Doa Setelah Tahallul dan Makna Simboliknya, Membuang Kesombongan Demi Meraih Ridha Allah

1 month ago 41

Liputan6.com, Jakarta - Tahallul secara harfiah bermaksud "menjadi halal", yaitu satu keadaan di mana jemaah haji diperbolehkan kembali melakukan perkara yang dilarang semasa ihram. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui doa setelah tahallul dan makna simboliknya.

Tahallul ditandai dengan mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut bagi wanita. Bagi pria, lebih utama adalah untuk mencukur gundul (halq) atau memendekkannya (taqsir).

Perintah Tahallul termaktub dalam Al-Quran Surah Al-Fath ayat 27, yang artinya: ".. Bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala, dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut..,,".

Tahallul merupakan pernyataan kepatuhan hamba kepada Allah SWT. Dengan menanggalkan 'mahkota' kepala (rambut), seseorang menunjukkan kerendahan hati dan kesediaan untuk membuang kesombongan duniawi demi meraih ridha Allah. Berikut ini adalah ulasan doa setelah tahallul dan makna simboliknya, lengkap dengan tata caranya.

Doa Setelah Tahallul

Merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah dan ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji, Kemenag Ri, doa setelah tahallul dilakukan setelah selesai mencukur atau menggunting rambut. Jemaah dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur dan permohonan agar amalan tersebut diterima.

Doa Setelah Tahallul

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرَةٍ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Latin: Allāhummaj‘al likulli sya‘ratin nūran yaumal qiyāmah.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah untuk setiap helai rambut (yang aku potong) ini cahaya pada hari kiamat nanti."

Makna Simbolik Tahallul

Tahallul secara harfiah berarti "menjadi halal" atau diperbolehkannya kembali hal-hal yang sebelumnya dilarang selama masa ihram. Tahallul bukan sekadar prosesi memotong rambut untuk mengakhiri masa ihram, melainkan sebuah transformasi spiritual yang menandai babak baru kehidupan seorang hamba. Berikut adalah penjelasannya:

1. Pembersihan Diri

Dalam dimensi spiritual, rambut sering dianggap sebagai simbol "mahkota" yang menyimpan memori dan beban duniawi. Pemotongan rambut melambangkan pembersihan diri dari segala pikiran negatif, kemacetan spiritual, dan dosa-dosa yang selama ini membelenggu batin. Dengan memotongnya, jemaah secara simbolis membuang karakter buruk masa lalu agar siap diisi dengan nilai-nilai kebaikan yang baru.

2. Kepatuhan Mutlak (Ubudiyah)

Rambut adalah simbol keindahan dan harga diri manusia. Mencukur rambut, terutama hingga gundul (halq), adalah bentuk ketundukan tertinggi (total submission) seorang hamba. Jemaah menyatakan bahwa rida Allah jauh lebih berharga daripada penampilan fisik atau ego pribadi. Ini adalah pernyataan bahwa diri sepenuhnya adalah milik Allah, dan tidak ada yang lebih mulia kecuali ketaatan kepada-Nya.

3. Kelahiran Kembali (Fitrah)

Tahallul menandai selesainya siklus besar ibadah. Sebagaimana bayi yang baru lahir biasanya tidak memiliki rambut atau dicukur rambutnya pada hari ketujuh (Aqiqah), jemaah yang bertahallul disimbolkan kembali ke titik nol. Ia bersih dari noda dosa masa lalu dan siap melangkah kembali ke masyarakat dengan jiwa yang murni (fitrah).

4. Egalitarianisme (Persamaan Derajat)

Saat semua jemaah laki-laki mencukur rambutnya (terutama yang memilih gundul), identitas sosial mereka melebur. Tidak ada lagi perbedaan antara pejabat, orang kaya, atau rakyat biasa. Semuanya tampak sama di hadapan Allah, menekankan bahwa kemuliaan hanya diukur dari ketakwaan, bukan penampilan.

5. Cahaya di Akhirat

Berdasarkan doa yang dibaca, setiap helai rambut yang jatuh diharapkan menjadi saksi di hari kiamat. Secara simbolis, helai-helai rambut tersebut akan berubah menjadi nur (cahaya) yang menerangi jalan jemaah di tengah kegelapan hari akhir, sebagai balasan atas ketaataan melaksanakan perintah di tanah suci.

