Doa Memulai Pekerjaan agar Diberi Kelancaran dan Keberkahan, Rezeki Halal Thayib

1 month ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja dalam Islam tidak semata dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi merupakan bagian dari jihad fi sabilillah apabila diniatkan untuk mencari rezeki yang halal, menunaikan kewajiban nafkah, serta memberi manfaat bagi orang lain. Untuk itu, penting bagi seorang muslim untuk memanjatkan doa memulai pekerjaan agar diberi kelancaran dan keberkahan.

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa usaha mencari penghidupan yang halal termasuk jihad, karena di dalamnya terdapat mujahadah (kesungguhan), kesabaran, dan penjagaan diri dari yang haram.

Dalam khazanah modern, Prof Dr Fathul Aminudin Aziz, MM dalam dalam Buku Manajemen Pesantren: Paradigma Baru Mengembangkan Pesantren Ditinjau dari Teori Manajemen, menjelaskan, dalam ibadah ada muamalah, dan tiap muamalah ada ibadah. Karena itu, dalam perspektif Islam, ibadah dan muamalah tidak bisa dipisahkan. Dalam bekerja, ada nilai ibadah yang terkandung di dalamnya.

Berikut ini adalah kumpulan doa doa memulai pekerjaan agar diberi kelancaran dan keberkahan demi mendapat rezeki yang halal dan thayib.

1. Doa Memohon Rahmat Allah dan Dimudahkan Urusan

Dalam Kitab Al-Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali menganjurkan kita untuk membaca doa berikut ini ketika memulai aktivitas atau memasuki bidang baru yang akan digeluti.

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًارَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيLatin: Rabbanā ātinā min ladunka rahmatan, wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadan. (Surat Al-Kahfi ayat 10),

Rabbisyrah lī shadrī, wa yassir lī amrī. (Surat Thahā ayat 25-26).

Artinya: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).

Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.

2. Doa Rezeki Thayib dan Berkah

Islah Susmian dalam Buku Doa Mengundang Rezeki: Sukses dalam Hidup Berkah dalam Usaha mengutip doa dari Kitab Ad-Du'a karya Imam al-Thabrani tentang doa sebelum bekerja.

Berikut ini bacaannya.

َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَاArab-latin: Allahumma innii as'aluka min fadhlika wa athaa'ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du'aa'i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa'daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi' annal islaam ba'da iz a'thaitanaa.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan."

3. Doa Rezeki Halal dan Dijauhkan yang Haram

Bisa dilanjutkan dengan bacaan doa berikut:

اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.Arab-latin: Alloohummarzuqnii rizqon halaalan thoyyibaa, wasta'milnii thayyibaa. Alloohummaj'al ausa'a rizqika'alayya'inda kibari sinnii wanqithoo'i'umrii. Alloohummakfinii bihalaalika'an haraamika. wa aghninii bifadhlika'amman siwaaka. Alloohumma in nii as-aluka rizqon waasi'an naafi'an. Alloohumma innii as-alukan na'iimaan muqiiman, alladzii laa yahuulu wa laa yazuulu."

Artinya: "Ya Allah, berilah padaku rezeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni'mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang."

4. Doa Keluar Rumah

Agar muslim juga diberikan keselamatan selama di perjalanan sebelum berangkat bekerja, bisa membaca doa ini:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهLatin: Bismillahi tawakkaltu 'alallahi wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim.

Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah." 

5. Doa Memohon Petunjuk Kebenaran

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًاLatin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj'al lī mil ladunka sulṭānan naṣīrā.

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong (-ku).

Bisa juga dilanjut dengan bacaan doa berikut:

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيLatin: Rabbanā ātinā min ladunka rahmatan, wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadan. Rabbisyrah lī shadrī, wa yassir lī amrī.

Artinya: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.

Doa di atas merupakan Surat Surah Al-Isra ayat 80, Al-Kahfi ayat 10 dan Surat Thahā ayat 25-26 yang masyahur diajarkan ulama bagi orang yang memulai bekerja atau belajar.

6. Doa Terhindar Kesalahan saat Bekerja

Dilansir dalam buku Doa-Doa Melejitkan Karir yang ditulis oleh Komarudin Ibnu Mikam, bacalah doa ini supaya terhindar dari kesalahan ketika bekerja, dan memohon supaya terus produktif, serta tidak malas.

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖLatin: Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahū 'alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa'fu 'annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal qaumil-kāfirīn(a).

Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).

Adab Memulai Pekerjaan Agar Lancar dan Berkah

Mengutip eprints.walisongo.ac.id, dalam Jurnal Etos Kerja Menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin, Allah SWT menjadikan alam dunia ini sebagai tempat berusaha mencari nafkah dan tempat beramal, sedangkan alam akhirat kelak merupakan tempat balasan berupan pahala atau siksaan.

Memulai pekerjaan dengan adab yang benar bukan hanya menjadikan pekerjaan lancar secara lahir, tetapi juga berkah secara batin. Ketika niat, doa, etika, dan tawakal berjalan seiring, maka pekerjaan tidak sekadar menghasilkan rezeki, tetapi juga mendatangkan ketenangan dan ridha Allah.

Berikut ini adalah adab memulai pekerjaan.

1. Meluruskan Niat karena Allah

Adab paling utama adalah menata niat bahwa pekerjaan dilakukan sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar mencari rezeki halal. Niat yang benar menjadikan aktivitas dunia bernilai akhirat. R

2. Memulai dengan Basmalah

Mengucapkan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ sebelum bekerja merupakan sunnah yang membawa keberkahan.

3. Berdoa Memohon Kemudahan dan Keberkahan

Doa menjadi bentuk penyerahan diri kepada Allah sebelum berikhtiar.

4. Memulai di Waktu yang Baik

Rasulullah ﷺ mendoakan keberkahan bagi umatnya yang memulai aktivitas di pagi hari: “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.” (HR. Tirmidzi). Karena itu, memulai pekerjaan sejak pagi termasuk adab yang dianjurkan agar lebih produktif dan penuh berkah.

5. Bertawakal Setelah Berikhtiar

Setelah perencanaan dan usaha maksimal, seorang muslim dianjurkan untuk bertawakal, menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.

6. Menjaga Kejujuran dan Amanah

Kejujuran merupakan sebab utama datangnya keberkahan rezeki. Rasulullah ﷺ bersabda: “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi)

7. Menghindari Maksiat dan Rezeki Haram

Keberkahan pekerjaan sangat terkait dengan kebersihan cara dan hasilnya. Rezeki yang haram menghalangi terkabulnya doa dan menghapus keberkahan. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menegaskan bahwa dosa adalah penghalang utama datangnya taufik dan kelapangan rezeki.

8. Menyertakan Syukur dan Sedekah

Mensyukuri pekerjaan dan menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah menjadi sebab dilipatgandakannya keberkahan. Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Hikmah Berdoa sebelum Memulai Pekerjaan

Hikmah berdoa sebelum memulai pekerjaan bukan sekadar ritual, melainkan fondasi spiritual yang menjadikan pekerjaan bernilai ibadah, mendatangkan keberkahan, serta menumbuhkan ketenangan dan kepercayaan diri. Dengan doa, pekerjaan tidak hanya berjalan lancar secara lahir, tetapi juga selamat dan bermakna secara batin.

1. Menegaskan Ketergantungan kepada Allah

Berdoa sebelum bekerja merupakan pengakuan bahwa kemampuan, kesempatan, dan hasil kerja sepenuhnya berasal dari Allah SAW. Doa menanamkan kesadaran tauhid bahwa manusia hanya berikhtiar, sedangkan Allah yang menentukan keberhasilan.

2. Menghadirkan Keberkahan dalam Pekerjaan

Doa menjadi sebab turunnya keberkahan, yakni kebaikan yang terus bertambah dan memberi manfaat luas. Pekerjaan yang didahului doa tidak hanya menghasilkan secara materi, tetapi juga membawa ketenangan dan manfaat jangka panjang.Imam Ibn Katsir menjelaskan bahwa keberkahan adalah “kebaikan yang tetap dan berkembang meski secara lahir tampak sedikit.”

3. Memohon Kemudahan dan Kelancaran

Dengan berdoa, seorang hamba memohon agar Allah menghilangkan kesulitan dan memberikan jalan keluar dalam setiap urusan.

4. Menjaga Niat Tetap Lurus

Doa sebelum bekerja membantu meluruskan niat agar pekerjaan dilakukan untuk mencari rezeki halal dan ridha Allah, bukan semata ambisi dunia.Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menegaskan bahwa amal yang disertai niat yang benar akan bernilai ibadah meskipun berbentuk aktivitas duniawi.

5. Menenangkan Hati dan Menguatkan Mental

Doa menghadirkan ketenangan batin dan rasa optimisme. Orang yang memulai pekerjaan dengan doa lebih siap menghadapi tekanan, kegagalan, dan tantangan, karena hatinya bersandar kepada Allah.

6. Menghindarkan dari Kesalahan dan Maksiat

Doa menjadi benteng agar pekerjaan dijalankan dengan cara yang benar, jujur, dan amanah. Seorang hamba yang memohon pertolongan Allah akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjauhi hal-hal yang diharamkan.

7. Menguatkan Tawakal setelah Ikhtiar

Berdoa sebelum bekerja menanamkan sikap tawakal sejak awal, yakni menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah setelah usaha maksimal. Dengan tawakal, seseorang tidak mudah putus asa saat hasil belum sesuai harapan.

People also Ask:

Apa doa terbaik sebelum mulai bekerja?

Untuk memulai pekerjaan dengan baik, baca doa memohon kemudahan, keberkahan, dan rezeki halal seperti "Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan, wa hayyi' lanaa min amrinaa rasyadaa" (Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat dan petunjuk dalam urusan kami) atau doa-doa lain yang memohon kelancaran dan perlindungan dari hal buruk, agar semua aktivitas diberkahi dan diridhai Allah SWT.

Apa doa yang baik untuk memulai pekerjaan baru?

Yesus, aku sedang mencari pekerjaan baru, dan aku memohon bimbingan dan kedamaian-Mu. Bimbing aku menuju peluang yang tepat, dan bantulah aku untuk percaya pada waktu-Mu. Berikan aku kekuatan, kesabaran, dan kemurahan hati dari orang-orang yang kutemui. Terima kasih karena Engkau menyertaiku di setiap langkah.

Apa doa agar diberi kemudahan dan kelancaran?

“Allaahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan, wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlaa.” Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

Doa agar berkah dalam bekerja?

Doa Sebelum Bekerja Lengkap dengan Latin dan ArtinyaUntuk memohon keberkahan dalam bekerja, ada beberapa doa utama yang bisa diamalkan, seperti memohon rezeki halal, kemudahan urusan, ilmu bermanfaat, dan amal diterima, contohnya "Allahumma inni as'aluka rizqan thayyiban wa 'ilman nafi'an wa 'amalan mutaqabbalan" (Ya Allah, aku memohon rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima), serta doa memohon kemudahan urusan seperti "Rabbisyrah li shadri, wa yassir li amri" (Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |