Ayat Al-Quran tentang Isra Miraj, Berikut Dalil, Makna, dan Hikmah Perjalanan Agung Rasulullah SAW

3 weeks ago 34

1. Surah Al-Isra Ayat 1 (Peristiwa Isra)

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr.

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menegaskan bahwa Isra merupakan perjalanan nyata yang dilakukan Rasulullah SAW atas kehendak Allah SWT. Penyebutan kata ‘abdihi (hamba-Nya) menunjukkan kemuliaan tertinggi Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah yang taat.

2. Surah An-Najm Ayat 13–18 (Peristiwa Miraj)

Ayat 13–14

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ

Wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā, ‘inda sidratil-muntahā.

Artinya:“Dan sungguh, dia telah melihatnya pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha.”

Ayat 15–16

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ

إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

'indahā jannatul-ma`wāiż yagsyas-sidrata mā yagsyā

Artinya:“Di dekatnya ada surga tempat tinggal, ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.”

Ayat 17–18

مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰٓ

mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagālaqad ra`ā min āyāti rabbihil-kubrā

Artinya:“Penglihatannya tidak berpaling dan tidak melampaui batas. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar.”

Ayat-ayat ini menggambarkan puncak perjalanan Miraj Rasulullah SAW hingga Sidratul Muntaha. Para mufasir seperti dalam Tafsir Al-Mukhtashar, Al-Wajiz, dan Zubdatut Tafsir menjelaskan bahwa Sidratul Muntaha adalah batas terakhir ilmu makhluk, tempat berhentinya segala ketentuan langit.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |