Liputan6.com, Jakarta - Hadist tentang sabar menghadapi ujian hidup sehari-hari menjadi penguat bahwa dalam dinamika kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari tantangan dan ujian. Interaksi sosial, kesalahpahaman, hingga musibah pribadi sering kali menguras emosi dan mental.
Islam menawarkan solusi melalui konsep Sabar. Sabar bukan sekadar pasrah, melainkan sebuah kekuatan mental dan spiritual untuk menahan diri demi mencapai tujuan yang mulia.
Merujuk jurnal Sabar ala Rasulullah dan Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-Hari oleh Siti Mulazamah dkk, Rasulullah SAW hadir sebagai suri teladan sempurna, menampilkan ketabahan luar biasa meski menghadapi ujian terberat dalam misi dakwahnya. Sabar menjadi kekuatan spiritual untuk menemukan makna hidup yang sesungguhnya.
Berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai tiga hadis utama tentang sabar dan penjelasannya oleh para ulama dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Hadis Sabar Sebagai Pondasi Keimanan
Sabar memiliki kedudukan yang sangat penting dalam struktur keimanan seorang muslim. Tanpa kesabaran, keimanan seseorang dianggap rapuh dan tidak sempurna. Hal ini ditegaskan dalam sebuah riwayat dari sahabat Ali bin Abi Thalib.
عن علي، قال: الصبر من الإيمان بمنزلة الرأس من الجسد من لا صبر له لا إيمان له
Artinya: "Dari Ali karramallahu wajhah, ia berkata: 'Sabar itu sebagian dari iman, seperti kedudukan kepala pada tubuh, siapa yang tidak sabar maka tidak ada iman.'"
Hadis (atsar) ini memberikan analogi yang sangat kuat: sabar adalah "kepala" dari "tubuh" iman. Sebagaimana tubuh tidak dapat hidup tanpa kepala, iman tidak akan berfungsi tanpa kesabaran.
Memperkuat pemahaman ini, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mendefinisikan sabar sebagai kemampuan menahan diri dari tiga hal utama:
- Menahan diri dari rasa gelisah, cemas, dan amarah.
- Menahan lidah dari keluh kesah.
- Menahan anggota tubuh dari kekacauan (tindakan yang tidak terkendali).
Kesabaran adalah wujud konsistensi diri (istikamah) dalam memegang prinsip, baik saat menghadapi sakit maupun musibah, semata-mata karena Allah SWT.
2. Hadis Paradigma "Win-Win Solution" bagi Orang Beriman
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kehidupan seorang mukmin selalu bernilai positif, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Ini adalah mentalitas unik yang hanya dimiliki oleh mereka yang bersabar dan bersyukur.
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya: "Sungguh menakjubkan perkara orang beriman karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan ia bersyukur karena ia mengetahui bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena ia mengetahui hal tersebut baik baginya." (HR. Muslim no. 2999)
Hadis ini mengajarkan manajemen emosi dan persepsi. Krisis dan kesulitan digambarkan laksana kegelapan, sementara sabar adalah cahaya (dhiya) yang menuntun manusia keluar darinya.
Abu Thalib al-Makky menjelaskan bahwa penyebab utama runtuhnya kesabaran adalah lemahnya keyakinan akan adanya balasan. Beliau menekankan pentingnya menanamkan keyakinan (mindset) bahwa:
- Ada balasan baik bagi orang yang bersabar.
- Ada kemudahan setelah kesusahan.
- Janji Allah adalah sebuah kepastian.
Dengan memperkuat keyakinan ala Abu Thalib al-Makky ini, seorang mukmin bisa memandang musibah sebagai ladang pahala, sehingga ia tetap tenang seperti yang digambarkan dalam hadis di atas.
3. Hadis Larangan Berputus Asa dan Menginginkan Kematian
Puncak dari ketidaksabaran adalah keputusasaan hingga menginginkan kematian saat menghadapi tekanan hidup yang berat. Rasulullah SAW melarang keras sikap mental yang lemah ini.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي
Artinya: "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.'" (HR. Bukhari Muslim).
Hadis ini mengajarkan resiliensi (daya lenting). Sabar berarti bertahan dan tidak menyerah pada keadaan, apalagi sampai bunuh diri atau mengharap mati. Solusinya adalah menyerahkan hasil akhir (tawakal) kepada Allah melalui doa, bukan lari dari kenyataan.
ontoh nyata implementasi hadis ini melalui kisah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah oleh Ibnu Qayyim. Ketika dipenjara di Benteng (Qal'ah) dan menghadapi tekanan luar biasa yang bisa membuat orang biasa putus asa, beliau justru berkata dengan tenang:
"Apa gerangan yang akan diperbuat musuh-musuhku! Surga dan kebunku berada di dadaku... Jika mereka membunuhku, maka kematianku adalah syahid. Jika mereka mengasingkanku, maka pengasingan bagiku merupakan kesempatan untuk santai (wisata). Jika mereka memenjarakanku, maka penjara bagiku laksana tempat khalwat-ku (menyepi bersama Tuhan)."
Murid beliau, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, memberikan kesaksian: "Demi ilmu Allah, aku tidak melihat seorang pun yang lebih enak dan santai kehidupannya dari sang Imam... Meskipun ia ditahan dan diancam, ia tetap orang yang paling lapang dadanya dan paling gembira jiwanya.".
Contoh Implementasi Sabar dalam Menghadapi Ujian Sehari-hari
Berikut adalah tiga implementasi nyata dari hadis-hadis sabar untuk menghadapi ujian hidup:
1. Manajemen Emosi dan Lisan (Self-Restraint)
Mengimplementasikan hadis tentang "sabar sebagai kepala dari tubuh iman" (Atsar Ali bin Abi Thalib), seorang muslim harus mempraktikkan sabar dengan menahan tiga hal, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:
- Menahan hati dari perasaan marah, gelisah, atau tidak terima terhadap takdir.
- Menahan lisan dari keluh kesah, umpatan, atau kata-kata buruk saat tertimpa masalah.
- Menahan anggota tubuh dari tindakan destruktif (seperti memukul, merusak barang, atau menyakiti diri sendiri).
Saat menghadapi kegagalan atau musibah, langkah pertama adalah diam dan menenangkan diri, bukan meluapkan emosi di media sosial atau kepada orang lain.
2. Membangun Pola Pikir "Selalu Untung" (Positive Mindset)
Mengimplementasikan hadis "Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin" (HR. Muslim), seseorang harus melatih pikiran untuk melihat segala situasi sebagai kebaikan.
Jika mendapat nikmat, ia bersyukur (untung pahala syukur).Jika mendapat musibah, ia bersabar (untung pahala sabar).
Tidak memandang masalah sebagai "hukuman" atau "kesialan", melainkan sebagai ladang pahala atau cara Allah menaikkan derajat. Ini menciptakan ketenangan batin karena yakin bahwa ujung dari setiap kejadian bagi orang beriman adalah kebaikan.
3. Mengganti Keputusasaan dengan Doa Penyerahan (Spiritual Resilience)
Mengimplementasikan hadis larangan mengharapkan kematian (HR. Bukhari Muslim), seorang muslim dilarang menyerah atau berpikir untuk mengakhiri hidup saat tekanan terasa sangat berat.
Sebagai gantinya, rasa putus asa dialihkan menjadi doa penyerahan diri (Tawakkal): "Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu lebih baik bagiku..."
Tetap bertahan hidup dan berikhtiar, sambil menyerahkan hasil akhirnya kepada ilmu Allah. Seperti contoh Ibnu Taimiyyah yang tetap bahagia dan produktif menulis meski dipenjara, karena ia menyerahkan situasi dirinya sepenuhnya kepada Allah, bukan kepada keadaan penjara.
Hikmah Sabar Menghadapi Ujian Hidup
Berdasarkan ulasan jurnal Sabar ala Rasulullah dan Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-Hari karya Siti Mulazamah dkk., berikut adalah hikmah yang didapatkan seorang muslim ketika bersabar menghadapi ujian hidup:
1. Menemukan Makna Hidup yang Sesungguhnya
Sabar bukan sekadar menahan diri, tetapi sebuah proses kontemplasi. Dengan bersabar, seseorang dapat melihat hikmah di balik peristiwa, sehingga hidup terasa lebih bermakna dan terarah, tidak sekadar mengeluh atas keadaan.
2. Mendapatkan Kebaikan di Segala Situasi
Sebagaimana hadis riwayat Muslim, sabar mengubah musibah menjadi ladang pahala. Hikmahnya, seorang mukmin tidak pernah "rugi"; saat lapang ia bersyukur (dapat pahala), dan saat sempit ia bersabar (juga dapat pahala).
3. Menyempurnakan Keimanan
Mengacu pada perkataan Ali bin Abi Thalib, hikmah sabar adalah validasi iman seseorang. Iman tanpa sabar ibarat tubuh tanpa kepala; tidak akan berfungsi sempurna. Sabar membuktikan kualitas tauhid seseorang kepada Allah SWT.
4. Meraih Ketenangan Batin (Inner Peace)
Belajar dari kisah Ibnu Taimiyyah, sabar memberikan ketenangan luar biasa meski fisik terkurung atau tersakiti. Hati orang yang sabar menjadi lapang, mampu mengubah tekanan (seperti penjara) menjadi sarana mendekatkan diri (khalwat) kepada Sang Pencipta.
5. Mencegah Keputusasaan Sabar
menjadi benteng mental yang mencegah seseorang dari tindakan nekat, seperti mengharapkan kematian atau bunuh diri. Hikmahnya, seseorang menjadi pribadi yang tangguh (resilien) dan optimis bahwa pertolongan Allah pasti datang.
People Also Ask:
Apa hadist tentang sabar?
Hadis tentang sabar menekankan bahwa sabar adalah sifat mulia orang mukmin, menjadi cahaya saat musibah, dan tanda keimanan sejati, di mana segala kesulitan akan dihapus dosanya dan ditingkatkan derajatnya, terutama saat ujian pertama kali datang. Sabar melatih jiwa untuk tenang, tidak mengeluh, dan menerima takdir Allah, dengan pahala besar bagi mereka yang mampu mengendalikan diri dan tidak berkeluh kesah.
Apa yang dikatakan Hadits tentang kesabaran dalam bahasa Inggris?
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Ketahuilah bahwa kesabaran adalah ujian pertama ketika suatu musibah menimpa .” Dalam Hadits ini, Nabi mengingatkan kita bahwa kesabaran pertama kali diuji ketika kita menghadapi musibah. Ini adalah saat yang krusial untuk bersabar dan menghadapinya dengan hati yang tulus.
Apakah Allah menyukai orang yang sabar?
Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang sabar. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang sabar.”
Qs apa yang menjelaskan tentang sabar?
Al-Qur'an memiliki banyak ayat tentang sabar, di antaranya QS. Al-Baqarah: 153 yang menegaskan sabar dan shalat sebagai penolong karena Allah bersama orang yang sabar, QS. Ali 'Imran: 200 yang memerintahkan untuk menguatkan kesabaran dan bertakwa, serta QS. Luqman: 31 yang menyebutkan bahwa hanya orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur yang bisa melihat tanda kebesaran Allah. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa sabar adalah kunci pertolongan, kekuatan, dan keberuntungan dari Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082627/original/054307600_1736234976-1736231853819_apa-itu-nisfu-syaban.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975448/original/020264400_1729564664-nisfu-syaban-adalah.jpg)





























