Bacaan Talbiyah Haji dan Keutamaannya bagi Jamaah, Panduan Tata Cara hingga Maknanya

1 month ago 50
  • Apa itu bacaan Talbiyah?
  • Kapan Talbiyah mulai dikumandangkan dan berakhir?
  • Mengapa pria disunahkan mengeraskan suara saat bertalbiyah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan Talbiyah merupakan syiar akbar dalam ibadah haji dan umrah. Kalimah ini tak sekadar ucapan, melainkan penegasan tauhid dan pernyataan kesediaan hamba untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Secara historis, Talbiyah adalah jawaban atas seruan Nabi Ibrahim AS ribuan tahun lalu ketika diperintahkan Allah untuk memanggil manusia melaksanakan haji, sebagaimana terkmaktub dalam Al-Qur'an:

"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS. Al-Hajj Ayat 27).

Para mufasir menjelaskan bahwa ketika Nabi Ibrahim menyerukan perintah ini, seluruh ruh manusia menjawab dengan kalimat "Labbayk Allāhumma Labbayk". Maka, talbiyah yang diucapkan sekarang adalah jawaban atas seruan yang diperintahkan Allah dalam ayat tersebut.

Berikut ini adalah ulasan bacaan talbiyah haji dan keutamaannya bagi jamaah.

Bacaan Talbiyah Haji dan Keutamaannya

Merujuk Panduan Bacaan Talbiyah dalam Haji dan Umroh yang Sesuai Sunah Rasulullah Saw di laman Muhammadiyah, berikut ini adalah bacaan talbiyah, Arab-Latin dan maknanya.

Bacaan Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, la syarika lak

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan [juga milik-Mu].

Keutamaan Talbiyah bagi Jemaah Haji

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa Talbiyah memiliki dimensi spiritual yang sangat tinggi:

1. Pernyataan Tauhid yang Murni

Lughat "Lā sharīka lak" (Tiada sekutu bagi-Mu) merupakan penegasan bahwa jemaah datang ke Baitullah semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji (riya) atau mendapatkan gelar sosial.

2. Pengakuan atas Nikmat dan Kekuasaan

Jemaah mengakui bahwa kemampuan fisik dan finansial untuk berangkat haji adalah sepenuhnya nikmat dari Allah. Ini menghancurkan sifat sombong dalam diri manusia.

3. Keutamaan Alam Semesta Ikut Bertalbiyah

Dalam sebuah hadis (HR. Tirmidzi), Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seorang Muslim bertalbiyah, maka segala sesuatu yang ada di kanan dan kirinya—baik batu, pohon, maupun bongkahan tanah—ikut bertalbiyah bersamanya hingga batas ujung bumi.

4. Jaminan Surga dan Pengampunan

Talbiyah adalah simbol keridaan hamba kepada Tuhannya. Siapa yang mengumandangkannya dengan ikhlas, ia sedang berada dalam jalur menuju ampunan Allah dan surga-Nya.

Panduan Praktis Tata Cara Melafalkan Talbiyah

Merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah Kemenag, Agar mendapatkan keutamaan yang sempurna, jemaah perlu memperhatikan etika dan waktu pelaksanaannya. Perlu dipahami bahwa jemaah haji Indonesia lazimnya melakukan ibadah haji Tamattu'. Oleh karena itu, baik talbiyah haji maupun umrah perlu dipahami.

Waktu Dimulai: Talbiyah mulai dikumandangkan segera setelah jemaah berniat ihram di Miqat.

Waktu Berakhir:

  • Umrah: Berhenti saat jemaah hendak memulai Tawaf.
  • Haji: Berhenti saat jemaah hendak melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Cara Melafalkan:

  • Pria: Disunahkan mengeraskan suara (jahr) sebagai syiar kekuatan iman.
  • Wanita: Cukup melafalkan dengan suara lirih yang hanya didengar oleh dirinya sendiri atau teman di sampingnya.

Hadas: Disunahkan dibaca dalam keadaan suci, meskipun tetap diperbolehkan bagi jemaah yang sedang berhadas (haid/nifas).

Makna Bacaan Talbiyah

Kalimat Talbiyah bukan sekadar bacaan pelengkap atau yel-yel jemaah haji. Kalimat ini penegasan ketauhidan dan komitmen batin untuk menaati perintah (panggilan) Allah SWT.

Kata "Labbaik" secara harfiah berarti "Aku datang memenuhi panggilan-Mu". Kalimat Talbiyah adalah jawaban atas seruan Allah melalui Nabi Ibrahim as. Jemaah yang bertalbiyah mengakui bahwa keberadaan mereka di Tanah Suci bukan karena kekuatan pribadi, melainkan karena undangan khusus dari Sang Khaliq.

Dengan mengulang kalimat ini, seorang hamba menyatakan ketundukan total. Ini adalah janji untuk meninggalkan ego, status sosial, dan segala bentuk kesyirikan (persekutuan) demi fokus hanya kepada Allah (Lā sharīka lak).

Kalimat "Innal-hamda wan-ni'mata" menegaskan bahwa segala pujian dan kenikmatan hidup hanyalah milik Allah. Ini berfungsi untuk menghancurkan sifat sombong dan merasa memiliki dalam diri manusia.

Mengapa Dibaca Lantang bagi Pria?

Ada beberapa alasan syar'i dan filosofis mengapa pria disunahkan mengeraskan suara saat bertalbiyah:

1. Sebagai Syiar Ibadah

Haji adalah ibadah yang memiliki dimensi sosial dan syiar yang besar. Mengeraskan suara bagi pria bertujuan untuk menyemarakkan suasana ibadah, membangkitkan semangat jemaah lain, dan menunjukkan identitas ketauhidan di bumi Allah secara terbuka.

2. Perintah Rasulullah melalui Malaikat Jibril

Menurut hadis yang dikutip, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Jibril mendatangiku dan menyuruhku agar memerintahkan para sahabatku untuk mengeraskan suara mereka saat membaca talbiyah." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa anjuran tersebut adalah instruksi langit untuk mengagungkan nama Allah di tengah keramaian.

3. Kesaksian Alam Semesta

Secara spiritual, suara talbiyah yang keras bagi pria mengundang kesaksian dari alam sekitarnya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis lain, setiap batu, pohon, dan tanah yang mendengar suara talbiyah seorang Muslim akan ikut bersaksi baginya di hari kiamat kelak.

4. Pengecualian bagi Wanita

Berbeda dengan pria, wanita dianjurkan melirihkan suaranya agar hanya didengar oleh dirinya sendiri. Hal ini bertujuan untuk menjaga muru'ah (kehormatan) dan menghindari fitnah, mengingat suara wanita dalam keramaian ibadah memiliki aturan tersendiri dalam fikih demi kenyamanan bersama.

People also Ask:

1. Apa bacaan talbiyah yang diucapkan saat memulai ibadah haji?

Bacaan Talbiyah atau yang biasa didengar atau diucapkan dengan lafaz kalimat seperti “Labbaikallahuma labbaik.. labbaika la syarika laka labbaik..” pada saat ibadah umrah ataupun haji ini memiliki makna yang perlu untuk diketahui bagi para umat muslim.

2. Urutan manasik haji dan doanya?

Tata Cara Ibadah Haji Dan BacaannyaTata cara ibadah haji dimulai dengan Ihram (niat & talbiyah), dilanjutkan Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, lalu Melontar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah), Tahalul Awal, Tawaf Ifadah, Sa'i antara Shafa & Marwah, Tahalul Kedua, Mabit & Melontar 3 Jumrah (Hari Tasyrik), hingga Tawaf Wada' sebagai penutup, dengan bacaan utama adalah Talbiyah dan doa-doa khusus di setiap tahapan.

3. 10 Dzulhijjah jamaah haji melakukan apa?

Apa yang Dilakukan saat Jemaah Haji Wukuf di Arafah?Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji melakukan rukun haji yaitu melontar Jumrah Aqabah di Mina, lalu menyembelih hewan kurban (hadyu) bagi yang wajib, kemudian tahallul (mencukur atau memotong rambut), dan terakhir melaksanakan Tawaf Ifadah serta Sai di Masjidil Haram.

4. Berapa kali baca talbiyah haji?

Kalimat talbiyah dibaca tiga kali dan kemudian disusul dengan lafal shalawat serta doa. Kalimat talbiyah dilafalkan oleh jamaah haji sejak pasang niat ihram atau haji di tanah halal hingga memasuki Masjidil Haram.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |