Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah balig, berakal, dan tidak memiliki uzur syar’i. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, bepergian jauh (musafir), haid, nifas, hamil, atau menyusui, seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan. Kewajiban puasa yang ditinggalkan ini harus diganti (qadha) pada hari-hari lain di luar bulan Ramadan.
Mengqadha puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga memerlukan niat yang benar, waktu pelaksanaan yang sesuai, serta menjaga adab dan amalan selama berpuasa. Niat yang tepat, terutama saat sahur, adalah syarat sah puasa qadha. Penting bagi umat Islam untuk mengetahui ketentuan puasa qadha Ramadan sebelum membahas doa buka puasa bayar hutang Ramadan.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai doa menyahur hutang puasa Ramadan atau niat puasa qadha, dilengkapi dengan panduan tata cara pelaksanaannya yang tepat dan benar sesuai syariat Islam. Pemahaman ini penting untuk melunasi 'hutang puasa' dengan penuh niat dan kesungguhan agar ibadah diterima oleh Allah SWT. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (23/1/2026).
Lafal dan Arti Doa Niat Sahur Puasa Qadha (Hutang Ramadan)
Niat adalah syarat sah puasa, termasuk puasa qadha. Niat bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan dengan lisan untuk mempertegas. Lafal niat puasa qadha Ramadan yang umum diamalkan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Frasa "qadha'i fardhi syahri Ramadhana" secara spesifik menunjukkan bahwa puasa yang diniatkan adalah untuk mengganti kewajiban puasa fardu bulan Ramadan. Penting untuk diingat bahwa niat wajib dimantapkan dalam hati sebelum fajar atau imsak, sementara pelafalan secara lisan hukumnya sunah untuk menguatkan hati.
Syarat dan Waktu Niat Puasa Qadha yang Sah
Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar (waktu imsak). Puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat tidak bisa dilakukan di siang hari seperti pada puasa sunah. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW.
Hadis tersebut menyatakan: “Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” Dalam mazhab Syafi’i, yang menjadi pedoman mayoritas Muslim di Indonesia, niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.
Praktiknya, niat dapat dilakukan setelah salat Isya, sebelum tidur, atau bersamaan dengan makan sahur, asalkan masih sebelum waktu imsak. Ketepatan waktu niat ini menjadi kunci sahnya puasa qadha yang akan dilaksanakan.
Tata Cara Menjalankan Puasa Qadha Ramadan
Mengganti puasa Ramadan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i. Tata cara berpuasa untuk mengganti puasa Ramadan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan puasa Ramadan. Rukun dan syarat puasanya juga sama dengan puasa Ramadan. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Menentukan Hari
Pilih hari di luar bulan Ramadan yang memungkinkan untuk berpuasa. Hindari hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Idul Fitri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Zulhijah), serta hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
2. Berniat di Malam Hari
Pastikan untuk berniat puasa qadha sebelum waktu Subuh (imsak). Lafalkan atau mantapkan niat seperti yang telah disebutkan sebelumnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
3. Makan Sahur (Sunah)
Meskipun sahur tidak wajib, disunahkan untuk makan sahur guna menguatkan fisik dan mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Mengakhirkan sahur mendekati waktu imsak sangat dianjurkan.
4. Menjaga Puasa
Sejak waktu imsak hingga magrib, hindari makan, minum, hubungan suami istri, dan tindakan-tindakan lain yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahala berpuasa.
5. Memperbanyak Ibadah Sunah
Selama berpuasa qadha, perbanyaklah amalan-amalan baik seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berselawat, dan bersedekah agar puasa qadha bernilai pahala besar.
6. Menyegerakan Berbuka
Saat waktu magrib tiba dan azan berkumandang, segerakanlah untuk berbuka puasa.
7. Membaca Doa Berbuka
Saat berbuka, bacalah doa berikut:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”. Atau bisa juga membaca doa: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."
Hal-Hal Penting Seputar Puasa Qadha yang Perlu Diketahui
Ada beberapa ketentuan penting terkait puasa qadha yang perlu dipahami agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah SWT. Memahami aturan main ini akan membantu umat Muslim dalam menunaikan kewajiban mereka.
Jumlah hari puasa qadha harus sesuai dengan jumlah hari puasa Ramadan yang ditinggalkan. Misalnya, jika seseorang tidak berpuasa selama 7 hari, maka wajib menggantinya juga sebanyak 7 hari. Apabila lupa jumlah hari yang ditinggalkan, dianjurkan untuk mengqadha sejumlah hari yang paling banyak diyakini telah ditinggalkan.
Puasa qadha tidak harus dilakukan secara berturut-turut. Anda boleh melakukannya secara terpisah-pisah, misalnya hanya di hari Senin dan Kamis, hingga jumlah hari yang ditinggalkan terpenuhi. Batas waktu melunasi hutang puasa Ramadan sebaiknya dilakukan sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya.
Mayoritas ulama sepakat bahwa batas akhir mengganti puasa Ramadan adalah sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Jika seseorang menunda tanpa uzur hingga datang Ramadan berikutnya, maka ia berdosa dan wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan, serta membayar fidyah menurut sebagian besar ulama.
Ada hari-hari tertentu yang dilarang untuk berpuasa, termasuk puasa qadha. Hari-hari tersebut adalah 1 Syawal (Idul Fitri), 10 Zulhijah (Idul Adha), serta 11, 12, dan 13 Zulhijah (Hari Tasyrik).
Perbedaan Mendasar: Qadha vs. Fidyah
Qadha dan fidyah adalah dua bentuk pengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan, namun memiliki perbedaan mendasar dalam kondisi penerapannya. Memahami perbedaan ini krusial untuk menentukan kewajiban yang tepat.
Qadha (Puasa Pengganti): Qadha adalah mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan pada hari lain di luar bulan Ramadan. Kewajiban qadha berlaku bagi orang yang meninggalkan puasa karena uzur sementara dan masih memiliki kemampuan untuk berpuasa di kemudian hari. Contohnya adalah orang sakit yang ada harapan sembuh, musafir, perempuan haid atau nifas, serta wanita hamil atau menyusui yang khawatir terhadap dirinya sendiri.
Fidyah (Memberi Makan): Fidyah adalah tebusan berupa memberi makan orang miskin sebagai pengganti puasa yang tidak mampu ditunaikan dan tidak mungkin diqadha. Fidyah diwajibkan bagi orang yang tidak mampu lagi berpuasa sama sekali secara permanen, seperti orang tua renta yang tidak kuat lagi berpuasa, atau penderita penyakit kronis yang sulit sembuh. Menurut sebagian ulama, ibu hamil dan menyusui yang khawatir membahayakan janin atau bayinya juga dapat membayar fidyah. Ukuran fidyah menurut jumhur ulama adalah satu mud makanan pokok (sekitar 0,6–0,75 kg beras) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Jika seseorang menunda qadha puasa hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur syar'i, maka ia tetap wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan dan juga diwajibkan membayar fidyah. Ini adalah konsekuensi dari penundaan tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
FAQ
Q: Apa bunyi doa menyahur hutang puasa Ramadan?
A: Lafalnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala. Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Q: Kapan waktu membaca niat puasa qadha?
A: Wajib berniat di malam hari, sebelum waktu Subuh (imsak) tiba. Tidak sah jika niat dilakukan setelah fajar terbit, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW.
Q: Apakah puasa qadha harus dilakukan berturut-turut?
A: Tidak harus. Anda boleh melakukannya secara berturut-turut atau terpisah-pisah, misalnya hanya di hari Senin dan Kamis, asalkan jumlah hari terpenuhi.
Q: Berapa batas waktu membayar hutang puasa Ramadan?
A: Sebaiknya dilunasi sebelum bulan Ramadan tahun berikutnya. Jika melewati batas itu tanpa alasan syar'i, selain tetap wajib qadha, Anda juga diwajibkan membayar fidyah untuk setiap hari yang ditunda.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























