Doa Buka Puasa Rajab: Arab, Latin, dan Artinya untuk Ibadah Sempurna

1 month ago 32

Doa buka puasa Rajab adalah bacaan dzikir dan permohonan kepada Allah SWT yang dibaca ketika berbuka puasa di bulan Rajab. Bulan Rajab termasuk dalam kategori Al-Asyhur Al-Hurum (empat bulan haram) yang dimuliakan dalam Islam, yaitu Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Puasa yang dilakukan di bulan ini termasuk puasa sunnah yang memiliki keutamaan tersendiri. Secara prinsip, doa buka puasa Rajab tidak berbeda dengan doa berbuka puasa pada bulan Ramadan atau puasa sunnah lainnya.

Hal ini berdasarkan pada hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat yang menunjukkan konsistensi dalam bacaan doa berbuka puasa, tanpa membedakan bulan atau jenis puasa yang dilakukan. Dasar hukum membaca doa ketika berbuka puasa bersumber dari praktik Rasulullah SAW dan para sahabat.

Meskipun tidak ada hadits khusus yang menyebutkan doa berbuka puasa Rajab, namun prinsip umum tentang membaca doa ketika berbuka tetap berlaku berdasarkan hadits-hadits shahih yang ada. Imam Abu Dawud dan An-Nasa'i telah meriwayatkan berbagai doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

Doa Buka Puasa Pertama

Berikut adalah doa buka puasa pertama yang bisa diamalkan:

Arabic: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Transliterasi: Allāhumma laka ṣumtu, wa 'alā rizqika afṭartu

Artinya: "Ya Allah, hanya karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Doa ini diriwayatkan oleh Mu'adz bin Zuhrah secara mursal dan tercantum dalam Sunan Abu Dawud serta kitab Ibnu Sinni. Meskipun sanadnya mursal, doa ini memiliki penguat dari riwayat lain dan tetap layak diamalkan.

Doa Buka Puasa Kedua

Pilihan doa kedua yang sering diamalkan saat berbuka puasa:

Arabic: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Transliterasi: Dzahabaz zhama'u, wabtallatil 'urūq, wa tsabatal ajru in syā'a Allāh

Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."

Doa ini berasal dari riwayat Abdullah bin 'Umar RA dan tercantum dalam Sunan Abu Dawud serta Sunan an-Nasa'i. Hadits ini dinilai hasan dan sering dijadikan rujukan utama dalam doa berbuka, khususnya ketika berbuka dengan air.

Doa Buka Puasa Ketiga

Doa ketiga ini mengungkapkan rasa syukur atas kemampuan berpuasa:

Arabic: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Transliterasi: Al-ḥamdu lillāhil-ladzī a'ānani faṣumtu, wa razaqanī fa afṭartu

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menolongku hingga aku dapat berpuasa, dan telah memberiku rezeki hingga aku dapat berbuka."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni melalui jalur Mu'adz bin Zuhrah. Meskipun sanadnya dinilai mursal dan dhaif, maknanya dikuatkan oleh riwayat doa berbuka sebelumnya, sehingga tetap dapat diamalkan sebagai bentuk syukur.

Doa Buka Puasa Keempat

Doa keempat ini sering dibaca sebagai pelengkap permohonan agar puasa diterima:

Arabic: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Transliterasi: Allāhumma laka ṣumnā, wa 'alā rizqika afṭarnā, fataqabbal minnā, innaka anta as-samī'ul-'alīm

Artinya: "Ya Allah, karena Engkaulah kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni dari Ibnu Abbas RA. Meskipun sanadnya tergolong dhaif, bagian awalnya memiliki penguat dari riwayat sebelumnya. Doa ini memuat permohonan agar amal puasa diterima oleh Allah SWT.

Doa Buka Puasa Kelima

Terakhir, doa kelima ini berfokus pada permohonan ampunan:

Arabic: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Transliterasi: Allāhumma innī as'aluka bi-raḥmatika allatī wasi'at kulla syai'in an taghfira lī

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu melalui rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku."

Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr RA, sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abu Mulaikah. Hadits ini berstatus hasan dan menunjukkan doa yang penuh makna, terutama sebagai permohonan ampun pada waktu berbuka puasa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |