Niat Puasa Ayyamul Bidh 14 Rajab 1447 H, Yuk Latih Diri Sebelum Datang Ramadan

1 month ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah sunah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Pada bulan Rajab 1447 Hijriah, puasa ini jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026, atau berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal yang Dirilis Muhammadiyah bertepatan dengan hari Jumat, Sabtu dan Minggu. 

Bulan Rajab merupakan bulan yang dimuliakan dalam Islam, sehingga setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai pahala yang besar. Puasa Ayyamul Bidh sebelumnya juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW, di mana beliau melaksanakan puasa saat suasana malam-malam tampak cerah. Sebagaimana dijelaskan di situs Nahdlatul Ulama (NU) Online, di 3 hari yang disunnahkan puasa tersebut memiliki kondisi malam yang penuh bintang.

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).

Untuk itu, pelaksanaan puasa ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan sesuai anjuran Rasulullah SAW, serta melatih kedisiplinan diri menjelang datangnya bulan Ramadan. Simak informasi selengkapnya berikut, dirangkum Sabtu (3/1).

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh 14 Rajab 1447 Hijriyah?

Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Penamaan "Ayyamul Bidh" berasal dari bahasa Arab yang berarti "hari-hari putih", merujuk pada kondisi malam hari saat bulan purnama bersinar terang. Pelaksanaan puasa ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW kepada umatnya sebagai bentuk ibadah tambahan yang membawa banyak kebaikan.

Pada bulan Rajab 1447 Hijriah, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026. Secara spesifik, tanggal 14 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Sabtu, 3 Januari 2026. Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, di mana amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini memiliki bobot pahala yang besar. Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab memberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan sunah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, umat Muslim dapat melatih diri dalam menjalankan ibadah puasa secara konsisten, sehingga siap menghadapi bulan Ramadan yang penuh berkah.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Arab, Latin dan Terjemahan

Niat merupakan rukun utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa Ayyamul Bidh. Niat puasa sunah ini dapat dilafalkan pada malam hari sebelum fajar atau pada pagi hari sebelum waktu zuhur, selama seseorang belum makan atau minum. Berikut adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:

  • نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
  • Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.
  • "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena Allah ta'âlâ." Niat ini menunjukkan tujuan ibadah puasa yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT, sehingga setiap Muslim yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala dari-Nya.

Hukum Puasa Ayyamul Bidh

Hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan. Puasa ini bukan merupakan kewajiban, namun Rasulullah SAW sering melaksanakannya dan menganjurkan umatnya untuk turut berpuasa pada hari-hari tersebut. Salah satu wasiat Rasulullah SAW dengan jelas menerangkan tentang puasa ini kepada Abu Hurairah RA dalam HR Bukhari no 1178 yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّاامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْر

“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.” 

Selain itu, dalam HR Tirmidzi no 761, disebutkan juga tanggal jelas oleh Rasulullah SAW terkait pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh kepada salah seorang sahabat yakni Abu Dzar agar melaksanakannya di tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya.

عَنْ أَبَا ذَرٍّ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَمَ: “يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ.”

“Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari pada tiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal ke tiga belas, empat belas dan lima belas.” 

Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunah yang dapat mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT. Melalui pelaksanaan puasa ini, umat Islam memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan ketaatan mereka. Meskipun hukumnya sunah, keutamaan yang terkandung dalam puasa Ayyamul Bidh sangat besar.

Tata Cara Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh

Tata cara menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada dasarnya serupa dengan pelaksanaan puasa sunah lainnya. Namun begitu, berikut langkah-langkahnya yang bisa Anda lakukan untuk menjalankan puasa sunnah ini:

1. Awali dengan berniat:

  • Lakukan niat ini di malam hari sebelum fajar menyingsing, atau bisa juga pada pagi hari sebelum waktu zuhur asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat yang tulus menjadi pondasi utama dalam ibadah ini.

2. Diutamakan untuk melaksanakan sahur:

  • Setelah berniat, umat Muslim dianjurkan untuk makan sahur. Sahur merupakan sunah yang memberikan energi untuk menjalani puasa sepanjang hari.

3. Jangan lakukan hal-hal yang membatalkan puasa:

  • Sama seperti Puasa Ramadan, selama waktu Puasa Ayyamul Bidh, seseorang diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

4. Perbanyak ibadah sunnah:

  • Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah lainnya. Ini termasuk membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan bersedekah, serta menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Saat waktu magrib tiba, disunahkan untuk segera berbuka puasa.

Keutamaan dari Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab

Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Keutamaan ini disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa siapa saja yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa setahun penuh. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali lipat.

Puasa Ayyamul Bidh juga termasuk dalam wasiat Rasulullah SAW kepada para sahabatnya, menunjukkan pentingnya amalan ini dalam ajaran Islam. Dengan menjalankan puasa ini, seorang Muslim mengikuti jejak Rasulullah SAW dan berupaya meneladani kebiasaan ibadah beliau.

Selain pahala yang berlipat ganda, puasa Ayyamul Bidh juga membawa manfaat spiritual dan fisik. Puasa ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa, dan melatih kesabaran serta pengendalian diri. Beberapa sumber juga menyebutkan manfaat kesehatan seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu detoksifikasi.

Puasa Ayyamul Bidh di 14 Rajab untuk Ajang Melatih Diri Sebelum Datangnya Ramadan

Puasa Ayyamul Bidh, termasuk yang dilaksanakan pada 14 Rajab 1447 Hijriah, berfungsi sebagai latihan spiritual yang efektif sebelum memasuki bulan Ramadan. Pelaksanaan puasa sunah secara rutin melatih seseorang untuk terbiasa menahan lapar dan haus, serta mengendalikan hawa nafsu. Disiplin ini merupakan persiapan penting untuk menjalani puasa wajib Ramadan dengan lebih baik.

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan, dan beribadah di dalamnya memiliki keutamaan tersendiri. Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan ini membantu membangun momentum spiritual dan meningkatkan kepekaan terhadap ibadah. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat iman dan ketaatan sebelum datangnya bulan Ramadan yang penuh berkah.

Latihan puasa Ayyamul Bidh juga membantu membersihkan jiwa dan menenangkan hati, mempersiapkan mental untuk fokus pada ibadah yang lebih intensif di bulan Ramadan. Dengan membiasakan diri berpuasa sunah, seorang Muslim dapat melatih konsistensi dalam beribadah dan membentuk kebiasaan baik yang akan sangat bermanfaat selama bulan Ramadan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?

A: Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Q: Kapan Puasa Ayyamul Bidh 14 Rajab 1447 H dilaksanakan?

A: Puasa Ayyamul Bidh 14 Rajab 1447 H bertepatan dengan hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Q: Apa hukum melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh?

A: Hukum melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh adalah sunah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan.

Q: Apa keutamaan Puasa Ayyamul Bidh?

A: Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh antara lain mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.

Q: Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh tidak berurutan?

A: Puasa Ayyamul Bidh boleh dilakukan tidak berurutan jika ada halangan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |