7 Contoh Teks Kultum Singkat tentang Kekuatan Doa Seorang Muslim

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kekuatan doa merupakan fondasi spiritual utama seorang muslim dalam menghadapi ujian kehidupan. Contoh teks kultum singkat tentang kekuatan doa seorang muslim bisa menjadi instrumen untuk berdakwah dalam kesempatan yang sempit.

Dalam menyusun teks kultum singkat, poin utamanya adalah menekankan bahwa doa merupakan solusi saat ikhtiar manusia menemui jalan buntu. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Doa itu senjata orang mukmin" - HR. Al-Hakim). Hadits ini menegaskan bahwa doa adalah perisai aktif, bukan sekadar pelengkap.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawa’ menjelaskan bahwa doa adalah musuh bagi bencana. Doa menjadi wasilah untuk menolak, mengobati, dan mencegah turunnya musibah. Doa menghubungkan kelemahan hamba dengan kekuatan Allah yang tak terbatas. Tak hanya itu, doa yang tulus mampu mengubah takdir Mu'allaq dan mendatangkan ketenangan jiwa.

Berikut ini Liputan6.com ulas contoh teks kultum singkat tentang kekuatan doa seorang muslim.

Contoh Teks Kultum Singkat 1: Doa Adalah Senjata Orang Mukmin

Tema: Menyadari bahwa doa adalah kekuatan pertahanan dan penyerangan terbaik melawan keputusasaan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin rahimakumullah, dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian ini, seringkali kita merasa lemah dan tidak berdaya. Namun, Islam mengajarkan kita bahwa seorang mukmin tidak pernah benar-benar lemah selama ia masih mau menggerakkan lisannya untuk berdoa.

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat indah mengenai posisi doa bagi kita. Beliau bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim:

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Doa itu adalah senjatanya orang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi.” (HR. Al-Hakim).

Hadits ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar ritual pelengkap, melainkan "senjata" (silah). Senjata digunakan untuk bertahan dari serangan musuh (seperti godaan syaitan dan musibah) serta untuk meraih kemenangan (kesuksesan dunia dan akhirat).

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'.”

Ayat ini adalah jaminan langsung dari Allah. Tidak ada perantara, tidak ada birokrasi yang rumit. Syarat utamanya adalah kita mau memohon kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh keyakinan.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Ad-Daa’ wa Ad-Dawa’ menjelaskan bahwa doa adalah obat yang paling bermanfaat. Ia adalah musuh bagi bencana; ia menolaknya, mengobatinya, mencegah turunnya, dan meringankannya jika bencana itu telah turun.

Inspirasi dari laman Kemenag Magelang mengingatkan kita bahwa doa mampu memberikan sugesti positif dan kekuatan mental. Saat seorang muslim berdoa, ia sedang mentransfer beban berat di pundaknya kepada Dzat Yang Maha Kuat, sehingga hatinya menjadi lebih ringan.

Oleh karena itu, janganlah kita meremehkan kekuatan doa. Jangan hanya berdoa saat sempit, namun berdoalah pula saat lapang. Jadikan doa sebagai strategi utama kita dalam memulai setiap aktivitas, bukan sebagai ban serep yang hanya dipakai saat darurat.

Sebagai penutup, mari kita perbaiki kualitas doa kita. Yakinlah bahwa doa adalah senjata ampuh yang bisa menembus langit dan mengubah keadaan yang tampaknya mustahil menjadi mungkin atas izin Allah.

Mari kita tutup dengan doa: Ya Allah, anugerahkanlah kami lisan yang senantiasa basah menyebut nama-Mu, hati yang khusyuk dalam memohon, dan kabulkanlah segala hajat kami yang baik untuk dunia dan akhirat kami. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh Teks Kultum Singkat 2: Kekuatan Doa Mengubah Takdir

Tema: Memahami konsep takdir Mu'allaq dan peran doa dalam mengubah nasib.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, Dzat yang Maha Menentukan segala sesuatu namun memberikan ruang bagi hamba-Nya untuk berikhtiar melalui doa. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah SAW.

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah. Seringkali muncul pertanyaan di benak kita: "Jika segala sesuatu sudah ditakdirkan, untuk apa kita berdoa?" Ini adalah pertanyaan wajar, namun Islam memiliki jawaban yang luar biasa tentang keajaiban doa.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Tirmidhi:

لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ

“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa.” (HR. Tirmidhi).

Hadits ini memberikan harapan besar. Takdir Allah itu ada yang disebut Mubram (ketetapan pasti) dan Mu'allaq (ketetapan yang digantungkan pada ikhtiar dan doa). Doa memiliki kekuatan untuk mengubah takdir Mu'allaq tersebut.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 39:

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).”

Para ulama menjelaskan bahwa ketika musibah turun dan doa naik, keduanya akan "bertarung" di langit. Jika doa seorang hamba kuat dan ikhlas, ia bisa menahan atau meringankan musibah yang seharusnya menimpanya.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fathur Rabbani menasihati, "Saya tidak berkata bahwa doa itu mengubah ilmu Allah, tetapi doa itu adalah sebab dari sebab-sebab yang telah ditetapkan Allah untuk menolak bencana."

Sebagaimana dilansir dari Ngaji.id, kekuatan doa terletak pada keyakinan. Doa adalah bentuk ibadah yang menunjukkan kerendahan hati kita dan pengakuan bahwa kita tidak memiliki daya upaya tanpa pertolongan-Nya.

Banyak kisah orang sakit yang divonis tidak ada harapan oleh manusia, namun sembuh dengan sedekah dan doa. Banyak orang yang hidup dalam kesulitan ekonomi, tiba-tiba dibukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka karena kekuatan doa.

Maka, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Teruslah mengetuk pintu langit. Mungkin takdir baik kita tertunda hanya karena Allah rindu mendengar merintihnya suara kita dalam doa-doa di sepertiga malam.

Mari kita berdoa: Ya Allah, jika Engkau menuliskan kami sebagai orang yang celaka, hapuslah kecelakaan itu dan tulislah kami sebagai orang yang bahagia. Jika Engkau menuliskan kami dalam kesulitan, ubahlah menjadi kemudahan dengan rahmat-Mu. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teks Kultum Singkat 3: Doa Sebagai Obat Ketenangan Jiwa

Tema: Aspek psikologis dan spiritual doa dalam menghilangkan kecemasan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah, Dzat yang memegang jiwa-jiwa kita. Shalawat serta salam mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, suri tauladan yang selalu menggantungkan hidupnya pada doa.

Hadirin rahimakumullah. Di era modern ini, penyakit yang paling banyak diderita manusia bukanlah penyakit fisik semata, melainkan penyakit hati: kegelisahan, stres, dan depresi. Islam menawarkan terapi gratis dan ampuh, yaitu doa.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.”

Perasaan "dekat" dengan Sang Pencipta inilah yang menjadi inti dari ketenangan. Ketika kita berdoa, kita sedang berdialog dengan Dzat yang Maha Mendengar, Dzat yang paling mengerti isi hati kita melebihi diri kita sendiri.

Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa khusus untuk menghilangkan kesedihan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan.” (HR. Bukhari).

Mengucapkan doa ini dengan penghayatan adalah proses pelepasan emosi (release). Kita mengakui kelemahan kita dan menyerahkan solusinya kepada Allah. Ini mengurangi beban pikiran secara drastis.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa doa adalah kunci pembuka pintu rahmat. Ketika rahmat Allah turun ke dalam hati, maka lenyaplah kegelapan dan kekhawatiran, berganti dengan cahaya ketenangan (sakinah).

Merujuk pada manfaat doa yang diulas oleh Kemenag Magelang, doa mampu menghindarkan manusia dari sifat putus asa. Orang yang berdoa memiliki harapan (hope). Dan harapan adalah bahan bakar utama untuk terus hidup bahagia.

Berdoa bukan berarti masalah langsung hilang saat itu juga. Namun, doa memberikan punggung yang kuat untuk memikul masalah tersebut. Doa mengubah cara pandang kita terhadap masalah menjadi lebih optimis.

Saudaraku, jika hatimu gelisah, ambillah air wudhu, bentangkan sajadah, dan curhatlah kepada Allah. Menangislah dalam doa, karena air mata yang tumpah di hadapan Allah akan menjadi penyejuk bagi api kegelisahan di dada.

Mari kita tutup dengan munajat: Ya Allah, turunkanlah ketenangan di hati kami, lapangkanlah dada kami, dan jadikanlah kami hamba yang selalu ridha dengan segala ketetapan-Mu. Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teks Kultum Singkat 4: Doa Adalah Intisari Ibadah

Tema: Menempatkan doa sebagai ibadah paling mulia dan tanda ketidak-sombongan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahilladzi hadana lihadza. Segala puji bagi Allah yang memberi hidayah. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW, pemimpin orang-orang yang bertaqwa.

Kaum muslimin yang berbahagia. Ada sebuah kesalahpahaman bahwa doa itu hanya dilakukan saat butuh saja. Padahal, doa itu sendiri adalah ibadah, terlepas dari apakah permohonan itu langsung dikabulkan atau ditunda.

Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidhi:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa itu adalah ibadah.”

Mengapa disebut ibadah? Karena dalam doa terkandung makna ketauhidam yang murni. Saat berdoa, kita memosisikan diri sebagai hamba yang butuh (faqir) dan memosisikan Allah sebagai Tuhan yang Maha Kaya (Ghaniy).

Sebaliknya, Allah sangat murka kepada orang yang enggan berdoa. Allah berfirman dalam Surah Ghafir ayat 60:

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Para ahli tafsir, termasuk Imam Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa yang dimaksud "menyembah-Ku" dalam ayat ini adalah "berdoa kepada-Ku". Jadi, enggan berdoa adalah tanda kesombongan, seolah-olah manusia bisa hidup tanpa campur tangan Allah.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menekankan pentingnya memperbanyak doa dalam segala keadaan. Doa adalah tanda kehambaan yang paling jujur. Semakin sering kita meminta, Allah semakin cinta. Berbeda dengan manusia, yang jika sering diminta justru akan marah.

Kekuatan doa seorang muslim terletak pada konsistensinya. Doa melatih kita untuk rendah hati. Orang yang rajin berdoa tidak akan menjadi pribadi yang arogan ketika sukses, karena ia sadar itu adalah pemberian Allah, bukan semata usahanya.

Maka, mintalah segala sesuatu kepada Allah, bahkan untuk hal-hal sepele sekalipun seperti tali sandal yang putus, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat. Libatkan Allah dalam setiap detil kehidupan kita.

Jangan pernah merasa doa kita sia-sia. Setiap kalimat doa yang terucap dicatat sebagai pahala ibadah. Jika tidak dikabulkan di dunia, ia akan menjadi tabungan pahala yang sangat besar di akhirat kelak.

Marilah kita berdoa: Ya Allah, bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu. Jadikanlah kami hamba yang tidak sombong dan selalu bergantung hanya kepada-Mu. Aamiin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teks 5: Dahsyatnya Doa Nabi Yunus (Doa Penghilang Kesulitan)

Tema: Belajar dari kisah Nabi Yunus AS tentang kekuatan doa dalam kegelapan masalah.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang Maha Penolong. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan kita kalimat-kalimat thayyibah.

Hadirin wal hadirat rahimakumullah. Pernahkah kita merasa berada dalam situasi yang sangat gelap, buntu, dan seolah tidak ada jalan keluar? Kondisi ini pernah dialami oleh Nabi Yunus AS ketika terperangkap dalam perut ikan paus di dasar lautan.

Namun, Nabi Yunus memiliki senjata pamungkas. Beliau memanjatkan doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 87:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Apa yang terjadi setelah doa itu terucap? Allah berfirman di ayat selanjutnya (ayat 88): “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

Rasulullah SAW bersabda mengenai doa ini: "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus... sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya." (HR. Tirmidhi).

Para ulama, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, menjelaskan dalam Majmu' Fatawa bahwa kekuatan doa ini terletak pada pengakuan tauhid (La ilaha illa anta) dan pengakuan dosa (Inni kuntu minaz zhalimin).

Ini adalah adab tertinggi dalam berdoa. Sebelum meminta jalan keluar, kita harus mengakui keesaan Allah dan mengakui kesalahan diri kita. Seringkali kesulitan datang karena dosa-dosa kita sendiri, dan istighfar (pengakuan dosa) adalah kunci pembukanya.

Inspirasi dari Ngaji.id mengingatkan kita bahwa doa ini mengandung unsur "tawakkal" tingkat tinggi. Nabi Yunus tidak mendikte Allah untuk "keluarkan aku sekarang", tapi beliau memuji Allah dan merendahkan diri. Justru itulah yang mempercepat pertolongan.

Jika hari ini kita dililit hutang, masalah keluarga, atau penyakit, amalkanlah doa Nabi Yunus ini. Ucapkan berulang-ulang dengan hati yang hancur di hadapan Allah, mengakui bahwa kita lemah dan banyak salah.

Percayalah, sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari tiga kegelapan (perut ikan, dasar laut, malam hari), Allah juga sanggup menyelamatkan kita dari kegelapan masalah hidup kita.

Mari kita tutup dengan bersama-sama membaca doa tersebut: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin. Ya Allah, ampuni dosa kami, angkatlah kesulitan kami, dan berilah kami jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Aamiin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teks 6: Adab dan Waktu Mustajab agar Doa Tembus Langit

Tema: Teknis agar doa lebih didengar: Waktu mustajab dan adab yang benar.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menetapkan waktu-waktu mulia. Shalawat dan salam untuk Baginda Rasulullah SAW yang mengajarkan tata cara bermunajat.

Saudaraku seiman. Doa itu ibarat anak panah. Agar tepat sasaran, busurnya harus kuat (keyakinan) dan dilepaskan pada waktu yang tepat (waktu mustajab), serta dengan teknik yang benar (adab).

Rasulullah SAW memberitahukan beberapa waktu emas untuk berdoa. Di antaranya adalah saat sujud dan sepertiga malam terakhir. Beliau bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ

“Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir...” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di waktu itu Allah bertanya, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan." Ini adalah undangan VIP dari Allah. Sayang sekali jika kita melewatkannya dengan tertidur pulas.

Selain waktu, adab juga sangat penting. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 55:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.”

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan adab berdoa, di antaranya: Memulai dengan memuji Allah (Hamdalah) dan Shalawat Nabi, menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan yakin akan dikabulkan.

Jangan terburu-buru. Ada sahabat yang berdoa langsung meminta hajat, lalu ditegur Nabi SAW, "Engkau tergesa-gesa wahai Fulan." Nabi mengajarkan agar memuji Allah dulu, bershalawat, baru sampaikan keinginan.

Sebagaimana dilansir Kemenag, doa yang dipanjatkan dengan adab yang baik mencerminkan keseriusan seorang hamba. Allah tidak menyukai hati yang lalai saat berdoa (ghafil).

Kekuatan doa juga bertambah ketika dilakukan di waktu hujan turun, di antara adzan dan iqamah, dan di hari Jumat. Manfaatkan momen-momen ini. Jangan biarkan berlalu tanpa ada permintaan yang kita ajukan ke langit.

Mari kita evaluasi, mungkin doa kita belum terkabul bukan karena Allah pelit, tapi karena cara kita meminta yang kurang sopan atau waktu kita yang kurang tepat. Perbaiki adabnya, niscaya Allah percepat ijabahnya.

Kita berdoa: Ya Allah, bimbinglah kami untuk berdoa dengan cara yang Engkau ridhai. Masukkanlah kami ke dalam golongan hamba yang Engkau kabulkan doanya di waktu-waktu mustajab. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teks 7: Keajaiban Mendoakan Orang Lain (Doa Bi Zahril Ghaib)

Tema: Kekuatan doa diam-diam untuk saudara muslim yang justru kembali kepada pendoanya.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang mempersatukan hati orang-orang beriman. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan persaudaraan sejati.

Hadirin yang dimuliakan Allah. Salah satu rahasia agar doa kita cepat dikabulkan adalah dengan mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Ini adalah "jalur cepat" yang sering dilupakan banyak orang.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ ۖ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang mustajab. Di dekat kepalanya ada malaikat yang bertugas mengaminkan. Setiap kali ia berdoa kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata: ‘Aamiin, dan bagimu semisal itu pula’.”

Bayangkan, ketika kita mendoakan kesuksesan teman kita, Malaikat yang suci mendoakan kesuksesan untuk kita. Doa siapa yang lebih didengar Allah? Doa kita yang penuh dosa, atau doa Malaikat yang suci? Tentu doa Malaikat.

Allah SWT memuji orang-orang yang mendoakan saudaranya dalam Surah Al-Hasyr ayat 10:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami’.”

Para ulama salaf, jika mereka memiliki hajat yang mendesak, mereka akan mencari saudara mereka dan mendoakan hajat tersebut untuk saudaranya. Karena mereka yakin, dengan mendoakan saudaranya, hajat mereka sendiri akan terpenuhi berkat doa Malaikat.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku walau kita mendoakan banyak orang sekaligus. Ini adalah bentuk hati yang bersih, tidak hasad (dengki) terhadap nikmat orang lain.

Inspirasi dari berbagai nasihat ulama mengingatkan kita bahwa kekuatan doa kolektif dan saling mendoakan akan memperkokoh ukhuwah islamiyah. Doa adalah perekat hati umat Islam.

Maka, jika kita ingin rezeki lancar, doakan teman kita agar rezekinya lancar. Jika ingin sembuh, doakan orang lain yang sakit agar sembuh. Hilangkan rasa iri, gantikan dengan doa tulus.

Jadilah muslim yang dermawan dalam berdoa. Tidak berkurang harta karena sedekah, dan tidak berkurang jatah rezeki kita karena mendoakan kebaikan bagi orang lain. Justru ia akan bertambah dan bertambah.

Mari kita tutup dengan mendoakan saudara-saudara kita: Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, serta dosa saudara-saudara kami seiman, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Berkahi hidup mereka dan hidup kami. Aamiin Ya Mujibassailin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

People also Ask:

Bagaimana Anda menjelaskan kekuatan doa?

Doa memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan dan mentransformasi kehidupan. Ini bukan hanya tentang meminta apa yang kita inginkan, tetapi juga menyelaraskan diri kita dengan kehendak Tuhan. Ketika kita berdoa, kita harus mendekati Tuhan dengan kerendahan hati, menyadari bahwa kita berada pada waktu dan rencana-Nya. Doa adalah komunikasi dua arah.

Bagaimana contoh kalimat pembukaan ceramah?

Pembukaan ceramah yang baik biasanya diawali salam pembuka, puji syukur kepada Tuhan, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW (untuk Islam), diikuti dengan kalimat yang menarik perhatian pendengar, memperkenalkan diri, serta tema ceramah agar suasana kondusif. Contohnya adalah "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT... Shalawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW... Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan tausiah tentang...".

Apakah kekuatan doa bisa merubah takdir?

Ya, doa bisa mengubah takdir, tetapi hanya untuk jenis takdir tertentu yang disebut takdir muallaq (yang bisa berubah), sedangkan takdir mubram (yang sudah pasti) tidak bisa diubah, seperti kematian. Doa dan ikhtiar adalah cara manusia berusaha mengubah takdir yang bisa diubah, seperti nasib rezeki atau jodoh, menjadi lebih baik, karena Allah menyukai hamba-Nya yang berdoa dan berusaha.

Bagaimana cara membuat ceramah singkat?

  • Menentukan Tujuan. Tujuan ceramah bermacam-macam, biasanya ceramah memiliki sifat persuasif.
  • Menentukan Tema. Tema merupakan ide dasar dari ceramah.
  • Menulis Kerangka. Kerangka ceramah merupakan langkah paling penting.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |