Kumpulan Doa di Akhir Tahun Agar Diberi Keberkahan, Teks Arab Latin dan Artinya

1 month ago 49

Liputan6.com, Jakarta - Di penghujung tahun, umat Islam dianjurkan untuk merefleksikan perjalanan hidup selama setahun yang telah berlalu. Selain evaluasi diri (muhasabah), momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa, memohon ampunan, serta mengharap keberkahan di tahun yang akan datang.

Doa di akhir tahun agar diberi keberkahan menjadi sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengakui kekurangan, dan memperbarui tekad menjadi hamba yang lebih baik.

Doa diperintahkan Allah SWT sebagai bukti ketundukan dan pengakuan akan kelemahan diri sebagai hamba. Allah pun berjanji akan mengabulkannya, sebagaimana SWT berfirman dalam QS. Al-Mu'min: 60: ".. Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu..,".

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa doa adalah senjata spiritual orang beriman yang menghubungkan kelemahan manusia dengan kekuasaan Allah; melalui doa, seorang hamba mengakui ketergantungan mutlaknya kepada Sang Pencipta, sekaligus melatih kesabaran, harap, dan tawakal.

1. Doa Akhir Tahun

Merujuk buku Kumpulan Doa Sehari-Hari terbitan Kementerian Agama RI, ebook Doa Awal dan Akhir Tahun Yayasan Al-Bahjah, Kumpulan Doa Harian, Ponpes Darul Hikmah dan literatur klasik, berikut ini adakah doa akhir tahun penuh keberkahan, sebagai bentuk penyerahan diri, pengakuan dosa, dan harapan akan rahmat Ilahi.

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفِرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Bacaan Latin: Allahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat-taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatika. Fa innii istaghfartuka, faghfirlii wa maa'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits-tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim.

Terjemahan: "Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Engkau mampu menyiksaku, dan perbuatan dosa yang Engkau perintahkan untuk bertobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Ya Allah, aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Engkau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Engkau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Doa ini juga tercantum dalam Kitab Maslakul Akhyar, karya Usman bin Yahya al-‘Alawi.

2. Doa Akhir Tahun Penuh Keberkahan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ.اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُهُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.Allāhumma lakal-ḥamdu anta qayyāmus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna, wa lakal-ḥamdu laka mulkus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna.Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.Allāhumma mā ‘amiltu fī hādhihis-sanati mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa ḥalumta ‘alayya ba‘da qudratika ‘alā ‘uqūbatī wa da‘autanī ilat-taubati min ba‘di jarā’atī ‘alā ma‘ṣiyatik.Allāhumma innī astaghfiruka faghfir lī, wa mā ‘amiltuhu fīhā mimmā tardhāhu wa wa‘attanī ‘alaihits-tsawāba, fa as’alukallāhumma yā karīmu yā dzal-jalāli wal-ikrāmi an tataqabbalahu minnī wa lā taqṭa‘ rajā’ī minka yā karīm.Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Ya Allah, segala puji hanya milik-Mu, Engkaulah Penegak langit dan bumi beserta isinya. Segala puji bagi-Mu, milik-Mulah kerajaan langit dan bumi beserta isinya.Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.Ya Allah, apa pun yang telah aku kerjakan pada tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang, dan aku belum bertobat kepada-Mu, Engkau tidak ridha dengan perbuatan tersebut, dan Engkau pun tidak akan melupakannya. Namun Engkau tetap bersikap lembut kepadaku, padahal Engkau berkuasa untuk menyiksaku, dan Engkau menyeruku untuk bertobat setelah aku berani melakukan kemaksiatan kepada-Mu.Ya Allah, sungguh aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Dan apa pun yang telah aku kerjakan pada tahun ini dari hal-hal yang Engkau ridhai serta Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan, terimalah amalku itu dariku dan jangan Engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia.Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.

3. Doa Perlindungan dari Keburukan

Doa untuk mendapatkan perlindungan dari gangguan setan dan bantuan dalam menghadapi godaan dan kecenderungan jahat. Pun doa ini untuk memohon kepada-Nya agar diberikan kekuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

Latin: Allahumma anta al abadiyyul qadīm al awwal, wa ‘alā fadhlika al-‘azhīmi wujūdika al-mu’awwal. Wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. Nas’alukal ‘ishmata fīhi min asy-syaithāni wa auliyāihī wa junūdihī. Wal’auna ‘alā hādzhi al nafsil amāarati bis syūi, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfa. Yā dzal jalāli wal-ikrām, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ‘ālihi wa shahbihī wa sallam

Artinya; "Ya Allah, Engkau adalah Yang Abadi, Yang Pertama, Yang Maha Awal. Aku mengharapkan limpahan karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang layak digantungkan harapannya. Tahun baru telah tiba. Aku memohon kepada-Mu perlindungan dari setan dan pengikut-pengikutnya, serta pertolongan atas diri yang cenderung kepada keburukan. Aku berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Yang Maha Agung dan Maha Pemurah. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Amin."

Doa ini bersumber dari kitab Al Jami’ Al Kabir, Imam Jalaluddin As Suyuthi.

4. Doa Mohon Ampunan dan Dilindungi dari Kesalahan

Doa ini bersumber dari riwayat Imam Bukhari, memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah terjadi sepanjang tahun.

رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي كُلِّهِ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطَايَايَ وَعَمْدِي وَجَهْلِي وَهَزْلِي وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Rabbi ighfirlī khatiatī wa jahlī wa isrāfī fī amrī kullihi wa mā anta ‘alamu bihi minnī, allahumma ighfirlī khathayāya wa ‘amadī wa jahlī wa hazlī wa kulla dzalika ‘indī, allahumma ighfirlī mā qaddamtu wa mā akhartu wa mā asrartu wa mā ‘a’lantu anta almuqaddimu wa anta al muakhhiru wa anta ‘ala kulli syain qadīr.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan, dan perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang Engkau lebih mengetahui dari padaku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kemalasanku, kesengajaanku, kebodohanku, gelak tawaku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosa yang mendatang, dosa yang aku samarkan, dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku, Engkaulah yang mengajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan, serta Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

5. Doa Akhir Tahun Hadis Imam at Tirmidzi

Doa ini merupakan permohonan selamat dunia dan akhirat.

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

Latin: Allaahumma ahillahu ‘alainā bil yumni, wal īmāni, wa as salāmati, wal islāmi, rabbī wa rabbukaallahu hilālu ryusdii wa khairin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini bulan ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan,”

6. Doa Akhir Tahun

Doa yang bisa dibaca di akhir tahun selepas shalat Ashar.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ, اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أْن تُبَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ, اَللّٰهُمَّ نَقّنِي مِنْ الخَطَايَا, كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ, اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ, اَللّهُمَّ فِي آخِرِ السَنَةِ وَ وأولها وَجَّهْتُ وَجْهِىَ, اَللّهُمَّ إِنِّي أَشْهَدُكَ أَنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لَكَ يَا رَبِّ الْعَالَمِي

Latin: Subhānakallahumma wa bi hamdika wa tabāraka ismuka wa ta’āla jaddika wa lā ilaha ghairuka, allahumma innī asaluka an tabā’ide bainī wa baina khatāyāyā kamā bā’adta baina al Masyriki wa al maghrii, allahumma naqqinī mina alkhathāyā, kamā yunaqqa asyaubu alabyadu min addanasi, Allahumma agsil khathāyāya bil māi was salji wal baradi, allahumma fi akhiri as sanati wa awwalihā wajjahtu wajhiya ilaika, allahumma innī Asyhaduka anna shalātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī laka yā rabbal ‘ālamīna

Artinya; "Mahasuci Engkau, ya Allah. Segala puji bagi-Mu, dan maha suci nama-Mu. Engkau yang Maha Tinggi dan tiada Tuhan selain-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjauhkan antara diriku dengan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah diriku dari dosa-dosaku sebagaimana pakaian putih yang bersih dari noda. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun. Ya Allah, pada akhir tahun dan awal tahun, hadapkanlah wajahku hanya kepada-Mu. Ya Allah, aku bersaksi bahwa shalatku, ibadahku, kehidupanku, dan kematianku hanyalah untuk-Mu, wahai Rabb semesta alam."

7. Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa anā ‘abduka wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastaṭa‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya wa abū’u laka bidzambī faghfir lī fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku. Aku ini hamba-Mu dan aku terikat pada janji dan ikatan pada-Mu sejauh kemampuanku. Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku akui segala nikmat dari-Mu kepadaku dan aku akui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Hikmah Berdoa di Akhir Tahun Memohon Keberkahan

Berdoa di penghujung tahun memiliki dimensi spiritual, psikologis, dan sosial yang mendalam. Berikut adalah hikmah-hikmah utama dari berdoa akhir tahun:

1. Sebagai Bentuk Muhasabah (Evaluasi Diri)

Doa akhir tahun mendorong kita untuk merenung dan mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun. Dalam doa, kita mengakui kesalahan, kelalaian, dan dosa yang telah dilakukan.

2. Pengakuan Keterbatasan sebagai Hamba

Mengajarkan sikap tawadhu’ dan pengakuan bahwa manusia lemah, pelupa, dan butuh ampunan Allah. Menghindari sikap sombong (ujub) dan menguatkan ketergantungan hanya kepada Allah.

3. Pembersihan Spiritual

Dengan memohon ampun (istighfar), doa akhir tahun berfungsi sebagai “pembersihan jiwa” dari dosa-dosa yang menumpuk. Membuka tahun baru dengan hati yang lebih bersih, tenang, dan siap menerima keberkahan.

4. Penegasan Kembali Komitmen Iman

Doa akhir tahun sering diikuti doa awal tahun, yang menciptakan rantai ibadah berkesinambungan. Ini mengajarkan bahwa waktu adalah amanah yang harus diisi dengan ketaatan. Memperkuat niat untuk hidup lebih baik di tahun mendatang.

5. Menguatkan Hubungan dengan Allah

Doa adalah inti ibadah (HR. Tirmidzi). Doa akhir tahun mengajak kita lebih intim dengan Allah, mengadu, memohon, dan bersyukur. Menguatkan keimanan dan rasa dekat dengan Sang Pencipta.

6. Menyadari bahwa Waktu adalah Nikmat dan Ujian

Memotivasi untuk lebih produktif, bijak, dan tidak menunda-nunda amal baik.

7. Membentuk Pola Pikir Optimis dan Penuh Harap

Doa akhir tahun tidak hanya berisi penyesalan, tetapi juga harapan akan rahmat dan penerimaan amal. Ini mengajarkan sikap optimis (raja’) kepada Allah. Menghindari putus asa dan selalu yakin bahwa Allah Maha Pengampun.

8. Persiapan Menyambut Tahun Baru dengan Visi Ibadah

Doa akhir tahun adalah transisi spiritual yang mempersiapkan mental dan spiritual untuk tahun baru dengan tujuan lebih baik: lebih taat, lebih bermanfaat, lebih dekat kepada Allah. Menetapkan “spiritual resolution” yang lebih kuat daripada sekadar resolusi duniawi.

9. Mengajarkan Sikap Syukur

Dalam doa, kita juga mengucap syukur atas nikmat hidup, kesehatan, dan kesempatan hingga detik terakhir di tahun yang lama.

People also Ask:

Doa apa saja untuk akhir tahun?

Doa Akhir Tahun:

(Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana abduka, wa ana 'ala ahdika wa wa'dika ma istata'tu, a'udzu bika min sharri ma sana'tu, abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u bidzanbi faghfir li fa innahu la yaghfirudh-dzunuba illa anta.)

Apa yang sebaiknya kita doakan di akhir tahun?

SYUKUR, PUJIAN & PENYEMBAHAN

Bersyukurlah kepada-Nya atas kesetiaan-Nya pada firman-Nya kepada Anda dan keluarga Anda . Bersyukurlah kepada Tuhan karena telah menyelamatkan Anda dari segala bentuk rasa malu dan kesedihan. Bersyukurlah kepada Tuhan karena telah menolong Anda. Luangkan waktu sejenak untuk bersyukur kepada-Nya atas hal-hal spesifik yang telah Tuhan lakukan untuk Anda tahun ini.

Doa agar berkah dan selamat?

Allahumma inni as'aluka al-'afwa wal-'afiyata fid-dunya wal-akhirah. Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.” Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap hari, terutama setelah shalat fardhu.

Doa akhir tahun dibaca jam berapa?

Waktu paling utama membaca doa akhir tahun, yaitu pada petang hari tersebut, setelah waktu salat Ashar sampai sebelum Magrib. Adapun doa dibacakan sebanyak tiga kali pada waktu ini. Doa akhir tahun menjadi simbol penutupan amalan selama setahun, sekaligus memohon ampunan atas dosa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |