Liputan6.com, Jakarta - Quotes islami tentang ketenangan hidup dengan mengingat Allah menjadi pengingat agar tetap tenang di tengah badai masalah. Dalam Islam, kunci ketenangan ini ditemukan dalam hubungan yang konstan dengan Allah SWT melalui dzikir yang dalam hal ini dimaknai sebagai mengingat Allah.
Penegasan bahwa mengingat Allah akan membuat hati tenang termaktub dalam Al-Qur'an: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Ayat ini merupakan janji dan hukum spiritual.
Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah, dalam kitab Al-Wabil as-Sayyib, menjelaskan bahwa dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Tanpanya, hati akan mengalami "spiritual asfiksia"; keadaan gelisah, sempit, dan gersang. Dzikir mengingatkan hati pada sumber ketenangan itu sendiri, yakni Allah, sehingga segala kegelisahan yang bersumber dari keterikatan pada hal-hal fana pun luruh.
Amiruddin dan Syaripah Aini dalam jurnal Konsep Kesehatan Jiwa dalam Al-Qur’an: Penyembuhan Melalui Doa dan Dzikir dalam Perspektif Psikologi (2025) menjelaskan, ketika seorang hamba menyadari bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengatur segala urusannya, maka beban hidup yang terasa berat pun berganti menjadi ketenteraman karena diserahkan kepada Dzat yang Maha Kuasa.
Berikut ini adalah 100 quotes islami tentang ketenangan hidup dengan mengingat Allah, merangkum berbagai sumber:
Dzikir sebagai Sumber Ketenangan
1. Hati yang penuh dzikir takkan pernah merasa sepi. Dia selalu ditemani oleh Sang Maha Hadir.
2. Di tengah kebisingan dunia, dzikir adalah suara tenang yang menentramkan jiwa. Dengarlah ia dengan penuh kesadaran.
3. Lisan yang basah berdzikir akan menghadirkan ketenangan dalam hati. Sebab, ingat kepada Allah adalah obat segala kegelisahan.
4. Setiap kali gelisah datang, segeralah ucapkan nama-Nya. Nama itu lebih menenangkan daripada segala kata-kata penghibur.
5. Dzikir mengalirkan ketenangan bagai sungai jernih di taman hati. Rawatlah alirannya agar jiwamu tak pernah kering.
6. Tiada musik yang lebih merdu daripada desiran dzikir dalam kalbu. Dengannya, keresahan pun berubah menjadi harmoni.
7. Ketika dunia terasa sempit, luaskanlah dengan mengingat Allah. Dzikir adalah oase di padang pasir kecemasan.
8. Pagi yang dimulai dengan dzikir akan diselimuti ketenangan sepanjang hari. Itulah bekal terbaik menghadapi dunia.
9. Malam yang diakhiri dengan dzikir akan membawa tidur yang penuh kedamaian. Hati pun bersiap bertemu Tuhan dalam mimpi.
10. Dzikir adalah napasnya hati. Tanpanya, jiwa akan kehabisan oksigen ketenangan.
11. Bagaikan pelita dalam gelap, dzikir menerangi jalan menuju ketenangan abadi. Pegang erat agar tak tersesat.
12. Gelombang masalah boleh datang menerjang, tetapi dzikir adalah jangkar yang menahan hati agar tak terombang-ambing.
13. Ucapkanlah "Laa ilaaha illallah" dengan penuh makna. Di dalamnya terdapat ketenangan bagi seluruh alam.
14. Dzikir yang ikhlas akan membersihkan karat-karat kegundahan dari cermin hati. Hati pun kembali bersinar jernih.
15. Waktu yang dihabiskan untuk mengingat Allah tidak akan pernah sia-sia. Itu adalah investasi untuk membeli ketenangan sejati.
16. Tiada yang lebih melegakan daripada mencurahkan isi hati kepada Allah dalam dzikir. Dia Maha Mendengar segala keluh kesah.
