Hikmah Isra Miraj dalam Menjaga Konsistensi Ibadah Umat Islam

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Hikmah isra miraj dalam menjaga konsistensi ibadah menjadi pesan utama dari salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, karena dari sanalah lahir kewajiban sholat yang menjadi fondasi keimanan umat Muslim. Isra Miraj tidak hanya merekam perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menggambarkan perjalanan spiritual yang menuntun umat Islam agar tetap istiqamah dalam beribadah. Konsistensi ibadah menjadi benang merah yang menghubungkan makna sejarah, spiritualitas, dan praktik kehidupan sehari-hari.

Hikmah isra miraj dalam menjaga konsistensi ibadah juga menegaskan bahwa ibadah tidak boleh bersifat musiman atau bergantung pada suasana hati. Peristiwa ini terjadi di masa penuh tekanan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, namun justru di saat itulah Allah SWT menghadiahkan sholat sebagai penopang ruhani. Dari sini umat Islam belajar bahwa ibadah adalah sumber kekuatan, bukan beban yang melemahkan.

Isra Miraj berasal dari dua kata, yaitu isra yang berarti perjalanan malam dan miraj yang bermakna naik atau tangga menuju tempat yang tinggi. Secara istilah, Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik menghadap Allah SWT hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menegaskan hubungan langsung antara ketaatan seorang hamba dan kedekatannya dengan Sang Pencipta.

Isra Miraj merupakan peristiwa agung yang sarat nilai pendidikan iman dan ibadah. Umat Islam tidak hanya diajak untuk mengenangnya, tetapi juga memetik pelajaran yang relevan sepanjang zaman. Dari sinilah lahir berbagai hikmah yang membimbing umat Islam menjaga konsistensi ibadah.

Landasan Al-Qur’an dalam Peristiwa Isra Miraj

Allah SWT menegaskan kebenaran Isra Miraj dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1 sebagai bukti kebesaran-Nya. Ayat ini menjadi dasar keyakinan bahwa peristiwa tersebut adalah kehendak Allah, bukan sekadar kisah simbolik. Keimanan menjadi syarat utama untuk menerima kebenaran ini secara utuh.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Subḥānallażī asrā bi‘abdihī laylan minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr.

Artinya: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Isra Miraj adalah tanda kebesaran Allah yang melampaui batas logika manusia. Keimanan yang kokoh akan melahirkan ketaatan yang konsisten. Dari sinilah konsistensi ibadah bermula.

Hikmah pertama dari Isra Miraj adalah ujian keimanan, karena tidak semua orang mampu menerima peristiwa ini dengan akal semata. Orang beriman akan semakin teguh, sementara yang ragu akan semakin goyah. Konsistensi ibadah lahir dari iman yang mampu bertahan dalam ujian.

Kemuliaan Nabi dan Keteladanan Ibadah

Hikmah kedua adalah kemuliaan Nabi Muhammad SAW, karena hanya beliau yang diberi kehormatan menghadap Allah SWT secara langsung. Kemuliaan ini menunjukkan kedudukan sholat sebagai ibadah istimewa. Umat Islam diajak meneladani ketaatan Nabi dalam menjalankan perintah Allah tanpa ragu.

Hikmah ketiga adalah penghibur di masa kesedihan, sebab Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW kehilangan orang-orang tercinta. Peristiwa ini mengajarkan bahwa ibadah adalah sumber ketenangan saat hati dilanda duka. Konsistensi ibadah menjadi jalan keluar dari tekanan batin.

Hikmah keempat adalah pentingnya menyampaikan kebenaran, meski berat dan tidak mudah diterima. Nabi Muhammad SAW tetap menyampaikan kisah Isra Miraj walau dicemooh. Dari sini umat Islam belajar tetap istiqamah dalam kebenaran dan ibadah.

Sholat sebagai Inti Konsistensi Ibadah

Hikmah kelima dari Isra Miraj adalah diwajibkannya sholat lima waktu sebagai ibadah utama. Sholat menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah tanpa perantara. Hal ini menegaskan urgensi menjaga sholat secara konsisten.

Hikmah keenam adalah disiplin waktu, karena sholat mengajarkan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi waktu sholat membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab. Inilah dampak nyata ibadah dalam kehidupan sosial.

Hikmah ketujuh adalah kedekatan spiritual dengan Allah, sebab sholat menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya. Ibadah yang konsisten menjaga hati tetap hidup dan tenang. Isra Miraj menunjukkan puncak kedekatan tersebut.

Ujian, Keyakinan, dan Istiqamah

Hikmah kedelapan adalah penguatan keyakinan terhadap hal gaib, yang dikenal sebagai peralihan dari ilmul yaqin menuju ainul yaqin. Nabi Muhammad SAW menyaksikan langsung tanda-tanda kebesaran Allah. Umat Islam diajak memperkuat iman meski tidak melihat secara langsung.

Hikmah kesembilan adalah pentingnya istiqamah, karena ibadah tidak cukup dilakukan sesekali. Isra Miraj menegaskan bahwa ibadah harus dijaga sepanjang hayat. Konsistensi menjadi bukti keimanan yang matang.

Hikmah kesepuluh adalah keseimbangan dunia dan akhirat, karena ibadah tidak menjauhkan manusia dari kehidupan sosial. Nabi Muhammad SAW setelah Isra Miraj justru semakin aktif membina umat. Ibadah yang konsisten melahirkan kepedulian sosial.

Dampak Sosial dari Konsistensi Ibadah

Hikmah kesebelas adalah pembentukan akhlak, sebab sholat yang terjaga akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi membentuk perilaku. Konsistensi ibadah melahirkan pribadi yang berakhlak mulia.

Hikmah kedua belas adalah persiapan kehidupan akhirat, karena Isra Miraj memperlihatkan balasan amal manusia. Peristiwa ini mengingatkan bahwa hidup tidak berhenti di dunia. Konsistensi ibadah menjadi bekal utama menuju akhirat.

Relevansi Isra Miraj Sepanjang Zaman

Hikmah Isra Miraj tetap relevan di tengah tantangan modern yang penuh distraksi. Ibadah sering kali terpinggirkan oleh kesibukan duniawi. Isra Miraj mengingatkan agar sholat dan ibadah tetap menjadi prioritas utama.

Momentum peringatan Isra Miraj seharusnya menjadi ajang evaluasi kualitas ibadah. Umat Islam diajak menilai kembali konsistensi sholat dan ibadah lainnya. Dari refleksi inilah perubahan positif dapat dimulai.

Hikmah isra miraj dalam menjaga konsistensi ibadah pada akhirnya menegaskan bahwa ibadah adalah kebutuhan ruhani yang tidak boleh ditunda. Konsistensi ibadah menjaga iman tetap hidup dan kuat. Dari Isra Miraj, umat Islam belajar bahwa kedekatan dengan Allah harus dipelihara setiap hari.

People Also Talk

1. Mengapa Isra Miraj penting bagi ibadah umat Islam?Karena dari peristiwa inilah sholat lima waktu diwajibkan secara langsung oleh Allah SWT.

2. Apa hikmah utama Isra Miraj bagi kehidupan sehari-hari?Menjaga konsistensi ibadah agar iman tetap kuat dalam berbagai kondisi.

3. Mengapa sholat disebut inti Isra Miraj?Karena sholat adalah ibadah utama yang menjadi penghubung langsung antara hamba dan Allah.

4. Bagaimana Isra Miraj mengajarkan istiqamah?Dengan menekankan ibadah rutin yang tidak bergantung pada suasana atau keadaan.

5. Apa relevansi Isra Miraj di era modern?Sebagai pengingat agar ibadah tetap menjadi prioritas di tengah kesibukan dan tantangan zaman.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |