Liputan6.com, Jakarta - Menjelang pergantian tahun, fenomena perayaan malam tahun baru masehi sering kali memicu diskusi hangat di kalangan umat Islam. Menyikapi pergantian tahun, umat Islam dianjurkan untuk membentengi diri dengan pemahaman akidah yang kuat dan kesadaran moral agar tidak maksiat atau tergelincir ke dalam arus yang bertentangan dengan syariat.
Umat Islam lebih baik memahami amalan muslim di malam tahun baru Masehi yang dianjurkan. Merujuk pada studi Sukron Azhari dan Azis Ependi yang diterbitkan dalam Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, perayaan ini sejatinya memiliki relevansi kuat dengan konsep moderasi beragama jika disikapi dengan bijak dan sesuai koridor syariat.
Prinsip wasathiyyah merupakan jalan tengah yang sangat dianjurkan agar umat Islam tidak bersikap ekstrem maupun berlebihan dalam menyikapi tradisi global ini.
Muslim didorong untuk menjalin interaksi sosial yang inklusif tanpa harus mengorbankan identitas keimanannya. Dengan demikian, pergantian tahun dapat dijadikan momentum untuk mempererat perekat sosial dan meningkatkan kualitas toleransi.
1. Membaca Doa Akhir Tahun
Berikut ini adalah amalan-amalan muslim yang bisa dilakukan pada malam tahun baru, dalam konteks peribadatan yang privat dan interaksi sosial.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada penghujung tahun adalah membaca doa akhir tahun. Dalam kitab Kanzu An-Najah wa As-Surur karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus, terdapat lafadz doa yang bisa dibaca untuk mengakhiri tahun dengan penuh keberkahan.
Berikut ini adakah doa akhir tahun penuh keberkahan, sebagai bentuk penyerahan diri, pengakuan dosa, dan harapan akan rahmat Ilahi.
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفِرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin: Allahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat-taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatika. Fa innii istaghfartuka, faghfirlii wa maa'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits-tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim.
Artinya: "Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Engkau mampu menyiksaku, dan perbuatan dosa yang Engkau perintahkan untuk bertobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Ya Allah, aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Engkau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Engkau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa ini juga tercantum dalam Kitab Maslakul Akhyar, karya Usman bin Yahya al-‘Alawi.
2. Membaca Doa Tahun Baru
Merujuk buku Ebook Doa Awal dan Akhir Tahun, Yayasan Al-Bahjah, berikut ini adalah doa menyambut tahun baru yang bisa dibaca pada awal tahun Masehi:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِالْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيْمُ الأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.Al-ḥamdu lillāhi ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh.Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā faḍlikal-‘aẓīmi wa jūdikal-‘amīmil-mu‘awwal, wa hādzā ‘āmum jadīdun qad aqbala, nas’alukal-‘iṣmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī wa junūdih, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā dzal-jalāli wal-ikrām.Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang Maha Abadi, Maha Dahulu, dan Maha Pertama. Hanya kepada karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang luas kami bersandar. Tahun baru ini telah tiba. Kami mohon kepada-Mu perlindungan di dalamnya dari godaan setan, para walinya, dan bala tentaranya. Kami mohon pertolongan untuk mengatasi nafsu yang selalu mendorong pada kejahatan. Dan kami mohon kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
3. Muhasabah An-Nafsi, Introspeksi Diri
Selain membaca doa, amalan lainnya yang sangat penting dilakukan pada akhir tahun adalah muhasabah an-nafsi atau introspeksi diri. Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi segala tindakan, perkataan, dan perbuatan yang telah kita lakukan sepanjang tahun. Introspeksi diri ini membantu kita untuk memahami sejauh mana kita telah berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengingatkan umat-Nya untuk senantiasa berintrospeksi diri. Salah satu ayat yang mengingatkan tentang pentingnya introspeksi diri adalah QS. Al-Hasyr ayat 18, yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Dengan melakukan introspeksi diri, kita dapat mengetahui kekurangan dan kesalahan yang perlu diperbaiki, serta menemukan cara untuk lebih baik lagi di masa depan. Introspeksi ini menjadi landasan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, menjadikan setiap hari lebih baik dari hari sebelumnya.
4. Beramal Shalih dan Meninggalkan Maksiat
Selanjutnya, umat Islam juga dianjurkan untuk beramal shalih sebagai salah satu cara untuk menyambut akhir tahun. Beramal shalih dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan bersedekah, memperbanyak dzikir, atau melakukan puasa sunnah.
Semua amalan ini adalah bentuk pengabdian kepada Allah yang dapat mendatangkan pahala dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Namun, umat Islam juga diingatkan untuk menjauhi segala bentuk perayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Perayaan yang mengandung unsur maksiat, seperti minuman keras, perjudian, atau perilaku yang tidak sesuai dengan syariat Islam, harus dihindari. Umat Islam harus dapat mengisi waktu dengan kebaikan dan amal yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
5. Memperbanyak Amalan Sunnah
Terdapat banyak amalan yang dapat dilakukan pada akhir tahun, seperti menggelar tasyakkuran atau doa bersama, mempererat silaturahmi dengan keluarga, dan lainnya.
Setiap amal yang dilakukan dengan niat yang ikhlas akan menjadi ladang pahala bagi kita. Selain itu, berpuasa sunnah juga dapat menjadi cara untuk mengisi akhir tahun dengan amal yang baik.
Secara keseluruhan, akhir tahun bagi umat Islam merupakan waktu yang tepat untuk merenung dan memperbaiki diri. Dengan membaca doa akhir tahun, melakukan introspeksi diri, serta beramal shalih, kita dapat menyambut tahun yang baru dengan penuh keberkahan dan harapan.
Semua amalan ini dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Semoga setiap tahun yang kita lalui semakin membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
6. Momentum Tahun Baru sebagai Sarana Toleransi
Dalam perspektif jurnal ini, perayaan tahun baru adalah fenomena global yang melibatkan masyarakat lintas agama. Muslim dianjurkan menjadikan momen ini untuk mempraktikkan toleransi sebagai wujud nyata kerukunan antarumat beragama.
- Menghapus Sekat Sosial: Duduk bersama dan berinteraksi dengan sesama warga negara tanpa memandang perbedaan agama, ras, atau suku merupakan modal awal keharmonisan sosial.
- Universalitas: Perayaan ini dapat menjadi momen perayaan kerukunan yang bersifat universal tanpa harus mengorbankan identitas masing-masing agama.
7. Menjaga Adab dan Moralitas (Akhlakul Karimah)
Meskipun perayaan tahun baru diperbolehkan secara sosial, syariat Islam memberikan batasan tegas mengenai adab pelaksanaannya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Ainul Yaqin, sebagaimana dikutip Jurnal Relevansi Perayaan Tahun Baru Dalam Perspektif Moderasi Beragama oleh Sukron Azhari dan Azis Ependi, perayaan tahun baru sering kali identik dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
- Hindari Maksiat: Amalan utama seorang Muslim adalah menjauhi segala bentuk potensi zina, mabuk-mabukan, dan perilaku amoral lainnya.
- Larangan Mubadzir: Hindari sikap berfoya-foya dan kegembiraan yang berlebihan yang cenderung mendekati maksiat.
- Menjaga Akidah: Umat Islam harus menyikapinya dengan pemahaman akidah yang kuat dan kesadaran diri agar tidak tergelincir dalam arus yang bertentangan dengan nilai Islam.
Bolehkah Doa Islami Dibaca di Awal Tahun Hijriah?
Kerap menjadi pertanyaan, apakah boleh doa tahun baru Hijriah dibaca saat tahun baru Masehi 2025? Soal doa akhir dan awal tahun ini, pendakwah sekaligus pimpinan LPDP Al-Bahjah KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya menjelaskan dengan gamblang.
Menurut Buya Yahya, pada dasarnya membaca doa bisa dilakukan kapan saja termasuk saat momen tahun baru Masehi.
“Kalau untuk berdoa boleh, karena doa itu kapan saja. Barangkali tahun baru Masehi nanti ada yang kumpul di masjid untuk berdoa mendoakan semoga mereka itu sadar tobat, tapi tidak di alun-alun ya,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Radioqu, sebagaimana dilansir kanal Islami Liputan6.com, Ahad (29/12/2024).
Membaca doa di tahun baru Masehi adalah kegiatan yang positif. Menurut Buya Yahya, hal tersebut bisa mengubah budaya yang biasanya mengisi tahun baru Masehi dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kemaksiatan.
“Jadi boleh membaca doa semacam itu gak masalah. Ini justru untuk mengubah budaya. Karena memperingati tahun baru Masehi secara hakikatnya gak ada masalah,” katanya.
Adab Muslim di Tahun Baru Masehi
Secara keseluruhan, wajah agama Islam dalam momen ini sangat tergantung pada pemeluknya; apakah akan menjadi daya penyatu yang harmonis atau daya pemecah belah. Adab yang benar akan membawa Islam sebagai kekuatan penyatu di tengah masyarakat multikultural. Berikut adalah adab-adab Muslim di tahun baru Masehi berdasarkan prinsip Washatiyah:
1. Menjaga Akidah dan Kesadaran Moral
Seorang Muslim harus menyikapi pergantian tahun dengan pemahaman akidah yang kuat agar tidak tergelincir ke dalam arus yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Hal ini penting agar perayaan sosial tidak merusak integritas keimanan.
2. Mengedepankan Sikap Toleransi (Tasamuh)
Tahun baru dapat menjadi ajang untuk memunculkan toleransi terhadap perbedaan. Adab yang dianjurkan adalah berinteraksi sosial tanpa sekat status atau perbedaan agama, seperti duduk bersama dalam suasana harmonis guna mempererat perekat sosial.
3. Menghindari Kemaksiatan dan Perilaku Amoral
Seorang Muslim wajib menjauhi kegiatan yang dekat dengan maksiat, seperti potensi zina dan mabuk-mabukan yang sering menyertai perayaan malam tahun baru. Menjaga moralitas adalah syarat agar partisipasi dalam momen tersebut diperbolehkan dalam Islam.
4. Menghindari Sikap Berlebihan dan Pemborosan (Mubadzir)
Adab lainnya adalah tidak terjebak dalam budaya hura-hura (foya-foya) atau kegembiraan yang berlebihan. Mengeluarkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat atau bersifat mubadzir sangat tidak dianjurkan.
5. Mempraktikkan Nilai Wasathiyyah
Muslim hendaknya bertindak sebagai wasit atau penengah yang cinta damai dan menghindari kekerasan. Hal ini mencakup sikap menghargai orang lain yang merayakan tanpa harus mengorbankan identitas agama sendiri.
6. Mengisi dengan Hal yang Bermanfaat (Perspektif Pendidikan)
Mengingat tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas toleransi, seorang Muslim dianjurkan mengisi waktu dengan meningkatkan pemahaman keilmuan. Dengan pendidikan yang baik, seseorang akan lebih bijak dalam memandang perbedaan saat perayaan tahun baru.
People also Ask:
Amalan apa di malam tahun baru Islam?
Beberapa amalan yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilakukan pada malam 1 Muharram antara lain:Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun. ...Shalat Sunnah dan Dzikir. ...Tilawah Al-Qur'an. ...Muhasabah dan Hijrah Pribadi.
Apa yang harus dilakukan pada malam Tahun Baru dalam Islam?
Umat Islam memulai tahun baru dengan memanjatkan doa yang tulus, memohon petunjuk, ampunan, dan berkah dari Allah . Beberapa doa khusus biasanya dibacakan pada saat ini, seperti Doa Tahun Baru. Praktik spiritual ini menunjukkan bagaimana umat Islam merayakan Tahun Baru Islam melalui pengabdian yang mendalam kepada Allah.
Amalan apa di malam 1 Rajab?
Saat memasuki malam 1 Rajab (petang hari), dianjurkan membaca doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW.
Apa yang sebaiknya kita lakukan di Tahun Baru Islam?
Karena bulan pertama dalam kalender Islam, Muharram, menyimpan banyak pahala, penting untuk berusaha melakukan ibadah tambahan. Ini bisa berupa sedekah, lebih banyak membaca Al-Quran, shalat sunnah, atau membantu tetangga .
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























