Dalil Nisfu Syaban Lengkap: Keutamaan dan Amalan Berdasarkan Hadits serta Al-Qur'an

5 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim dianjurkan untuk memahami dalil Nisfu Syaban agar dapat mengoptimalkan ibadah pada malam tersebut. Malam Nisfu Syaban sendiri merupakan salah satu malam yang istimewa dalam Islam, di mana banyak keutamaan dapat diperoleh.

Melansir dari laman Baznas, 1 Syaban 1447 H bertepatan pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban tahun ini diperkirakan jatuh pada Senin malam, yakni 2 Februari 2026.

Penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui dasar hukum dan keutamaan malam ini. Sebelum mengerjakannya, umat Islam perlu memahami dalil Nisfu Syaban yang menjadi landasan amalan di malam penuh berkah ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (30/1/2026).

Pengertian Nisfu Syaban

Nisfu Syaban secara harfiah berarti "pertengahan bulan Syaban", yang merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah serta terletak antara bulan Rajab dan Ramadan. Malam Nisfu Syaban secara spesifik jatuh pada tanggal 15 Syaban setiap tahunnya.

Keistimewaan malam pertengahan Syaban ini telah menjadi perhatian para ulama sejak zaman dahulu. Umat Islam mempercayai bahwa malam ini memiliki keutamaan tertentu, sehingga banyak dari mereka yang memperbanyak ibadah.

Menurut buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab, dan Syaban karya Udji Asiyah, malam Nisfu Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Malam ini dipercaya sebagai salah satu waktu yang penuh berkah di mana Allah memberikan pengampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih terjerumus dalam perbuatan syirik atau memiliki permusuhan yang belum terselesaikan dengan sesama.

Dalil Nisfu Syaban dalam Hadits

Keutamaan malam Nisfu Syaban dijelaskan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits yang menjelaskan keutamaan malam Nisfu Syaban diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman dan Ibnu Hibban. Hadits tersebut berbunyi:

يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: "Allah Tabaraka wa Ta'ala memerhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni mereka semua kecuali orang yang menyekutukan-Nya dan mereka yang masih menyimpan kebencian."

Hdist ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Syaban merupakan malam penuh ampunan, di mana Allah SWT membukakan rahmat-Nya bagi seluruh hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih dalam kesyirikan atau memelihara permusuhan.

Selain sebagai malam penuh ampunan, Nisfu Syaban juga disebut sebagai waktu dikabulkannya doa bagi mereka yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ 

Artinya: "Ketika malam Nisfu Syaban tiba, beribadahlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sebab, Allah Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia saat matahari terbenam. Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya. Siapa yang meminta rezeki, maka Aku akan memberikannya. Siapa yang tertimpa musibah, maka Aku akan menyembuhkannya.' Begitu seterusnya hingga fajar menyingsing,"

Dalil Nisfu Syaban dalam Al-Qur'an

Meskipun Al-Qur'an tidak secara eksplisit menyebutkan "Nisfu Syaban", sebagian ulama mengaitkan keistimewaan malam ini dengan tafsir Surat Ad-Dukhan ayat 4. Ayat ini berbicara tentang malam yang diberkahi di mana segala urusan yang penuh hikmah dijelaskan. Ayat tersebut berbunyi:

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ۝٤

Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

Keistimewaan malam Nisfu Syaban juga dijelaskan dalam tafsir Al-Qur'an surat Ad-Dukhan ayat 4, disebutkan bahwa malam ini menjadi momen penetapan takdir tahunan, termasuk urusan rezeki, kebahagiaan, dan ajal seseorang.

Beberapa ulama menghubungkan ayat ini dengan malam Lailatul Qadar, tetapi sebagian yang lain menyebut malam Nisfu Syaban juga memiliki kaitan. Oleh karena itu, banyak ulama yang menganjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan berbagai ibadah hingga terbitnya fajar.

Status Hadits Nisfu Syaban

Status hadits-hadits mengenai Nisfu Syaban menjadi perdebatan di kalangan ulama, dengan beberapa hadits dinilai sahih, hasan, atau dhaif (lemah). Penting untuk memahami status ini agar umat Muslim dapat menyikapi amalan Nisfu Syaban dengan bijak.

Hadits yang diriwayatkan oleh Mu'adz bin Jabal tentang ampunan Allah pada malam Nisfu Syaban dinilai sahih oleh Ulama Syekh Nashiruddin al-Albani. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Thabrani, Daruquthni, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah, Al-Baihaqi, dan Al-Bazzar, dengan para perawinya dinilai terpercaya oleh Al-Haitsami.

Namun, ada juga hadits lain yang statusnya diperdebatkan, seperti hadits dari Aisyah RA yang menyebutkan Allah mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb, dinilai dhaif oleh beberapa ulama, meskipun Al-Albani menganggapnya sahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tentang puasa dan ibadah di siang dan malam Nisfu Syaban juga memiliki perdebatan mengenai sanadnya.

Meskipun demikian, banyak ulama yang tetap menganjurkan amalan pada malam Nisfu Syaban karena adanya hadits-hadits yang menguatkan keutamaannya, meskipun sebagian di antaranya mungkin tidak mencapai derajat sahih mutlak. Mereka berpendapat bahwa keutamaan bulan Syaban secara umum, sebagai bulan di mana amalan diangkat sudah cukup menjadi dasar untuk memperbanyak ibadah.

Pendapat Ulama Mengenai Nisfu Syaban

Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai Nisfu Syaban, namun sebagian besar sepakat akan keutamaan malam ini berdasarkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Mereka menekankan pentingnya memahami malam Nisfu Syaban secara bijak dan memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah.

Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan mayoritas ulama Syafi'iyah serta Hanabilah berpendapat bahwa malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan khusus berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan hasan.

Sementara Ibnu Rajab al-Hanbali dan sebagian ulama Hanafiyah tidak menolak keutamaan malam Nisfu Syaban, namun menekankan agar tidak berlebihan dalam beribadah dengan cara-cara yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW.

Ulama Kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani memiliki pandangan yang lebih ketat. Mereka menilai bahwa hadits-hadits tentang keutamaan Nisfu Syaban sebagian besar berstatus dhaif (lemah) sehingga tidak bisa dijadikan landasan untuk menetapkan ibadah khusus.

Meskipun ada anjuran untuk beribadah, beberapa ulama juga memberikan peringatan agar tidak mengkhususkan amalan-amalan tertentu yang tidak memiliki dalil kuat dari syariat, seperti shalat berjamaah khusus Nisfu Syaban atau membaca Yasin secara kolektif dengan keyakinan tertentu. Mereka menekankan bahwa ibadah yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan sunnah dan tidak mengada-ada.

Amalan Khusus Nisfu Syaban

Amalan-amalan khusus yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban memiliki landasan dari hadits-hadits Nabi SAW dan praktik para salafush shalih. Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang status hadits-haditsnya, banyak ulama yang tetap menganjurkan amalan-amalan ini berdasarkan kaidah fadha'il al-a'mal.

Qiyamullail (Shalat Malam)

Shalat malam merupakan amalan utama yang dianjurkan di malam Nisfu Syaban. Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah, meskipun dinilai dhaif oleh sebagian ulama, anjuran untuk beribadah di malam ini tetap diamalkan oleh banyak ulama salaf.

Cara melaksanakannya adalah dengan shalat sunnah malam (tahajud) sebagaimana biasa, tidak ada cara khusus atau jumlah rakaat tertentu yang ditetapkan secara khusus untuk malam Nisfu Syaban. Niat yang benar adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memanfaatkan malam yang penuh berkah ini, bukan karena menganggapnya sebagai kewajiban.

Puasa

Puasa di Siang Harinya juga menjadi amalan yang dianjurkan berdasarkan hadits yang sama. Puasa sunnah di pertengahan bulan Syaban ini sejalan dengan anjuran umum Rasulullah SAW untuk memperbanyak puasa di bulan Syaban. Dari Aisyah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa di bulan lain sebanyak puasa beliau di bulan Syaban.

Perbanyak Istighfar

Memperbanyak istighfar, doa, dan dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan berdasarkan hadits shahih tentang turunnya Allah ke langit dunia. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Allah memanggil hamba-hamba-Nya untuk memohon ampunan, rezeki, dan kesembuhan.

Oleh karena itu, malam ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak kalimat istighfar seperti "Astaghfirullah al-'azhim", membaca dzikir-dzikir ma'tsur, dan berdoa dengan doa-doa yang terkandung dalam Al-Qur'an dan sunnah. Selain itu, dianjurkan pula untuk mendoakan kedua orang tua, keluarga, dan kaum muslimin secara umum di malam yang mulia ini.

FAQ

  1. Apa itu Nisfu Syaban? Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah, yang diyakini sebagai malam penuh berkah dan ampunan.
  2. Kapan Malam Nisfu Syaban jatuh? Malam Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 bulan Syaban setiap tahunnya, yang pada tahun 2025 Masehi adalah malam 13-14 Februari.
  3. Apa dalil utama Nisfu Syaban dari Hadits? Dalil utama dari Hadits adalah tentang ampunan Allah kepada seluruh makhluk-Nya kecuali musyrik dan orang yang bermusuhan, serta dikabulkannya doa pada malam tersebut.
  4. Apakah ada dalil Nisfu Syaban dalam Al-Qur'an? Tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara eksplisit menyebut Nisfu Syaban, namun sebagian ulama mengaitkannya dengan tafsir QS. Ad-Dukhan ayat 4 tentang penetapan takdir.
  5. Bagaimana status hadits-hadits tentang Nisfu Syaban? Status hadits-hadits tentang Nisfu Syaban bervariasi, ada yang dinilai sahih, hasan, dan dhaif, namun banyak ulama tetap mengakui keutamaannya.
  6. Apa saja keutamaan Malam Nisfu Syaban? Keutamaan Malam Nisfu Syaban meliputi malam pengampunan dosa, malam dikabulkannya doa, dan malam penetapan takdir tahunan.
  7. Amalan apa saja yang dianjurkan pada Malam Nisfu Syaban? Amalan yang dianjurkan meliputi memperbanyak istighfar dan taubat, melaksanakan shalat malam, berpuasa di siang harinya, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |