Liputan6.com, Jakarta - Rasulullah SAW menegaskan bahwa akhlak mulia merupakan inti dari misi kerasulannya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau bersabda: “Aku diutus di muka bumi untuk menyempurnakan akhlak.” (H.R. Ahmad).
Hadis ini menunjukkan bahwa tujuan utama risalah Islam adalah membentuk manusia yang berperilaku luhur, baik secara vertikal kepada Allah maupun horizontal kepada sesama. Merujuk Jurnal Hadis-hadis Nabi SAW tentang Pembinaan Akhlak oleh H. Nixson Husin, Lc. M.Ag, konsep ta’dib (pendidikan akhlak) yang diajarkan Rasulullah mencakup pengenalan akan hakikat kehidupan yang seimbang, di mana akhlak menjadi fondasi dalam membentuk insan yang beradab dan bertanggung jawab sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi.
Dalam akhlak, ada nilai keadilan, kasih sayang, dan penghormatan kepada sesama, bahkan dalam konteks sosial yang kompleks. Imam Ghazali menjelaskan bahwa pendidikan akhlak harus dimulai sejak dini, karena anak adalah amanah yang hati dan perilakunya dapat dibentuk melalui keteladanan dan bimbingan yang konsisten.
Dengan demikian, akhlak mulia bukan hanya teori, tetapi praktik nyata yang diajarkan Rasulullah melalui sikap, perkataan, dan perbuatan beliau.
Quotes Islami dari Rasulullah tentang Akhlak Mulia
1. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).
Makna: Misi utama kerasulan adalah menanamkan budi pekerti luhur.
2. “Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).
Makna: Kualitas akhlak adalah cermin nyata dari kualitas keimanan.
3. “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada Hari Kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)o Nilai akhlak mulia melebihi banyak amalan lainnya di sisi Allah.
Akhlak terhadap Keluarga
4. “Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka-Nya bergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi).
Makna: Berbakti kepada orang tua adalah jalan langsung menuju keridhaan Ilahi.
5. “Barangsiapa tidak menyayangi yang kecil di antara kami, dan tidak mengerti hak yang besar di antara kami, maka bukan termasuk golongan kami.” (HR. Ahmad).
Makna: Kasih sayang kepada anak dan penghormatan kepada yang tua adalah ciri komunitas Muslim.
Akhlak dalam Pergaulan Sosial
6. “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Prinsip dasar dalam semua interaksi sosial: empati dan keinginan baik yang tulus.
7. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari).
Keimanan memerintahkan untuk berbuat baik dan menjaga hak tetangga.
8. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” (HR. Thabrani).
Makna: Nilai seseorang diukur dari kontribusi dan manfaatnya bagi sesama.
9. “Senyummu di wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi).
Makna: Kebaikan dan keramahan yang sederhana pun bernilai ibadah.
10. “Saling berhubunganlah, saling memberi hadiahlah, dan saling maaf-memaafkanlah, niscaya permusuhan akan berubah menjadi kasih sayang.” (HR. Thabrani).
Makna: Kunci menjaga keharmonisan sosial adalah dengan memupuk hubungan baik dan memaafkan.
11. “Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: Jika engkau bertemu, ucapkan salam; jika ia mengundangmu, penuhi; jika ia meminta nasihat, berilah; jika ia bersin dan mengucapkan ‘alhamdulillah’, doakanlah; jika ia sakit, jenguklah; dan jika ia wafat, antarkanlah (jenazahnya).” (HR. Muslim).
Makna: Rincian konkret dari tanggung jawab persaudaraan seiman.
12. “Jauhilah prasangka, karena prasangka itu ucapan yang paling dusta.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Larangan berprasangka buruk tanpa dasar yang jelas, karena merusak hubungan.
13. “Tidak halal bagi seorang Muslim untuk memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Islam melarang permusuhan dan mendorong rekonsiliasi yang cepat.
Akhlak dalam Berbicara dan Bersikap
14. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim)
Makna: Kontrol lisan adalah indikator keimanan; diam lebih baik daripada ucapan yang tidak bermanfaat atau menyakiti.
15. “Sesungguhnya kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)
Makna: Sombong didefinisikan sebagai sikap arogan terhadap kebenaran dan orang lain.
16. “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat. Sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari & Muslim)
Makna: Kekuatan sejati terletak pada penguasaan diri, bukan pada kekuatan fisik.
17. “Sabar itu ada pada goncangan pertama (dari musibah).” (HR. Bukhari)
Makna: Nilai kesabaran paling tinggi ketika mampu menahan diri segera saat musibah datang.
Sikap Hati dan Pribadi
18. “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah baik. Jika mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan, ia bersabar dan itu baik baginya.” (HR. Muslim)
Makna: Orang beriman memandang segala sesuatu dengan positif melalui syukur dan sabar.
19. “Hendaklah kalian selalu jujur. Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke Surga.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Kejujuran adalah fondasi yang mengantarkan pada segala kebaikan dan keselamatan akhirat.
20. “Janganlah saling membenci, janganlah saling mendengki, janganlah saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Larangan keras terhadap penyakit hati yang merusak persaudaraan.
21. “Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim).
Makna: Islam mengajarkan untuk menghargai keindahan dalam sikap dan perilaku, serta menjauhi kesombongan.
22. “Tanda-tanda munafiq ada tiga: jika berkata ia dusta, jika berjanji ia ingkari, dan jika diberi amanah ia khianati.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Ciri-ciri buruk yang harus dijauhi, dengan menekankan pentingnya amanah.
Akhlak dalam Muamalah
23. “Jika Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204).
Makna: Adab utama ketika mendengar ayat Allah adalah diam dan menghayati.
24. “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bacalah Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat darimu.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Tuntunan praktis dalam adab makan yang diajarkan langsung oleh Nabi.
25. “Bukanlah orang yang beriman, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
Makna: Kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan.
Akhlak Terhadap Makhluk Lain & Lingkungan
26. “Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Ia masuk Neraka karenanya. Ia tidak memberinya makan dan minum saat mengurungnya, dan tidak pula melepaskannya agar bisa makan serangga tanah.” (HR. Bukhari & Muslim).
Makna: Perlindungan dan kasih sayang terhadap hewan adalah tanggung jawab moral yang berat konsekuensinya.
27. “Jika Hari Kiamat terjadi sementara di tangan seorang di antara kalian ada bibit kurma, jika ia mampu untuk menanamnya sebelum berdiri, maka hendaklah ia menanamnya.” (HR. Ahmad).
Makna: Semangat untuk terus berbuat baik dan produktif, serta kepedulian terhadap lingkungan, sampai detik terakhir.
Akhlak Terhadap Ilmu & Ulama
28. “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim).
Makna: Keutamaan menuntut ilmu dan kemuliaan para penuntutnya.
29. “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengerti hak orang yang berilmu (ulama).” (HR. Ahmad).
Makna: Penghormatan kepada ulama dan ahli ilmu adalah bagian dari adab Islam.
Motivasi
30. “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia menghapusnya, serta bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Makna: selalu sadar akan Allah, perbaiki kesalahan dengan kebaikan, dan hiasi diri dengan akhlak mulia dalam bergaul.
People Also Ask:
Sabda Rasulullah Tentang akhlak Mulia?
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi juga, akhlaq mulia merupakan timbangan yang paling berat di akhirat kelak. Artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik. Sungguh, Allah membenci orang yang berkata keji dan kotor.” (HR. Imam Tirmidzi).
Sebutkan 3 akhlak mulia Nabi Muhammad?
Sifat Utama Keteladanan Nabi Muhammad SAWSiddiq. Siddiq artinya benar. Artinya nabi Muhammad SAW harus menyampaikan kebenaran. ...2. Amanah. Amanah artinya dapat dipercaya. Artinya, orang tersebut harus dapat dipercaya. ...3. Fatonah. Fathonah artinya cerdas. ...4. Tabligh. Tabligh berarti menyampaikan.
Qs apa yang menjelaskan tentang akhlak?
Keterangan Lengkap tentang Akhlak Rasulullah dalam Al-Qur'an"Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung." (QS Al-Qalam [68]: 4).
Apa makna akhlak Nabi Muhammad saw adalah akhlak Alquran?
Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur'an
Ini berarti setiap tindakan dan ucapan beliau mencerminkan ajaran Al-Qur'an. Jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik, kita harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























