Waktu Paling Baik Tadarus Quran di Bulan Ramadhan, Simak Penjelasannya

3 weeks ago 31

Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan dan Al-Qur'an tak bisa dipisahkan. Sebab, di bulan inilah kitab suci ini diturunkan. Hal ini berdasar firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, yang artinya: 'Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. Al-Baqarah: 185).

Secara umum, Al-Qur'an bisa dibaca kapan saja dan di mana saja, terkecuali di tempat yang dilarang. Namun, terdapat waktu paling baik tadarus quran di bulan Ramadhan, berdasar nash Al-Qur'an, hadis dan ijma' ulama.

Mohammad Iqbal Ghazali dalam buku Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan menjelaskan, sebagai bulan diturunkannya mukjizat terbesar, setiap detik di bulan ini merupakan kesempatan emas untuk berinteraksi dengan firman Allah. Namun, terdapat waktu-waktu tertentu yang secara historis dan spiritual dianggap paling utama untuk melaksanakan tadarus.

Merujuk pandangan ulama klasik dan kontemporer, berikut ini adalah ulasan mengenai waktu paling afdal untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.

1. Membaca Al-Qur'an dalam Sholat

Waktu terbaik membaca Al-Qur'an adalah dalam sholat. Hal ini merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 113: “Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (sholat).”

Dari penjelasan tersebut, diketahui bahwa waktu terbaik membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebenarnya adalah di dalam sholat. Sementara di luar itu, sebaiknya dilakukan pada malam hari. Lebih tepatnya, pada paruh kedua dibanding paruh pertama. Dengan kata lain, menjelang subuh.

Namun, juga dianjurkan membaca Al-Qur’an di antara waktu Magrib dan Isya. Waktu terbaik membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan pada dasarnya boleh dibaca kapan saja. Bahkan, juga boleh dibaca di siang hari. Namun, sangat dianjurkan setelah sholat Subuh.

Bahkan, dalam waktu dimakruhkan sholat seperti sebelum Dhuha dan sesudah Ashar juga diperbolehkan untuk membaca Al-Qur’an.

2. Paruh Kedua Malam Hari

Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk membaca Al-Qur'an secara mutlak adalah pada malam hari, karena saat itu kondisi batin cenderung lebih tenang dan terbebas dari berbagai kesibukan duniawi.

Secara spesifik Imam Nawawi merinci bahwa paruh kedua malam lebih utama dibandingkan paruh pertama, serta waktu di antara Maghrib dan Isya juga sangat dianjurkan untuk tadarus. Hal ini selaras dengan dalil dalam Al-Qur'an yang menegaskan keistimewaan ibadah malam.

Hal ini juga sesuai dengan Al-Qur'an, "Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya." (QS. Al-Muzzammil: 6).

Keheningan malam dipandang sebagai momentum paling efektif bagi seorang Muslim untuk mencapai kedalaman spiritual saat meresapi setiap wahyu Allah.

Selain keutamaan malam hari, Imam Nawawi juga menyebutkan beberapa waktu penting yang memiliki nilai keberkahan tinggi, terutama saat setelah menunaikan shalat Subuh. Dalam kitab al-Adzkar, beliau menekankan bahwa memanfaatkan waktu fajar untuk tilawah sangat disukai karena merupakan saat di mana pikiran masih jernih untuk melakukan tadabbur atau perenungan makna ayat.

3. Tradisi Nabawi, Penjelasan Ulama Kontemporer

Mohammad Iqbal Ghazali, MA dalam kitabnya Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan menjelaskan bahwa aktivitas malam hari memberikan ketenangan batin yang lebih dalam. Malam hari adalah waktu di mana gangguan duniawi berkurang, sehingga fokus antara lisan dan hati lebih terjaga.

Waktu malam merupakan saat yang paling direkomendasikan untuk tadarus. Hal ini merujuk pada kebiasaan Rasulullah SAW yang melakukan muraja’ah dan pendalaman Al-Qur’an langsung bersama Malaikat Jibril.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan: “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan saat Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan untuk membacakan Al-Qur’an...” (HR. Al-Bukhari).

4. Setelah Sahur dan Setelah Subuh

Setelah menunaikan sahur dan shalat Subuh, waktu fajar adalah momentum transisi yang penuh berkah untuk tilawah.

 “Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra: 78).

Ahmad Syaikhu dalam ebook Ramadhan di Tengah Wabah menekankan bahwa membaca Al-Qur’an di pagi hari memberikan efek positif bagi kesehatan mental dan fisik.

Syaikhu menjelaskan bahwa ketenangan yang didapat dari tilawah pagi hari dapat meningkatkan imunitas tubuh, menjadikannya "nutrisi" bagi jiwa sebelum memulai aktivitas kerja atau muamalah harian.

5. Kapan Saja, Pengisi Waktu Sela

Meskipun malam dan fajar adalah waktu utama, Dr. Rianawati dalam Agar Ramadhan Tidak Sekedar Seremonial: Antologi Esai Ramadhan 1435 H. Pontianak mengingatkan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pendamping setia di setiap kesempatan agar Ramadhan tidak berakhir sebagai seremonial tahunan semata.

Dia merujuk pada konsep Imam Al-Ghazali dalam kitab legendarisnya, Ihya Ulumuddin. Al-Ghazali menekankan bahwa kunci keberhasilan interaksi dengan Al-Qur'an bukan hanya pada kuantitas bacaan, melainkan pada kehadiran hati (hudhurul qalb).

Dr. Rianawati menegaskan bahwa Al-Qur’an harus “nyata di dada, bukan sekadar di teks”. Artinya, kapan pun seorang mukmin memiliki waktu luang di sela pekerjaannya, itulah waktu terbaik untuk menghidupkan hatinya dengan wahyu Allah.

Urutan Waktu Terbaik Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Secara sistematis, urutan waktu terbaik untuk tadarus adalah keseimbangan antara kuantitas dan kualitas. Dengan mengatur jadwal tadarus di waktu-waktu utama ini, seorang Muslim tidak hanya mengejar target khatam secara lisan, tetapi juga menjalani proses  spiritual yang mengubah karakter menjadi lebih bertakwa.

1. Malam Hari (Khususnya Sepertiga Malam Terakhir)

Merupakan waktu paling tenang dan khusyuk untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. Meneladani tradisi Nabi SAW yang tadarus bersama Malaikat Jibril setiap malam Ramadhan, waktu ini sangat efektif untuk memperdalam spiritualitas dan meraih keberkahan Lailatul Qadar tanpa gangguan aktivitas duniawi.

2. Setelah Subuh

Waktu fajar adalah saat di mana pikiran masih jernih dan bacaan Al-Qur'an disaksikan langsung oleh malaikat. Tadarus di waktu ini berfungsi sebagai "nutrisi batin" yang membekali diri dengan energi positif serta meningkatkan imunitas jiwa untuk menghadapi tantangan aktivitas sepanjang hari.

3. Waktu Luang Muamalah

Memanfaatkan sela-sela kesibukan profesional sebagai pengingat agar hati tetap terpaut kepada Allah. Praktik ini memastikan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an tidak hanya berhenti pada bacaan teks, tetapi "nyata di dada" dan teraplikasi dalam perilaku kerja yang jujur, sabar, dan berintegritas.

Manfaat Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan

Terdapat berbagai manfaat membaca Al-Qyur'an, dalam perspektif sipiritual maupun fisik. Berikut ini adalah sintesis dari beberapa pandangan klasik dan modern di atas:

1. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

Al-Qur'an bersama dengan ibadah puasa akan datang memberikan pembelaan (syafaat) bagi hamba yang membacanya di akhirat kelak. Hal ini menjadi pelindung dan penolong yang nyata di saat manusia membutuhkannya.

2. Sebagai Nutrisi Hati dan Ketenangan Jiwa

Membaca Al-Qur'an merupakan "makanan" bagi rohani. Aktivitas ini memberikan ketenangan batin yang mendalam, menjauhkan jiwa dari kekosongan, dan memastikan ibadah Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas fisik atau seremonial belaka.

3. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Dalam perspektif kesehatan spiritual, ketenangan jiwa yang dihasilkan dari tadarus Al-Qur'an memiliki korelasi positif terhadap stabilitas emosi. Kondisi mental yang stabil dan tenang ini terbukti dapat membantu memperkuat sistem imunitas tubuh manusia.

4. Sarana Transformasi Karakter

Al-Qur'an berfungsi sebagai pedoman untuk mengubah perilaku. Jika dibaca dengan penghayatan (nyata di dada), ayat-ayatnya akan membimbing pembacanya untuk berubah dari pribadi yang biasa menjadi pribadi yang bertakwa, seperti ulat yang bertransformasi menjadi kupu-kupu.

5. Meraih Pahala yang Berlipat Ganda

Sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an (Syahrul Qur'an), setiap huruf yang dibaca di bulan Ramadhan mendatangkan ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya, menjadikannya sarana terbaik untuk mengumpulkan bekal akhirat.

People also Ask:

1. Kapan kita dianjurkan baca Al-Quran di bulan Ramadhan?

Membaca Al-Quran di malam-malam ramadan, terutama pada malam Lailatul Qadar, dapat meningkatkan kesempatan untuk meraih ampunan dan keberkahan Allah SWT.

2. Tadarus bagusnya jam berapa?

Pada waktu siang hari, yang sangat dianjurkan ialah setelah shalat shubuh. Adapun malam hari, paruh kedua malam lebih diutamakan.

3. Kapan waktu terbaik baca Al-Quran?

Day 17 Safir : Hebatnya Malam Membaca Al-Qur'an di Bulan Suci ...Kemudian, Selain pada saat sholat, waktu terbaik membaca Al-Quran menurut Imam Nawawi adalah pada malam hari. Seorang Muslim dapat membaca Al-Quran setelah sholat Maghrib atau Isya. Tetapi separuh terakhir malam lebih dianjurkan karena pada saat itu semua orang tidur.

4. Kapan waktu turunnya Al-Quran di bulan Ramadhan?

Di bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadan adalah saat diturunkannya Alquranul Karim.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |