Liputan6.com, Jakarta - Wisata Islami di Demak menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin menelusuri akar Islam di Nusantara. Demak, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, dikenal sebagai "Kota Wali" karena perannya yang signifikan dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.
Kota ini kaya akan jejak peninggalan Wali Songo yang aktif berdakwah pada masa awal Islamisasi Jawa. Berbagai situs bersejarah di Demak menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa.
Destinasi ini tidak hanya menyajikan keindahan arsitektur, tetapi juga menyimpan kisah-kisah spiritual yang mendalam. Melalui kunjungan ke tempat-tempat ini, wisatawan dapat memperkaya wawasan sejarah dan spiritual mereka. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (02/02/2026).
1. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, dengan bantuan para Wali Songo pada abad ke-15 Masehi. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat penyebaran Islam dan pemerintahan Kesultanan Demak.
Arsitektur masjid ini memiliki gaya khas Jawa dengan atap limas bersusun tiga yang mencirikan akidah Islamiyah: Iman, Islam, dan Ihsan. Di dalam kompleks masjid, terdapat beberapa peninggalan bersejarah yang menarik, seperti Saka Tatal, tiang utama masjid yang konon terbuat dari serpihan kayu.
Masjid ini menjadi tujuan utama wisata religi bagi pengunjung yang ingin menelusuri jejak sejarah Islam di Jawa. Untuk masuk ke kompleks Masjid Agung Demak, tidak ada biaya tiket masuk yang diberlakukan, namun pengunjung dapat memberikan infak seikhlasnya.
Masjid ini berlokasi di Kauman, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dan mudah dijangkau dari Alun-Alun Simpang Enam. Masjid ini buka setiap hari dan selalu ramai dikunjungi terutama pada akhir pekan dan hari besar Islam.
2. Makam Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga adalah salah satu destinasi wisata religi paling populer di Demak, yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai penjuru. Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang berdakwah dengan pendekatan budaya dan seni lokal, seperti wayang dan tembang Jawa. Kunjungan ke makam ini menawarkan kombinasi sempurna antara wisata religi dan sejarah.
Kompleks makam ini memiliki suasana yang tenang dan damai, dengan arsitektur khas Jawa yang memikat, termasuk gapura dan pendopo. Peziarah datang untuk berdoa dan menghormati Sunan Kalijaga, serta mencari berkah dan merenungkan perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam. Area makam ini seringkali menjadi pusat keramaian pada bulan-bulan tertentu seperti Rajab, Ruwah, Syaban, dan Syawal.
Makam Sunan Kalijaga terletak di Jalan Raden Sahid, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Untuk biaya masuk, tidak ada tiket resmi, namun ada biaya parkir sekitar Rp 3.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Area cungkup makam Sunan Kalijaga biasanya dibuka setiap Jumat pada penanggalan Jawa Pon, Kliwon, dan Pahing, dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, serta pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
3. Makam Raja-Raja Demak
Kompleks Makam Raja-Raja Demak merupakan situs penting yang terletak di sisi barat laut Masjid Agung Demak, di Kauman, Bintoro, Kecamatan Demak. Di sini, pengunjung dapat berziarah ke makam para sultan Kesultanan Demak, termasuk Raden Patah (Sultan Demak I), Raden Pati Unus (Sultan Demak II), dan Raden Trenggono (Sultan Demak III), beserta para pangeran, istri, dan abdi raja.
Makam ini menjadi saksi bisu sejarah kerajaan Islam pertama di Jawa. Tidak ada informasi spesifik mengenai jam buka dan biaya masuk untuk kompleks Makam Raja-Raja Demak, namun karena lokasinya yang menyatu dengan Masjid Agung Demak dan Museum Masjid Agung Demak, aksesnya cenderung mengikuti jam operasional area tersebut.
4. Museum Masjid Agung Demak
Museum Masjid Agung Demak terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak, tepatnya di sisi utara masjid bersejarah tersebut. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan Kesultanan Demak dan penyebaran Islam di Pulau Jawa oleh Wali Songo. Koleksi museum ini mencapai lebih dari 60 benda bersejarah.
Beberapa koleksi penting yang dapat ditemukan di museum ini antara lain makam Raden Patah, gentong dari masa Dinasti Ming, sepotong kayu dari Saka Tatal Sunan Kalijaga, Al-Qur'an tulisan tangan, miniatur Masjid Agung Demak, serta daftar nama Raja Demak dan Bupati Demak.
Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Pintu Bledeg, sebuah pintu kayu jati berukiran dua kepala naga yang konon merupakan gambar petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Pintu ini juga berfungsi sebagai prasasti Condro Sengkolo yang menandai tahun 1466 Masehi, yang dipercaya sebagai peletakan batu pertama pembangunan masjid.
Museum Masjid Agung Demak buka setiap hari dari Senin hingga Minggu, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk masuk ke museum ini, tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.
5. Makam Syekh Mudzakir (Makam Terapung)
Makam Syekh Mudzakir, yang juga dikenal sebagai "Makam Terapung", adalah salah satu destinasi wisata religi unik di Demak. Makam ini terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, di kawasan pesisir yang sering tergenang air laut. Fenomena alam ini memberikan pengalaman ziarah yang berbeda dan menambah daya tarik spiritualnya.
Untuk mencapai makam ini, peziarah harus melewati jalan dan menggunakan perahu kecil saat air pasang, menciptakan sensasi perjalanan yang luar biasa, terutama jika dilakukan pada pagi hari sebelum subuh. Makam ini menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan oleh Dinas Pariwisata Demak, yang memungkinkan pengunjung untuk salat subuh dan berziarah di lokasi tersebut.
6. Makam Mbah Panji Kusumo
Makam Mbah Panji Kusumo merupakan salah satu objek wisata religi di Demak yang disebutkan dalam daftar rekomendasi. Meskipun tidak sepopuler Masjid Agung Demak atau Makam Sunan Kalijaga, makam ini tetap menjadi tujuan ziarah bagi sebagian masyarakat. Keberadaan makam-makam tokoh agama atau penyebar Islam di Demak menunjukkan kekayaan sejarah spiritual kota ini.
Mbah Panji Kusumo adalah salah satu tokoh yang dihormati di Demak, dan makamnya menjadi tempat untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam konteks penyebaran Islam atau sejarah lokal. Ziarah ke makam-makam seperti ini merupakan tradisi yang kuat di kalangan umat Muslim di Jawa, sebagai bentuk penghormatan dan doa.
Makam Mbah Panji Kusumo berlokasi di Komplek makam Panji Kusumo Desa Bungo, Kecamatan Bungo, Kabupaten Demak. Makam ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan tidak dikenakan biaya tiket masuk.
7. Makam Mbah Hadi Girikusumo (Ki Ageng Giri)
Makam Mbah Hadi Girikusumo, yang juga dikenal dengan nama Ki Ageng Giri, adalah salah satu rekomendasi objek wisata religi di Demak. Makam beliau terletak di Makam Kasepuhan Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Tempat ini menjadi tujuan ziarah bagi mereka yang ingin menghormati dan mendoakan tokoh penting ini.
Ki Ageng Giri atau Mbah Hadi Girikusumo merupakan sosok yang dihormati dalam sejarah lokal Demak, kemungkinan besar memiliki peran dalam penyebaran Islam atau sebagai tokoh spiritual yang berpengaruh. Ziarah ke makam-makam seperti ini adalah bagian integral dari tradisi keagamaan di Jawa, di mana peziarah mencari keberkahan dan keteladanan dari para pendahulu.
FAQ
- Apa itu wisata Islami di Demak? Wisata Islami di Demak adalah kunjungan ke berbagai situs bersejarah dan spiritual yang berkaitan dengan penyebaran Islam dan Kesultanan Demak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
- Mengapa Demak disebut Kota Wali? Demak dijuluki Kota Wali karena kental dengan sejarah penyiaran Islam di Pulau Jawa dan kaya akan jejak peninggalan Wali Songo.
- Apa destinasi wisata Islami paling terkenal di Demak? Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga adalah dua destinasi wisata Islami paling terkenal di Demak.
- Apakah ada biaya masuk untuk Masjid Agung Demak? Tidak ada biaya tiket masuk untuk Masjid Agung Demak, namun pengunjung dapat memberikan infak seikhlasnya.
- Di mana lokasi Makam Sunan Kalijaga? Makam Sunan Kalijaga terletak di Jalan Raden Sahid, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.
- Apa keunikan Makam Syekh Mudzakir? Makam Syekh Mudzakir dikenal sebagai "Makam Terapung" karena lokasinya di kawasan pesisir yang sering tergenang air laut.
- Apakah ada paket wisata khusus untuk wisata Islami di Demak? Ya, Dinas Pariwisata Demak menawarkan Paket Wisata Jawara (Jelajah Wisata Religi Demak) yang mencakup beberapa destinasi bersejarah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082627/original/054307600_1736234976-1736231853819_apa-itu-nisfu-syaban.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975448/original/020264400_1729564664-nisfu-syaban-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490150/original/098329000_1770000559-Gemini_Generated_Image_pf6br7pf6br7pf6b.png)





