17. Dzikir mengajarkan hati untuk berdetak dalam irama yang sama dengan alam. Irama itu bernama ketundukan dan ketenangan.
18. Sebanyak apa pun masalahmu, ia takkan pernah lebih besar dari nama Allah. Ingatlah nama-Nya, niscaya masalah akan tampak kecil.
19. Hati yang sibuk berdzikir tak punya waktu untuk mengeluh dan bersedih. Ia terlalu asyik menikmati kemuliaan Sang Khalik.
20. Dzikir adalah bahasa universal hati yang merindukan ketenangan. Allah memahami setiap bahasanya.
Tawakal dan Penyerahan Diri
21. Pasrahkan segala urusan setelah berusaha, maka ketenangan akan menyapa. Tawakal adalah kunci percaya pada rencana-Nya yang terindah.
22. Beban yang diserahkan kepada Allah tidak akan pernah memberatkan punggungmu. Dia adalah Penanggung jawab terbaik.
23. Ketenangan milik mereka yang percaya bahwa Allah sedang menulis cerita terbaik untuknya. Meski saat ini halamannya penuh dengan titik gelap.
24. Lepaskan keinginan untuk mengontrol segalanya, serahkan pada Yang Mengontrol alam semesta. Di situlah kedamaian bermula.
25. Ketika kamu berhenti memaksakan kehendakmu, kamu akan menemukan keindahan dalam takdir-Nya. Dan di sanalah hati menjadi tenang.
26. Tidak perlu khawatir tentang besok, karena Allah sudah ada di sana. Dia telah menyiapkan segala yang kita butuhkan, bukan segala yang kita inginkan.
27. Tawakal bukan berarti berdiam diri, tetapi berusaha maksimal lalu percaya bahwa hasil terbaik akan datang dari-Nya. Itulah resep ketenangan sejati.
28. Hati yang tawakal bagai daun yang mengikuti aliran air. Ia tidak melawan, tetapi tetap sampai di tujuan dengan tenang.
29. Rencana Allah selalu lebih indah daripada impian terbesarmu. Percayalah, maka keresahan akan pergi menjauh.
30. Dengan bertawakal, kamu meletakkan beban di bahu yang Maha Kuat. Lalu, kamu bisa berjalan dengan ringan dan hati yang tenang.
Syukur dan Kepuasan Hati
31. Syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup, bahkan lebih dari cukup. Di sanalah ketenangan hidup bersemayam.
32. Mata yang selalu melihat ke atas akan gelisah, tetapi hati yang pandai bersyukur akan selalu tenang. Nikmatilah tempatmu berdiri saat ini.
33. Setiap hembusan napas adalah hutang yang harus dibayar dengan syukur. Semakin banyak bersyukur, semakin tenang hidup ini.
34. Ketenangan bukanlah memiliki segalanya, tetapi merasa cukup dengan segala pemberian Allah. Itulah hakikat kaya yang sebenarnya.
35. Dengan bersyukur, kamu mengakui bahwa Allah telah memberikan yang terbaik untukmu. Keyakinan itu sendiri adalah sumber ketenangan.
36. Bandingkan nikmat yang kamu terima dengan masalah yang kamu hadapi. Nikmat itu akan selalu lebih berat dan membawa ketenangan.
37. Hati yang penuh syukur tak punya ruang untuk iri dan dengki. Dua perasaan itulah yang meracuni ketenangan batin.
38. Ucapkan "Alhamdulillah" untuk segala keadaan, baik maupun terasa buruk. Kalimat itu adalah mantra penenang jiwa.
39. Syukur adalah pengakuan bahwa kita hidup dalam kasih sayang-Nya yang tak terputus. Pengakuan itu membawa ketenangan yang mendalam.
40. Ketika kamu bersyukur, kamu menarik lebih banyak berkah. Dan berkah itu selalu datang membawa ketenangan dalam hati.
Sabar dalam Ujian
41. Kesabaran adalah pintu gerbang menuju ketenangan. Melewatinya memang berat, tetapi di dalamnya ada taman indah bernama ketentraman.
