Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab, salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, seringkali menjadi momen bagi umat Muslim untuk memperbanyak amalan ibadah. Salah satu ibadah sunnah yang kerap dikerjakan adalah sholat 1 Rajab, yang dilaksanakan pada malam pertama bulan istimewa ini. Ibadah ini menjadi perbincangan karena keutamaannya yang dijanjikan, sekaligus perdebatan mengenai status hukumnya di kalangan ulama.
Sholat 1 Rajab biasanya dikerjakan antara waktu Maghrib dan Isya, menandai dimulainya bulan Rajab dalam penanggalan Hijriah. Pada tahun 1447 H atau 2025 M, malam 1 Rajab jatuh pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, setelah Maghrib. Pelaksanaan sholat ini melibatkan niat khusus, tata cara yang serupa dengan sholat sunnah lainnya, dan bacaan surat tertentu.
Artikel ini akan mengupas tuntas panduan lengkap sholat 1 Rajab, mulai dari niat, tata cara, bacaan doa, hingga keutamaan yang dipercaya terkandung di dalamnya. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (19/12/2025).
Pengertian dan Waktu Pelaksanaan Sholat 1 Rajab
Sholat sunnah Rajab merupakan amalan yang dianjurkan menjelang dan selama bulan Rajab. Ibadah ini dikenal juga sebagai sholat Raghaib, yang secara spesifik merujuk pada sholat 12 rakaat yang dikerjakan antara sholat fardhu Maghrib dan Isya. Pelaksanaannya menandai masuknya bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, yang dianggap sebagai salah satu bulan mulia.
Waktu pengerjaan sholat sunnah malam 1 Rajab adalah setelah sholat Maghrib hingga sebelum sholat Isya. Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam atau ketika waktu Maghrib tiba. Oleh karena itu, malam pertama Rajab dimulai segera setelah Maghrib pada hari sebelumnya.
Untuk tahun 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan tahun 2025 Masehi, malam 1 Rajab akan jatuh pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Ini berarti ibadah sholat 1 Rajab dapat mulai dilaksanakan setelah Maghrib pada tanggal tersebut. Selain itu, malam Jumat pertama Rajab pada Kamis malam, 25 Desember 2025, juga merupakan waktu yang dianggap istimewa untuk beribadah.
Niat Sholat 1 Rajab
Niat merupakan rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk dalam pelaksanaan sholat 1 Rajab. Karena sholat ini dikerjakan setiap dua rakaat dengan satu kali salam, maka niatnya pun disesuaikan untuk setiap dua rakaat tersebut. Melafalkan niat secara lisan sebelum takbiratul ihram dapat membantu memantapkan hati dan tujuan ibadah.
Adapun bacaan niat untuk mengerjakan sholat sunnah malam 1 Rajab adalah sebagai berikut:
"أُصَلَّى سُنَّةَ الرَّجَبِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Ushallî sunnatar rajabi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillâhi taʼâlâ. Allâhu Akbar…
Artinya, "Saya niat salat sunnah Rajab dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala. Allahu Akbar." Dengan niat yang tulus, diharapkan ibadah sholat 1 Rajab yang dilakukan dapat diterima dan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT.
Tata Cara dan Bacaan Sholat 1 Rajab
Pelaksanaan sholat sunnah malam 1 Rajab umumnya dikerjakan sebanyak 10 rakaat, meskipun ada juga riwayat yang menyebutkan 12 rakaat. Sholat ini dilakukan dengan format setiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam, mirip dengan sholat sunnah lainnya. Gerakan dan bacaan doa sholat sunnah Rajab secara umum sama seperti sholat fardhu, namun terdapat perbedaan pada niat dan surat yang disunnahkan untuk dibaca setelah Al-Fatihah.
Langkah pertama dalam tata cara sholat 1 Rajab adalah membaca niat.
Niat sholat sunnah Rajab dua rakaat adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الرَّجَبِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى. اللَّهُ أَكْبَرُ
Ushalli sunnatar rajabi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta'âlâ. Allâhu Akbar.
Artinya: "Saya niat salat sunnah Rajab dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah Taala. Allah Maha Besar."
Setelah itu, pada rakaat pertama, setelah membaca Surat Al-Fatihah, disunnahkan melanjutkannya dengan Surat Al-Ikhlas.
Kemudian, pada rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah, disunnahkan membaca Surat Al-Kafirun. Setiap dua rakaat sholat ini diakhiri dengan salam. Pola ini kemudian diulang hingga mencapai total 10 rakaat (5 kali salam) atau 12 rakaat (6 kali salam) sesuai dengan jumlah yang ingin dikerjakan. Dengan mengikuti tata cara ini, diharapkan ibadah sholat 1 Rajab dapat dilaksanakan dengan benar dan khusyuk.
Doa Setelah Sholat 1 Rajab
Setelah menyelesaikan sholat 1 Rajab dan mengucapkan salam, umat Muslim dianjurkan untuk melantunkan doa-doa sebagai bentuk permohonan dan pengharapan kepada Allah SWT. Salah satu doa pendek yang populer dan diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk bulan Rajab adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Doa ini memohon keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban serta agar disampaikan usia hingga bulan Ramadan.
Selain doa pendek tersebut, terdapat pula doa yang lebih panjang yang dapat diamalkan setelah sholat 1 Rajab, seperti yang disebutkan dalam beberapa kitab. Doa ini berbunyi:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرِ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَالْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ
Doa ini merupakan pengakuan akan keesaan Allah, kekuasaan-Nya, serta permohonan agar segala kebaikan diberikan dan dihindarkan dari keburukan.
Mengamalkan doa-doa ini setelah sholat 1 Rajab diharapkan dapat menambah pahala dan keberkahan bagi yang melaksanakannya. Doa-doa ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memohon ampunan, serta mengharapkan rahmat dan karunia-Nya di bulan yang mulia ini.
Keutamaan Sholat 1 Rajab Menurut Berbagai Riwayat
Melaksanakan sholat sunnah malam 1 Rajab dipercaya memiliki sejumlah keutamaan yang besar bagi umat Muslim, meskipun status riwayat-riwayat ini akan dibahas lebih lanjut. Beberapa keutamaan yang sering disebutkan meliputi perlindungan diri, harta, keluarga, dan anak-anak dari Allah SWT. Ini menunjukkan harapan akan penjagaan ilahi bagi mereka yang mengamalkan ibadah ini.
Selain itu, pelaku sholat ini juga diyakini akan dijaga dari azab kubur dan akan melewati shirath (jembatan di atas neraka) dengan kecepatan kilat, tanpa perhitungan (hisab) dan tanpa siksaan (azab). Keutamaan lain yang menarik adalah bahwa seseorang tidak akan meninggal sebelum diperlihatkan tempat duduknya di surga. Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi bagi banyak Muslim untuk mengerjakan sholat 1 Rajab.
Di luar keutamaan spesifik sholat tersebut, malam pertama Rajab sendiri merupakan salah satu dari empat malam yang dimuliakan dalam Islam. Hadits yang diriwayatkan dari Salman al-Farisi RA dan Umar RA menyebutkan bahwa malam pertama Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha adalah malam-malam yang paling mulia. Imam Syafi'i dalam kitab al-Umm juga menegaskan bahwa doa dikabulkan pada lima malam, termasuk malam pertama bulan Rajab, malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, dan malam nishfu Sya'ban.
Dalil dan Kontroversi Hukum Sholat 1 Rajab
Meskipun memiliki keutamaan yang dijanjikan, hukum mengerjakan sholat sunnah Rajab, terutama sholat Raghaib, menjadi perdebatan di kalangan ulama. Terdapat sebuah riwayat hadits yang menyebutkan keutamaan sholat sunnah di malam bulan Rajab sesudah shalat Maghrib, setiap rakaat setelah al-Faatihah membaca surat al-Ikhlash, yang konon akan memelihara pelakunya dan keluarganya dari malapetaka dunia dan siksa akhirat. Namun, sumber hadits ini tidak disebutkan secara jelas.
Pakar hadits, seperti Ibn Hajar Al-Asqalani, telah sepakat bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan sholat Raghaib adalah maudhu' atau palsu. Beliau menegaskan bahwa tidak ada satu pun hadits shahih yang secara khusus menyebutkan ibadah khusus di bulan Rajab, termasuk sholat sunnah Rajab, baik itu di malam tanggal 1 Rajab maupun malam Jumat pertama bulan Rajab. Riwayat-riwayat yang ada dianggap dhaif (lemah) bahkan maudhu'.
Oleh karena itu, sebagian besar ulama menganjurkan untuk meninggalkan sholat Raghaib karena tidak adanya tuntunan yang shahih dari Nabi SAW. Mereka menilai ibadah ini tidak disunnahkan dan bahkan dapat dianggap sebagai bid'ah. Meskipun demikian, praktik sholat ini masih berjalan di beberapa kalangan berdasarkan anjuran dalam kitab-kitab turats yang mengutip riwayat-riwayat tersebut. Penting bagi umat Muslim untuk menyikapi perbedaan pendapat ini dengan bijak dan tidak saling menyalahkan, serta mengutamakan amalan yang memiliki dalil kuat.
Sholat 1 Rajab adalah ibadah yang sarat akan nilai spiritual, namun juga diiringi dengan perdebatan hukum di kalangan ulama. Memahami landasan dan argumentasi di balik setiap pandangan adalah kunci untuk beribadah dengan penuh kesadaran. Terlepas dari perbedaan tersebut, bulan Rajab tetap merupakan bulan mulia yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan.
Umat Muslim dapat mengisi malam pertama Rajab dan hari-hari selanjutnya dengan berbagai amalan yang memiliki dasar kuat dalam syariat, seperti memperbanyak doa, dzikir, istighfar, shalawat, dan sedekah. Amalan-amalan ini tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan hati menyambut bulan Ramadan.
Untuk memastikan tanggal 1 Rajab, selalu ikuti pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI. Tingkatkan terus ilmu agama Anda dengan merujuk pada sumber-sumber terpercaya dan bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. Membagikan informasi yang bermanfaat ini dapat menambah wawasan bersama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
FAQ
Q: Apa itu sholat 1 Rajab dan kapan waktu terbaik melaksanakannya?
A: Sholat 1 Rajab adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam pertama bulan Rajab. Waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat Maghrib hingga sebelum sholat Isya pada malam tersebut.
Q: Berapa rakaat sholat 1 Rajab dan bagaimana tata caranya?
A: Sholat 1 Rajab umumnya dikerjakan sebanyak 10 rakaat, dengan cara setiap 2 rakaat diakhiri satu salam. Setelah Al-Fatihah, pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Kafirun.
Q: Apa bacaan niat sholat 1 Rajab?
A: Niat sholat 1 Rajab untuk dua rakaat adalah: "Ushalli sunnatar rajabi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala" yang artinya "Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Q: Apakah ada dalil shahih tentang keutamaan sholat 1 Rajab?
A: Perlu kehati-hatian. Para ulama ahli hadits, seperti Ibn Hajar Al-Asqalani, menyatakan bahwa tidak ada hadits shahih yang secara khusus menerangkan keutamaan sholat 1 Rajab. Riwayat-riwayat yang beredar dianggap lemah (dhaif) bahkan palsu (maudhu’) oleh banyak ulama.
A: Hukumnya diperselisihkan. Sebagian ulama membolehkan dengan dasar keumuman anjuran beribadah di malam mustajab, meskipun dalilnya lemah. Sebagian ulama lainnya (berdasarkan kajian hadits) tidak menganjurkannya dan bahkan menganggapnya sebagai bid'ah karena tidak ada tuntunan yang shahih dari Nabi SAW. Disarankan untuk mencari amalan lain di malam 1 Rajab yang memiliki dasar lebih kuat, seperti memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























