Sholat Sunnah Isra Miraj: Sejarah hingga Maknanya bagi Umat Islam

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Malam Isra Miraj bukan hanya peristiwa spiritual terbesar dalam sejarah kenabian, tetapi juga momentum turunnya perintah sholat bagi umat Islam. Di malam agung ini, Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima langsung kewajiban sholat lima waktu. Namun, sebagian ulama menyebut bahwa sebelum perintah itu turun, Rasulullah Muhammad SAW telah melaksanakan sholat tertentu, yang disebut-sebut sebagai sholat sunnah Isra Miraj. Hal ini menimbulkan rasa ingin tahu di kalangan umat: sholat apakah yang dikerjakan Rasulullah pada malam penuh rahmat itu? Adakah tuntunannya bagi umat Islam saat ini?

Pertanyaan tentang sholat sunnah Isra Miraj memang menarik perhatian banyak kalangan, termasuk para penuntut ilmu. Dalam buku karya M. Quraish Shihab berjudul Menjawab 1001 Soal Keislaman (Lentera Hati, 2014) dijelaskan bahwa sebelum peristiwa Isra Miraj, Rasulullah Muhammad SAW sudah mengenal dan melaksanakan sholat dua kali sehari. Quraish Shihab menulis, “Seandainya hadis itu sahih, maka kita dapat menduga agaknya sholat yang dilaksanakan itu adalah sholat sunnah Safar.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa sholat sebelum Miraj bukan hal baru, namun bentuknya berbeda dengan sholat wajib yang kita kenal sekarang. Pada malam Isra Miraj, tradisi ini kemudian disempurnakan sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dengan harapan terkabulnya segala hajat.

Asal-usul Sholat Sebelum Isra Miraj

Sebelum peristiwa Isra Miraj, Rasulullah Muhammad SAW telah melakukan ibadah sholat sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-‘Alaq ayat 9–10:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ (٩) عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ (١٠)

Ara'ayta alladhī yanhā (9) ‘abdan idhā shallā (10)

“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba ketika dia mengerjakan sholat?” (QS. Al-‘Alaq [96]: 9–10)

Para ulama menegaskan bahwa “seorang hamba” dalam ayat itu adalah Rasulullah Muhammad SAW, dan yang melarangnya adalah Abu Jahal. Artinya, sholat telah dilakukan sebelum kewajiban lima waktu disyariatkan. Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud disebutkan, para sahabat dahulu mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau sholat, dan beliau menjawab salam itu. Namun setelah turun perintah agar khusyuk dalam sholat, Rasulullah Muhammad SAW tidak lagi membalas salam karena, sebagaimana sabdanya, “Dalam sholat ada kesibukan (menghadap Allah SWT).” Dengan demikian, praktik sholat sudah dikenal sejak awal kenabian, lalu disempurnakan saat Isra Miraj.

Makna Sholat Sunnah Isra Miraj

Di malam 27 Rajab, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Isra Miraj dengan memperbanyak dzikir, doa, dan sholat sunnah. Salah satu amalan yang dikenal adalah sholat sunnah dua rakaat yang disebut sholat sunnah Isra Miraj. Dalam kitab Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris sholati ‘alan Nabi al-Mukhtar, dijelaskan doa khusus yang dibaca pada malam itu:

مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ الله حَاجَتَهُ فَاِنَّهَا تُقْضَى بِاِذْنِ اللهِ

Man qara’a bihādzā ad-du‘ā’a lailata as-sābi‘ wal-‘isyrīn min Rajab thumma yas’alu Allāha hājatahu fa innahā tuqdā bi idznillāh.

“Barang siapa membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah untuk kebutuhannya, maka akan dikabulkan dengan izin Allah.”

Doa Malam Isra Miraj

Bacaan doa yang dianjurkan pada malam Isra Miraj adalah sebagai berikut:

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi‘i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.

Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat yang Engkau khususkan kepada pemimpin para rasul ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, aku memohon rahmat bagi hatiku yang sedih dan agar Engkau mengabulkan doaku, wahai Yang Maha Pemurah.”

Tata Cara sholat Sunnah Isra Miraj

Amalan ini dilakukan dalam bentuk sholat sunnah dua belas rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Niatnya adalah:

اُصَلِّي سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

“Aku niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan membaca Al-Ikhlas di setiap rakaat. Setelah selesai sholat, bacalah:

Tasbih sebanyak 100 kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.

Istighfar sebanyak 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullāhal ‘azhīm.

Shalawat sebanyak 100 kali:

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

Allāhumma shalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muhammad.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda sebagaimana dikutip dalam Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar:

“Barangsiapa melaksanakan sholat malam ini dua belas rakaat, membaca tasbih, istighfar, dan shalawat masing-masing seratus kali, lalu berdoa untuk dirinya, maka Allah akan mengabulkan doanya kecuali jika doa itu untuk maksiat.”

Faedah dan Keutamaannya

Sholat sunnah Isra Miraj bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap peristiwa agung ketika Rasulullah Muhammad SAW menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT. Para ulama menyebut bahwa malam 27 Rajab adalah momen di mana pintu rahmat terbuka luas bagi siapa pun yang memohon dengan hati ikhlas. Syeikh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i dalam Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz menulis bahwa siapa yang menghidupkan malam ini dengan sholat dan doa, Allah akan melapangkan urusannya dan mengabulkan segala hajatnya. Berikut beberapa faedah dan keutamaan dari sholat sunnah Isra Miraj yang disebutkan dalam berbagai kitab klasik:

1. Hajat Dikabulkan oleh Allah SWT

Syeikh Abdurrahman as-Syafi’i menjelaskan, siapa yang beribadah pada malam 27 Rajab dan menyebutkan hajatnya, maka Allah akan mengabulkan permintaannya. Doa ini menjadi salah satu amalan mustajab karena malam Isra Miraj adalah waktu penuh keberkahan dan pengabulan doa.

2. Dihapuskan Dosa dan Diluaskan Rahmat

Amalan sholat dan istighfar di malam Isra Miraj menjadi sarana penghapus dosa serta pembuka pintu ampunan Allah. Kalimat “Astaghfirullāhal ‘azhīm” yang diulang seratus kali menandakan permohonan taubat tulus yang akan disambut dengan rahmat-Nya.

3. Dihidupkan Hati yang Mulai Lalai

Dalam Nuzhatul Majalis, disebutkan bahwa Allah akan “menghidupkan hati ketika hati manusia mulai mati”. Artinya, sholat sunnah Isra Miraj dapat menjadi sarana menyegarkan kembali ruh keimanan dan melembutkan hati yang keras karena lalai dari zikir.

4. Diterima Amal Ibadah dan Dilapangkan Urusan Dunia

Selain pahala spiritual, faedah lainnya adalah dilapangkannya urusan dunia. Siapa yang mengerjakan sholat ini dengan niat tulus, insyaAllah Allah mudahkan setiap langkahnya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan, rezeki, maupun keluarga.

5. Mendapat Pahala Seolah Ibadah Seratus Tahun

Berdasarkan riwayat dalam Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Bagi orang yang beribadah pada malam ini, ia akan mendapatkan kebaikan seperti seratus tahun ibadah.”

Maknanya, pahala amalan di malam Isra Miraj berlipat ganda dibanding hari-hari biasa, menunjukkan keagungan malam ini di sisi Allah SWT.

Pertanyaan seputar Sholat Sunnah Isra Miraj

1. Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat sunnah Isra Miraj?

Boleh dilakukan setelah sholat Maghrib atau setelah Isya pada malam 27 Rajab.

2. Berapa rakaat sholat sunnah Isra Miraj?

Dilaksanakan dua belas rakaat, dengan salam setiap dua rakaat.

3. Apa manfaat sholat sunnah Isra Miraj?

Diyakini dapat membuka pintu rezeki, mengabulkan hajat, dan menenangkan hati.

4. Apakah doa Isra Miraj wajib dibaca setelah sholat sunnah?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung permohonan rahmat dan pengabulan doa.

5. Apakah sholat sunnah Isra Miraj memiliki dasar hadis?

Dasarnya terdapat dalam beberapa kitab klasik seperti Lamahatul Anwar dan Nuzhatul Majalis yang menjelaskan fadhilahnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |