7 Cara Menjaga Iman di Tengah Godaan Dunia Era Modern, Simak Penjelasannya

4 weeks ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga keimanan di era modern. Salah satunya adalah derasnya arus informasi melalui perangkat digital yang nyaris tanpa filter. Kondisi ini membuat setiap muslim perlu memahami cara menjaga iman di tengah berbagai godaan dunia.

Gawai yang hampir tak pernah lepas dari genggaman kerap menjadi pintu masuk kelalaian yang perlahan menggerus spiritualitas. Tanpa disadari, seorang muslim bisa mudah terombang-ambing oleh tren dan gaya hidup yang justru menjauhkan dari nilai-nilai agama.

Beratnya ujian mempertahankan akidah di zaman ini telah digambarkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Madarijus Salikin menjelaskan bahwa hati manusia ibarat sebuah benteng. Jika tidak dijaga dengan zikir dan ketaatan, maka musuh berupa hawa nafsu akan mudah masuk dan menguasainya. Di tengah gempuran modernitas, makna “menggenggam bara api” adalah kesabaran dalam menjalankan perintah Allah serta kemampuan menahan diri dari maksiat, meskipun terasa berat dan dianggap asing oleh kebanyakan manusia.

5 Virus Utama Perusak Iman di Era Modern

Sebelum memahami strategi atau cara menjaga iman di tengah godaan dunia, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu musuh iman di era modern. Dalam Journal of Student Research (2025) berjudul 'Menjaga Iman Islam di Tengah Tantangan Dunia Modern' oleh Edinda Juwita, dkk mengidentifikasi lima 'virus' utama yang menggerogoti iman di era modern:

Sekularisme

Upaya memisahkan agama dari kehidupan publik.

Materialisme

Obsesi pada kekayaan fisik yang melupakan akhirat.

Teknologi Tanpa Filter

Algoritma yang menyuguhkan nilai bertentangan dengan Islam.

Globalisasi

Masuknya budaya asing tanpa adangan

Individualisme

Berkembangnya sifat individualistik dan lunturnya kepedulian sosial.

Dampak dari kegagalan menghadapi kelima persoalan di atas ini tidak main-main. Seseorang bisa kehilangan ketenangan batin, mengalami stres berkepanjangan, hingga terjerumus dalam kehampaan spiritual (krisis iman).

Cara Menjaga Iman di Tengah Godaan Dunia

Setelah mengidentifikasi musuh keimanan tersebut, umat Islam perlu mengetahui cara menjaga iman di tengah godaan duniawi di era modern. Berikut ulasannya:

1. Fondasi Ilmu (Knowledge)

Iman tanpa ilmu bagaikan bangunan tanpa pondasi. Langkah pertama adalah memperdalam pengetahuan agama (tafaqquh fiddin) untuk membedakan antara yang haq (benar) dan bathil (salah).

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadilah: 11, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."

Caranya yakni dengan rutin menghadiri majelis ilmu atau mengikuti kajian daring yang kredibel. Dalam kitab Ta'lim Muta'allim karya Syekh Az-Zarnuji, ditekankan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban utama (fardhu 'ain) untuk menjaga amal agar tidak tersesat. Tanpa ilmu, ibadah seseorang berpotensi ditolak karena tidak sesuai syariat.

2. Konsistensi Ibadah (Istiqomah)

Menjaga rutinitas ibadah mahdhah (shalat, baca Al-Qur'an) adalah jangkar bagi jiwa yang labil. Maka itu ibadah harus dipandang lebih dari sekadar rutinitas.

Rasulullah SAW bersabda, "Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit" (HR. Bukhari & Muslim). Selain itu, dalam QS. Ar-Ra'd: 28 termaktub, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Konsistensi itu di antaranya dengan amalan rutin. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir pagi dan petang (Al-Ma'tsurat) adalah benteng harian (hisn) yang melindungi seorang Muslim dari kelalaian dan gangguan setan sepanjang hari.

3. Filter Informasi

Di era post-truth, menyaring informasi adalah kewajiban agama. Riset Edinda Juwita menekankan pentingnya selektivitas agar tidak terpapar ideologi yang merusak.

Di tengah gempuran teknologi, seorang Muslim dilarang menelan mentah-mentah informasi yang berpotensi mengadu domba atau mengandung syubhat. Maka itu, penting untuk dilakukan verifikasi dan klarifikasi (tabayyun).

Allah berfirman sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Hujurat: 6 yang memerintahkan orang beriman untuk memeriksa kebenaran berita dari orang fasik agar tidak menimpakan musibah kepada orang lain karena kebodohan.

4. Lingkungan yang Mendukung

Salah satu faktor terkuat dalam menjaga iman adalah bergaul dengan komunitas yang saleh. Rasulullah SAW mencontohkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi; jika tidak membeli, minimal kita mendapatkan bau harumnya.

Dalam Riyadhus Shalihin (Bab Ziarah ke Orang-orang Saleh), Imam Nawawi menegaskan pentingnya berinteraksi dengan ulama dan orang saleh karena hati manusia bersifat suraqah (suka mencuri karakter) dari teman duduknya.

5. Implementasi Akhlak Mulia

Menjaga iman bukan hanya ritual vertikal, tapi juga horizontal. Menerapkan etika Islam dalam keseharian memperkuat identitas keislaman di ruang publik.

Umat Islam dikenal dengan perilakunya yang luhur. Oleh sebab itu, menjaga akhlak adalah salah satu kunci iman, sekaligus mengikuti sunnahnya.

6. Memahami Hakikat Tauhid

Menjaga iman di era modern dimulai dengan membenahi definisi iman itu sendiri. Iman bukan sekadar pengakuan lisan, tapi keyakinan yang menghunjam yang melahirkan ketenangan saat menghadapi ketidakpastian ekonomi atau karier.

Latih rasa Qana'ah (merasa cukup) untuk melawan budaya hedonisme dan konsumerisme yang ditawarkan media sosial.

7. Mengingat Kematian & Muhasabah

Mengingat kematian atau zikrul maut menjadi salah satu cara menjaga keimanan di tengah godaan dunia. Godaan dunia terasa besar karena kita merasa akan hidup selamanya sehingga ketika mengingat kematian, dunia bisa diletakkan dalam porsinya, yang hanya sementara.

Di antara cara mengingat kematian adalah dengan meluangkan waktu 5 menit sebelum tidur untuk muhasabah (evaluasi diri), merenungkan dosa apa yang diperbuat hari ini dan apa bekal jika dipanggil Allah esok hari.

8. Rutin Beramal Saleh

Iman bersifat fluktuatif (yazid wa yanqus - bisa bertambah dan berkurang). Cara menjaga dan menambahnya adalah dengan memaksakan diri beramal saleh.

Hal ini sesuai dengan QS. Az-Zalzalah: 7, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

Sekecil apapun kebaikan, maka akan menjadi investasi pahala sekaligus penguat tauhid.

People also Ask:

Bagaimana cara menjaga iman di tengah kehidupan modern?

  • Perdalam Ilmu Agama.
  • Pilih Lingkungan yang Membangun.
  • Bijak dalam Bermedia Sosial.
  • Rutin Mendengarkan Al-Qur'an dan Hadits.
  • Tafakur atas Ciptaan Allah.
  • Menjadikan Gaya Hidup Islami sebagai Identitas.
  • Gunakan Seni dan Budaya Islami sebagai Ekspresi.

Bagaimana cara mempertahankan iman?

Untuk menjaga iman, lakukan ibadah rutin seperti sholat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an, serta perkuat dengan amal saleh, belajar ilmu agama, dan memilih lingkungan teman yang saleh, sambil terus berdoa memohon keteguhan hati dan merenungkan kematian agar tetap sadar akan tujuan hidup dan akhirat.

Bagaimana cara agar iman kita tidak goyah?

Ketika iman melemah, kita dianjurkan untuk melakukan introspeksi diri dan mengambil langkah-langkah yang akan mengembalikan keteguhan hati dengan langkah berikut ini:

  • Perbanyak Dzikir dan Sholat.
  • Membaca dan Merenungi Al-Quran.
  • Memperbaiki Lingkungan dan Pergaulan ke Arah Lebih Baik.

Bagaimana cara menerapkan iman dalam kehidupan sehari-hari?

Beriman dalam kehidupan sehari-hari berarti mengamalkan keyakinan melalui perbuatan nyata seperti menjaga ibadah rutin (shalat, zikir, baca Al-Qur'an), berakhlak mulia (jujur, sabar, syukur, adil), menuntut ilmu, dan peduli sesama, menjadikan Tuhan sebagai pedoman utama dalam setiap tindakan, bukan hanya keyakinan lisan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |