Kumpulan Hadits tentang Birrul Walidain, Pahami Makna dan Penjelasan Ulama

4 weeks ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Berbakti kepada orang tua atau birrul walidain dalam Islam dimaknai sebagai menghormati, mencintai, dan menaati kedua orang tua. Hadits tentang birrul walidain menjadi dasar sekaligus panduan umat Islam di luar ayat-ayat Al-Qur'an yang menyinggung berbakti kepada orang tua.

Merujuk Jurnal Hadits tentang Anjuran Berbakti kepada Kedua Orang Tua, oleh Marlina, kewajiban birrul walidain tidak hanya bersifat moral, tetapi juga religius. Ridha Allah sangat terkait dengan ridha orang tua.

Secara bahasa, birrul berasal dari kata al-birr yang berarti kebaikan, ketaatan, kebenaran, dan kesalehan. Sementara walidain adalah bentuk jamak dari walid (ayah) dan walidah (ibu). Dengan demikian, birrul walidain secara istilah diartikan sebagai berbuat baik, berbakti, dan taat kepada kedua orang tua (Al-Munawwir, 1997).

Berikut ini adalah hadits tentang birrul walidain, lengkap dengan penjelasan para ulama serta analisis hukum dan fadhilahnya.

Kumpulan Hadits tentang Birrul Walidain

Menurut Imam Hasan al-Bashri, berbakti kepada orang tua berarti mentaati semua perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat Allah (Majdi Fathi Sayyid, 1998). Berikut adalah hadis-hadisnya:

1. Hadis Tentang Berbakti kepada Ibu dan Ayah

Salah satu hadits paling terkenal yang menjadi landasan utama dalam berbakti kepada orang tua adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ

Artinya:“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Nabi menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa penyebutan ibu sebanyak tiga kali menunjukkan keistimewaan dan kemuliaan ibu dalam Islam. Menurutnya, ibu mengalami tiga fase kesulitan besar: mengandung, melahirkan, dan menyusui.

Sementara peran ayah tidak kalah penting, terutama dalam pendidikan dan nafkah, namun secara khusus pengorbanan fisik dan emosional ibu lebih ditekankan.

2. Hadis tentang Ridha Allah Tergantung Ridha Kedua orang Tua

Dari Hadits, Rasulullah bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

Artinya: “Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua.”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim. Meskipun sebagian ulama mendhaifkan sanadnya, namun maknanya sangat kuat dan didukung oleh banyak ayat Al-Qur'an dan hadits lain yang menekankan keutamaan berbakti kepada orang tua.

Imam Al-Albani menghasankannya dalam Shahih al-Jami’. Maknanya secara substansi diterima karena selaras dengan prinsip utama Islam dalam memuliakan orang tua.

Ulama menekankan bahwa ridha orang tua yang dimaksud adalah dalam hal yang ma’ruf (kebaikan), bukan dalam kemaksiatan. Jika orang tua menyuruh anak untuk berbuat syirik atau maksiat, maka anak tidak wajib taat, tetapi tetap harus berlaku lemah lembut dan tidak meninggalkan berbuat baik secara umum.

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan: "Kewajiban taat kepada orang tua hanya dalam hal yang halal. Jika mereka memerintahkan kemaksiatan, tidak boleh ditaati, tetapi tetap wajih berbuat baik kepada mereka."

3. Amal Paling Utama

Dikutip dari Kitab At-Tarhib wat Tarhib karya Al-Mundziri, berikut ini adalah hadis mengenai keutamaan berbakti kepada orang tua:

 عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه سألتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قلتُ يَا رسولَ الله أَيُّ العملِ أفضَلُ قال الصلاةُ على مِيْقاتِها قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قال ثُمَّ بِرُّ الوالِدَيْنِ قلتُ ثُمَّ أَيٌّ قال الجِهادُ في سبيلِ اللهِ

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, ia bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, apakah amal paling utama?’ ‘Shalat pada waktunya,’ jawab Rasul. Ia bertanya lagi, ‘Lalu apa?’ ‘Lalu berbakti kepada kedua orang tua,’ jawabnya. Ia lalu bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ ‘Jihad di jalan Allah,’ jawabnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Jihad merawat kedua orang tua

عن عَبْد اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَأْذَنَهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَحَىٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw lalu meminta izin untuk berjihad. Rasulullah saw bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ ‘Masih,’ jawabnya. Rasulullah saw mengatakan, ‘Pada (perawatan) keduanya, berjihadlah,’” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Hadist Lainnya

5. Membahagiakan orang tua 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَىَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Amr ra, ia bercerita, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw dan mengatakan, ‘Aku datang kepadamu untuk berbaiat hijrah dan kutinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis. Rasul menjawab, ‘Pulanglah, buatlah keduanya tertawa sebagaimana kau membuat mereka menangis,’’” (HR Abu Dawud).

6. Surga di bawah kaki orang tua

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السُّلَمِيِّ، أَنَّ جَاهِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ إِنِّي أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ مَعَكَ وَجِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلِهَا

Artinya, “Dari Muawiyah bin Jahimah As-Sulami, Jahimah ra mendatangi Nabi Muhammad saw dan berkata, ‘Aku ingin berperang bersamamu dan aku datang untuk meminta petunjukmu.’ Rasul bertanya, ‘Apakah kamu mempunyai ibu?’ ‘Ya,’ jawabnya. ‘Lazimkanlah ibumu karena surga berada di bawah telapak kakinya,’” (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

7. Orang tua sebagai pintu surga

 عن أبي الدرداء رضي الله عنه أنَّ رجلاً أتاه، فقال إِنَّ لِي امرأةً، وإِنَّ أمِّي تَأْمُرُنِي بِطَلَاقِها، فقال له أبو الدرداء سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول الوالِدُ أوسَطُ أبوابِ الجَنَّةِ، فإِنْ شِئْتَ فأضِعْ ذلِكَ البَابَ أو احْفَظْهُ

Artinya, “Dari sahabat Abu Darda ra, seseorang mendatanginya dan berkata, ‘Aku mempunyai seorang istri, tetapi ibuku memintaku untuk menceraikannya.’ Abu Darda ra berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Jika mau, kau boleh menyia-nyiakan pintu tersebut atau kau boleh merawatnya,’’” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

6. Obat panjang umur dan tambah rezeki

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ فِي عُمْرِهِ، وَيُزَادَ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya, “Dari sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang ingin dipanjangkan umurnya dan bertambah rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahim,’” (HR Ahmad).

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول رَغِمَ أنْفُهُ، رَغِمَ أنْفُهُ، رَغِمَ أنْفُهُ قيل مَنْ يا رسولَ اللهِ؟ قال مَنْ أدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدُهُما أَوْ كِلَاهما ثمَّ لَمْ يَدْخُلِ الجَنَّةَ

Artinya: “Dari sahabat Abu Hurairah ra, ia mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Celakalah seseorang, celakalah, dan celakalah.’ Sahabat bertanya, ‘Siapa ya Rasul?’ Rasul menjawab, ‘Orang yang mendapati kedua orang tuanya menua baik salah satu maupun keduanya, lalu ia tidak masuk ke surga,’”(HR Muslim).

Hukum Berbakti kepada Orang Tua dan Bentuknya

Para ulama sepakat bahwa birrul walidain hukumnya fardhu ‘ain (wajib bagi setiap muslim), baik orang tua muslim maupun non-muslim, selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah (Abu Al-Atsari, 2007).

Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar dan balasannya dipercepat di dunia maupun akhirat.

Berdasarkan kajian hadits dan ulama, berikut adalah bentuk-bentuk bakti yang dapat dilakukan:

  • Bergaul dengan baik: Berbicara lembut, tidak meninggikan suara, dan tidak memotong pembicaraan.
  • Menaati perintah: Selama tidak bertentangan dengan syariat.
  • Memberi nafkah: Baik ketika diminta maupun tidak.
  • Mendoakan: Khususnya doa: رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (“Ya Allah, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”)
  • Merawat di masa tua: Menjaga, mengobati, dan menghormati mereka.
  • Melanjutkan silaturahmi dan memuliakan sahabat mereka setelah wafat.

Fadhilah Berbakti kepada Orang Tua

Lima keutamaan berbakti kepada orang tua dalam Islam:

1. Mendapatkan Ridha Allah

Berbakti kepada orang tua merupakan jalan langsung untuk meraih keridhaan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua" (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa keridhaan orang tua menjadi indikator utama diterimanya amal seorang hamba di sisi Allah.

2. Dipanjangkan Umur dan Dilapangkan Rezeki

Anak yang berbakti kepada orang tuanya dijanjikan keberkahan hidup berupa umur panjang dan kemudahan rezeki. Sabda Nabi ﷺ: "Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahmi" (HR. Ahmad). Keberkahan ini mencakup kualitas hidup yang bermakna dan ketenangan jiwa.

3. Merupakan Pintu Surga yang Utama

Orang tua disebut sebagai "pintu surga pertengahan" (pintu terbaik). Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang tua adalah pintu surga paling pertengahan. Jika kamu mau, sia-siakanlah pintu itu atau jagalah" (HR. Tirmidzi). Artinya, berbakti kepada orang tua menjadi salah satu jalan terbesar menuju surga.

4. Doa Orang Tua Mustajab untuk Anak

Anak yang berbakti akan senantiasa didoakan oleh orang tuanya. Nabi ﷺ menyebut doa orang tua untuk anaknya termasuk tiga doa yang mustajab (terkabul) bersama doa orang yang terzalimi dan doa musafir (HR. Ibnu Majah). Doa orang tua, baik untuk kebaikan maupun keburukan anak, memiliki peluang besar dikabulkan Allah.

5. Perlindungan dari Sakaratul Maut

Berdasarkan keterangan dari ulama, salah satu keutamaan berbakti adalah kemudahan saat menghadapi kematian. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa anak yang berbakti akan diringankan dari sakaratul maut sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab turats. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang memuliakan orang tua.

People also Ask:

Apa hadits birrul walidain?

Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Umar ra, dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, 'Ridha Allah berada pada ridha kedua orang tua. Sedangkan murka-Nya berada pada murka keduanya,'” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim). Jelas bahwa birrul walidain akan membantu kita meraih ridho Allah SWT.

Apa hadits tentang menghormati orang tua?

Hadits tentang menghormati orang tua sangat banyak, menekankan bahwa ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah pada murka mereka, serta bahwa berbakti kepada mereka adalah amalan paling utama setelah sholat, mendatangkan umur panjang dan rezeki, serta membuka pintu surga.

Salah satu hadits penting adalah: "Ridha Allah bergantung kepada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung kepada murka orang tua" (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim).

Hadits Ridho Allah terletak pada ridho orang tua dan murka Allah terletak pada kemurkaan orang tua. Siapakah yang meriwayatkan hadis tersebut?

Hadis yang diriwayatkan oleh Ya'la ibn Atha', 'Atha` al-Umar At- Thaifi dan Abdullah ibn Amr tersebut, secara lahiriyah menguatkan perintah dalam Alquran yang menyuruh untuk berbuat baik kepada orangtua, untuk itu maka seorang anak wajib berbuat baik kepada orangtuanya dan menguatkannya dengan menyebutkan bahwa ridha

Surat apa dan ayat keberapa tentang birrul walidain?

Tafsir Wajiz dari Surat Al-Isra ayat 23 menyatakan, “Dan Tuhanmu telah menetapkan dan memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |