Dzikir setelah Sholat Dhuha Memohon Kelapangan Rezeki dan Doanya, Jaminan Kecukupan

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Waktu Dhuha merupakan waktu yang sangat istimewa dalam Islam, bahkan Allah SWT bersumpah atas nama waktu tersebut dalam Al-Qur'an. Dzikir setelah sholat dhuha memohon kelapangan rezeki menjadi wasilah terbukanya jalan penghidupan untuk yang konsisten mengamalkannya.

Dalam jurnal Studi Waktu Dhuha dalam Perspektif Fiqih dan Hisab Ilmu Falak, oleh Abd. Karim Faiz dkk., disebutkan beberapa dalil kuat mengenai keutamaan Shalat Dhuha yang berkaitan erat dengan konsep pemenuhan kebutuhan hidup dan sedekah. Hadits dari Abu Darda’ dan Abu Dzar r.a., Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah SWT (Hadits Qudsi), bahwa Allah SWT menjamin rezeki anak adam.

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I’anatut Thalibin menjelaskan keberkatan rezeki melalui wasilah doa, dzikir dan konsistensi sholat Dhuha tidak hanya diukur pada jumlah material, tetapi juga pada ketenangan jiwa dan kemudahan dalam menjalankan ketaatan.

Dzikir setelah sholat dhuha memohon kelapangan rezeki

Seperti dalam buku "Berkah Shalat Dhuha", Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

"Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat." (H.R. Muslim dari Abu Dzar)

Sebelum mengetahui bacaan doa, dzikir juga sangat dianjurkan dibaca setelah sholat dhuha. Dzikir dan doa setelah dhuha akan menambah kesempurnaan ibadah sunnah yang satu ini. 

1. Membaca Istighfar Sebanyak 33 Kali

Astaghfirullaahal ‘adziim.

Artinya: “Ampunilah aku Ya Allah, Dzat Yang Maha Agung."

2. Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali.

3. Membaca Surat Al-Falaq sebanyak 3 kali.

4. Membaca Surat An-Naas sebanyak 3 kali.

5. Membaca Tasbih Sebanyak 33 Kali

7. Subhanallah

Artinya: “Maha Suci Allah."

8. Membaca Tahmid Sebanyak 33 Kali

Alhamdulillah

Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah."

9. Membaca Takbir Sebanyak 33 Kali

Allaahu akbar

Artinya: “Allah Dzat yang Maha Besar."

10. Membaca Tahlil

Laa ilaaha illallaahu.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah."

Doa Setelah Dhuha

Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW setelah selesai menjalankan sholat dhuha. Sehingga dalam kitab-kitab fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa setelah dhuha.

Mengutip dari "Buku Kumpulan Doa Sehari-Hari", Kementerian Agama RI tahun 2013, terdapat satu doa setelah dhuha yang populer dipanjatkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Doa ini bukanlah berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa ini dicantumkan oleh Asy-Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

للّٰهُمَّ اِ نَّ الضُّحَآ ءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاء َ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ و َالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَ الْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ و َالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَاَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ ر ِزْقِى فِى ا لسَّمَآءِ فَ أَنْزِلْهُ و َاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْض ِ فَأَخْرِجْ هُ وَاِنْ كَ انَ مُعَسَّر ًا فَيَسِّرْ هُ وَاِنْ كَ انَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَان َ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَ اءِكَ وَبَهَ اءِكَ وَجَمَ الِكَ وَقُوَ ّتِكَ وَقُدْ رَتِكَ آتِنِ ىْ مَآاَتَيْ تَ عِبَادَكَ الصَّالِحِي ْنَ

Latin: Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka.

Artinya: Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Keutamaan Shalat Dhuha dan Kecukupan Rezeki

Dalam jurnal penelitian Abd. Karim Faiz dkk., disebutkan beberapa dalil kuat mengenai keutamaan Shalat Dhuha yang berkaitan erat dengan konsep pemenuhan kebutuhan hidup dan sedekah:

1. Jaminan Kecukupan dari Allah

Berdasarkan hadits dari Abu Darda’ dan Abu Dzar r.a., Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah SWT (Hadits Qudsi): "Wahai anak Adam, ruku'lah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku akan mencukupimu di akhir siang" . Para ulama memahami "mencukupi" di sini sebagai perlindungan dan pemenuhan kebutuhan, termasuk rezeki.

2. Pengganti Sedekah Seluruh Tubuh

Setiap ruas anggota tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dua rakaat Shalat Dhuha mampu menggantikan semua kewajiban sedekah tersebut (tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan amar ma'ruf nahi munkar) .

3. Pahala Haji dan Umrah

Seseorang yang duduk berdzikir kepada Allah setelah Shalat Subuh berjamaah hingga matahari terbit, lalu melaksanakan Shalat Dhuha dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna .

Waktu Pelaksanaan Menurut Ulama Fiqih

Penentuan waktu Dhuha sangat krusial agar ibadah dan dzikir yang dilakukan sah dan sesuai sunnah. Para ulama madzhab memiliki pandangan masing-masing mengenai awal waktu ini:

  • Madzhab Hanafi: Dimulai saat matahari naik hingga sebelum matahari tergelincir (istiwa).
  • Madzhab Maliki: Dimulai saat matahari memutih dan hilangnya warna kemerah-merahan.
  • Madzhab Syafi'i: Dimulai sejak matahari naik (pendapat mu'tamad), namun Imam Nawawi menyebutkan boleh dimulai sejak terbit matahari meski disunnahkan menunggu hingga matahari naik lebih tinggi.
  • Madzhab Hambali: Menekankan waktu saat matahari mulai panas menyengat, yang disebut sebagai waktu Awwabin (orang-orang yang bertaubat), yaitu ketika anak unta mulai merasakan panasnya pasir.

Penentuan Waktu Dhuha Berdasarkan Hisab Ilmu Falak

Secara astronomis, penelitian ini memberikan rumusan matematis yang pasti untuk menentukan awal waktu Dhuha agar umat Islam dapat berdzikir dan berdoa pada waktu yang tepat:

  • Awal Waktu: Dihitung dari kondisi matahari setinggi "sepenggalah" atau sekitar 3,5 derajat di atas ufuk timur.
  • Kalkulasi Waktu: Secara teknis, awal waktu Dhuha dimulai 18 menit setelah matahari terbit (Syuruq). Angka ini didapat dari perhitungan tinggi matahari (14 menit) ditambah dengan nilai ihtiyaat (pengaman) sebanyak 2 menit dan selisih waktu terbit astronomis.
  • Akhir Waktu: Berakhir menjelang masuknya waktu Dzuhur. Namun, untuk menghindari waktu haram (saat matahari tepat di atas kepala), disarankan untuk mengakhiri shalat dan dzikir sekitar 4 menit sebelum masuk waktu Dzuhur.

People also Ask:

Zikir apa yang dibaca setelah sholat dhuha?

3 Doa Setelah Sholat Dhuha Latin dan ArtinyaSetelah sholat Dhuha, bacaan dzikir dan doa yang dianjurkan mencakup istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta doa-doa khusus seperti "Allahummaghfirli watub 'alayya innaka antat tawwabur rahimm" (100x) untuk memohon ampunan dan tobat, serta doa memohon rezeki dan perlindungan dari fitnah, seperti doa "Allahumma inna duha duha Uka..."

Sholat dhuha untuk memperlancar rezeki jam berapa?

Sholat Dhuha untuk rezeki bisa dikerjakan kapan saja setelah matahari terbit hingga menjelang Zuhur (sekitar pukul 06.30 - 11.00 pagi), namun waktu terbaik (paling utama) adalah saat matahari sudah cukup tinggi, yaitu sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 pagi, ketika sinar matahari sudah mulai terasa panas (seperti anak unta kepanasan), karena pada waktu inilah pahalanya sangat besar untuk membuka pintu rezeki dan keberkahan.

Apa yang dilakukan Rasulullah setelah sholat dhuha?

“Rasulullah saw melaksanakan salat Duha, kemudian beliau mengucapkan; 'Allohummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohimu. ' Beliau mengucapkan kalimat tersebut hingga 100x. Amalan membaca istigfar setelah Shalat Dhuha memberikan banyak manfaat bagi seorang Muslim.

Apa amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan di waktu dhuha?

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha (pagi hari) ketika matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbitnya hingga menjelang dzuhur.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |