6 Hikmah Isra Miraj dalam Membentuk Disiplin Sholat Lima Waktu

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Isra Mi’raj menjadi salah satu peristiewa terpenting. Dalam mukjizat agung inilah perintah sholat lima waktu diturunkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha.

Secara filosofis, perintah ini tidak hanya sekadar kewajiban ritual, tetapi merupakan bentuk tasliyah atau hiburan spiritual untuk menguatkan mental Rasulullah setelah melewati masa kesedihan yang berat. Kedisiplinan sholat yang lahir dari peristiwa ini mengajarkan bahwa ibadah tersebut adalah prioritas utama yang melampaui segala urusan duniawi.

Mitha Diah Ayu Nur Pratiwi (2024) dalam Skripsi: Hikmah Kisah Isra' Mi'raj (Aplikasi Teori Double Mouvement) menjelaskan, dalam konteks pembentukan karakter, disiplin sholat lima waktu berfungsi sebagai pondasi keteguhan tauhid yang mentransformasi perilaku individu menjadi lebih teratur dan berintegritas.

Nilai kedisiplinan dari masa kenabian ini harus ditarik ke masa kini sebagai alat navigasi moral; di mana sholat menjadi sarana kontrol diri dan manajemen waktu yang efektif bagi seorang Muslim untuk tetap istiqamah di tengah tantangan zaman modern. Berikut ini adalah hikmah isra miraj dalam membentuk disiplin sholat lima waktu.

Merujuk studi di atas, buku Terpesona di Sidratul Muntaha karya Agus Mustofa, dan Jurnal Hikmah Peristiwa Isra Miraj sebagai Pondasi Keteguhan Tauhid, karya Murnia Suri & Nurul Izzati (2022), berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 6 hikmah Isra Mi’raj dalam membentuk disiplin sholat lima waktu:

1. Peneguhan Tauhid sebagai Akar Kedisiplinan

Isra Mi’raj adalah ujian keimanan yang menuntut keyakinan mutlak terhadap kekuasaan Allah yang melampaui logika manusia. Kedisiplinan shalat lahir dari tauhid yang kokoh; jika seseorang yakin Allah Maha Kuasa, ia tidak akan berani meninggalkan perintah-Nya.

QS. Al-Isra [17]: 1 yang menegaskan bahwa Allah-lah yang memperjalankan hamba-Nya.

Keyakinan akan peristiwa ini menjadi pondasi tauhid. Shalat adalah wujud nyata dari pengakuan tauhid tersebut dalam perilaku sehari-hari.

Berbeda dengan ibadah lain, perintah shalat diterima Nabi Muhammad SAW langsung di Sidratul Muntaha. Hal ini memaknai shalat sebagai momen "pertemuan" hamba dengan Tuhannya.

QS. An-Najm [53]: 13-18 menggambarkan kedekatan Nabi di Sidratul Muntaha.

M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah (Vol. 7) menjelaskan bahwa shalat adalah "Mi’raj" bagi orang beriman. Disiplin shalat berarti menjaga kualitas komunikasi hamba dengan Sang Pencipta secara rutin dan intensif.

3. Transformasi Karakter dan Pencegahan Perilaku Tercela

Sholat yang dilakukan secara disiplin dan benar berfungsi sebagai kontrol sosial dan moral bagi pelakunya.

QS. Al-Ankabut [29]: 45: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."

Merujuk pada pemikiran Imam Suprayogo (dalam referensi jurnal Murnia Suri), shalat memiliki kekuatan transformatif untuk mengubah perilaku seseorang. Disiplin dalam waktu shalat akan linier dengan disiplin dalam menjaga integritas moral.

4. Pelatihan Kedisiplinan dan Manajemen Waktu

Sholat fardhu yang ditentukan waktunya melatih umat Islam untuk memiliki pola hidup yang teratur dan menghargai waktu.

QS. An-Nisa [4]: 103: "Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

Dalam skripsi Mitha Diah Ayu Nur Pratiwi, melalui aplikasi Teori Double Movement, kedisiplinan shalat dilihat sebagai "Nilai Ideal Moral" yang ditarik dari sejarah untuk diterapkan dalam konteks modern. Shalat melatih kita untuk berhenti sejenak dari urusan dunia guna memenuhi panggilan Ilahi secara tepat waktu.

5. Sarana Penguatan Jiwa (Tasliyah) dalam Menghadapi Ujian

Hikmah Isra Mi’raj adalah sebagai hiburan (tasliyah) bagi Nabi yang sedang berduka. Shalat menjadi sumber kekuatan bagi hamba untuk tetap sabar dan tangguh menghadapi ujian hidup.

Hadits Nabi: "Dijadikan penyejuk hatiku di dalam shalat." (HR. Ahmad & An-Nasa'i).

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Aisar at-Tafaasir menekankan bahwa diterimanya shalat di langit menunjukkan bahwa inilah satu-satunya sandaran bagi hamba saat mengalami kesulitan dakwah atau kehidupan di bumi.

6. Penyucian Hati untuk Mencapai Derajat Hamba Mulia

Sebelum Isra Mi’raj, hati Nabi Muhammad SAW disucikan kembali. Hal ini mengajarkan bahwa shalat harus dilakukan dengan hati yang bersih agar hamba dapat mencapai derajat kedekatan yang tinggi di sisi Allah.

Hadits tentang pembelahan dada Nabi sebelum Isra Mi'raj (HR. Muslim). Disiplin shalat lima waktu adalah proses berkelanjutan untuk membersihkan ego manusia agar tetap rendah hati dan menyadari posisi dirinya sebagai 'abd (hamba) yang butuh pada Tuhannya.

5 Manfaat Disiplin Sholat 5 Waktu

Berdasarkan perspektif sejarah Isra Mi'raj serta tinjauan akademis, berikut adalah 5 manfaat disiplin shalat tepat waktu:

1. Memperkokoh Pondasi Tauhid dan Iman

Disiplin shalat tepat waktu adalah bukti nyata dari keteguhan tauhid dalam sanubari. Mengutip jurnal Murnia Suri (2022), keyakinan akan perintah shalat yang diterima langsung di Sidratul Muntaha memperkuat pengakuan hamba bahwa Allah adalah prioritas utama di atas segala urusan dunia.

2. Melatih Kedisiplinan dan Manajemen Waktu

Shalat fardhu memiliki waktu-waktu yang telah ditetapkan (QS. An-Nisa: 103). Disiplin mengerjakannya tepat waktu melatih seseorang untuk menghargai setiap detik dan memiliki pola hidup yang teratur. Dalam skripsi Mitha Diah Ayu (2024), nilai ideal moral ini sangat relevan untuk menjaga keteraturan hidup di era modern yang penuh distraksi.

3. Mengubah Perilaku dan Mencegah Perbuatan Tercela

Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Ankabut: 45, shalat berfungsi sebagai kontrol moral. Disiplin shalat tepat waktu membangun kesadaran akan pengawasan Tuhan (muraqabah), sehingga secara otomatis mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar serta memperbaiki akhlak secara bertahap.

4. Memberikan Ketenangan Batin (Tasliyah)

Salah satu hikmah Isra Mi'raj adalah sebagai hiburan (tasliyah) bagi Nabi. Shalat tepat waktu memberikan manfaat psikologis berupa ketenangan jiwa. Ia menjadi momen istirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia untuk "bertemu" Sang Pencipta, sehingga efektif mengurangi stres dan kecemasan.

5. Membangun Integritas dan Kesalehan Sosial

Disiplin shalat membentuk karakter jujur dan tanggung jawab. Seseorang yang disiplin terhadap waktunya dengan Tuhan cenderung akan disiplin dan berintegritas dalam menunaikan janji serta tanggung jawab sosialnya kepada sesama manusia, menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

People Also Ask:

Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra Miraj?

Ketaatan kepada Allah SWT:

Dalam peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu, yang menjadi kewajiban utama umat Islam. Kisah ini mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Apa hikmah melaksanakan sholat 5 waktu?

Sama seperti mandi lima kali sehari akan membersihkan tubuh dari kotoran, shalat lima kali sehari juga membersihkan jiwa dari dosa-dosa. Ini menunjukkan betapa pentingnya konsistensi dalam melaksanakan shalat wajib untuk menjaga kebersihan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah.

Bagaimana Isra Miraj memberikan pengaruh terhadap penetapan salat lima waktu?

Peristiwa Isra dan Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan ke langit ketujuh yang terjadi dalam satu malam. Perjalanan ini ditandai sebagai tonggak penting dalam kalender Islam. Peristiwa Mi'raj ini yang nantinya memunculkan adanya perintah sholat wajib 5 waktu bagi umat Islam.

Apa saja hikmah jika seseorang menjaga shalatnya?

Dengan shalat, allah akan mengampuni dosa-dosa yang ada di antara satu shalat dengan shalat berikutnya. Shalat juga dapat membersihkan diri dari kesalahan dan dosa yang dilakukan secara sengaja atau tidak. Ketika shalat, seorang hamba berada pada posisi yang sangat dekat dengan allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |