7 Ayat Al-Quran tentang Isra Mi’raj dan Maknanya bagi Umat Islam

2 weeks ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang menjadi bukti kemuliaan Nabi Muhammad SAW . Perjalanan ini tidak hanya menunjukkan kekuasaan Allah, tetapi juga menjadi bukti spiritual tentang kedudukan tinggi Rasulullah di sisi-Nya.

Dalam Isra, Rasulullah diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, lalu dalam Mi’raj beliau naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menegaskan pentingnya keimanan kepada hal-hal gaib dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Karena itulah, Al-Qur’an merekam beberapa ayat yang menggambarkan peristiwa agung ini dengan penuh kemuliaan.

Selain sebagai tanda kebesaran Allah, Isra Mi’raj juga menjadi momentum turunnya perintah salat lima waktu bagi umat Islam. Setiap ayat yang mengisahkan peristiwa ini mengandung makna mendalam tentang keimanan, keteguhan, dan ketaatan kepada Allah. Melalui ayat-ayat ini, umat Islam diingatkan agar tidak pernah ragu akan kekuasaan-Nya. Berikut beberapa ayat Al-Qur’an tentang Isra Mi’raj beserta arti dan penjelasan singkatnya.

1. Surat Al-Isra Ayat 1 – Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha

Peristiwa Isra Mi’raj diawali dengan perjalanan malam Rasulullah SAW  dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Ayat ini menjadi bukti nyata kebesaran Allah dalam memperjalankan hamba-Nya. Di sinilah awal mula Nabi menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan bumi.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

Arab-Latin: sub-ḥānallażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī‘ul-baṣīr

Artinya:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Isra': 1).

Ayat ini menegaskan bahwa perjalanan Isra adalah kehendak Allah semata. Rasulullah SAW  menjadi saksi langsung keagungan ciptaan-Nya. Ini menjadi tanda bahwa keimanan harus melampaui logika manusia biasa.

2. Surat An-Najm Ayat 13 – Nabi Melihat Jibril dalam Wujud Asli

Ayat ini menggambarkan salah satu momen penting dalam Mi’raj, di mana Nabi Muhammad SAW  melihat malaikat Jibril dalam wujud aslinya. Penglihatan ini merupakan bukti kedekatan spiritual Nabi dengan wahyu.

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

Arab-Latin: wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā

Artinya:

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (QS. An-Najm: 13)

Perjumpaan ini menegaskan kekuatan iman dan kedudukan tinggi Rasulullah SAW  di hadapan Allah. Beliau diberi kesempatan melihat makhluk agung ciptaan Allah dengan mata kepala sendiri. Ini menjadi bagian penting dalam pengalaman spiritual Mi’raj.

3. Surat An-Najm Ayat 14 – Sidratul Muntaha, Batas Akhir Langit

Setelah melihat Jibril, Rasulullah SAW  sampai di tempat yang disebut Sidratul Muntaha. Di sinilah batas terakhir pengetahuan makhluk.

عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ

Arab-Latin: ‘inda sidratil-muntahā

Artinya:

(yaitu) di Sidratil Muntaha. (QS. An-Najm: 14)

Sidratul Muntaha disebut sebagai pohon besar di langit ketujuh, tempat berakhirnya segala urusan makhluk. Dari sini, hanya Rasulullah SAW  yang diperkenankan melanjutkan perjalanan lebih jauh. Tempat ini melambangkan kesucian tertinggi dalam perjalanan Mi’raj.

4. Surat An-Najm Ayat 15 – Surga Al-Ma’wa di Dekat Sidratul Muntaha

Setelah sampai di Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW  melihat Surga Al-Ma’wa yang berada di dekatnya. Ini menggambarkan betapa tinggi derajat beliau di sisi Allah.

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ

Arab-Latin: ‘indahā jannatul-ma`wā

Artinya:

Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (QS. An-Najm: 15)

Surga Al-Ma’wa disebut sebagai tempat kembalinya ruh orang-orang beriman. Kedekatannya dengan Sidratul Muntaha menunjukkan hubungan antara perjalanan spiritual Nabi dan ganjaran tertinggi di akhirat. Ini menjadi simbol kemuliaan bagi orang-orang yang beriman dan taat.

5. Surat An-Najm Ayat 17 – Pandangan Rasulullah Tetap Teguh

Dalam peristiwa Mi’raj, pandangan Nabi tidak berpaling sedikit pun dari apa yang diperlihatkan Allah kepadanya. Hal ini menunjukkan ketenangan, fokus, dan keteguhan hati beliau.

مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

Arab-Latin: mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagā

Artinya:

Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. (QS. An-Najm: 17)

Ayat ini menggambarkan keagungan akhlak Rasulullah SAW  yang penuh adab dan ketaatan di hadapan Allah. Beliau tidak melewati batas yang telah ditetapkan dan tetap rendah hati dalam keagungan pengalaman tersebut.

6. Surat Al-Isra Ayat 60 – Isra Sebagai Ujian Keimanan

Peristiwa Isra Mi’raj juga menjadi ujian bagi umat manusia, terutama bagi mereka yang meragukan kekuasaan Allah.

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَٰنًا كَبِيرًا

Arab-Latin: wa iż qulnā laka inna rabbaka aḥāṭa bin-nās, wa mā ja‘alnar-ruyallatī araināka illā fitnatal lin-nāsi wasy-syajaratal-mal'ụnata fil-qurān, wa nukhawwifuhum fa mā yazīduhum illā ṭugyānang kabīrā

Artinya:

Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian bagi manusia... (QS. Al-Isra': 60)

Ayat ini menjelaskan bahwa tidak semua orang mampu menerima kebenaran Isra Mi’raj. Namun bagi orang beriman, peristiwa ini memperkuat keyakinan terhadap kekuasaan Allah yang tak terbatas.

7. Surat At-Takwir Ayat 23 – Nabi Melihat Jibril di Ufuk yang Jelas

Ayat ini menggambarkan salah satu penglihatan Rasulullah SAW  terhadap malaikat Jibril dalam wujud aslinya di ufuk yang terang.

وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ

Arab-Latin: wa laqad ra`āhu bil-ufuqil-mubīn

Artinya:

Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. (QS. At-Takwir: 23)

Penglihatan ini terjadi di awal kenabian sebagai penguatan bagi Rasulullah SAW  sebelum menerima wahyu-wahyu besar. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan beliau sebagai utusan Allah yang dipercaya menerima langsung kalam Ilahi.

Pertanyaan seputar Ayat Al Quran tentang Isra Miraj

1. Apa itu peristiwa Isra Mi’raj?

Isra Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW  dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke langit untuk menerima perintah salat.

2. Kapan Isra Mi’raj terjadi?

Peristiwa ini diyakini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.

3. Mengapa Isra Mi’raj penting bagi umat Islam?

Karena pada peristiwa ini Allah menetapkan kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.

4. Apa tanda kebesaran Allah dalam Isra Mi’raj?

Perjalanan Nabi tanpa batas ruang dan waktu menjadi bukti kuasa Allah atas segala sesuatu.

5. Apa pelajaran dari Isra Mi’raj?

Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya salat, keteguhan iman, dan ketaatan mutlak kepada Allah.

Sumber:

https://quran.nu.or.id/al-isra/1

https://tafsirweb.com/38741-ayat-tentang-isra-miraj.html

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |