Solawat Nariah, Doa Populer Umat Islam yang Memiliki Keutamaan Besar

2 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Solawat Nariah adalah salah satu doa yang paling banyak diamalkan oleh umat Islam, terutama di dunia Melayu dan Afrika Utara. Di balik lantunan indahnya, terdapat keyakinan mendalam bahwa shalawat ini mampu membuka segala kesulitan, melapangkan rezeki, serta mempercepat terkabulnya hajat. Bacaan ini juga diyakini menjadi sebab turunnya rahmat dan ketenangan, sehingga banyak yang menjadikannya wirid harian. Namun, di sisi lain, terdapat perdebatan panjang mengenai status dan kedudukan syar’inya.

Sebagian ulama memandangnya sebagai wasilah yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah, sementara yang lain menilainya sebagai bentuk ibadah yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW. Perbedaan pandangan ini menjadikan Shalawat Nariah bukan sekadar doa, tapi juga simbol perbincangan teologis dan spiritual yang menarik. Mari kita telusuri teks, makna, serta pandangan para ulama tentang shalawat yang dikenal juga sebagai Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah ini.

1. Bacaan Lengkap Solawat Nariah

Sebelum membahas keutamaannya, berikut teks lengkap dari Shalawat Nariah sebagaimana dikenal dan diamalkan banyak kaum Muslimin:

Arab berharakat lengkap:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin:

Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muḥammadin alladzî tanḥallu bihil-‘uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḥawâ’iju wa tunâlu bihir-raghâ’ib wa ḥusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa ‘alâ âlihi wa ṣaḥbihi fî kulli lamḥatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lûmilaka.

Terjemahan:

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih. Berkat wajah beliau yang mulia, hujan pun turun. Limpahkan pula kepada keluarga dan para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan semua yang Engkau ketahui.”

Shalawat ini disebut Nariah karena dalam bahasa Arab, nâr berarti “api”—yakni doa yang cepat menembus langit seperti api yang menyala, melambangkan kecepatan terkabulnya permohonan dengan izin Allah.

2. Asal-Usul dan Riwayat Solawat Nariah

Dalam kitab Khazinatul Asrar karya Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili disebutkan, Shalawat Nariah juga dikenal sebagai Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah. Ia menulis:

“Salah satu shalawat yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan shalawat Nariah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

Dari penjelasan ini, diketahui bahwa Shalawat Nariah awalnya diamalkan secara berjamaah di kalangan masyarakat Maghribi (Maroko), terutama saat mereka menghadapi kesulitan besar atau bencana. Tujuannya bukan semata ritual baru, melainkan bentuk doa kolektif dengan harapan pertolongan dari Allah melalui perantaraan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Membaca Solawat Nariah

Shalawat Nariah tidak hanya dikenal karena keindahan lafaznya, tetapi juga karena diyakini membawa banyak keberkahan bagi siapa pun yang rutin mengamalkannya. Para ulama menyebutnya sebagai salah satu shalawat yang mampu “membuka pintu-pintu tertutup” — baik urusan dunia maupun akhirat. Keutamaannya mencakup kelapangan rezeki, ketenangan hati, dan kemudahan dalam menghadapi ujian hidup.

Berikut beberapa keutamaan Shalawat Nariah yang banyak disebut dalam berbagai kitab klasik dan tradisi ulama:

1. Membuka Pintu Rezeki dan Kemudahan Urusan

Imam Dainuri menyebut bahwa orang yang membaca Shalawat Nariah 11 kali setiap selesai shalat fardhu akan dilapangkan rezekinya dan dimudahkan segala urusannya. Ini sejalan dengan janji Allah dalam hadits:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat.” (HR. Muslim)

Membacanya dengan istiqamah diyakini membawa ketenangan batin dan keberkahan dalam pekerjaan serta kehidupan sehari-hari.

2. Menghilangkan Kesulitan dan Menolak Bala

Kalimat tanḥallu bihil-‘uqadu (dengan beliau kesulitan terurai) menggambarkan fungsi shalawat ini sebagai doa pelepas kesulitan. Di banyak wilayah seperti Maroko dan India, umat Islam membaca Shalawat Nariah sebanyak 4444 kali secara berjamaah ketika menghadapi musibah atau wabah — sebagai ikhtiar spiritual agar Allah segera mengangkat bencana.

3. Menjadi Wasilah Terkabulnya Hajat

Dalam Shalawat Nariah terdapat lafaz tuqdlâ bihil-ḥawâ’ij yang berarti “dengan beliau segala hajat terpenuhi”. Ulama memahami kalimat ini bukan sebagai bentuk pengkultusan, melainkan pengakuan bahwa Allah mengabulkan doa karena cinta dan kemuliaan Rasulullah Muhammad SAW. Banyak yang bersaksi bahwa membaca shalawat ini dengan niat baik dapat mempercepat terkabulnya hajat besar, termasuk jodoh, karier, atau kesembuhan.

4. Mendapat Perlindungan dan Ketenangan Jiwa

Shalawat ini menanamkan rasa cinta dan ketenangan bagi pembacanya. Dengan menyebut nama Nabi Muhammad SAW berulang-ulang, hati menjadi lembut dan jauh dari kegelisahan. Dalam ilmu tasawuf, membaca Shalawat Nariah disebut sebagai riyâdlah qalbiyah (latihan hati) yang menenangkan pikiran dan memperkuat keimanan.

5. Menjadi Sebab Turunnya Rahmat dan Hujan

Pada bagian akhir disebutkan wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîm yang bermakna “dengan wajah beliau yang mulia, hujan diturunkan.” Ini menunjukkan keyakinan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah sebab turunnya rahmat. Dalam praktiknya, kalimat ini sering dibaca saat musim kemarau panjang sebagai doa agar Allah menurunkan hujan melalui keberkahan Nabi.

6. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat

Shalawat Nariah termasuk bentuk dzikir kepada Allah yang berpahala besar. Setiap kali shalawat dilantunkan, Allah melipatgandakan pahala, menghapus dosa, dan meninggikan derajat pembacanya di sisi-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

7. Mendatangkan Husnul Khatimah

Dalam lafaznya terdapat doa wa ḥusnul-khawâtimi — permohonan agar mendapatkan akhir kehidupan yang baik. Membacanya secara rutin berarti menanamkan doa agar wafat dalam iman dan dicatat sebagai umat yang diridhai Allah.

Pandangan Ulama yang Mendukung Amalan Ini

Banyak ulama dari kalangan tasawuf dan tradisional memandang Shalawat Nariah sebagai bagian dari ekspresi cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW. Dalam pandangan mereka, setiap bentuk shalawat, selama tidak menyimpang dari tauhid, adalah amal yang diperbolehkan.

Bagi mereka, pembacaan hingga ribuan kali bukanlah wajib, melainkan metode spiritual (riyâdlah) untuk memperkuat ikatan hati dengan Rasulullah Muhammad SAW dan memperbanyak dzikir kepada Allah. Ulama seperti Imam al-Qurthubi, Sayyid Ahmad ad-Dardir, dan ulama Maghribi termasuk di antara yang meriwayatkan amalan ini.

Pandangan Ulama yang Mengkritik Sholawat Nariah

Namun, sebagian ulama lain seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Imam Nawawi, dan Ibnu Rajab al-Hambali mengingatkan agar berhati-hati dalam mengamalkan sesuatu yang tidak ada tuntunannya secara langsung dari Nabi Muhammad SAW. Mereka menilai, menetapkan jumlah tertentu (seperti 4444 kali) atau waktu khusus bisa mengarah pada bid’ah.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih:

“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka dia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka juga menilai, dalam teks Shalawat Nariah terdapat ungkapan yang seolah menisbatkan kekuasaan Allah kepada Nabi, seperti “dengan beliau kesulitan terpecahkan,” padahal makna yang dimaksud oleh penyusunnya adalah “melalui perantara (bi sababihi)”, bukan karena kekuasaan pribadi Nabi Muhammad SAW.

Makna Mendalam dari Setiap Frasa Solawat Nariah

تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ – “Dengan beliau, simpul-simpul kesulitan terurai.”

Artinya, melalui syafaat Nabi, Allah memudahkan segala kesulitan.

تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ – “Dengan beliau, kesusahan sirna.”

Menunjukkan bahwa Allah menghilangkan penderitaan dengan keberkahan Rasul.

تُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ – “Dengan beliau, hajat terpenuhi.”

Maknanya, doa dan kebutuhan hamba dikabulkan karena cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW.

تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ – “Dengan beliau, cita-cita tercapai.”

Menunjukkan kedekatan spiritual antara Nabi dan umatnya.

حُسْنُ الْخَوَاتِمِ – “Akhir kehidupan yang baik.”

Inilah puncak harapan setiap Muslim, mendapatkan husnul khatimah.

Setiap kalimat mengandung makna yang mendalam dan berpusat pada tauhid, karena semua hasil tetap atas izin Allah.

Adab Membaca Shalawat Nariah

Shalawat Nariah bisa menjadi bentuk dzikir yang indah bila dibaca dengan pemahaman yang benar—bahwa segala kekuatan, pertolongan, dan rezeki berasal dari Allah semata. Rasulullah Muhammad SAW hanyalah wasilah (perantara kemuliaan) yang Allah jadikan sebab turunnya rahmat.

Bagi yang ingin mengamalkan, lakukan dengan hati yang ikhlas tanpa menganggapnya wajib atau menentukan jumlah tertentu. Membaca 11 kali setelah shalat fardhu sebagaimana tradisi sebagian ulama cukup sebagai latihan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah.

Pertanyaan seputar Solawat Nariah

1. Apa manfaat membaca Shalawat Nariah?

Membaca Shalawat Nariah dipercaya dapat membuka kesulitan, memperlancar rezeki, dan menenangkan hati dengan izin Allah.

2. Apakah Shalawat Nariah ada dalilnya dalam hadits sahih?

Tidak secara langsung, namun keutamaan memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ disebut dalam banyak hadits sahih.

3. Mengapa disebut Shalawat Nariah?

Karena diyakini memiliki efek cepat seperti api (nâr), yang menyimbolkan percepatan terkabulnya doa.

4. Bolehkah membaca Shalawat Nariah berjamaah?

Boleh jika diniatkan sebagai dzikir bersama, bukan ritual wajib yang ditentukan waktunya.

5. Berapa kali sebaiknya membaca Shalawat Nariah?

Tidak ada batas baku. Sebagian ulama menganjurkan 11 kali setelah shalat fardhu, atau sebanyak yang mampu dibaca dengan khusyuk.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |