Liputan6.com, Jakarta - Rahasia perintah sholat dalam peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW terletak pada keistimewaannya sebagai satu-satunya ibadah yang diturunkan Allah SWT secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril di Sidratul Muntaha. Secara teologis, hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah instrumen 'diplomasi langit' atau diplomasi tingkat tinggi yang sangat krusial untuk menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta secara vertikal.
Mengacu pada tinjauan akademis, perintah ini turun sebagai bentuk tasliyah atau hiburan spiritual saat Nabi Muhammad SAW berada di titik terendah perjuangannya, sehingga shalat sejatinya adalah hadiah teragung bagi umat Muslim untuk meraih ketenangan dan kekuatan batin di tengah hiruk-pikuk ujian dunia.
Secara ilmiah dan perilaku, rahasia shalat sebagai "oleh-oleh" Mi’raj berfungsi sebagai sistem kontrol moral dan pondasi keteguhan tauhid yang mentransformasi karakter seseorang. Dalam berbagai studi ilmiah, disiplin shalat lima waktu membentuk integritas diri dan mencegah perilaku tercela melalui frekuensi komunikasi yang terjadwal dengan Allah.
Berikut ini adalah ulasan mengenai rahasia perintah sholat dalam peristiwa isra miraj Nabi Muhammad SAW, berdasar dalil dan pandangan ulama.
1. Rahasia Kenapa Sholat Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi
Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan mukjizat yang menembus batas nalar manusia, melainkan sebuah titik balik fundamental dalam sejarah peradaban Islam. Di balik perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha, tersimpan "rahasia" perintah shalat lima waktu, satu-satunya ibadah yang diturunkan tanpa perantara malaikat, menandakan urgensi dan kedekatannya yang mutlak dengan Sang Pencipta.
Mengapa Shalat Diturunkan di Sidratul Muntaha? Berbeda dengan zakat, puasa, atau haji yang perintahnya turun melalui Malaikat Jibril di bumi, shalat diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW di puncak tertinggi penciptaan.
Secara teologis, hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah "media komunikasi VIP" antara hamba dan Allah.
Dalam skripsi Mitha Diah Ayu Nur Pratiwi (2024), melalui kacamata Teori Double Movement Fazlur Rahman, dijelaskan bahwa perintah shalat turun sebagai respons atas kondisi psikologis Nabi yang berada di titik terendah (Amu al-Huzni).
Shalat menjadi instrumen "kenaikan spiritual" (mi'raj) bagi setiap Muslim untuk melepaskan diri sejenak dari beban duniawi.
2. Rahasia Shalat dalam Al-Qur'an dan Hadits: Rahmat Allah SWT
Keagungan peristiwa ini diabadikan dalam nash-nash yang kuat, di antaranya:
- QS. Al-Isra [17]: 1: Menegaskan perjalanan horizontal (Isra) sebagai tanda kekuasaan Allah.
- QS. An-Najm [53]: 13-18: Menggambarkan pengalaman vertikal (Mi’raj) Nabi di Sidratul Muntaha yang menjadi saksi diterimanya perintah shalat.
- Hadits Shahih: Riwayat Imam Bukhari dan Muslim merinci proses negosiasi jumlah waktu shalat dari 50 menjadi 5 waktu, yang menunjukkan sifat rahmat dan kemudahan dalam syariat Islam.
Agus Mustafa dalam Buku Terpesona di Sidratul Muntaha menjelaskan bahwa momen ini adalah batas akhir pengetahuan makhluk (Sidratul Muntaha), di mana Nabi menyaksikan kebenaran hakiki yang memperkuat pondasi tauhid.
Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan, proses perubahan dari 50 menjadi 5 waktu bukan berarti Allah tidak tahu jumlah akhirnya, melainkan sebuah bentuk pendidikan bagi umat tentang besarnya nilai shalat (5 waktu namun pahalanya setara 50) serta menunjukkan sifat Rahmat Allah yang menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya.
Dalam perspektif ini, negosiasi tersebut menunjukkan sisi humanis dalam syariat Islam, di mana Allah sangat memperhatikan kapasitas dan beban yang mampu dipikul oleh manusia (hamba).
3. Rahasia Sholat Perspektif Ulama
Para ulama besar telah mengulas rahasia shalat dalam berbagai kitab, sebagaimana dirujuk dalam studi tersebut di atas:
Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Kitab Aisar at-Tafaasir menekankan bahwa shalat yang diterima dengan jasad dan ruh oleh Nabi mengisyaratkan bahwa shalat harus melibatkan totalitas fisik dan batin manusia.
M. Quraish Shihab dalam Buku Tafsir Al-Misbah menjelaskan, shalat adalah jembatan penghubung yang memungkinkan manusia yang terbatas secara fisik untuk menjangkau wilayah spiritual yang tak terbatas.
Dari sisi sufistik, Syekh Abd al-Qadir al-Jilani dalam Kitab Tafsir al-Jilani memandang shalat sebagai proses penyucian hati (tazkiyatun nafs) yang serupa dengan pembelahan dada Nabi sebelum Mi’raj; tanpa hati yang suci, seseorang tidak akan merasakan "Mi’raj" spiritual dalam shalatnya.
4. Studi Ilmiah: Sholat sebagai Kontrol Perilaku dan Psikologi
Sintesis dari Skripsi Kisah Isra Mi'raj dalam Al-Qur'an (aplikasi Teori Double Mouvement) oleh Mitha Diah Ayu Nur Pratiwi dan Jurnal Hikmah Peristiwa Isra Miraj sebagai Pondasi Keteguhan Tauhid dalam Sanubari dan Perilaku, oleh Murnia Suri dan Nurul Izzati menyingkap rahasia shalat dari sudut pandang sains dan sosiologi:
Shalat yang lahir dari hikmah Isra Mi’raj berfungsi sebagai pondasi tauhid yang kokoh. Secara perilaku, disiplin shalat lima waktu membentuk stabilitas emosional dan keteguhan dalam menghadapi ujian hidup.
Merujuk pada pemikiran Imam Suprayogo, shalat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan sistem yang memiliki kekuatan untuk mengubah karakter seseorang. Studi ini menunjukkan bahwa individu yang menjaga shalatnya memiliki tingkat integritas yang lebih tinggi dan kecenderungan yang rendah untuk melakukan perbuatan menyimpang (keji dan mungkar).
Dalam perspektif Neurosains, kedisplinan shalat yang terjadwal melatih otak untuk tetap fokus (mindfulness) dan menurunkan hormon stres (kortisol), menciptakan ketenangan yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai khusyu'.
Rahasia besar Isra Mi’raj adalah bahwa Allah tidak ingin hamba-Nya terputus hubungan dengan-Nya setelah Nabi wafat. Shalat lima waktu adalah "oleh-oleh" abadi dari langit yang memungkinkan setiap manusia untuk melakukan pendakian spiritualnya masing-masing.
Manfaat Sholat bagi Umat Islam
Berdasarkan perspektif peristiwa Isra Mi’raj serta tinjauan dari dokumen penelitian (Mitha Diah Ayu, 2024 dan Murnia Suri, 2022), berikut adalah 6 manfaat sholat bagi umat Islam:
1. Sebagai Media "Mi’raj" Spiritual Hamba
Shalat adalah "oleh-oleh" utama dari langit. Jika Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj secara fisik ke Sidratul Muntaha, maka umat Islam melakukan Mi’raj secara spiritual melalui shalat. Manfaatnya adalah memberikan akses langsung bagi setiap individu untuk berkomunikasi dengan Allah SWT tanpa perantara.
2. Penawar Kesedihan dan Penenang Jiwa (Tasliyah)
Isra Mi’raj diturunkan Allah sebagai hiburan bagi Nabi yang sedang berduka (Amu al-Huzni). Shalat memberikan manfaat psikologis berupa ketenangan batin. Saat seorang Muslim dilanda ujian hidup, shalat menjadi ruang untuk mengadu dan mendapatkan kekuatan mental kembali.
3. Instrumen Pembersihan Hati dan Ego
Sebelum Mi’raj, hati Nabi disucikan terlebih dahulu. Shalat yang dilakukan secara rutin berfungsi sebagai pembersih hati dari sifat sombong dan egois. Dengan bersujud, seorang hamba menyadari posisi aslinya sebagai makhluk yang kecil di hadapan Sang Pencipta.
4. Pondasi Keteguhan Tauhid dalam Perilaku
Merujuk pada jurnal Murnia Suri (2022), shalat adalah manifestasi dari tauhid yang kokoh. Manfaatnya adalah membentuk pribadi yang teguh pendirian. Seseorang yang disiplin shalatnya akan memiliki keyakinan yang kuat sehingga tidak mudah goyah oleh tekanan lingkungan atau ujian dakwah.
5. Transformasi Karakter dan Kontrol Moral
Shalat yang benar memiliki kekuatan untuk mengubah perilaku seseorang (QS. Al-Ankabut: 45). Manfaatnya adalah sebagai pengendali moral agar seseorang terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Disiplin shalat melatih integritas dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
6. Pelatihan Kedisiplinan dan Manajemen Waktu
Melalui perspektif Teori Double Movement (Mitha Diah Ayu, 2024), perintah shalat yang terjadwal melatih umat Islam untuk menghargai waktu. Manfaat praktisnya adalah membentuk pola hidup yang teratur, disiplin, dan menghargai komitmen, yang sangat krusial dalam menghadapi tantangan zaman modern.
People also Ask:
Perintah sholat saat Isra Miraj?
Ketika berada di Sidratul Muntaha, Allah SWT berbicara kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara. Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW untuk mengerjakan sholat. Pada awalnya, Allah SWT memerintahkan untuk melaksanakan sholat 50 waktu dalam sehari semalam.
Apa perintah yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj?
Dalam perjalanan Isra Mi'raj ini mengisahkan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Peristiwa ini merupakan peristiwa penting bagi umat Islam Karena pada saat yang sama beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.
Berapa kali Nabi Muhammad SAW melakukan shalat dalam sehari sebelum Isra Miraj?
Hikmah Isra Miraj dan Perintah Salat
Di sidratul-muntaha, Nabi Muhammad saw. mendapatkan perintah salat 50 kali dalam sehari semalam bagi umat beliau.
Bagaimana shalatnya Nabi sebelum Isra Miraj?
Merujuk pendapat Mula Al-Qari, shalat yang dikerjakan Nabi di Baitul Maqdis adalah shalat tahiyatul masjid dan jumlah raka'atnya dua raka'at. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kewajiban shalat sudah ada sebelum Isra' Mi'raj, meskipun jumlahnya tidak seperti shalat lima waktu saat ini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