42. Allah tidak pernah terlambat, Dia selalu tepat waktu dengan pertolongan-Nya. Bersabarlah, maka hatimu akan tenang menunggu.
43. Ujian datang untuk membersihkan hati, bukan untuk menyiksa. Pandanglah ia dengan sabar, maka ketenangan akan kamu dapatkan.
44. Di balik setiap kesulitan yang kamu hadapi dengan sabar, ada ketenangan yang sedang dipersiapkan untukmu. Percayalah pada proses-Nya.
45. Sabar itu seperti akar pohon, tak terlihat tetapi kokoh menahan badai. Hati yang sabar akan tetap tenang meski diterpa angin kencang masalah.
46. Ketika kamu sabar, kamu sebenarnya sedang membangun benteng ketenangan di dalam dirimu. Benteng itu akan melindungimu dari serangan kegelisahan.
47. Sabar mengajarkan kita untuk bernapas dalam-dalam di tengah tekanan. Dalam setiap tarikan napas itu, ada ketenangan yang mengalir pelan.
48. Allah mencintai hamba yang sabar, dan cinta-Nya itu sendiri adalah sumber ketenangan tertinggi. Berbahagialah orang yang bersabar.
49. Jangan lihat besarnya ujian, lihatlah besarnya Allah yang mengujimu. Perspektif itu akan melahirkan kesabaran dan ketenangan.
50. Sabar bukan berarti diam tanpa perasaan, tetapi tetap tenang sambil memperbaiki keadaan. Itulah keseimbangan yang dicari jiwa.
Ikhlas dan Kejernihan Hati
51. Keikhlasan membersihkan hati dari noda pamrih dan penat. Hati yang bersih adalah tempat tinggal favorit ketenangan.
52. Lakukan segala sesuatu hanya untuk Allah, maka kamu takkan kecewa pada manusia. Bebas dari kekecewaan adalah awal dari ketenangan.
53. Ikhlas itu seperti air jernih, tenang dan membersihkan apa saja yang dilaluinya. Hati yang ikhlas pun demikian.
54. Ketika niatmu murni, hasil akhirnya kamu serahkan sepenuhnya kepada Allah. Pelepasan inilah yang membebaskanmu dari kecemasan.
55. Amal yang ikhlas akan membuahkan ketenangan, meski dunia tidak mengapresiasinya. Sebab, penghargaan Allah sudah cukup membuat hati tenang.
56. Ikhlas melindungimu dari sakit hati karena penilaian orang. Kamu hanya hidup untuk satu penilai, yaitu Allah.
57. Hati yang ikhlas tidak mudah goyah oleh pujian maupun celaan. Ia telah menemukan ketenangan dalam keridhaan Tuhannya.
58. Membersihkan niat adalah pekerjaan seumur hidup. Namun, setiap kali kamu berhasil, ketenangan akan menjadi hadiahnya.
59. Ikhlas mengajarkan kita untuk melepaskan. Dalam melepaskan itulah, kita menemukan kedamaian yang tak ternilai.
60. Kejernihan hati yang lahir dari keikhlasan akan memantulkan cahaya ketenangan. Cahaya itu akan menerangi jalan hidupmu.
Cinta dan Kedekatan dengan Allah
61. Cinta kepada Allah adalah ketenangan itu sendiri. Semakin cinta, semakin tenang hati ini meski dunia bergoncang.
62. Kedekatan dengan Allah menciptakan rasa aman yang tak tergoyahkan. Di dekat-Nya, tidak ada ruang untuk rasa takut dan gelisah.
63. Hati yang rindu kepada Allah akan selalu mencari ketenangan dengan mengingat-Nya. Kerinduan itu adalah kompas menuju ketentraman.
64. Allah lebih dekat dari urat lehermu, tapi sering kita lupa. Mengingat kedekatan-Nya adalah cara instan meraih ketenangan.
65. Cinta sejati tidak menuntut, tetapi memberi ketenangan. Cintailah Allah, maka Dia akan memenuhi hatimu dengan ketenangan tanpa syarat.
66. Setiap kali kamu mengingat Allah, sebenarnya kamu sedang mendekat kepada sumber ketenangan abadi. Dekatlah selalu, maka tenanglah selalu.
67. Hubungan dengan Allah adalah hubungan paling stabil. Di dalamnya, kamu menemukan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh makhluk mana pun.
68. Rasa cinta dan takut kepada Allah harus seimbang. Dari keseimbangan itulah lahir ketenangan hati yang sempurna.
69. Hati yang telah ditempati cinta kepada Allah tidak akan merasa sempit untuk masalah dunia. Cinta-Nya melapangkan segalanya.
70. Mendekatlah kepada Allah dengan rasa cinta, maka Dia akan mendekat dengan rahmat-Nya. Dalam rahmat itu, terkandung segala ketenangan.
Pengharapan dan Optimisme
71. Berharaplah hanya kepada Allah, maka hatimu tidak akan pernah patah oleh kekecewaan. Pengharapan kepada-Nya adalah sumber ketenangan.
72. Optimisme seorang Muslim berasal dari keyakinan bahwa Allah bersamanya. Keyakinan itu lebih menenangkan daripada segala jaminan dunia.
73. Masalah hari ini adalah cerita sukses esok hari di hadapan Allah. Pandanglah dengan penuh harap, maka kegelisahan akan sirna.
74. Allah tidak pernah menutup satu pintu tanpa membuka pintu yang lebih baik. Percaya pada janji ini akan menenangkan hati yang resah.
75. Pengharapan kepada rahmat Allah adalah cahaya di kegelapan. Cahaya itu akan menuntunmu menuju pelabuhan ketenangan.
76. Selalu ada akhir yang baik bagi orang yang bertakwa. Berharaplah pada akhir yang baik itu, maka kamu akan tenang menjalani prosesnya.
77. Mata hati yang memandang dengan penuh harap kepada Allah akan selalu bersinar tenang. Ia tahu, pertolongan pasti datang.
78. Optimisme adalah saudara kembar ketenangan. Keduanya lahir dari rahim keimanan yang kokoh.
79. Jangan biarkan kenyataan pahit hari ini meracuni harapan manis akan pertolongan Allah. Berpeganglah pada harapan, niscaya tenang.
80. Dengan mengingat Allah, kamu mengingat sumber segala harapan. Dari situlah ketenangan mengalir ke dalam relung hati.
Qana'ah dan Menjauhi Ketamakan
81. Qana'ah (merasa cukup) adalah harta karun yang membawa ketenangan. Carilah ia, maka kamu tak perlu lagi mengejar dunia yang tak pernah puas.
82. Dunia ibarat air laut, semakin diminum semakin haus. Berhentilah mengejarnya, maka dahaga ketenangan hatimu akan terpuaskan.
83. Ketenangan sejati ada pada hati yang qana'ah, bukan pada gudang yang penuh harta. Harta bisa habis, tetapi rasa cukup akan selalu mendamaikan.
84. Tamak adalah penjara yang membuat hati gelisah. Qana'ah adalah kunci pembebasan menuju kebun ketenangan yang luas.
85. Lihatlah kepada orang yang di bawahmu dalam urusan dunia. Cara pandang itu akan menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan.
86. Mengejar dunia akan membuatmu lelah, tetapi mengejar keridhaan Allah akan membuatmu tenang. Pilihlah tujuan yang membawa kedamaian.
87. Hati yang tamak seperti gelas bocor, tak pernah penuh dan selalu cemas. Hati yang qana'ah seperti mata air, selalu penuh dan menenangkan.
88. Ketenangan itu dibeli dengan rasa puas, bukan dengan uang. Dan rasa puas hanya datang dari mengingat nikmat-nikmat Allah.
89. Dunia ini fana, jangan dijadikan tujuan utama. Jadikanlah ia jembatan, maka kamu akan tenang melintasinya tanpa beban.
90. Keinginan yang sedikit adalah salah satu pintu menuju ketenangan. Kurangi keinginanmu, niscaya bertambah ketenanganmu.
Refleksi dan Muhasabah Diri
91. Tenang sejenak, renungkan betapa banyak nikmat yang Allah beri. Perenungan itu akan menghangatkan hati dengan ketenangan.
92. Sebelum tidur, bercakap-cakaplah dengan hatimu di hadapan Allah. Muhasabah adalah terapi terbaik untuk jiwa yang gelisah.
93. Hati yang sering direnungkan akan terjaga kebersihannya. Hati yang bersih adalah wadah yang cocok untuk ketenangan.
94. Di saat sepi, ajaklah dirimu mengingat kebaikan-kebaikan Allah di masa lalu. Ingatan itu akan menjadi bantal empuk untuk ketenangan di masa kini.
95. Kegelisahan sering datang karena kita lupa siapa diri kita dan siapa Tuhan kita. Mengingat keduanya akan mengembalikan keseimbangan dan ketenangan.
96. Bermuhasabahlah, akui kesalahanmu, lalu mohon ampun. Dalam taubat dan istighfar, ada ketenangan yang menyeluruh.
97. Ketenangan bisa ditemukan dalam heningnya malam saat kita bermunajat. Gunakanlah waktu itu untuk membersihkan jiwa.
98. Renungkanlah alam ciptaan-Nya, betapa segala sesuatu berjalan dengan tertib. Dari sana, kita belajar untuk tenang mempercayai pengaturan-Nya dalam hidup kita.
99. Setiap kali kamu merenung, kamu sedang memberi ruang bagi jiwa untuk bernapas. Dalam ruang itu, ketenangan akan tumbuh subur.
100. Akhir dari segala renungan yang dalam adalah kesadaran akan keagungan Allah. Dan dalam kesadaran itulah, ketenangan menemukan rumahnya yang abadi.
People also Ask:
Apa ketenangan hati dalam Islam?
Ketenangan hati dalam konteks Islam dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang merasa damai dan puas dengan kehidupan, terlepas dari tantangan dan cobaan yang dihadapi. Ini mencakup rasa syukur kepada Allah, kepercayaan pada takdir, dan keteguhan dalam iman.
Apa itu kutipan Islami yang penuh kekuatan?
“Janganlah kamu berkecil hati atau putus asa—jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman, kamu akan berada di posisi yang lebih unggul— ” [Quran 3:139]. Berdasarkan kutipan Islami yang menginspirasi tentang kehidupan ini, Allah Yang Maha Pengasih menjanjikan kepada kita bahwa kita akan termasuk golongan yang unggul jika kita bersabar menghadapi cobaan dan kesulitan yang menimpa kita.
Kata ucapan berkah dalam Islam?
Ringkasan AI40+ Contoh Ucapan Selamat Mengemban Amanah dalam IslamUcapan berkah dalam Islam adalah doa dan pujian kepada Allah SWT, seperti "Barakallah" (Semoga Allah memberkahimu) untuk ucapan umum/terima kasih, "Jazakallahu khairan" (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) untuk terima kasih, serta "Allahumma barik" (Ya Allah, berkahilah) saat melihat hal baik, yang semuanya bertujuan memohon keberkahan, kebaikan, dan pahala berlipat dari Allah SWT untuk diri sendiri atau orang lain.
Apa hadits tentang ketenangan pikiran?
Doa dari Hadits:
Terjemahan: “ Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekhawatiran dan kesedihan, dari ketidakmampuan dan kemalasan, dari rasa takut dan kekikiran, dari beban hutang yang berat dan dari ditindas oleh (orang) lain.”

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