6. Optimisme

Rambut yang dipotong akan tumbuh kembali. Hal ini melambangkan harapan jemaah bahwa sepulangnya dari haji, akan "tumbuh" amal ibadah dan akhlak yang lebih segar, lebih kuat, dan lebih berkualitas dibandingkan sebelum ia berangkat.

7. Pelepasan Ego Duniawi

Memotong rambut adalah latihan melepaskan keterikatan pada materi. Jemaah diajarkan bahwa segala sesuatu yang melekat pada tubuhnya hanyalah titipan, dan keberanian untuk "membuangnya" demi perintah agama melatih jiwa agar tidak serakah terhadap urusan dunia.

8. Keseimbangan Hukum dan Hakikat

Tahallul mengajarkan bahwa dalam hidup ada batasan (ihram) dan ada kelonggaran (tahallul). Ini adalah pendidikan disiplin agar jemaah selalu bergerak sesuai aturan Allah, tahu kapan harus menahan diri dari syahwat dan tahu kapan boleh menikmatinya dengan penuh rasa syukur.

Hukum dan Ketentuan Tahallul

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipahami mengenai hukum dan ketentuan tahallul.

1. Hukum Tahallul

Tahallul merupakan rukun dalam ibadah haji dan umrah. Tanpa tahallul, rangkaian ibadah tersebut dianggap tidak sah dan larangan ihram tetap berlaku. 

2. Ketentuan Mencukur

Bagi laki-laki, lebih utama (afdhal) mencukur gundul (halq), sedangkan bagi wanita cukup memotong sebagian rambut sepanjang ujung jari.

3. Waktu Pelaksanaan

Tahallul dilakukan setelah jemaah menyelesaikan rangkaian sa'i (dalam umrah) atau setelah melempar Jumrah Aqabah dan menyembelih dam (dalam haji).

Tata Cara Tahallul dalam Haji

Ada dua tahapan tahallul dalam ibadah haji:

Tahallul Awwal (Pertama)

  • Waktu: Dilakukan setelah jemaah melaksanakan dua dari tiga pekerjaan (Melontar Jumrah Aqabah, Menyembelih Dam/Kurban, atau Tawaf Ifadah & Sa'i). Umumnya dilakukan setelah melontar Jumrah Aqabah di tanggal 10 Zulhijjah.
  • Cara: Memotong atau mencukur rambut.
  • Jemaah boleh berganti pakaian biasa dan terbebas dari larangan ihram, kecuali hubungan suami istri.

Tahallul Tsani (Kedua):

  • Waktu: Dilakukan setelah jemaah menyelesaikan ketiga pekerjaan utama (Melontar Jumrah Aqabah, Tawaf Ifadah & Sa'i).
  • Seluruh larangan ihram gugur sepenuhnya, termasuk hubungan suami istri.

Adab Tahallul

Selain tata cara, adab dalam melaksanakan tahallul juga penting diperhatikan.

Posisi: Disunnahkan menghadap kiblat.

Teknis: Mencukur dimulai dari bagian kepala sebelah kanan terlebih dahulu.

Doa: Membaca doa syukur setelah selesai menggunting:

Allāhummaj‘al likulli sya‘ratin nūran yaumal qiyāmah.

("Ya Allah, jadikanlah untuk setiap helai rambut ini cahaya pada hari kiamat nanti.")

Catatan penting: Jemaah yang rambutnya botak tetap disunnahkan untuk melewatkan alat cukur (pisau cukur) di atas kulit kepalanya sebagai simbolisasi menjalankan rukun tahallul.

Hikmah Tahallul

Ada hikmah mendalam dari sudut spiritual dan psikologi bagi seorang jemaah dalam prosesi tahallul.

1. Simbol Pembersihan Diri dan Taubat

Tahallul melambangkan pembersihan diri daripada segala fikiran buruk, sifat mazmumah (tercela), dan dosa-dosa yang dilakukan di masa lalu. Memotong rambut diibaratkan seperti membuang bebanan dosa dan memulakan hidup yang baharu dalam keadaan suci (fitrah) setelah selesai melaksanakan rukun haji atau umrah.

2. Tanda Kepatuhan dan Ketundukan Mutlak

Rambut sering dianggap sebagai "mahkota" atau simbol keindahan manusia. Dengan mencukur atau memotong rambut atas perintah Allah, jemaah menunjukkan rasa rendah diri (tawadhu) dan ketundukan total kepada Pencipta. Ia merupakan bukti bahawa jemaah sanggup menanggalkan perhiasan duniawi demi meraih keredaan Allah SWT.

3. Kelahiran Semula

Ramai ulama (termasuk Imam Ghazali dalam buku rujukan anda) menjelaskan bahawa tahallul adalah simbolik kepada kelahiran semula. Seperti bayi yang dilahirkan bersih tanpa sebarang rambut atau dosa, jemaah yang bertahallul diharapkan kembali kepada masyarakat dengan jiwa yang bersih dan semangat baru untuk berbakti.

4. Manifestasi Kesyukuran

Tahallul adalah tanda syukur kerana telah berjaya menyelesaikan rangkaian ibadah yang berat. Melalui doa yang dibaca semasa tahallul (memohon cahaya pada hari kiamat), jemaah menzahirkan harapan agar setiap pengorbanan yang dilakukan di Tanah Suci diterima dan menjadi nur (cahaya) yang membimbing mereka di akhirat kelak.

5. Penghapusan Sifat Sombong

Tindakan mencukur kepala (terutama bagi lelaki yang mencukur gundul) menghapuskan jurang perbezaan darjat dan status sosial. Di hadapan Allah, semua jemaah adalah sama—sama-sama mencukur rambut dan sama-sama mengharap rahmat-Nya, sekaligus menanamkan rasa persaudaraan dan kesamarataan dalam kalangan umat Islam.

6. Pintu Menuju Kehalalan

Secara syariat, tahallul merupakan "kunci" yang membolehkan jemaah kembali melakukan perkara-perkara yang diharamkan semasa dalam ihram. Ini mendidik jemaah tentang disiplin; bahawa ada masanya kita perlu menahan diri (ihram) dan ada masanya kita menikmati kurniaan Allah (tahallul) dengan penuh rasa tanggungjawab.

People Also Ask:

Apa yang dilakukan setelah melakukan tahallul?

Setelah tahallul, semua larangan ihram menjadi halal kembali, di antaranya: Memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki). Menggunakan wewangian. Memotong kuku dan rambut.

Apa yang dibaca saat tahallul?

Membaca Doa Ketika Melakukan Tahallul

Allaahumma haadzihi naadhiati fa taqabbal minni waghfir dzunuu bi, allaahummaghfir lil muhalliqqin wal maqshuuriin yaa waasi'al maghfirah, allaahummatsbut lii bikulli sya'ratin hasanatan wamhu'anni bihaaa sayi atan warfa'lii bihaa 'indaka darajah.

Apa hikmah dari tahallul?

Hikmah tahallul adalah simbol pembersihan diri, pembebasan dari larangan ihram, dan komitmen untuk memulai lembaran baru yang lebih baik, melambangkan kerendahan hati, kesetaraan, serta kesempatan introspeksi dan perbaikan diri untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji/umrah, menjadi penutup spiritual yang sempurna.

Apa makna dari tahallul?

Sebagian jamaah haji Indonesia melakukan tahalul awal usai ...Tahallul adalah proses mencukur atau memendekkan rambut kepala sebagai tanda telah selesainya rangkaian ibadah haji atau umrah, yang berarti jamaah keluar dari larangan-larangan ihram dan kembali ke keadaan halal (diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang). Ini adalah salah satu rukun wajib, dan tanpa tahallul, ibadah haji/umrah tidak dianggap sah.

Apakah setelah tahallul harus botak?

Nggak harus, kok! Tahalul merupakan salah satu bagian penting dalam ibadah haji dan umroh. Tahallul dilakukan dengan cara memotong atau mencukur rambut sebagai tanda berakhirnya ihram. Secara syariat, mencukur habis rambut hingga botak tidak diwajibkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |