Kumpulan Doa setelah Sholat Subuh Pembuka Rezeki dan Keberkahan

6 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Sholat Subuh merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam, yang tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi, tetapi diyakini juga terkait dengan keberkahan waktu dan rezeki. Disebutkan dalam dalil-dalil shahih, waktu subuh akan membuka pintu keberkahan.

Dalam tradisi Islam, doa setelah sholat, terutama setelah Subuh, dianggap sebagai waktu mustajab untuk memohon rezeki dan keberkahan hidup. Merujuk Jurnal berjudul "Telaah Kritis Terhadap Hadis-Hadis tentang Waktu Subuh" oleh Muh. Zuhri, ketepatan dalam menunaikan sholat Subuh pada waktunya menjadi landasan utama untuk meraih keberkahan, termasuk dalam hal rezeki.

Doa setelah sholat merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim, No. 482).

Imam Nawawi dalam Riyadh al-Shalihin menjelaskan bahwa doa setelah sholat, khususnya setelah sholat fardhu, merupakan waktu yang utama karena hati masih khusyuk dan jiwa terhubung dengan Allah setelah mengerjakan ibadah.

Berikut ini adalah kumpulan doa-doa setelah sholat subuh pembuka rezeki dan keberkahan.

1. Doa setelah Subuh Rasulullah SAW

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

latin: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Doa ini diajarkan Nabi SAW sebagai permintaan umum setelah sholat, mencakup permohonan rezeki halal dan berkah. Imam Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib menyebutkan bahwa doa ini mencakup tiga kebutuhan utama Muslim: ilmu, rezeki, dan amal shaleh.

2. Do’a dari hadit Ali bin Abi Thalib

Do’a dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan makna doa ini. Ada dua poin utama dari doa tersebut:

  • Makna "Bihalalika 'an Haramika": Kalimat ini adalah permohonan agar Allah memberikan rezeki yang sifatnya cukup (qana'ah) dengan segala yang halal, sehingga hati dan fisik kita merasa puas dan tidak lagi melirik atau membutuhkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah.
  • Makna "Bi Fadhlika 'amman Siwaaka": Bagian ini adalah permohonan agar seseorang mencapai derajat ghina (kekayaan hati dan harta) yang sesungguhnya. Yaitu, kondisi di mana seorang hamba hanya berharap dan bergantung kepada karunia Allah semata, sehingga ia tidak perlu merasa hina atau rendah di hadapan makhluk lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Al-Mubarakfuri, doa ini bukan sekadar meminta uang, melainkan meminta "kemerdekaan hati" agar tidak diperbudak oleh harta haram dan tidak direndahkan oleh ketergantungan kepada manusia.

3. Doa Riwayat Thariq RA

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

Latin: Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

Dari Thoriq bin Asy-yam RA, ia berkata,

كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم – الصَّلاَةَ ثُمَّ أمَرَهُ أنْ يَدْعُوَ بِهؤلاَءِ الكَلِمَاتِ : (( اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي )) .

“Jika seseorang baru masuk Islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan pada beliau shalat, lalu beliau memerintahkannya untuk membaca do’a berikut: “Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” (HR. Muslim no. 35, 2697)

Dalam riwayat lain, dari Thariq, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –dan ketika itu beliau didatangi seorang laki-laki-, lalu laki-laki tersebut berkata,

يَا رسول اللهِ ، كَيْفَ أقُولُ حِيْنَ أسْأَلُ رَبِّي ؟ قَالَ : (( قُلْ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَعَافِني ، وارْزُقْنِي ، فإنَّ هؤلاَءِ تَجْمَعُ لَكَ دُنْيَاكَ وَآخِرَتَكَ )) .

“Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan ketika aku ingin memohon pada Rabbku?” Beliau bersabda, “Katakanlah: Allahummaghfir lii, warhamnii, wa ‘aafinii, warzuqnii”, karena do’a ini telah mencakup dunia dan akhiratmu. (HR. Muslim no. 36, 2697)

* Do’a di atas seperti kandungan dalam do’a duduk antara dua sujud dalam shalat.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitab Fiqhul Ad'iyah wal Adzkar (Fikih Doa dan Zikir) menjelaskan, bahwa urutan doa ini sangat indah; dimulai dengan maghfirah (pembersihan diri dari dosa) sebagai pondasi, kemudian diikuti dengan permohonan rahmat dan petunjuk agar perjalanan hidup tetap berada di jalan yang benar.

Doa Lengkap

Mengutip buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa setelah Sholat Fardhu & Sunnah karya H.M Amrin Ra'uf, inilah doa setelah sholat fardhu Subuh.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ ذِي السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ . وَذِي الْمَنِ الْقَدِيمِ. وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيمِ. وَوَلِي الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِينَ وَعَيْنِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ. وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ. وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانِ الْحَكِيمِ. وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدِ. طَوَّلْ عُمْرِي وَصَحْحْ أَجْسَادِي وَاقْضِ حَاجَتِي وَأَكْثِرْ أَمْوَالِي وَأَوْلَادِي وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ أَجْمَعِينَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَ الْكَافِرِينَ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا. وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ. وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَ الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Latin: bismillaahir rahmaanir rahiim. allaahumma dzis sulthaanil azhiim, wa dzil mannil qadiim, wa dzil wajhil kariim, wa waliyyil kalimaatit taammaati, wad da'awaatil mustajaabah, 'aaqilil hasani wal husaini, min anfusil haqqi 'ainil qudrati wan naazhiriina waainil insi wal jinni, wa in yakaadul ladziina kafaruu liyuzliquunaka bi-abshaarihim sami'udz dzikra, wayaquuluuna lammaa innahuu lamajnuun. wa maa huwa illaa dzikrul lil 'aalamiin. wa mustajaabu luqmaanil hakiim. wa waritsa sulaimaanabni daawuuda 'alaihimas salaam. al-waduud dzul 'arsyil majiid. thawwil 'umrii, wa shahhih ajsaadii, waqdhi haajatii, waktsir amwaalii wa aulaadii, wahabbib lin naasi ajmaiin. wa tabaaadil 'adaawata kulla mimbanii aadama 'alaihis salaam. man kaana hayyaw wa yahiqqal qaulu 'alal kaafiriin. wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa. wa nunazzilu minal qur- aani maa huwa syifaa-uw warahmatul lil mu'miniin. wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa. subhaana rabbika rabbil 'ίζζατι ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabiil 'aalamiin.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar al-Qur'an dan mereka berkata, 'Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.' Dan, yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As. Al-Wadud (Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkan umurku, sehatkan jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang yang masih hidup (di hatinya), dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan, katakanlah, 'Yang haq telah datang, dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya, perkara yang batil itu pasti musnah. Dan, Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan, al-Qur'an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah, Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."

Fadhilah Doa Setelah Sholat Subuh, Penjelasan Ulama

Ulama klasik dan kontemporer sepakat tentang keutamaan doa setelah sholat Subuh. Di antaranya:

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar mengutip doa-doa Nabi ﷺ setelah sholat fardhu, termasuk Subuh, dan menekankan bahwa doa pada waktu itu lebih mudah dikabulkan karena jiwa masih dalam keadaan suci setelah bermunajat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh al-Shalihin menjelaskan bahwa doa setelah sholat Subuh adalah waktu mustajab karena termasuk "sepertiga malam terakhir" secara spiritual, di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatu menyatakan bahwa doa setelah sholat, terutama Subuh, sebaiknya diisi dengan permintaan kebutuhan dunia dan akhirat, termasuk rezeki, karena pada waktu itu hati masih khusyuk.

Ibadah dan Doa untuk Rezeki Berkah

Berdasarkan kajian Jurnal Tarjih dan dalil-dalil, terdapat berbagai pelajaran yang bisa dipetik umat Islam:

  • Sholat Subuh yang dilaksanakan pada awal waktu, sesuai dengan ketetapan fajar shadiq, merupakan fondasi untuk meraih keberkahan.
  • Doa setelah sholat Subuh adalah waktu mustajab untuk memohon rezeki yang halal, berkah, dan perlindungan Allah.
  • Ulama dari berbagai mazhab menegaskan bahwa doa setelah sholat, khususnya Subuh, memiliki nilai spiritual tinggi dan sebaiknya dimanfaatkan untuk permohonan rezeki dan kebaikan hidup.

Muslim yang ingin membuka pintu rezeki dan keberkahan hendaknya:

  • Menjaga ketepatan waktu sholat Subuh berdasarkan ilmu falak (astronomi) yang valid.
  • Membaca doa-doa ma'tsur setelah sholat Subuh dengan penuh khidmat dan keyakinan.
  • Mengintegrasikan ketakwaan dalam ibadah dengan ikhtiar nyata dalam mencari rezeki.

Semoga Allah SWT membukakan pintu rezeki dan keberkahan bagi setiap hamba yang menjaga sholat Subuh dan berdoa dengan penuh harap.

People Also Ask:

Apa doa setelah sholat subuh agar dimudahkan rezeki?

Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika, wawa'dika mas tatho'tu, a'dzubika min syarri maa shona'tu, abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abu u bidzanbi faghfirli fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta. Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku.

Doa pagi hari agar berkah dan rezeki lancar?

Doa di Pagi Hari Agar Mendapat Berkah dan Rezeki

“Allahumma Bika Asbahna, Wa Bika Amsayna Wabika Nahya Wabika Namuutu Wailaikannusyuur.”

Doa apa yang bagus setelah sholat subuh?

Setelah sholat subuh, doa yang bagus mencakup dzikir pagi, Sayyidul Istighfar, serta doa memohon ilmu bermanfaat, rezeki halal, dan amal diterima, seperti "Allahumma innii as'aluka 'ilman nafi'an wa rizqon thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan", yang bisa diamalkan setiap hari untuk keberkahan dan perlindungan dari keburukan. Jangan lupa membaca Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan dzikir seperti 'Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lah...'.

Setelah sholat subuh baca surat apa agar rezeki lancar dan berlimpah?

Ustadz Adi Hidayat: Seseorang Dikejar Rezeki dengan Membaca 2 ...Setelah sholat subuh, beberapa surat dan amalan yang dianjurkan untuk melancarkan rezeki antara lain membaca Surat Al-Waqi'ah karena dikenal sebagai surat kekayaan, serta mengamalkan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas untuk perlindungan, ditambah dengan zikir dan doa pagi khusus rezeki, seperti doa memohon kekayaan halal dan amalan Dzikir Pagi (tahlil, tasbih, istighfar).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |