Liputan6.com, Jakarta - Dalam Islam, motivasi untuk beramal saleh tidak hanya sekadar ritual, tetapi merupakan manifestasi dari keimanan dan ketundukan kepada Allah SWT. Islam memotivasi umatnya untuk banyak beramal saleh, menabung untuk kehidupan akhirat kelak.
Motivasi terbesar umat Islam untuk beramal adalah ridha dan cinta Allah SWT. Karenanya, dianjurkan untuk melakukan amalan paling disukai Allah SWT.
Merujuk Jurnal Indo-MathEdu Intellectuals Journal: Motivasi Beramal dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist: Studi Literatur, oleh Dona Ana Yori Alwis, dan Inong Satriadi (2024) amalan yang paling dicintai Allah didasarkan pada ajaran Nabi Muhammad SAW yang tidak merujuk pada satu amalan tertentu, melainkan karena kontinuitas dan niatnya.
Berdasar dalil Al-Qur'an dan hadis, serta penjelasan ulama, ada dua kata kunci dalam mengartikan amalan yang paling disukai Allah, yakni kontinu (istiqamah/istimrar) dan ikhlas. Berikut ini penjelasan lengkap tentang amalan paling dicintai Allah, dasar dalil, penjelasan dan praksisnya.
Shalat Pada Waktunya (Ash-Shalaatu 'ala Waqtiha)
Merujuk artikel berjudul 3 Amalan Yang Paling Disukai Allah SWT oleh Hayat Abdul Latief di laman Ma'had Aly Zawiyah, berikut ini adalah tiga amalan paling dicintai Allah SWT berdasar hadis, yang artinya:
"Dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Amalan apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala?' Beliau menjawab: 'Shalat pada waktunya.' 'Kemudian apa?' Beliau menjawab: 'Berbuat baik kepada kedua orang tua.' 'Kemudian apa?' Beliau menjawab: 'Jihad fi sabilillah.'"
Berdasar hadis tersebut, tiga amalan paling disukai Allah SWT adalah:
Shalat Pada Waktunya (Ash-Shalaatu 'ala Waqtiha)
Shalat tepat waktu diletakkan di urutan pertama karena kedudukannya yang sangat agung.
Penjelasan: Shalat adalah tiang agama dan merupakan jaminan dari Allah SWT. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa meninggalkan shalat (terutama secara sengaja) sama saja dengan melepas jaminan Allah tersebut.
Pentingnya: Rasulullah SAW menekankan agar umatnya tidak meninggalkan shalat wajib karena hal itu adalah batas pembeda dan perjanjian hamba dengan Tuhannya.
Berbakti Kepada Orang Tua (Birrul Walidain)
Setelah hubungan vertikal dengan Allah (shalat), amalan yang paling dicintai berikutnya adalah hubungan horizontal dengan manusia yang paling berjasa, yaitu orang tua.
Birrul walidain bukan sekadar anjuran, melainkan perintah langsung yang sering disandingkan dengan perintah menyembah Allah dalam Al-Qur'an (QS. Al-Isra: 23).
Bahwa siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada orang tua dan menyambung silaturahmi, sebagai keutamaan lain yang diperoleh.
3. Jihad di Jalan Allah (Jihad Fi Sabilillah)
Jihad di sini memiliki makna yang luas. Selain makna perang fisik membela agama saat diperlukan, artikel tersebut juga menyoroti dimensi Jihadun Nafs (memerangi hawa nafsu).
Sabda Nabi yang mendefinisikan seorang mujahid sebagai "orang yang berjihad terhadap nafsunya untuk ketaatan kepada Allah." Ini menunjukkan bahwa pengendalian diri untuk tetap taat adalah bentuk jihad yang sangat dicintai Allah.
Prinsip Amalan Paling Disukai Allah
Amalan paling dicintai Allah SWT bukanlah amalan yang dilakukan secara besar-besaran dan sesekali, melainkan amalan yang dilakukan secara terus-menerus (istimrar) dan konsisten (istiqamah), meskipun dalam jumlah atau skala yang kecil.
Hal ini berdasar hadis riwayat Imam Muslim (No. 2818) yang diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah RA:
وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: "Dan ketahuilah, sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit." (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi landasan utama bahwa konsistensi dalam beramal lebih utama daripada kuantitas yang besar namun sporadis.
Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin dalam kitab "Syarah Hadist Arbain" (2003) menegaskan bahwa amalan yang kontinu menunjukkan ketulusan dan kesungguhan seorang hamba. Selain itu, istiqamah adalah ciri keikhlasan yang menjadi landasan spiritual utama amal.
Ikhlas sebagai Pondasi Utama
Abu al-Baqa’ al-Husain bin ‘Ali al-Kafawi dalam Al-Kulliyyat: Mu’jam fi al-Mustalahat wa al-Furuq al-Lughawiyyah, menjelaskan keikhlasan adalah syarat mutlak diterimanya amal. Tanpa ikhlas, amalan tidak bernilai di sisi Allah. Bahwa ibadah harus dimurnikan hanya untuk Allah, tanpa dicampuri keinginan duniawi atau pengharapan pujian makhluk.
Hal ini berdasar firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:
إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan ikhlas beragama untuk-Nya."
Selain itu, Syaikh Ibrahim bin Adham sebagaimana dikutip dalam Hilyat al-Awliya karya Abu Nu’aim al-Isbahani menegaskan bahwa makna kejujuran niat mencakup keselarasan antara lahiriah perbuatan dan batiniah tujuan, di mana hati benar-benar menghadirkan Allah sebagai satu-satunya tujuan, tanpa ada niat tersembunyi untuk pamer atau mengharap imbalan selain dari-Nya.
Dalil Hadis tentang NiatHadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya: "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya."
Ciri-Ciri Amalan yang Ikhlas dan Kontinu
Umat Islam disarankan untuk mengutamakan kualitas amal (keikhlasan dan konsistensi) daripada kuantitas, serta senantiasa merujuk pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis dalam menjalankan amalan sehari-hari.
Berdasar dalil dan penjelasan ulama ada sejumlah poin yang bisa disimpulkan mengenai ciri-ciri orang yang beramal dengan ikhlas dan konsisten:
- Mengutamakan ridha Allah di atas ridha manusia.
- Menyembunyikan amal kebaikan.
- Mengakui kekurangan diri dan tidak sombong.
- Mengakui kelebihan orang lain dan tidak hasad.
Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus dan ikhlas. Istiqamah dalam beramal memerlukan kesabaran, pengorbanan, dan ketundukan kepada Allah. Al-Qur'an dan Hadis menjadi pedoman utama dalam membangun motivasi beramal yang benar.
People also Ask:
Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah?
Artinya : Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit”. (Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim, Lihat Shahiihul jaami' no. 163).2 Agu 2023
5 Amalan yang disukai Allah sederhana tapi penuh berkah dan jarang disadari?
Ini 5 Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT, Pahala Mengali:
- Istiqomah beribadah.
- Berbuat baik kepada sesama muslim.
- Berbuat baik kepada orang tua.
- Bersedekah.
- Menjaga silaturahmi.
Amalan apa yang membuat Allah senang?
Amalan yang membuat Allah senang meliputi salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, serta memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi sesama melalui sedekah, membantu orang kesusahan, dan menjaga silaturahmi. Selain itu, amalan-amalan seperti menjaga wudhu, berzikir, istiqamah dalam beribadah, serta sabar dan menahan amarah juga sangat dicintai oleh Allah.
Apakah 3 amal yang paling utama?
Tiga amalan utama yang dicintai Allah SWT menurut berbagai hadis adalah salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah. Selain itu, ada juga pendapat lain tentang tiga amalan utama, seperti sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakan, yang pahalanya terus mengalir.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























