Liputan6.com, Jakarta - Sholawat Munjiyat dikenal sebagai doa penyelamat yang sangat mustajab untuk melapangkan kesulitan dan mempercepat terkabulnya hajat yang mendesak. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan sholawat munjiyat, dan meresapi kedalaman makna serta keutamaannya.
Sholawat Munjiyat atau sholawat penyelamat diciptakan oleh ulama sufi, Imam Abu Abdullah asy-Syarafuddin ad-Dimyathi. Fadhilah sholawat Munjiyat dirasakan oleh Syekh Musa al-Dharir yang selamat dari badai besar di laut setelah mengamalkan bacaan ini. Kisah luar biasa tersebut lantas, diabadikan oleh Imam al-Fakihani dalam kitab Al-Fajr Al-Munir.
Imam al-Fakihani lantas membeberkan keutamaannya, terutama sebanyak 11 kali setelah sholat fardhu. Sholawat ini merupakan wasilah yang kuat untuk memohon perlindungan Allah dari segala bentuk bencana serta marabahaya yang mengancam keselamatan seorang hamba.
Dalil anjuran bersholawat secara umum bersandar pada perintah Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56. Para ulama menegaskan bahwa kedahsyatan Sholawat Munjiyat terletak pada ketulusan hati saat melantunkannya.
Bacaan Sholawat Munjiyat Arab Latin dan Artinya
Dari buku Air Mata Santri di Negeri Pesantren karya Nisa'atun Nafisah, berikut bunyi sholawat munjiyat:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
Latin: Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî'is sayyiât wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî'il khairâti fil hayâti wa ba'dal mamât(i).
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati."
Lafal Sholawat Munjiyat ini juga terdapat dalam Buku Majmuʿ al-Sholawat (Koleksi Ulama Nusantara) karya Abdullah bin Nuh, Bogor dan ulama lainnya.
Makna mendalam sholawat Munjiyat
Imam al-Fakihani (Syeikh Umar bin Ali bin Salim al-Fakihani) dalam kitab Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat 'ala al-Basyir wan-Nadzir menjelaskan makna mendalam sholawat ini berkait rapat dengan asal-usulnya sebagai "sholawat Penyelamat" (Munjiyat). Berikut adalah ringkasan maknanya:
1. Wasilah Keselamatan Mutlak
Imam al-Fakihani menceritakan kisah Syeikh Musa al-Dharir yang mendapat ilham selawat ini melalui mimpi bertemu Rasulullah SAW ketika kapal yang dinaikinya sedang dilanda ribut kencang. Makna mendalamnya menunjukkan bahawa selawat ini bukan sekadar pujian, tetapi merupakan "tali pergantungan" seorang hamba kepada syafaat Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan Allah daripada segala bentuk bencana dan ketakutan (al-ahwal wal-afat).
2. Kunci Pembuka Hajat
Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahawa selawat ini mengandungi permohonan yang menyeluruh: keselamatan daripada musibah, pemenuhan segala hajat, penyucian daripada dosa, peningkatan darjat yang tinggi di sisi Allah, serta pencapaian matlamat kebaikan yang paling sempurna baik ketika hidup mahupun sesudah mati.
2. Ketulusan Spiritual
Makna mendalam yang ditekankan adalah aspek tawakal. Dengan melantunkan selawat ini, seorang mukmin mengakui bahawa tiada penyelamat sebenar selain Allah, dan penghormatan kepada Baginda Nabi adalah jalan utama untuk meraih rahmat-Nya di saat-saat paling genting.
Maka itu, umat Islam sering mengamalkan bacaan ini terutamanya apabila menghadapi kesulitan yang besar, memandangkan struktur kalimatnya yang merangkumi seluruh aspek keperluan hidup manusia di dunia dan akhirat.
Waktu Terbaik Membaca Sholawat Munjiyat
Secara umum, tak ada waktu khusus untuk membaca sholawat Munjiyat. Sholawat Munjiyat sering dibacakan dalam majlis taklim, santri di pesantren, atau dalam puji-pujian sebelum sholat dalam tradisi masyarakat di pedesaan.
Berikut ini adalah waktu membaca sholawat Munjiyat:
1. Dianjurkan Tiap Saat atau Umum
Sholawat Munjiyat termasuk bagian dari sholawat kepada Nabi ﷺ. Maka hukumnya sama dengan sholawat lain: dianjurkan setiap saat. Hal ini berdasar dalil QS. Al-Ahzab : 56“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Tafsir Ibn Katsir dan Al-Qurthubi, menjelaskan ayat ini sebagai perintah umum tanpa batasan waktu.
2. Saat dalam Kesulitan atau Hajat Penting
Disebut Munjiyat (penyelamat) karena diyakini sebagai wasilah perlindungan dari marabahaya, penyakit, bala’, dan kesempitan hidup. Ulama sufi seperti Imam Abu Abdullah asy-Syarafuddin ad-Dimyathi (pengarang Sholawat Munjiyat) dalam Majmu’ah Sholawat menekankan membaca sholawat ini ketika dalam keadaan sulit atau menghadapi urusan berat.
Sholawat ini dinamakan Munjiyat karena diyakini menjadi jalan keselamatan dari berbagai musibah (lihat: Khazinatul Asrar, Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili).
3. Malam Jum’at dan Hari Jum’at
Seperti sholawat lain, dianjurkan memperbanyaknya di malam dan hari Jum’at. Sebagaimana hadis berikut ini, yang artinya:
“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at...”(HR. Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman, no. 2769)
Dalam Kitab Al-Adzkar Imam Nawawi menegaskan bahwa semua bentuk sholawat, termasuk sholawat khusus seperti Munjiyat, lebih utama dibaca di hari Jum’at.
4. Setelah Shalat Fardhu
Para ulama tarekat menyarankan Sholawat Munjiyat dibaca setelah shalat fardhu.
Dasarnya adalah dalil perintah dan anjuran memperbanyak sholawat. Imam Nawawi menganjurkan memperbanyak sholawat setelah sholat karena doa setelah shalat sangat mustajab.
Dalam Majmu’ah Asy-Syarafiyyah, disebutkan bacaan Sholawat Munjiyat 11 kali setelah shalat sebagai wirid rutin.
5. Saat Berdoa/Memohon Hajat
Sholawat Munjiyat bisa dibaca sebelum dan sesudah doa agar doa lebih mustajab. Sebagaimana disebut dalam hadis ini:
“Setiap doa tertahan hingga dibacakan sholawat atas Nabi.”(HR. Thabrani, Al-Mu’jam al-Awsath, no. 4397)
Ibnul Qayyim dalam Jala’ul Afham menjelaskan, doa tanpa sholawat seperti tubuh tanpa ruh.
Keutamaan Sholawat Munjiyat
Dalam Jurnal 'Sholawat Munjiyat dalam Tradisi Tarekat di Nusantara', Jurnal Studi Islam Nusantara (IAIN Tulungagung, 2019) sholawat Munjiyat memiliki kedudukan istimewa sebagai "Sholawat Penyelamat" yang diamalkan secara luas di Nusantara. Berikut adalah ringkasan keutamaan-keutamaannya:
1. Media Keselamatan dari Wabah dan Bencana
Dalam tradisi tarekat di Nusantara, sholawat ini berfungsi sebagai doa perlindungan (tola' bala). Menurut Jurnal Studi Islam Nusantara (IAIN Tulungagung, 2019), Sholawat Munjiyat menjadi amalan utama khususnya saat masyarakat menghadapi krisis besar seperti wabah penyakit atau bencana alam.
2. Terkabulnya Segala Hajat (Dunia & Akhirat)
Dalam kitab Khozinatul Asrar, Sayyid Muhammad Haqqi an-Nazili menegaskan bahwa membaca sholawat ini sebanyak 11 kali setiap hari dapat memudahkan segala urusan. Sholawat ini dijuluki al-shalawat al-mustajabah karena kemanjurannya dalam mempercepat terkabulnya hajat yang besar.
3. Perisai dari Kebinasaan dan Musibah Besar
Syaikh Ahmad Zaini Dahlan dalam kitab Al-Futuhat al-Rabbaniyyah menjelaskan bahwa pembacaan minimal 11 kali saat berada dalam situasi bahaya akan mengundang pertolongan Allah. Amalan ini diyakini mampu menjaga seseorang agar tidak binasa di tengah musibah yang sedang melanda.
4. Solusi Kesulitan Hidup dan Penyembuh Penyakit
Berdasarkan koleksi ulama Nusantara dalam Majmu' al-Sholawat (disusun KH. Abdullah bin Nuh), membaca sholawat ini 11 kali setelah shalat fardhu dengan niat khusus dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit dan menemukan jalan keluar (solusi) atas kebuntuan masalah hidup.
5. Penghapus Dosa dan Penyuci Hati
Mengutip kitab Al-Qaul al-Badi', Imam al-Suyuthi menjelaskan bahwa istiqomah dalam bersholawat munjiyat (terutama 11 kali sehari) berkhasiat untuk membersihkan jiwa dari kotoran maksiat serta menjadi sebab diampuninya dosa-dosa oleh Allah SWT.
6. Menjaga Keselamatan Kolektif (Jamaah)
Merujuk pada Jurnal Living Islam (UIN Walisongo, 2020), sholawat ini memiliki dimensi sosial. Di kalangan pesantren dan masyarakat luas, ia dibaca secara berjamaah untuk menjaga keamanan kolektif, mulai dari lingkup pesantren, desa, hingga keselamatan bangsa dan negara.
People Also Ask:
Bagaimana bunyi bacaan sholawat munjiyat?
“Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî'is sayyiât wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî'il khairâti fil hayâti wa ba'dal...
Sholawat munjiyat ada di surat apa?
Perintah untuk membaca dzikir sholawat ini ditegaskan dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 56.
Sholawat munjiyat dibaca kapan?
Keutaman Membaca Sholawat Munjiyat - Metro NTBSholawat Munjiyat bisa dibaca kapan saja dan di mana saja karena termasuk ibadah sunnah, namun sangat dianjurkan saat menghadapi kesulitan, setelah sholat fardhu (terutama Subuh) 11 kali, setelah sholat Hajat, sebelum berdoa, atau saat membutuhkan perlindungan dari musibah, serta diperbanyak di malam Jumat. Amalan ini bertujuan memohon pertolongan dan terkabulnya hajat dari Allah SWT.
Apakah shalawat munjiyat ada dalilnya?
Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa shalawat ini tidak ada dalilnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























