Bacaan Sholawat Tafrijiyah, Bebas Belenggu Kesusahan dan Lancarkan Hajat

5 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan sholawat Tafrijiyah atau Sholawat Tafrijiyah Qurtubiyah penting diketahui umat Islam, mengingat keutamaannya yang dahsyat. Dalam khazanah Islam Nusantara, sholawat ini lebih populer disebut sebagai sholawat Nariyah.

Sholawat Tafrijiyah adalah salah satu bentuk sholawat ghairu ma’tsuroh (yang disusun oleh ulama). Disebut Sholawat Tafrijiyah karena pengamalnya merasakan kegembiraan (tafriih) setelah terkabul hajat. Sholawat ini dipercaya memiliki keutamaan yang besar, terutama dalam membuka kesulitan (tafrijiyah), melancarkan hajat, dan memperbaiki akhlak.

Merujuk penelitian Badruddin Syariful Alim (2020) dalam Tesis Tesis Strategi Majelis Sholawat Nariyah dalam Memperbaiki Akhlak Pemuda di Kabupaten Sumenep, mengungkap bahwa sholawat Nariyah di Kabupaten Sumenep berhasil menjadi sarana transformasi akhlak bagi pemuda yang sebelumnya terjerumus dalam perilaku negatif seperti mabuk, balapan liar, dan pergaulan bebas.

Keberhasilan ini terletak pada rutinitas membaca Sholawat Nariyah secara berjamaah yang diyakini dapat menenangkan hati, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan secara bertahap memperbaiki perilaku.

Bacaan Sholawat Tafrijiyah Teks Arab, Latin dan Artinya

Merujuk tesis tersebut, berikut ini adalah bacaan sholawat Tafjiriyah.

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً، وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ، وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ، بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ.

Latin:Allāhumma shalli shalātan kāmilatan, wa sallim salāman tāmman, ‘alā sayyidinā Muhammadinil-ladzī tanhallu bihil-‘uqadu, wa tanfariju bihil-kurabu, wa tuqdha bihil-hawāiju, wa tunālu bihir-raghāibu, wa husnul-khawātimi, wa yustasqal-ghamāmu biwajhihil-karīmi, wa ‘alā ālihi wa shahbihi, fī kulli lamhatin wa nafasin, bi ‘adadi kulli ma‘lūmilak.

Artinya:“Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan (berkat)nya terlepas segala ikatan (kesulitan), terbuka segala kesempitan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala keinginan, dan husnul khatimah (akhir yang baik), serta diturunkannya hujan dengan (berkat) wajahnya yang mulia. Dan (limpahkanlah pula) kepada keluarga dan sahabatnya, dalam setiap detik dan hembusan nafas, sebanyak bilangan segala yang Engkau ketahui.”(Sumber: Tesis, hlm. 41–42)

Makna per Kalimat Sholawat Tafrijiyah atau Nariyah

Badruddin Syariful Alim membedah makna mendalam per kalimat dalam sholawat Tafrijiyah. Berikut ini ulasannya.

تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ (Tanhallu bihil-‘uqadu): “Segala ikatan (kesulitan) bisa lepas karena Nabi Muhammad SAW.” Diibaratkan seperti doa Nabi Musa AS agar kekakuan lidahnya dilepaskan (QS. Thaha: 27).

تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ (Tanfariju bihil-kurabu): “Segala kesusahan bisa tersingkap karena Nabi Muhammad SAW.” Rasulullah SAW menjadi wasilah terlepasnya segala bentuk kesusahan umatnya.

تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ (Tuqdha bihil-hawāiju): “Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad SAW.” Beliau menjadi perantara terkabulnya hajat dan keinginan.

تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ (Tunālu bihir-raghāibu): “Segala keinginan bisa digapai dengan sebab Nabi Muhammad SAW.” Orang shaleh menjadikan Rasulullah SAW sebagai wasilah dalam bermunajat.

حُسْنُ الْخَوَاتِمِ (Husnul-khawātimi): “Serta husnul khatimah dapat diraih karena Nabi Muhammad SAW.” Ajaran dan syafaat beliau menjadi sebab seseorang mengakhiri hidup dalam keadaan baik.

يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ (Yustasqal-ghamāmu biwajhihil-karīmi): “Dan hujan diturunkan (oleh Allah) sebab (berkah) wajahnya yang mulia.” Rasulullah SAW menjadi perantara turunnya rahmat dan hujan.

Keutamaan dan Manfaat Sholawat Nariyah

Berdasarkan pandangan ulama klasik maupun kontemporer sebagaimana dirujuk dalam studi tersebut, keutamaan membaca Sholawat Nariyah antara lain:

1. Bertambahnya Cinta (Mahabbah) kepada Rasulullah SAW

Sholawat adalah ekspresi cinta. Semakin sering bersholawat, kecintaan kepada Nabi SAW akan tertanam dalam hati, yang menjadi pondasi ketaatan dan peneladanan akhlak beliau. (Dirujuk dari pemikiran Wildana Wargadinata dalam Spiritualitas Salawat).

2. Melenyapkan Kecemasan dan Kesusahan (Tafrijiyah)

Imam al-Qurtubi dalam Khazinatul Asrar mengatakan, barang siapa ingin menolak bala dan kesedihan, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali sebagai tawasul. Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani menyatakan jumlah besar ini memiliki pengaruh kuat untuk mencapai keinginan (hlm. 50-51).

3. Segala Kebutuhan dan Hajat Terkabul

Imam ad-Dainuri menyebutkan berbagai faedah sesuai jumlah bacaan:

  • 11 kali setelah shalat: Rezeki tidak putus, derajat baik.
  • 41 kali setelah Subuh: Keinginan tercapai.
  • 100 kali per hari: Tujuan dimudahkan.
  • 313 kali (jumlah pasukan Badar): Dimudahkan mengetahui rahasia.
  • 1000 kali per hari: Dianugerahi karomah yang luar biasa.

4. Membuka Pintu Kebaikan dan Husnul Khatimah

Dalam kitab Afdhalu al-Shalawat Ala Sayyid al-Sadat, Imam al-Qurthubi menegaskan bahwa istiqomah membaca sholawat ini (41x, 100x, atau lebih) akan mendatangkan kebaikan dan mengantarkan pada akhir kehidupan yang baik (hlm. 51).

5. Menjadi Wasilah Perbaikan Akhlak

Penelitian tesis ini membuktikan bahwa ritual membaca Sholawat Nariyah secara berjamaah mampu menenangkan jiwa, mengontrol emosi, dan secara kognitif membentuk pola pikir positif. Dari sinilah perubahan akhlak para pemuda, dari negatif menjadi positif.

Dalil dan Landasan Syar’i Sholawat Tafrijiyah

Landasan utama adalah firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab (33): 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Dikutip dalam tesis hlm. 36).

Hadis riwayat At-Tirmidzi yang dikutip menyatakan, “Manusia yang paling berhak mendapat syafaatku di hari kiamat adalah yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.” (Hlm. 182). Ini menjadi dasar motivasi dalam niat Majelis Sholawat Nariyah.

Strategi membaca secara berjamaah juga didasari pemahaman bahwa ibadah berjamaah dilipatgandakan pahalanya (27 derajat), dan doa berjamaah lebih mustajab. Hal ini memotivasi para pemuda untuk berkumpul dalam kebaikan (hlm. 110-111).

Imam al-Ghazali (dalam Ihya Ulumuddin) tentang pentingnya latihan (riyadhah) dan mujahadah untuk memperbaiki akhlak, yang sejalan dengan strategi pembiasaan dalam majelis.

Abu Nasr al-Siraj al-Thusi (dalam Al-Luma’) tentang maqamat (tahapan) pembentukan akhlak mulia, seperti tobat, sabar, dan tawakal, yang terlihat dalam proses transformasi anggota majelis.

Relevansi dengan Perbaikan Akhlak

Sholawat Nariyah bukan sekadar bacaan ritual, tetapi sebagaimana dibuktikan dalam penelitian tesis Badruddin Syariful Alim, merupakan metode pendidikan akhlak yang integratif. Ia bekerja pada tiga level:

  • Kognitif: Melalui pemahaman makna dan nasihat yang menyentuh pikiran.
  • Behavioristik: Melalui pembiasaan dan latihan rutin dalam majelis.
  • Spiritual-Emosional: Melalui ketenangan hati, peningkatan mahabbah, dan rasa dekat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dengan demikian, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Sholawat Nariyah dengan benar, terlebih dalam majelis berjamaah, dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam membentengi dan memperbaiki akhlak generasi muda, menjauhkannya dari dekadensi moral, dan mendekatkannya kepada teladan utama, Nabi Muhammad SAW.

Sejarah dan Sanad Sholawat Nariyah

Disebut Sholawat Tafrijiyah karena pengamalnya merasakan kegembiraan (tafriih) setelah terkabul hajat. Disebut juga Sholawat Qurtubiyah karena dikaitkan dengan Imam al-Qurthubi.

Pengarang: Sholawat ini disusun oleh Syaikh Abu Ishaq Ibrahim al-Tazi (w. 866 H), seorang ulama fiqih, tasawuf, dan muhaddits dari Maroko. Nama “at-Tazi” dinisbatkan pada kota kelahirannya, Taza (hlm. 47).

Asal-Usul Popularitas: Imam al-Qurthubi diriwayatkan bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang memerintahkannya menggerakkan majelis untuk membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali guna mengatasi paceklik panjang di Maghrib. Sejak itu, tradisi membaca secara berjamaah dengan hitungan tersebut menyebar (hlm. 40-41, 177).

Sanad: Tesis menyebut silsilah sanad (mata rantai keilmuan) sholawat ini yang bersambung dari ulama Nusantara seperti H. Rizqi Dhu al-Qarnain Al-Bataawi hingga kepada pengarangnya, Syaikh Abu Ishaq Ibrahim al-Tazi (hlm. 48-49).

People Also Ask:

Apa itu shalawat tafrijiyah?

Salawat nariyah atau disebut juga shalawat tafrijiyah, yang dimana makna dari tafrijiyah ini jalan keluar dari permasalahan. Disebut juga salawat kamilah, yang dimana makna dari kamiilah adalah sempurna, lengkap, dan tidak ada celah.

Apa bunyi shalawat Jibril penarik rezeki paling kuat dari segala arah?

“Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma a'thinii tsawaaba shollallahu 'alaa Muhammad an tarzuqonii syai'an asta 'iinu bihi 'alath-thoo 'ah subhaana robbika robbil 'izzati 'ammaa yashifuun wasalaamun 'alal mursaliin walhamdulillahi robbil 'aalamiin.”

Sholawat apa agar hutang cepat lunas?

Untuk melunasi hutang dengan cepat, amalkan sholawat seperti Sholawat Jibril ("Shollallahu 'ala Muhammad") dengan rutin untuk membuka pintu rezeki, serta doa khusus pelunas hutang seperti doa yang diajarkan Rasulullah, "Allahumma robbas-samaawaatis sab'i...", sambil dibarengi ikhtiar nyata seperti membuat rencana keuangan dan mencari penghasilan tambahan, karena kunci utamanya adalah tawakkal dan usaha maksimal.

Apa bunyi shalawat Ibrahimiyah?

Allahumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad kama shollaita ala ibrahim wa ala aali ibrahim wabaarik ala muhammad wa ala aali muhammad kama barakta ala ibrahim wa ala aali ibrahim fil alamina innaka hamidum majid.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |