Mengenal Aletta, Robot Pengambil Darah Pertama di Dunia

5 hours ago 4

PERUSAHAAN teknologi medis Vitestro memperkenalkan Aletta, robot otonom pengambil darah yang telah mengantongi sertifikasi CE. Teknologi ini disebut sebagai Autonomous Robotic Phlebotomy Device (ARPD) pertama di dunia.

Peluncuran ini diumumkan pada 12 Januari 2026 bersamaan dengan hadirnya situs web korporat terbaru Vitestro yang menampilkan inovasi tersebut. Kehadiran Aletta dinilai sebagai langkah maju dalam teknologi medis, khususnya dalam otomatisasi layanan kesehatan di fasilitas klinis.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

CEO Vitestro Toon Overbeeke menyebut inovasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi layanan klinis sekaligus kualitas pengalaman pasien. Ia mengatakan, melalui situs web baru dan video publik, perusahaan mengambil langkah menuju komunikasi dan edukasi yang lebih terbuka.

“Saat kami menghadirkan flebotomi robotik otonom ke dalam praktik klinis rutin, penting bagi tenaga kesehatan dan pasien untuk memahami dengan jelas bagaimana teknologi ini bekerja dan bagaimana terintegrasi dalam layanan nyata,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip dari laporan Nurse.org, 22 Januari 2026.

“Dengan membuat teknologi dan alur kerja klinis kami lebih terlihat, kami memungkinkan adopsi yang terinformasi, membangun kepercayaan, serta mendukung pembentukan standar baru yang bertanggung jawab untuk pengambilan darah diagnostik,” tuturnya melanjutkan. 

Aletta dirancang sebagai mesin pengambil darah otomatis yang mengintegrasikan pencitraan multimodal, robotika canggih, dan kecerdasan buatan. Sistem ini mampu menjalankan seluruh proses pengambilan darah, mulai dari mengidentifikasi vena, memasukkan jarum, hingga mengumpulkan sampel.

Vitestro mengklaim Aletta memiliki tingkat keberhasilan hingga 95 persen dalam menemukan vena dan melakukan pengambilan darah pada percobaan pertama. Sistem robotik ini juga dapat memposisikan lengan pasien secara otomatis, menentukan lokasi vena yang sesuai, mengarahkan penyisipan jarum, hingga menempelkan perban setelah prosedur selesai.

Dalam operasionalnya, satu orang pengawas disebut dapat memantau hingga tiga unit Aletta sekaligus, sehingga dinilai cocok untuk fasilitas dengan volume pengambilan darah tinggi.

Perusahaan juga telah merilis video demonstrasi yang menunjukkan integrasi Aletta dalam alur kerja klinis, termasuk kemampuannya membantu memposisikan lengan pasien selama prosedur.

Meski belum memperoleh persetujuan dari FDA, teknologi ini mulai mendapat perhatian di Eropa. Vitestro menyatakan tengah mengupayakan ekspansi global, termasuk ke pasar Amerika Serikat.

Di tengah tantangan kekurangan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas medis, teknologi seperti Aletta diharapkan dapat membantu meringankan beban kerja. Selain itu, penggunaan sistem otomatis ini juga berpotensi meningkatkan pengalaman pasien, terutama bagi mereka yang memiliki vena sulit ditemukan atau takut terhadap jarum.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |