Kisah Rasulullah SAW Saat Isra Miraj, Lengkap 7 Hikmahnya

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj merupakan peristiwa maha dahsyat yang membuktikan kekuasaan Allah SWT melampaui nalar manusia. Perjalanan ini terjadi pada periode Makkah, tepatnya saat Rasulullah sedang mengalami fase kesedihan mendalam setelah wafatnya orang-orang tercinta.

Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang menjadi penghiburan langsung dari Sang Pencipta. Melalui peristiwa ini, umat Islam diperkenalkan pada kewajiban ibadah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama. Fenomena ini sekaligus menjadi ujian keimanan bagi penduduk Makkah kala itu untuk memisahkan antara mereka yang percaya pada mukjizat kenabian dan mereka yang ingkar.

Sejarah mencatat bahwa Isra Miraj tetap menjadi salah satu tonggak terpenting dalam perjalanan dakwah Islam hingga saat ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkap kisah dan hikmahnya, Rabu (14/1/2026).

Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj dimulai pada malam ke-27 Rajab ketika Malaikat Jibril mendatangi beliau untuk mensucikan hatinya dengan air zamzam. Setelah persiapan ruhani selesai, Rasulullah menunggangi Buraq, makhluk cahaya yang memiliki kecepatan luar biasa, untuk menempuh jarak ribuan kilometer dari Makkah menuju Baitul Maqdis di Palestina. Perjalanan yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan ini ditempuh hanya dalam waktu sekejap mata.

Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah sebagai imam bagi para nabi dan rasul terdahulu. Momen ini melambangkan bahwa Islam adalah penyempurna risalah-risalah sebelumnya dan menegaskan posisi Rasulullah sebagai pemimpin para nabi (Sayyidul Anbiya). Melansir dari Portal Resmi Kementerian Agama RI, keberadaan beliau di Palestina juga mempererat kaitan spiritual antara dua tempat suci umat Islam.

Setelah melaksanakan shalat, Rasulullah diberikan pilihan antara wadah berisi khamr dan susu oleh Malaikat Jibril. Tanpa ragu, beliau memilih susu, yang kemudian disebut oleh Jibril sebagai simbol fitrah kesucian. Pilihan ini merepresentasikan jalan lurus yang akan ditempuh oleh umat Muhammad SAW dalam menjaga kesucian iman dan amal perbuatan di masa depan.

Kenaikan Menuju Langit Ketujuh dan Sidratul Muntaha

Setelah menyelesaikan urusan di bumi, kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj berlanjut dengan kenaikan menuju langit dunia. Di setiap tingkatan langit, beliau bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh yang sedang bersandar di Baitul Makmur. Setiap pertemuan tersebut penuh dengan penghormatan dan pengakuan atas kenabian Muhammad SAW sebagai utusan terakhir.

Perjalanan terus menanjak hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak bisa dilewati oleh makhluk mana pun, bahkan oleh Malaikat Jibril sekalipun. Di tempat inilah Rasulullah menyaksikan keindahan luar biasa yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata manusia. Melansir dari Pusat Kajian Hadis, momen ini menjadi bukti kedekatan hamba dengan Khalik yang paling istimewa sepanjang sejarah penciptaan alam semesta.

Di puncak tertinggi ini, segala batasan ruang dan waktu sirna saat Rasulullah SAW menghadap Allah SWT. Pengalaman ini memberikan ketenangan batin yang luar biasa bagi beliau setelah melewati masa-masa sulit dalam berdakwah. Sidratul Muntaha menjadi saksi bisu bahwa di balik setiap kesulitan yang dihadapi hamba-Nya, Allah telah menyiapkan kemuliaan yang sangat tinggi.

Menerima Perintah Shalat dan Kembali ke Makkah

Puncak dari peristiwa ini adalah saat Allah SWT memberikan perintah langsung berupa kewajiban shalat. Awalnya, perintah tersebut berjumlah 50 waktu dalam sehari semalam bagi umat Islam. Namun, berdasarkan saran dari Nabi Musa AS yang merasa jumlah tersebut akan memberatkan umat manusia, Rasulullah SAW memohon keringanan kepada Allah secara berulang kali.

Melalui negosiasi yang penuh kasih sayang tersebut, jumlah shalat akhirnya ditetapkan menjadi lima waktu sehari semalam, namun dengan pahala yang setara dengan 50 waktu. Melansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), kemudahan ini menunjukkan sifat Rahman dan Rahim Allah kepada umat Muhammad SAW. Perintah shalat ini menjadi satu-satunya ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah di langit tanpa perantara Jibril.

Setelah menerima perintah agung tersebut, Rasulullah kembali ke Makkah sebelum fajar menyingsing untuk menyampaikan kabar tersebut kepada kaum Quraisy. Meskipun banyak yang mencemooh, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang membenarkan kejadian tersebut tanpa keraguan sedikit pun. Inilah penutup kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj yang menguji keteguhan iman setiap individu di masa awal Islam.

Hikmah Peristiwa Isra Miraj

1. Pentingnya Ibadah Shalat:

Peristiwa ini menegaskan bahwa shalat adalah inti dari penghambaan manusia karena diperintahkan langsung di Sidratul Muntaha. Hal ini menunjukkan bahwa shalat memiliki kedudukan paling mulia dibandingkan ibadah lainnya dalam Islam.

2. Penghiburan dari Allah (Tasliyah):

Isra Miraj terjadi setelah tahun kesedihan guna menguatkan mental Rasulullah sebelum fase hijrah ke Madinah. Melansir dari Universitas Islam Indonesia, Allah selalu memberikan jalan keluar dan kemuliaan bagi hamba-Nya yang bersabar.

3. Bukti Kekuasaan Allah Atas Alam Semesta:

Perjalanan lintas dimensi ini membuktikan bahwa hukum alam tunduk sepenuhnya pada kehendak Sang Pencipta. Manusia diajarkan untuk tidak hanya mengandalkan logika, tetapi juga mengedepankan iman pada hal-hal yang gaib.

4. Kedudukan Istimewa Masjidil Aqsa:

Terpilihnya Baitul Maqdis sebagai lokasi Isra menunjukkan bahwa tempat tersebut merupakan tanah suci yang penuh berkah bagi umat Islam. Hal ini mewajibkan setiap muslim untuk mencintai dan menjaga kehormatan masjid bersejarah tersebut.

5. Ujian Kejujuran dan Keimanan:

Reaksi masyarakat Makkah setelah kejadian tersebut berfungsi sebagai pemisah antara pengikut setia dan orang-orang munafik. Kepercayaan mutlak Abu Bakar mengajarkan bahwa kebenaran wahyu tidak butuh pembuktian sains untuk dipercayai.

6. Islam Sebagai Agama Fitrah:

Pilihan Rasulullah saat mengambil susu dibandingkan khamr menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjaga kesucian jiwa. Ajaran Islam selalu mengarahkan manusia pada kebaikan alami dan menjauhi segala hal yang merusak akal.

7. Kepemimpinan Rasulullah yang Universal:

Menjadi imam bagi para nabi di Masjidil Aqsa membuktikan bahwa syariat Nabi Muhammad SAW berlaku bagi seluruh umat manusia. Beliau adalah penutup para nabi yang membawa risalah rahmat bagi semesta alam.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Kapan terjadinya kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj?

Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.

Apa kendaraan yang digunakan dalam kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj?

Rasulullah menunggangi Buraq, makhluk yang memiliki kecepatan luar biasa melampaui kilat.

Ke mana tujuan utama dalam kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj?

Tujuannya adalah Masjidil Aqsa di Palestina dan Sidratul Muntaha di langit ketujuh.

Apa perintah utama yang diterima dalam kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj?

Perintah utama yang diterima adalah kewajiban melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari.

Siapa nabi yang ditemui di langit ketujuh dalam kisah Rasulullah SAW saat Isra Miraj?

Beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim AS yang sedang bersandar di Baitul Makmur.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |