Arti Malam Nisfu Syaban, Momen Spiritual Penuh Berkah Jelang Ramadan 2026

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Arti malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum penting yang banyak diperbincangkan umat Islam setiap tahunnya. Malam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban ini kerap diisi dengan berbagai amalan ibadah, mulai dari doa, istighfar, hingga salat sunnah.

Memahami arti malam Nisfu Syaban secara mendalam penting agar umat Islam mengetahui nilai, hikmah, dan tujuan ibadah yang dilakukan. Penjelasan ulama dalam kitab-kitab klasik Islam menjadi rujukan utama untuk memahami keistimewaan malam ini.

Pada tahun 2026, Malam Nisfu Syaban diperkirakan akan jatuh pada Senin malam, 2 Februari, hingga menjelang Subuh keesokan harinya, berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah yang umum digunakan di Indonesia. Berikut ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Senin (2/2/2026).

Pengertian Malam Nisfu Syaban Menurut Bahasa dan Istilah

Secara etimologi, arti Malam Nisfu Sya'ban berasal dari dua kata bahasa Arab, yaitu "nisfu" dan "Sya'ban". Kata "nisfu" berarti pertengahan atau separuh, sedangkan "Sya'ban" merujuk pada nama bulan kedelapan dalam kalender Islam. Oleh karena itu, Nisfu Sya'ban secara harfiah dapat diartikan sebagai pertengahan bulan Sya'ban, tepatnya malam ke-15 dari bulan tersebut.

Menurut istilah dalam Islam, malam Nisfu Syaban dipahami sebagai malam yang memiliki keutamaan tertentu, di mana Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif al-Ma’arif menjelaskan bahwa malam pertengahan Syaban mendapat perhatian khusus dari para tabi’in di wilayah Syam karena keutamaannya.

Malam ini berada di antara dua fase penting, yaitu setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadan, sehingga memiliki posisi strategis sebagai masa persiapan spiritual umat Islam.

Arti Malam Nisfu Syaban dalam Islam

Arti malam Nisfu Syaban dalam Islam erat kaitannya dengan rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada malam pertengahan Syaban, Allah melihat seluruh makhluk-Nya dan mengampuni mereka, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.

Hadis ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Syaban memiliki nilai pengampunan yang besar. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin juga menyebutkan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk malam yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah, meskipun tidak diwajibkan.

Dalam Islam, pemaknaan malam Nisfu Syaban lebih diarahkan pada peningkatan kualitas hubungan dengan Allah dan sesama manusia, terutama dengan memperbaiki hati dan menghindari permusuhan.

Asal-Usul Penamaan Malam Nisfu Syaban

Penamaan malam Nisfu Syaban berasal dari penanggalan Hijriah yang membagi bulan Syaban menjadi dua bagian. Malam tanggal 15 Syaban disebut Nisfu Syaban karena berada tepat di pertengahan bulan.

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Rajab menjelaskan bahwa sejumlah hadis Nabi menyebutkan keutamaan malam pertengahan Syaban, sehingga para ulama kemudian memberi perhatian khusus dan menyebutnya dengan nama tersebut.

Seiring waktu, istilah malam Nisfu Syaban dikenal luas di berbagai wilayah dunia Islam dan menjadi bagian dari tradisi keagamaan, meskipun cara pengamalannya berbeda-beda di setiap daerah.

Arti Malam Nisfu Syaban sebagai Malam Pengampunan Dosa

Salah satu arti malam Nisfu Syaban yang paling dikenal adalah sebagai malam pengampunan dosa. Dalam Sunan Ibnu Majah dan Musnad Ahmad bin Hanbal, disebutkan bahwa Allah memberikan ampunan kepada mayoritas hamba-Nya pada malam ini.

Namun, hadis tersebut juga menjelaskan adanya golongan yang tidak mendapatkan ampunan, seperti orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan. Hal ini menegaskan bahwa pengampunan Allah berkaitan erat dengan kebersihan hati dan akhlak sesama manusia.

Malam ini juga dikenal sebagai malam dikabulkannya doa. Imam Syafi'i menegaskan bahwa doa akan diijabah pada lima malam, dan Malam Nisfu Syaban termasuk di antaranya. Sebuah hadits dari al-Baihaqi dalam Syu'ab al Iman menyebutkan bahwa malaikat berseru dari Allah, menanyakan adakah yang memohon ampun atau meminta sesuatu agar dikabulkan.

Karena itu, ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan, dan saling memaafkan sebagai bentuk penghayatan makna malam Nisfu Syaban.

Makna Malam Nisfu Syaban sebagai Malam Penetapan Takdir

Sebagian ulama memaknai malam Nisfu Syaban sebagai malam penetapan catatan amal, rezeki, dan ajal. Dalam tafsir ayat “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad-Dukhan: 4), terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai malam yang dimaksud.

Imam Al-Qurthubi dan beberapa ulama lain menjelaskan bahwa ada pendapat yang mengaitkan ayat tersebut dengan malam Nisfu Syaban, meskipun mayoritas ulama berpendapat bahwa penetapan takdir secara menyeluruh terjadi pada Lailatul Qadar.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menegaskan pentingnya bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan ini, dengan tetap memperbanyak doa dan ibadah tanpa meyakini sesuatu yang tidak memiliki dalil yang kuat.

Q&A Populer Seputar Arti Malam Nisfu Syaban

Arti malam Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban yang dimaknai sebagai malam rahmat dan ampunan Allah.

Apakah malam Nisfu Syaban memiliki dasar hadis?

Ya, beberapa hadis di dalam Sunan Ibnu Majah dan Musnad Ahmad menyebut keutamaan malam pertengahan Syaban.

Apakah malam Nisfu Syaban wajib diisi ibadah tertentu?

Tidak wajib, namun dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah sunnah.

Benarkah malam Nisfu Syaban adalah malam penentuan takdir?

Terdapat perbedaan pendapat ulama, namun takdir utama diyakini ditetapkan pada Lailatul Qadar.

Apa hikmah utama dari malam Nisfu Syaban?

Hikmahnya adalah momentum introspeksi diri, memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan sebelum Ramadan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |