Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban, Panduan Lengkap Niat dan Tata Caranya

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban adalah sholat sunnah yang di dalamnya memperbanyak bacaan tasbih sebagai inti ibadahnya, yakni bacaan “Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar” yang diulang hingga ratusan kali dalam satu rangkaian sholat. Dinamakan sholat tasbih karena jumlah bacaan tasbihnya jauh lebih banyak dibanding sholat sunnah lainnya, sehingga pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan gerakan fisik, tetapi juga menghadirkan dzikir yang mendalam dalam setiap posisi sholat.

Dalam praktiknya, sholat tasbih bisa dikerjakan empat rakaat sekaligus atau dua rakaat salam dua kali, baik pada malam maupun siang hari, kecuali pada waktu yang dilarang untuk sholat. Pada malam Nisfu Syaban, Sholat Tasbih sering dipilih sebagai amalan utama karena dianggap selaras dengan tujuan malam tersebut, yaitu memperbanyak taubat, dzikir, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Niat dan Tata Cara Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban

Sholat tasbih diawali dengan niat di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah tasbih karena Allah SWT. Niat boleh dilafalkan atau cukup dihadirkan dalam hati, misalnya berniat mengerjakan sholat tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala. Setelah itu, sholat dilakukan seperti sholat sunnah pada umumnya, namun dengan tambahan bacaan tasbih di setiap gerakan.

Berikut bacaan niat sholat tasbih tersebut:

Ushalli sunnatan tasbihi arba'a rokaatin lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat shalat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala"

Keunikan sholat tasbih terletak pada jumlah bacaan tasbih yang mencapai 300 kali dalam empat rakaat. Bacaan tasbih yang digunakan adalah: “Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.” Bacaan ini dibaca pada posisi berdiri, rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud, sehingga sholat tidak hanya berisi doa, tetapi juga dzikir yang intens.

Agar mudah dipahami, berikut tata cara pelaksanaan sholat tasbih secara ringkas:

  1. Niat dan takbiratul ihram,
  2. Membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
  3. Setelah membaca surat, baca tasbih 15 kali.
  4. Rukuk, membaca tasbih 10 kali.
  5. I’tidal, membaca tasbih 10 kali.
  6. Sujud pertama, membaca tasbih 10 kali.
  7. Duduk di antara dua sujud, membaca tasbih 10 kali.
  8. Sujud kedua, membaca tasbih 10 kali.
  9. Berdiri ke rakaat berikutnya dan ulangi hingga empat rakaat.

Dengan tata cara tersebut, sholat tasbih melatih konsentrasi, kesabaran, dan kekhusyukan. Di malam Nisfu Syaban, pelaksanaannya menjadi lebih bermakna karena disertai niat untuk memperbaiki diri, memohon ampun, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT melalui sholat dan dzikir yang dilakukan secara bersamaan.

Keutamaan Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban

Salah satu keutamaan sholat tasbih adalah sebagai sarana memperbanyak dzikir dalam bentuk yang sistematis dan terarah. Setiap gerakan sholat diiringi bacaan tasbih yang mengajarkan seorang muslim untuk tidak hanya fokus pada gerakan, tetapi juga menghidupkan hati melalui pujian kepada Allah SWT, sehingga ibadah terasa lebih dalam dan tidak terburu-buru.

Di malam Nisfu Syaban, sholat tasbih juga dipandang sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon ampunan atas dosa yang telah lalu. Malam ini sering dijadikan waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, karena suasana malam yang tenang membantu seseorang lebih mudah berkonsentrasi, merenungi kesalahan, dan menyampaikan harapan kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Selain itu, sholat tasbih dapat menjadi latihan kesabaran dan konsistensi dalam beribadah. Jumlah bacaan tasbih yang cukup banyak menuntut ketenangan, fokus, dan kesungguhan. Nilai inilah yang membuat sholat tasbih di malam Nisfu Syaban bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana mendidik jiwa agar lebih disiplin, ikhlas, dan dekat dengan Allah SWT.

Dalil dan Hukum Pelaksanaan Sholat Tasbih

Sholat tasbih memiliki dasar dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ketika Nabi mengajarkan sholat tasbih kepada Abbas bin Abdul Muthalib. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat tasbih mengandung keutamaan besar, termasuk sebagai sarana pengampunan dosa yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Adapun bunyi hadits yang sering dijadikan rujukan antara lain:

Wahai Abbas, wahai pamanku, sukakah paman, aku beri, aku karuniai, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh macam kebaikan yang dapat menghapus sepuluh macam dosa? Jika paman mengerjakan ha itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa paman, baik yang awal dan yang akhir, baik yang telah lalu atau yang akan datang, yang di sengaja ataupun tidak, yang kecil maupun yang besar, yang samar-samar maupun yang terang-terangan. Sepuluh macam kebaikan itu ialah; “Paman mengerjakan shalat empat raka’at, dan setiap raka’at membaca Al Fatihah dan surat, apabila selesai membaca itu, dalam raka’at pertama dan masih berdiri, bacalah; “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah selain Allah dan Allah Maha besar) ” sebanyak lima belas kali, lalu ruku’, dan dalam ruku’ membaca bacaan seperti itu sebanyak sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dari ruku’ (i’tidal) juga membaca seperti itu sebanyak sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, setelah itu mengangkat kepala dari sujud (duduk di antara dua sujud) juga membaca sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dan membaca sepuluh kali, Salim bin Abul Ja’d jumlahnya ada tujuh puluh lama kali dalam setiap raka’at, paman dapat melakukannya dalam empat raka’at. Jika paman sanggup mengerjakannya sekali dalam sehari, kerjakanlah. Jika tidak mampu, kerjakanlah setiap jum’at, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap bulan, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap tahun sekali. Dan jika masih tidak mampu, kerjakanlah sekali dalam seumur hidup.” (HR. Abu Daud)

Dari hadits tersebut, para ulama kemudian membahas kualitas sanadnya. Sebagian ulama menilai hadits sholat tasbih memiliki kelemahan, namun banyak pula yang membolehkannya diamalkan dalam konteks fadhailul a’mal atau keutamaan amal. Karena itu, hukum sholat tasbih secara umum adalah sunnah dan boleh dikerjakan oleh siapa saja yang ingin memperbanyak ibadah.

Dalam praktiknya, sholat tasbih tidak bersifat wajib, sehingga tidak ada dosa jika tidak mengerjakannya. Namun, bagi yang melaksanakannya, terutama di malam Nisfu Syaban, sholat ini bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan lebih sungguh-sungguh, selama diniatkan dengan ikhlas dan tidak meyakini sesuatu yang melampaui tuntunan syariat.

Waktu yang Dianjurkan Melaksanakan Sholat Tasbih

Sholat tasbih dapat dikerjakan pada malam maupun siang hari, kecuali pada waktu yang memang dilarang untuk sholat, seperti setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar hingga matahari terbenam. Namun, banyak ulama menganjurkan pelaksanaannya pada malam hari karena suasana lebih tenang dan mendukung kekhusyukan.

Pada malam Nisfu Syaban, waktu yang dianjurkan biasanya dimulai setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh. Rentang waktu ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mengatur ibadah secara lebih leluasa, baik mengerjakan sholat tasbih, sholat sunnah lainnya, membaca Al-Qur’an, maupun memperbanyak doa dan dzikir.

Jika seseorang tidak sempat mengerjakannya pada malam Nisfu Syaban, sholat tasbih tetap boleh dikerjakan di hari lain. Artinya, keutamaan sholat tasbih tidak terbatas pada satu malam saja, tetapi Nisfu Syaban dijadikan momentum khusus agar umat Islam lebih termotivasi memperbanyak ibadah dan memperbaiki kualitas spiritualnya.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah sholat tasbih wajib di malam Nisfu Syaban?

Tidak, sholat tasbih hukumnya sunnah dan boleh dikerjakan atau ditinggalkan.

2. Berapa rakaat sholat tasbih?

Umumnya empat rakaat, bisa sekali salam atau dua salam.

3. Kapan waktu terbaik mengerjakannya?

Setelah Isya hingga menjelang Subuh di malam Nisfu Syaban.

4. Apa bacaan utama sholat tasbih?

Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

5. Bolehkah sholat tasbih dikerjakan sendiri?

Boleh, bahkan lebih dianjurkan agar lebih khusyuk.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |