Hadist tentang Amal Kecil yang Dicintai Allah, Penjelasan dan Contoh Sehari-hari

20 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Hadist tentang amal kecil yang dicintai Allah menjadi dasar kuat sekaligus mengajarkan bahwa amal shaleh tidak selalu diukur dari besar atau spektakulernya suatu perbuatan, melainkan dari keikhlasan dan konsistensi di dalam melakukannya.

Rasulullah SAW dalam banyak hadisnya menekankan pentingnya amal yang kontinu, meskipun kecil nilainya di mata manusia. Salah satu hadis yang sangat populer dan mendalam maknanya adalah hadis tentang “amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.”

Hadis ini menjadi pedoman hidup bagi setiap Muslim untuk tidak meremehkan amal kecil, selama dilakukan dengan istiqamah dan niat ikhlas

Merujuk Jurnal Motivasi Beramal dalam Perspektif Al-Quran dan hadits: Studi Literatur oleh Mitra Turrohma, dkk konsep ini ditegaskan kembali sebagai fondasi spiritual yang memotivasi keberlanjutan ibadah dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hadist tentang Amal Kecil yang Dicintai Allah

Teks Hadis (Arab):

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: "أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ"

Artinya:Dari Aisyah RA, ia berkata: Nabi SAW ditanya, “Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Yang paling kontinu (terus-menerus) meskipun sedikit.”

Atau dalam riwayat lain disebutkan:

أَحَبَُ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meski sedikit.” (HR Muslim).

Hadis tentang amal kecil yang dicintai Allah mengajarkan kita untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, selama dilakukan dengan konsisten dan ikhlas. Konsep ini sejalan dengan temuan dalam studi literatur Turrohma dkk. yang menekankan bahwa keikhlasan dan kontinuitas adalah kunci diterimanya amal.

Penjelasan Ulama

1. Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim

Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini mengandung prinsip istimrar (kontinuitas) dalam ibadah. Amal yang sedikit tetapi konsisten lebih utama daripada amal besar yang hanya sesekali dilakukan, karena kontinuitas mencerminkan ketulusan dan ketergantungan hati kepada Allah. Ia juga menekankan bahwa amal kecil yang terus-menerus dapat membentuk kebiasaan baik dan mencegah hati dari kelalaian.

2. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam

Ibnu Rajab menyebutkan bahwa amal yang kontinu menunjukkan kesungguhan dan keteguhan hati dalam taat kepada Allah. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 41–42 tentang dzikir yang kontinu, dan menghubungkannya dengan hadis ini sebagai bentuk aplikasi dari konsistensi spiritual. Menurutnya, amal kecil yang istiqamah lebih mudah diterima karena jauh dari riya’ dan keletihan.

3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Syarah Riyadhush-Shalihin

Beliau menekankan bahwa “sedikit” di sini bukan berarti asal-asalan, tetapi sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri. Nabi SAW mengajarkan agar kita tidak berlebihan dalam beribadah sehingga justru menyebabkan kebosanan atau putus di tengah jalan. Prinsip ini sejalan dengan hadis lain: “Lakukanlah amal sesuai kemampuanmu, karena Allah tidak bosan hingga kalian bosan.” (HR. Bukhari & Muslim)

4. Kitab Fath al-Bari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa kontinuitas amal adalah cermin dari keikhlasan dan ketakwaan yang stabil. Amal kecil yang rutin seperti sedekah harian, shalat sunnah rawatib, atau membaca Al-Quran setiap hari, lebih dicintai Allah karena menunjukkan komitmen sejati seorang hamba, berbeda dengan amal besar yang mungkin hanya didorong oleh momentum sesaat.

Contoh Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Sedekah Harian dalam Jumlah Kecil

Misalnya, menyisihkan Rp5.000 setiap hari untuk kotak infak masjid atau anak yatim. Meski kecil, jika dilakukan setiap hari dengan ikhlas, nilainya di sisi Allah lebih besar daripada sedekah besar yang hanya diberikan sekali setahun.

2. Shalat Sunnah Rawatib Sebelum dan Sesudah Shalat Wajib

Melakukan shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba’diyah) secara konsisten, meski hanya dua rakaat, lebih dicintai Allah daripada shalat malam panjang yang hanya dilakukan sesekali ketika semangat sedang tinggi.

3. Membaca Al-Quran Sehari Satu Ayat atau Satu Halaman

Konsistensi dalam tadarus—meski hanya satu halaman per hari—lebih utama daripada membaca banyak juz tetapi hanya pada bulan Ramadan saja.

4. Dzikir Pagi dan Petang yang Rutin

Membaca dzikir pagi (misalnya setelah shalat Subuh) dan petang (setelah Maghrib) setiap hari, meski hanya beberapa menit, adalah bentuk ibadah kecil yang kontinu dan sangat dicintai Allah.

5. Menjaga Lisan dari Ghibah dan Berkata Baik

Setiap hari berusaha untuk tidak menggunjing dan menggantinya dengan ucapan baik atau diam. Ini adalah amal hati dan lisan yang kecil tetapi sangat bernilai jika dilakukan terus-menerus.

6. Silaturahim via Telepon atau Pesan Singkat

Menanyakan kabar orang tua, saudara, atau teman setiap beberapa hari sekali adalah amal sosial kecil yang kontinu dan memperkuat ukhuwah.

Hikmah Melakukan Amalan Kecil

Dalam kehidupan modern yang penuh kesibukan, prinsip ini sangat relevan: kita tidak perlu menunggu momentum besar untuk berbuat baik. Justru, kebaikan kecil yang dilakukan setiap hari, dengan niat ikhlas dan komitmen stabil, akan membentuk kepribadian yang istiqamah dan lebih dekat kepada Allah.

1. Menjaga Keikhlasan dan Menghindari Riya

Amalan kecil yang rutin cenderung lebih mudah dijaga niatnya karena seringkali tidak menarik perhatian orang lain. Hal ini membantu hati tetap fokus hanya pada Allah, bukan pada pujian manusia, sehingga amal tersebut lebih murni dan ikhlas.

2. Membentuk Kebiasaan Baik dan Disiplin Spiritual

Kontinuitas amalan kecil—seperti sedekah harian atau dzikir pagi-petang—akan membentuk habit positif dalam diri. Secara bertahap, ibadah menjadi kebutuhan hati, bukan lagi beban, sehingga memudahkan untuk konsisten dalam ketaatan.

3. Menjaga Stabilitas Iman dan Hubungan dengan Allah

Amalan kecil yang dilakukan terus-menerus menjaga "detak spiritual" tetap hidup setiap hari. Hal ini mencegah hati dari kekosongan iman dan menjadikan Allah selalu hadir dalam kesadaran, sehingga iman tidak naik-turun drastis.

4. Menghasilkan Pahala yang Berlipat dan Berkelanjutan

Dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa Allah menghitung amal berdasarkan kualitas dan konsistensinya, bukan hanya kuantitas. Amalan kecil yang kontinyu dicintai Allah dan dapat dilipatgandakan pahalanya, bahkan terus mengalir meskipun pelakunya telah meninggal (jika termasuk amal jariyah seperti ilmu yang bermanfaat).

5. Mencegah Kelelahan Spiritual (Burnout) dalam Beribadah

Islam mengajarkan moderasi (tawazun). Dengan amalan kecil yang sesuai kemampuan, seorang muslim tidak mudah lelah atau jenuh, sehingga bisa istiqamah dalam jangka panjang. Ini sesuai sabda Nabi:“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu meskipun sedikit.”(HR. Muslim).

People Also Ask:

Hadits amalan apa yang paling dicintai Allah?

Hadits menyebutkan beberapa amalan paling dicintai Allah, di antaranya adalah shalat tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah, sesuai jawaban Nabi kepada Ibnu Mas'ud, serta amalan yang kontinu meskipun sedikit (istiqomah) seperti dalam hadits 'Aisyah, serta zikir (Subhanallah, Alhamdulillah, dll.).

Apakah amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten meskipun kecil?

Rasulullah ﷺ bersabda: “Lakukan amal kebaikan dengan benar, tulus, dan secukupnya, dan ketahuilah bahwa amal perbuatanmu tidak akan membuatmu masuk surga. Dan amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang paling teratur dan konsisten, meskipun sedikit.” — Sahih al-Bukhari 6464 .

5 Amalan yang disukai Allah sederhana tapi penuh berkah dan jarang disadari?

Lima amalan sederhana yang disukai Allah dan penuh berkah antara lain adalah senyum tulus, menjaga wudhu dengan sempurna, berdoa untuk orang lain (tanpa sepengetahuan mereka), istiqomah dalam ibadah (meski sedikit), serta mengucapkan salam dan kalimat baik; semuanya mudah dilakukan tetapi pahalanya besar dan jarang disadari, karena memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama, membersihkan diri, serta menumbuhkan kebaikan secara konsisten.

Apa makna dari hadits sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus meskipun sedikit?

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, ”Yang dimaksud dengan hadits tersebut adalah agar kita bisa pertengahan dalam melakukan amalan dan berusaha melakukan suatu amalan sesuai dengan kemampuan. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dilakukan walaupun itu sedikit.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |