat ini membedakan antara puasa wajib dan puasa sunnah, serta menegaskan tujuan ibadah yang dilakukan.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa Syawal?
Puasa Syawal dapat dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2 Syawal, dan bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
2. Apakah niat puasa qadha Ramadan harus dilafalkan pada malam hari?
Ya, niat puasa qadha Ramadan, sebagai puasa wajib, harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar menyingsing atau sebelum waktu Subuh tiba.
3. Bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha Ramadan?
Ada perbedaan pandangan ulama; mayoritas Mazhab Syafi'i membolehkan penggabungan, namun disarankan untuk mendahulukan puasa qadha Ramadan agar pahala puasa Syawal dapat diraih secara sempurna.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5535275/original/081883700_1773974233-ketupat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153352/original/098766700_1741323073-1741319504121_ucapan-untuk-lebaran-idul-adha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381548/original/050788800_1760510065-pass6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407493/original/089717300_1616386310-ramadan-2412453_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032502/original/048354500_1733145683-hadiahumrahsantripurbalingga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532110/original/069382900_1773642522-Halal_Bihalal_Keluarga_Muslim__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)