Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan adalah bulan ibadah yang penuh kemuliaan. Namun muslimah sering menghadapi kondisi khusus seperti haid, hamil, menyusui, atau safar yang memengaruhi pelaksanaan puasa. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui panduan amalan ramadhan untuk wanita muslimah.
Syariat Islam memberikan kelonggaran yang jelas bagi muslimah dalam keadaan tersebut, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 184: “Maka barangsiapa di antara kalian yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”
Wanita haid dan nifas diharamkan puasa tetapi wajib mengqadhanya, sedangkan wanita hamil dan menyusui yang khawatir atas diri atau anaknya boleh berbuka dengan kewajiban qadha atau fidyah sesuai kemampuan. Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menjelaskan bahwa ketakutan yang dimaksud adalah kekhawatiran yang berdasar, bukan sekadar perasaan tanpa alasan medis atau kebiasaan yang nyata.
Pendek kata, Meskipun wanita memiliki siklus biologis khusus seperti haid dan nifas, hal tersebut bukanlah penghalang untuk tetap produktif beribadah. Berikut ulasannya.
Panduan amalan Ramadhan untuk wanita muslimah
Merujuk Ebook Kumpulan Artikel Pilihan Edisi Ramadhan, terdapat berbagai kondisi yang dihadapi muslimah selama Ramadhan. Di antaranya haid, flek, kehamilan, dan menyusui. Memahami batasan syariat sangat penting agar ibadah tetap sah dan sesuai tuntunan.
1. Kondisi Haid
Wanita yang haid atau nifas dilarang berpuasa namun wajib menggantikan (qadha) puasa tersebut di hari lain. Walau bagaimanapun, mereka tidak perlu mengqadha solat yang ditinggalkan sepanjang tempoh tersebut sebagai bentuk rahmat Allah.
Jika haid datang di tengah hari saat berpuasa, maka puasa tersebut batal dan wajib di-qadha di kemudian hari. Sebaliknya, jika seorang wanita mendapati dirinya telah suci sebelum Subuh namun baru menyadarinya setelah fajar, maka ia tetap boleh melanjutkan puasa dan puasanya sah.
2. Masalah Flek
Munculnya flek atau bintik darah tidak membatalkan puasa selagi ia bukan darah haid yang mengalir secara semula jadi.
3. Ibu Hamil dan Menyusui
Wanita hamil atau menyusui diberikan keringanan untuk tidak berpuasa jika khawatir akan kondisi dirinya atau bayinya. Dianjurkan untuk tetap optimis dan meminta kemudahan kepada Allah dalam menjalankan ibadah ini.
Ketentuan lain:
Suci Sebelum Subuh: Jika seorang wanita menyedari dirinya telah suci sebelum subuh, dia wajib berniat puasa dan puasanya adalah sah, walaupun dia hanya sempat mandi wajib selepas waktu subuh masuk.
Haid di Tengah Puasa: Jika haid datang walaupun hanya beberapa minit sebelum berbuka, maka puasa pada hari tersebut terbatal dan wajib diqadha.
Mencicipi Masakan: Bagi Muslimah yang bertugas memasak, diperbolehkan mencicipi rasa makanan sepanjang tidak tertelan atau masuk ke kerongkongan.
Amalan bagi Muslimah saat Haid
Berdasarkan panduan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan rujukan ulama, Muslimah yang sedang berhalangan tetap dapat mendulang pahala melalui contoh amalan berikut:
- Berdzikir dan Berdoa: Tetap rutin membaca dzikir pagi dan petang, beristighfar, serta bersalawat.
- Menjawab Adzan: Mengikuti bacaan muadzin dan berdoa setelahnya adalah amalan yang sangat dianjurkan.
- Mendengarkan dan Mempelajari Al-Qur'an: Meski tidak menyentuh mushaf secara langsung, mendengarkan lantunan Al-Qur'an atau mempelajari tafsirnya tetap mendatangkan pahala.
- Memberi Makan Orang Berpuasa: Menyiapkan hidangan sahur dan buka puasa bagi keluarga atau orang lain merupakan investasi pahala yang besar, setara dengan pahala orang yang berpuasa tersebut.
- Memperbanyak doa, terutama di waktu mustajab seperti saat berbuka puasa atau sepertiga malam terakhir.
- Mendengarkan kajian Islam, murottal, atau tausiyah.
- Melayani keluarga dan menyiapkan hidangan berbuka, bernilai ibadah jika diniatkan untuk taat kepada Allah.
- Membaca buku agama atau mempelajari ilmu syar'i.
- Memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi SAW.
Manajemen Kesehatan dan Stamina
Muslimah kodratnya berstamina lebih lemah dibanding pria. Maka itu, menjaga kondisi fisik adalah bagian dari upaya memaksimalkan ibadah.
1. Hidrasi yang Cukup
Pastikan mengonsumsi air minimal 8 gelas sehari dengan pembagian: 2 gelas saat berbuka, 3-4 gelas antara Tarawih hingga tidur, dan sisanya saat sahur.
2. Kualitas Sahur
Sahur mengandung keberkahan, sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.
3. Pola Istirahat
Istirahat bukan berarti banyak tidur karena lemas, melainkan mengatur waktu agar tetap bertenaga untuk ibadah malam (Tarawih dan Tahajud).
Pendidikan Anak dan Persiapan Idul Fitri
Ibu adalah madrasah pertama anak-anaknya. Karena itu, meski menjadi tanggung jawab bersama dalam keluarga, peran ibu begitu besar di bulan Ramadhan dalam rangka tarbiyah anak. Begitupun dengan persiapan lainnya, hingga Idul Fitri.
1. Melatih Anak Berpuasa
Orang tua dianjurkan mulai melatih anak berpuasa secara bertahap sejak dini agar mereka terbiasa. Ajak anak melakukan aktivitas yang tidak terlalu menguras energi setelah Subuh.
2. Menghadiri Shalat Id
Muslimah, termasuk yang sedang haid, sangat dianjurkan untuk keluar menuju tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri guna mendengarkan khutbah dan merasakan suasana kemenangan umat Islam, dengan catatan bagi yang haid untuk menjauh dari tempat shalat utama.
3. Ketentuan Qadha dan Fidyah
Segera lunasi utang puasa setelah bulan Ramadhan berakhir dan jangan menundanya hingga datang Ramadhan berikutnya. Jika tertunda tanpa alasan syar'i hingga masuk Ramadhan baru, maka terdapat kewajiban qadha sekaligus membayar fidyah.
People Also Ask:
Apakah 3 amal yang paling utama?
Tiga amalan utama yang sangat ditekankan dalam Islam adalah Sholat tepat waktu, Berbakti kepada orang tua (Birrul Walidain), dan Jihad di jalan Allah (Berjuang di jalan Allah), yang berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, disebutkan sebagai amalan paling dicintai Allah SWT, dengan Jihad mencakup perjuangan spiritual dan fisik demi agama-Nya. Selain itu, ada pula tiga amalan jariyah yang pahalanya terus mengalir meski sudah meninggal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan.
Bolehkah baca ayat 1000 dinar saat haid?
Arti Ayat Seribu Dinar: Makna dan Keutamaan dalam IslamBoleh, wanita haid diperbolehkan membaca Ayat Seribu Dinar (yang merupakan bagian dari Al-Qur'an), terutama jika tujuannya adalah zikir atau menjaga hafalan, meskipun mayoritas ulama menyarankan tidak menyentuh mushaf langsung dan lebih baik membaca dari hafal atau melalui media digital. Mazhab Syafi'i melarang menyentuh mushaf, tetapi membolehkan membaca Al-Qur'an jika ada uzur syar'i seperti belajar, mengajar, atau menjaga hafalan, seperti yang dipahami dalam konteks modern.
Amalan yang dilakukan wanita haid saat Ramadhan?
Memperbanyak Istighfar dan Berdoa
Perempuan yang sedang haid dapat berdoa untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat serta perlindungan dari segala bahaya. Bahkan, di bulan Ramadan ini, berdoa sangat dianjurkan karena waktu ini penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Bolehkah lagi haid baca surah al-Ikhlas?
Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran dalam Hati | Bincang SyariahYa, wanita haid boleh membaca Surah Al-Ikhlas, terutama jika tujuannya untuk berzikir, berlindung (seperti dzikir pagi/sore), menjaga hafalan, atau membacanya dari hapalan tanpa menyentuh mushaf, karena Al-Ikhlas termasuk bacaan dzikir yang dianjurkan, meskipun mayoritas ulama melarang menyentuh mushaf Al-Qur'an secara langsung saat haid, kecuali ada keperluan mendesak seperti belajar atau mengajar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























