Bacaan Tahlil Lengkap Sesuai Sunnah dan Etika Pelaksanaannya

1 month ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Tahlil merupakan amalan zikir yang berpusat pada pengucapan kalimat tauhid, "La ilaha illa Allah" (Tiada Tuhan selain Allah). Di Indonesia, tahlilan telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di kalangan masyarakat Muslim, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), sebagai aktivitas rutin yang dilakukan pada malam Jumat atau momen-momen khusus. Amalan ini umumnya dilaksanakan untuk mendoakan keluarga atau kerabat yang telah wafat, baik di rumah duka maupun di area pemakaman. 

Simak  urutan bacaan tahlil  lengkap, etika yang perlu dijaga selama pelaksanaannya, serta meninjau berbagai pandangan ulama terkait tradisi ini. Dengan demikian, diharapkan pembaca dapat menjalankan tahlilan dengan pemahaman yang komprehensif dan selaras dengan nilai-nilai syariat Islam.

Urutan Tahlil Lengkap, dari Al Fatihah hingga Doa Akhir

Susunan bacaan tahlil umumnya diawali dengan pengantar berupa hadoroh atau tawasul, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Al-Fatihah. Setelah itu, rangkaian bacaan berlanjut dengan surat-surat pendek dari Al-Qur'an, zikir, sholawat, istighfar, dan diakhiri dengan doa penutup. Berikut adalah urutan bacaan tahlil yang lazim diamalkan:

1. Diawali hadrah dan surat Al-Fatihah

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil'aalamiin. Arrohmaanir rohiim. Maalikiyaumiddin Iyyaakana'budu wa iyyaakanasta'iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shiroothol ladziina an'amta' alaihim ghoiril maghdhuubi'alaihim waladhaalliin.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

2. Membaca surat Al-Ikhlas tiga kali

Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah kufuwan ahad.

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak juga diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya."

3. Membaca takbir

Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar.

Artinya: "Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar."

4. Membaca Surat Al-Falaq

Qul a’uudzu birabbil falaq. Minsyarri maa khalaq. Waminsyarri ghaashiqin idzaa waqob. Waminsyarrinnaffaa saatifil uqad. Waminsyarril haasidzin idaa hasad.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki."

5. Membaca takbir

Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar.

Artinya: "Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar."

6. Membaca Surat An-Nas

Qul a'uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas wasufii shudhuurinnaas. Minaal jinnati wannaas.

Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan syetan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan kedalam dada manusia, sari syetan dan manusia"

7. Membaca takbir

Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar.

Artinya: "Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar."

8. Membaca surat Al-Fatihah

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil'aalamiin. Arrohmaanir rohiim. Maalikiyaumiddin Iyyaakana'budu wa iyyaakanasta'iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shiroothol ladziina an'amta' alaihim ghoiril maghdhuubi'alaihim waladhaalliin.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

9. Membaca surat Al-Baqarah

Alif lām mīm. Zālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn. Allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn. Wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn. Ulā`ika 'alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn.

Artinya: "Alif Lām Mīm. Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan pa-danya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan (c) sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (d), serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung."

10. Membaca Surat Al-Baqarah Ayat 163

Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm.

Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

11. Membaca ayat Kursi

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

12. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286

285. Amanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr.

286. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn.

Artinya:

285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

13. Membaca Surat Hud ayat 73

Qālū a ta'jabīna min amrillāhi raḥmatullāhi wa barakātuhụ 'alaikum ahlal-baīt, innahụ ḥamīdum majīd.

Artinya: Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah."

14. Membaca Surah Al-Ahzad ayat 33

Wa qarna fī buyụtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ụlā wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi'nallāha wa rasụlah, innamā yurīdullāhu liyuż-hiba 'angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭ-hīrā.

Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." 

15. Membaca sholawat

Alahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama sallaita 'ala Ibrahima wa barik 'ala Muhammad kama barakta 'ala ali Ibrahim fil-'alamin, innaka hamidun majid.

Artinya: " Ya Allah SWT, kirimlah sholawat pada Muhammad dan keluarganya seperti Engkau mengirim sholawat pada keluarga Ibrahim, dan kirimlah berkah pada Muhammad dan keluarganya seperti engkau mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara yang lain. Ya Allah segala puji sesungguhnya hanya milik Engkau, Tuhanku yang Maha Mulia."

16. Membaca hasbalah

Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl.

Artinya: "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."

17. Membaca hauqolah

La hauwla wa la quwwata illa billah.

Artinya: "Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah."

18. Membaca istighfar

Astagfirullahaladzim.

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."

19. Membaca tasbih

Subhanallah.

Artinya: "Maha Suci Allah SWT."

20. Diakhiri dengan doa tahlil

Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro'naahu minal qur'aanil 'azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa 'alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu 'alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii'inaa wa qurroti a'yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallam, wa ilaa jamii'i ikhwaanihii minal anbiyaa'i walmursaliina wal auliyaa'i wasy-syuhadaa'i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi'iina wal 'ulamaa'il 'aalimiina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii'il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil'aalamiin, wa malaa'ikatil muqorrobiin.

Tshumma ilaa jamii'i ahlil qubuuri minal muslimiina walmuslimaati walmu'miniina walmu'minaati mim masyaariqil ardhi ilaa maghooribihaa barrihaa wabahrihaa khushushon ilaa aabaainaa wa-ummahaatinaa wa-ajdaadinaa wajaddaatinaa wanakhush-shu khushuuson manijtama'naa haahunaa bisababihii wali-ajlihii.

Allaahumma anzilir rohmata walmaghfirota 'alaa ahlilqubuuri min ahli laa ilaaha illallaahu muhammadur rasuulullaah. Allaahumma arinal haqqo hqaaon warzuqnat tibaa'ahu, wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabahu.

Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqinaa 'adzaaban naar. Subhaana robbika robbil 'izzati 'ammaa yashifuun, wasalaamun 'alal mursaliina walhamdu lillaahi robbil 'aalamiin.

Artinya:

"Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala al-Quran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan salawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, iaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh sahabat baginda dalam kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada, orang soleh, para sahabat, para tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah."

"Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dalam kalangan orang Islam lelaki dan perempuan, orang Mukmin lelaki dan perempuan, dari belahan bumi Timur dan Barat, di laut dan di darat, terutama kepada (Fulan bin Fulan), dan ibu bapa kami, datuk dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini."

"Maksud: Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang selalu mengucapkan 'Laailaaha illallaah Muhammadur rasulullaah' (Tidak ada Tuhan yang selayaknya disembah melainkan Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Ya Allah, tunjukanlah kepada kami kebenaran adalah suatu kebenaran dan anugerahilah kami untuk mengikutinya dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan adalah suatu kebatilan dan anugerahilah kami untuk menjauhinya." "Masa suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari sifat yang mereka (musuh-Nya) berikan. Keselamatan selalu tertuju kepada Rasul, dan segala puji bagi Allah penguasa alam semesta."

Etika Pelaksanaan Tahlil yang Dianjurkan

Selain memahami Bacaan Tahlil Lengkap Sesuai Sunnah, etika dalam pelaksanaannya juga sangat penting untuk mencapai kekhusyukan dan keberkahan. Aspek etika ini mencakup berbagai hal, mulai dari persiapan hingga interaksi sosial selama acara berlangsung.

Peserta tahlilan diharapkan menunjukkan rasa hormat terhadap waktu dan tempat, memilih waktu yang tidak memberatkan serta lokasi yang kondusif untuk beribadah. Menjaga ketenangan dan kekhusyukan menjadi prioritas utama, dengan menghindari pembicaraan yang tidak perlu atau kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi bersama.

Menghormati keluarga almarhum juga merupakan bagian integral dari etika tahlilan, dengan menunjukkan empati dan dukungan tanpa menambah beban kesedihan mereka. Penting pula untuk memastikan bahwa pelaksanaan tahlilan tetap selaras dengan prinsip-prinsip syariat Islam, menghindari tradisi yang tidak sesuai atau pemborosan harta berlebihan.

Pada akhirnya, tahlilan juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk memelihara dan menjalin silaturahim serta memperkuat persaudaraan antar umat Islam atau ukhuwwah Islamiyyah.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa itu Tahlil?

Tahlil adalah amalan zikir yang berpusat pada pengucapan kalimat "La ilaha illa Allah" untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia.

2. Bagaimana urutan bacaan Tahlil yang lengkap?

Urutan bacaan tahlil umumnya diawali dengan tawasul, Al-Fatihah, surat-surat pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), awal Al-Baqarah, Ayat Kursi, istighfar, kalimat tahlil, syahadat, sholawat, tasbih, dan diakhiri dengan doa tahlil.

3. Apa saja etika yang harus diperhatikan saat pelaksanaan Tahlil?

Etika pelaksanaan tahlil meliputi menghormati waktu dan tempat, menjaga ketenangan dan kekhusyukan, menghormati keluarga almarhum, menghindari tradisi yang tidak sesuai syariat, serta menjalin silaturahim.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |