Liputan6.com, Jakarta - Momen Isra Miraj yang jatuh setiap 27 Rajab merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, menandai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Muslim, hari istimewa ini seringkali dijadikan kesempatan untuk memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya adalah puasa. Namun, masih banyak pertanyaan seputar niat puasa Isra Miraj yang tepat.
Memahami lafal dan ketentuan niat puasa Isra Miraj menjadi krusial agar amalan yang kita kerjakan sah dan sesuai dengan tuntunan syariat. Peristiwa Isra Miraj sendiri bukan hanya bukti kemukjizatan, tetapi juga pengingat akan pentingnya ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah.
Berikut ini telah Liputan6 ulas secara tuntas mengenai niat puasa Isra Miraj, mulai dari hukumnya, lafal yang benar, hingga cara menggabungkan niat dengan puasa sunnah lainnya, pada Selasa (13/1). Dengan panduan ini, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan niat puasa Isra Miraj dengan keyakinan penuh dan sesuai ajaran agama.
Panduan Lafal Niat Puasa Sunnah Rajab (Termasuk Isra Miraj)
Niat merupakan rukun esensial dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Untuk puasa sunnah, niat dapat diucapkan baik pada malam hari sebelum fajar maupun di siang hari, dengan beberapa syarat tertentu. Berikut adalah lafal niat puasa sunnah Rajab yang relevan untuk puasa di hari Isra Miraj:
Niat pada Malam Hari (Sebelum Fajar)
Jika Anda berniat puasa sejak malam hari sebelum fajar tiba, lafal niat puasa sunnah Rajab yang bisa digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ
Arti dalam Bahasa Indonesia: "Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT."
Niat pada Siang Hari (Sebelum Zuhur)
Bagi yang terlupa mengucapkan niat pada malam hari, Islam memberikan kelonggaran untuk berniat di siang hari. Syaratnya, belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, dan niat diucapkan sebelum waktu zuhur. Lafal niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ
Arti dalam Bahasa Indonesia: "Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT."
Hukum dan Kedudukan Puasa pada Hari Isra Miraj
Berpuasa pada tanggal 27 Rajab, yang bertepatan dengan peringatan Isra Miraj, hukumnya adalah sunnah dan dianjurkan dalam Islam. Penting untuk diingat bahwa tidak ada puasa wajib khusus yang secara spesifik dinamakan "puasa Isra Miraj" dalam syariat. Puasa yang dilakukan pada hari tersebut termasuk dalam kategori puasa sunnah Rajab atau puasa sunnah mutlak lainnya yang kebetulan bertepatan dengan tanggal tersebut. Oleh karena itu, niat puasa yang dilakukan harus mengikuti kaidah niat puasa sunnah secara umum.
Tidak ada larangan khusus untuk berpuasa sunnah pada tanggal 27 Rajab. Justru, bulan Rajab sendiri merupakan salah satu bulan haram yang dimuliakan, di mana umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Dengan demikian, melaksanakan puasa pada hari Isra Miraj adalah bentuk penghormatan terhadap bulan mulia ini dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Bulan Rajab dan Puasa 27 Rajab
Bulan Rajab dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram yang memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Umat Muslim sangat dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan di bulan ini, termasuk dengan berpuasa sunnah. Imam al-Ghazali, dalam karyanya Ihyâ 'Ulumiddîn, mengutip sebuah hadis yang menyatakan bahwa puasa satu hari di bulan Rajab setara dengan puasa sebulan penuh, menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diraih.
Terdapat pula riwayat yang menyebutkan keutamaan berpuasa pada tanggal 27 Rajab secara spesifik, di mana pahalanya disebut setara dengan puasa selama 60 bulan. Namun, perlu dicatat bahwa hadis mengenai keutamaan khusus puasa pada tanggal 27 Rajab ini dikategorikan sebagai hadis dhaif (lemah) oleh sebagian ulama, khususnya dari kalangan Mazhab Syafi'i.
Beberapa ulama bahkan berpendapat bahwa mengkhususkan puasa pada tanggal 27 Rajab dengan keyakinan adanya syariat khusus atau pahala yang berlipat ganda tersebut bisa mengarah pada praktik bid'ah. Oleh karena itu, sebaiknya puasa pada tanggal 27 Rajab diniatkan sebagai puasa sunnah mutlak di bulan mulia Rajab, bukan sebagai puasa yang memiliki kekhususan karena bertepatan dengan Isra Miraj. Ini membantu menjaga kemurnian ibadah sesuai tuntunan syariat.
Fleksibilitas Niat: Menggabungkan dengan Puasa Lain
Dalam Islam, terdapat kemudahan untuk menggabungkan niat puasa sunnah, terutama jika bertepatan dengan hari-hari istimewa lainnya. Hal ini memungkinkan umat Muslim untuk mendapatkan pahala ganda dari beberapa jenis puasa dalam satu waktu.
Jika Bertepatan dengan Puasa Senin atau Kamis
Apabila tanggal 27 Rajab jatuh pada hari Senin atau Kamis, Anda memiliki pilihan untuk menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa Senin atau Kamis. Anda bisa menggunakan niat khusus untuk puasa Senin atau Kamis saja, atau menyertakan niat puasa Rajab di dalamnya. Contoh lafal niat puasa Senin adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin: Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'âlâ
Arti dalam Bahasa Indonesia: "Aku berniat puasa hari Senin sebagai sunnah semata-mata karena Allah SWT."
Jika Hendak Melakukan Puasa Qada Ramadan
Jika Anda memiliki kewajiban puasa qada Ramadan dan ingin melaksanakannya pada tanggal 27 Rajab, niat utama Anda adalah untuk puasa qada. Niat puasa qada wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Menggabungkan niat puasa qada Ramadan dengan puasa sunnah Rajab diperbolehkan, dengan syarat niat utama ditujukan untuk qada puasa Ramadan. Lafal niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala
Arti dalam Bahasa Indonesia: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadan semata-mata karena Allah SWT."
Poin Penting Seputar Niat dan Pelaksanaan Puasa Isra Miraj
Untuk memastikan ibadah puasa Anda pada hari Isra Miraj berjalan lancar dan sesuai syariat, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Tidak Ada Puasa Khusus Isra Miraj: Dalam ajaran Islam, tidak ada puasa wajib atau sunnah yang secara spesifik diberi nama "puasa Isra Miraj". Puasa yang dilakukan pada tanggal 27 Rajab merupakan bagian dari puasa sunnah Rajab atau puasa sunnah lainnya yang kebetulan jatuh pada hari tersebut.
- Fleksibilitas Niat untuk Puasa Sunnah: Berbeda dengan puasa wajib, niat untuk puasa sunnah dapat diucapkan kapan saja, baik di malam hari maupun di siang hari (sebelum waktu zuhur), asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
- Niat Cukup dalam Hati: Niat puasa sunnah pada dasarnya cukup dilakukan dalam hati. Melafalkan niat dengan lisan bukanlah suatu keharusan, meskipun dianjurkan untuk mempertegas komitmen ibadah.
- Penggabungan Niat Diperbolehkan: Jika hari Isra Miraj bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin/Kamis atau Ayyamul Bidh, atau bahkan puasa qada Ramadan, Anda diperbolehkan untuk menggabungkan niat.
Amalan Sunnah Lain di Hari Isra Miraj
Mengingat bahwa tidak ada ibadah wajib yang khusus diperintahkan pada hari Isra Miraj, umat Muslim memiliki kesempatan untuk memperbanyak berbagai amalan sunnah yang telah diajarkan dalam Islam, terutama di bulan Rajab yang mulia ini. Amalan-amalan ini dapat membantu meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Beberapa contoh amalan yang sangat dianjurkan antara lain melaksanakan salat malam atau tahajud, yang merupakan ibadah sunnah yang sangat mulia. Selain itu, memperbanyak puasa sunnah, baik itu puasa Rajab, puasa Senin/Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau bahkan puasa qada Ramadan yang bertepatan dengan hari Isra Miraj, juga sangat dianjurkan.
Tidak kalah penting adalah memperbanyak zikir kepada Allah, termasuk istighfar, serta bersedekah untuk berbagi kebaikan kepada sesama. Memanjatkan doa, terutama doa khusus bulan Rajab seperti "Allahumma baariklanaa fii rajabawa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana," juga merupakan amalan yang baik. Melaksanakan salat sunnah lainnya seperti Dhuha atau Rawatib, serta meningkatkan porsi membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya, juga sangat dianjurkan untuk mengisi hari yang penuh berkah ini.
TANYA JAWAB (QnA)
T: Apakah wajib berpuasa pada hari Isra Miraj?
J: Tidak. Berpuasa pada hari Isra Miraj (27 Rajab) adalah amalan sunnah dan sangat dianjurkan, tetapi bukan kewajiban. Setiap Muslim memiliki pilihan untuk berpuasa atau tidak pada hari tersebut.
T: Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat puasa Isra Miraj?
J: Waktu terbaik adalah sebelum fajar terbit pada malam hari sebelumnya. Namun, jika terlupa, masih boleh mengucapkan niat di siang hari sebelum waktu zuhur, dengan syarat belum makan atau minum sejak fajar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























