7 Contoh Ceramah Isra Miraj 2026, Teks Singkat Durasi 5 Menit

3 weeks ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Isra Miraj 2026 jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H. Peristiwa agung ini bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah SAW, tetapi momentum penting dalam sejarah Islam yang melahirkan kewajiban shalat lima waktu.

Dalam praktiknya, banyak ceramah Isra Miraj disampaikan dalam durasi singkat, sekitar 5 menit, baik dalam bentuk kultum, tausiyah, maupun pengajian umum. Karena itu, dibutuhkan teks ceramah yang ringkas, runtut, dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

Artikel ini menyajikan kumpulan contoh ceramah Isra Miraj 2026 berdurasi 5 menit dengan tema beragam, mulai dari shalat, iman, akhlak, hingga relevansi di era digital. Contoh ceramah ini diharapkan dapat memudahkan khatib, guru, dai, maupun panitia acara dalam menyiapkan materi. Jadi simak contoh teks ceramah isra miraj selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/1/2026).

1. Shalat sebagai Mi’rajnya Orang Beriman

Jamaah yang dirahmati Allah SWT, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita masih dipertemukan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Isra Miraj adalah peristiwa yang sangat agung. Di dalamnya terdapat banyak pelajaran besar, namun inti paling penting dari peristiwa ini adalah diturunkannya kewajiban shalat lima waktu. Tidak seperti ibadah lain yang diperintahkan di bumi melalui wahyu, shalat diperintahkan langsung di Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan betapa istimewanya shalat dalam kehidupan seorang muslim.

Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat adalah tiang agama. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusak pula amal lainnya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 45:"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu."Ayat ini menegaskan bahwa shalat bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi sumber kekuatan jiwa dalam menghadapi kehidupan yang penuh ujian.

Di tengah kesibukan dunia, banyak dari kita yang masih shalat, tetapi belum benar-benar menghadirkan hati. Isra Miraj mengingatkan bahwa shalat seharusnya menjadi mi’rajnya orang beriman, momen naiknya ruh kita menghadap Allah.

Mari kita jadikan peringatan Isra Miraj ini sebagai momentum untuk memperbaiki shalat, dari sekadar menggugurkan kewajiban menjadi ibadah yang menghadirkan ketenangan, kekhusyukan, dan perubahan akhlak.

2. Isra Miraj: Hiburan Allah di Tengah Kesedihan Rasul

Hadirin yang dirahmati Allah, Isra Miraj tidak terjadi di saat Rasulullah SAW berada di puncak kejayaan. Justru peristiwa ini terjadi di masa paling berat dalam hidup beliau, yang dikenal sebagai Amul Huzni, tahun kesedihan.

Dalam waktu berdekatan, Rasulullah kehilangan istri tercinta Khadijah RA—penopang dakwah dan kekuatan batin beliau—dan pamannya Abu Thalib, pelindung beliau dari tekanan Quraisy. Belum lagi penolakan dan kekerasan yang beliau alami saat berdakwah ke Thaif.

Ketika bumi terasa sempit, Allah memperjalankan Nabi ke langit. Ini adalah isyarat bahwa pertolongan Allah datang justru ketika manusia berada di titik terendah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6:"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

Isra Miraj mengajarkan kepada kita bahwa kesedihan bukan tanda Allah meninggalkan kita, melainkan tanda Allah sedang menyiapkan pelajaran besar dan jalan keluar yang tidak kita sangka.

Bagi siapa pun yang sedang diuji—kehilangan, kegagalan, atau kesempitan hidup—ingatlah Isra Miraj. Jika Rasulullah saja diuji sedemikian berat, maka ujian kita bukan alasan untuk berputus asa.

Mari kita kuatkan kesabaran dan keyakinan bahwa setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan kemudahan.

3. Keteladanan Iman Abu Bakar Ash-Shiddiq

Jamaah sekalian, Isra Miraj juga menjadi ujian besar bagi keimanan umat Islam saat itu. Banyak orang Quraisy menertawakan Rasulullah dan menganggap cerita ini mustahil menurut logika manusia.

Namun Abu Bakar RA menunjukkan iman yang luar biasa. Tanpa ragu ia berkata,"Jika Muhammad yang mengatakannya, maka itu pasti benar."Dari sinilah beliau mendapat gelar Ash-Shiddiq, orang yang paling membenarkan.

Iman Abu Bakar bukan iman buta, tetapi iman yang bersandar pada kepercayaan penuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia paham bahwa kekuasaan Allah tidak dibatasi oleh hukum manusia.

Allah berfirman dalam QS. Ya-Sin ayat 82:"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata: ‘Jadilah’, maka jadilah ia."

Di era modern, banyak orang menakar iman hanya dengan logika dan sains. Padahal, iman sejati adalah membenarkan wahyu meskipun akal belum mampu menjangkaunya.

Mari kita meneladani iman Abu Bakar: belajar agama dengan ilmu, namun tetap tunduk dan percaya penuh kepada Allah.

4. Masjidil Aqsa dan Tanggung Jawab Umat

Hadirin yang dimuliakan Allah, Perjalanan Isra dimulai dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, bukan tempat lain. Ini bukan kebetulan, melainkan pesan penting bagi umat Islam.

Allah SWT menyebut Masjidil Aqsa sebagai tempat yang diberkahi dalam QS. Al-Isra ayat 1. Keberkahan ini bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual dan historis.

Masjidil Aqsa adalah simbol persatuan umat, tempat para nabi berkumpul dan Rasulullah menjadi imam shalat mereka. Ini mengajarkan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan.

Kepedulian terhadap Al-Aqsa bukan sekadar isu politik, tetapi amanah iman. Rasulullah mengajarkan bahwa umat Islam ibarat satu tubuh—jika satu bagian sakit, bagian lain ikut merasakan.

Mari kita jaga kepedulian, doa, dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita, serta menanamkan semangat ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kepemimpinan Rasul: Tinggi Ruhani, Rendah Hati

Jamaah yang dirahmati Allah, Dalam peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW mencapai derajat spiritual tertinggi yang tidak pernah dicapai manusia lain. Namun yang luar biasa, beliau tidak menjadi sombong.

Justru beliau berkali-kali kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan shalat bagi umatnya. Inilah bukti cinta dan kepedulian Rasulullah kepada umat.

Allah SWT menegaskan dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 bahwa Rasulullah adalah teladan terbaik. Kepemimpinan beliau tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga penuh empati.

Isra Miraj mengajarkan keseimbangan antara kedekatan kepada Allah dan kepedulian kepada manusia.

Mari kita teladani sikap Rasulullah dalam kehidupan kita, baik sebagai pemimpin keluarga, masyarakat, maupun diri sendiri.

6. Buraq dan Pesan Iman di Era Teknologi

Hadirin yang berbahagia, Buraq digambarkan sebagai kendaraan yang bergerak sangat cepat. Ini sering dipertanyakan secara logika. Namun Isra Miraj bukan kisah sains, melainkan kisah kekuasaan Allah.

Di zaman sekarang, manusia telah menciptakan pesawat, internet, dan teknologi canggih. Jika manusia saja mampu, maka tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Allah berfirman dalam QS. An-Najm ayat 18 bahwa Rasulullah melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang agung.

Isra Miraj mengajarkan bahwa iman dan ilmu harus berjalan seimbang. Teknologi seharusnya mendekatkan kita kepada Allah, bukan menjauhkan.

Gunakan teknologi untuk dakwah, kebaikan, dan memperkuat ukhuwah.

7. Penyucian Hati Sebelum Menghadap Allah

Jamaah sekalian, Sebelum Miraj, dada Rasulullah dibersihkan. Ini bukan sekadar peristiwa fisik, tetapi simbol pentingnya hati yang bersih.

Rasulullah bersabda bahwa dalam tubuh ada segumpal daging—hati—yang menentukan baik buruknya amal.

Isra Miraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual harus diawali dengan pembersihan jiwa: dari iri, dengki, dendam, dan kesombongan.

Mari jadikan Rajab sebagai momentum memperbaiki hati dan akhlak.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |