Keutamaan Malam Isra Mikraj dan Maknanya bagi Umat Islam

3 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, ketika malam Isra Mikraj kembali hadir dalam kalender hijriah, banyak umat Islam yang teringat pada sebuah perjalanan yang tidak hanya menembus batas bumi, tetapi juga menembus langit dan alam yang tak terjangkau oleh logika manusia. Malam itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat.

Dalam riwayat-riwayat yang tersebar, kisah Isra Mikraj selalu membawa kekaguman tersendiri. Seorang manusia yang sebelumnya menghadapi tekanan dakwah di Makkah, tiba-tiba diberi pengalaman yang tak terbayangkan: bertemu para nabi, melihat surga dan neraka, hingga menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Lebih jauh lagi, malam Isra Mikraj mengajarkan umat Islam tentang betapa Allah selalu memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. Peristiwa ini terjadi ketika Nabi sedang berada pada masa-masa paling berat: ditinggal wafat Khadijah dan Abu Thalib, serta mendapat penolakan keras dari kaum Quraisy. Berikut ini Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Selasa (13/1/2026).

1. Isra Mikraj sebagai Mukjizat yang Menguatkan Iman

Salah satu keutamaan besar dari malam Isra Mikraj adalah bagaimana peristiwa ini menjadi penguat iman bagi mereka yang percaya. Bagi kaum beriman, menerima peristiwa yang melampaui batas ruang dan waktu itu bukanlah hal mustahil, sebab mereka memahami bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Keteguhan iman para sahabat, terutama Abu Bakar Ash-Shiddiq, menjadi salah satu pelajaran penting. Ketika sebagian orang menganggap cerita Nabi tidak masuk akal, Abu Bakar langsung menjawab bahwa jika Nabi yang mengatakannya, maka peristiwa itu pasti benar. Sikap ini bukan sekadar pembelaan, tetapi wujud keimanan yang kuat dan tanpa ragu pada nabi dan Tuhannya.

Dalam konteks kehidupan modern, keutamaan ini mengajarkan bahwa keimanan bukan hanya tentang hal-hal yang terlihat ataupun terukur. Banyak nilai-nilai spiritual yang tidak dapat dirasionalisasi, namun mampu memperkuat jiwa dan memberi arah hidup.

2. Penetapan Salat sebagai Ibadah Paling Agung

Keutamaan terbesar dari malam Isra Mikraj adalah ditetapkannya salat lima waktu. Berbeda dari perintah ibadah lainnya yang diturunkan melalui wahyu di bumi, salat diberi secara langsung ketika Nabi naik ke langit. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah salat dalam Islam.

Pada awalnya jumlah salat diwajibkan sebanyak lima puluh waktu, namun atas permintaan Nabi Musa AS, Nabi Muhammad SAW memohon agar diringankan hingga akhirnya menjadi lima waktu namun tetap mendapat pahala lima puluh waktu.

Salat tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas harian, tetapi sebagai jembatan komunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Di dalamnya ada ketenangan, ada permohonan, ada pengakuan, dan ada penyucian hati dari kesombongan. Ketika seorang Muslim bersujud, ia meletakkan seluruh keangkuhannya di tanah, mengakui bahwa dirinya hanya makhluk kecil di hadapan Sang Pencipta.

Hingga hari ini, banyak Muslim merasakan bahwa salat mampu meredakan keresahan dan menguatkan batin. Ketika masalah datang bertubi-tubi, salat menjadi tempat kembali yang tidak pernah mengecewakan. Itulah warisan terbesar dari Isra Mikraj: sebuah kewajiban yang pada akhirnya menjadi kebutuhan spiritual umat manusia.

3. Pelajaran Kesabaran dalam Menghadapi Ujian Hidup

Jika menelusuri konteks sejarahnya, Isra Mikraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW menghadapi masa-masa paling berat. Tahun itu dikenal sebagai “Amul Huzn” atau tahun kesedihan. Namun justru pada puncak kesedihan itulah Allah memberikan hiburan berupa perjalanan langit yang meneguhkan.

Kesabaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan. Orang yang sabar mampu melihat hidup dengan kaca mata yang lebih lapang, tidak mudah putus asa, dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan. Nabi memberi teladan bahwa ketika pintu bumi tertutup, pintu langit selalu terbuka bagi hamba yang berserah diri.

Peristiwa ini juga mengajarkan bahwa Allah selalu mengetahui keadaan hamba-Nya, sekalipun tidak ada yang mengeluh atau mengadu kepada siapa pun. Isra Mikraj bukan hanya menjadi hiburan bagi Nabi, tetapi juga penegasan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya.

4. Keutamaan Memperingati dan Merenungi Isra Mikraj

Meskipun tidak ada kewajiban syariat untuk memperingati malam Isra Mikraj dengan ritual tertentu, tidak sedikit umat Islam yang menjadikannya sebagai momen untuk memperdalam ilmu agama, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki diri. Kegiatan seperti ceramah, pembacaan sirah, hingga sekadar diskusi ringan di masjid atau rumah, menjadi sarana untuk menyebarkan hikmah peristiwa ini kepada generasi berikutnya.

Dalam momen seperti itu, banyak orang yang kembali mengenal sejarah Islam bukan hanya sebagai kumpulan cerita masa lalu, tetapi sebagai cermin untuk kehidupan hari ini. Isra Mikraj mengajarkan tentang kekuatan doa, urgensi salat, pentingnya kesabaran, dan keagungan iman. Semua itu bukan hanya nilai spiritual, tetapi bekal moral dalam menjalani kehidupan sosial.

People Also Ask

1. Apa itu Isra Mikraj?

Jawaban: Isra Mikraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), kemudian naik ke Sidratul Muntaha (Mikraj).

2. Kapan Isra Mikraj terjadi?

Jawaban: Isra Mikraj terjadi pada tanggal 27 Rajab dalam penanggalan hijriah.

3. Keutamaan apa yang paling dikenal dari peristiwa ini?

Jawaban: Keutamaan terbesar adalah turunnya perintah salat lima waktu.

4. Mengapa Isra Mikraj disebut mukjizat?

Jawaban: Karena peristiwa ini melampaui batas akal manusia dan terjadi atas kehendak Allah SWT.

5. Bagaimana cara memperingati Isra Mikraj?

Jawaban: Tidak ada cara khusus yang diwajibkan, namun banyak umat memperingatinya dengan belajar, berdzikir, dan meningkatkan ibadah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |