Liputan6.com, Jakarta - Salah satu istilah yang kerap muncul dalam hafalan Al-Qur'an adalah "ziyadah", yang memiliki makna mendalam bagi para penghafal. Secara harfiah, ziyadah doa artinya merujuk pada penambahan atau peningkatan sesuatu.
Artikel ini akan mengupas tuntas makna ziyadah dalam berbagai konteks, khususnya dalam praktik menghafal Al-Qur'an. Akan dipelajari bagaimana ziyadah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga dan menambah hafalan.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (8/10/2025).
Mengupas Makna Ziyadah Doa Artinya dalam Konteks Tahfidz Al-Qur'an
Istilah ziyadah (زيادة) berasal dari bahasa Arab yang secara etimologi berarti "penambahan" atau "pertambahan". Kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang bertambah atau meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Namun, di Indonesia, ziyadah doa artinya lebih sering dispesifikasikan dalam menghafal Al-Qur'an. Dalam tahfidz Al-Qur'an, ziyadah doa artinya adalah kegiatan menambah hafalan ayat-ayat baru yang belum pernah dihafalkan sebelumnya. Proses ini merupakan langkah awal bagi seorang penghafal untuk memperkaya simpanan ayat suci dalam ingatannya.
Menurut Muizzuddin dalam bukunya Aku dan Al-Quran, ziyadah diartikan sebagai bertambahnya ayat hafalan bagi penghafal Al-Qur'an.
Penting untuk dicatat bahwa kegiatan ziyadah doa artinya tidak hanya sekadar menambah hafalan, tetapi juga melibatkan proses penyetoran hafalan baru kepada seorang guru atau penyimak. Jika hafalan baru belum disimak oleh guru, maka belum dapat dikatakan sebagai ziyadah yang sempurna.
Istilah ziyadah ini seringkali disandingkan dengan muraja'ah, yang berarti mengulang hafalan lama. Keduanya merupakan metode fundamental dalam program tahfidz Al-Qur'an. Namun, terdapat perbedaan mendasar dalam prioritas dan hukumnya, yang akan dibahas lebih lanjut.
Proses Ziyadah yang Sistematis dalam Menghafal Al-Qur'an
Proses ziyadah dalam menghafal Al-Qur'an memerlukan langkah-langkah sistematis dan bimbingan yang tepat. Ini bukan sekadar membaca dan menghafal, melainkan sebuah kegiatan terstruktur yang melibatkan interaksi dengan guru dan komitmen pribadi, memastikan kualitas hafalan terjaga.
- Salah satu aspek penting dari ziyadah adalah penyetoran hafalan baru kepada guru atau penyimak.
Tanpa disimak oleh guru, penambahan hafalan tersebut belum dapat disebut sebagai ziyadah yang tervalidasi. Hal ini memastikan kebenaran bacaan dan kualitas hafalan sesuai kaidah tajwid. Contohnya seperti yang diterapkan di Islamic Boarding School (IBS) Darul Ulum MAN 1 Kota Pekalongan, dikutip dari skripsi Khafidatun Nisa tentang Metode Ziyadah dan Muraja’ah Terhadap Tahfidzul Qur’an. Di sini, pelaksanaan ziyadah dilakukan setiap pagi setelah sholat Subuh.
- Bagi seorang hafidz, memiliki target hafalan yang jelas adalah suatu keharusan.
Di IBS Darul Ulum MAN 1 Kota Pekalongan, siswa program tahfidz memiliki target hafalan dua setengah juz per semester. Harapannya, siswa dapat menghafal 15 juz hingga lulus. Target ini membantu siswa untuk tetap fokus dan termotivasi dalam menambah hafalan, menjadikan proses ziyadah doa artinya lebih terarah.
- Langkah-langkah praktis dalam melakukan ziyadah meliputi perbaikan bacaan sesuai kaidah tajwid, membaca ayat yang akan dihafal berulang kali hingga lancar, dan mendengarkan murottal untuk memperkuat memori.
Konsistensi dalam menetapkan jadwal ziyadah sangat krusial untuk keberhasilan, memastikan setiap penambahan hafalan dilakukan dengan optimal.
Ziyadah vs Muraja'ah: Memahami Prioritas dan Tantangan
Dalam perjalanan menghafal Al-Qur'an, ziyadah dan muraja'ah adalah dua pilar utama yang saling melengkapi. Namun, pemahaman yang tepat mengenai prioritas keduanya sangatlah penting untuk menjaga kualitas hafalan secara berkelanjutan.
Ahmad Khoirul Anam dalam bukunya Jika Menghafalmu Lillah Jangan Berhenti karena Lelah: Rahasia Menghafal Al-Qur`an dengan Hati menjelaskan bahwa muraja'ah hukumnya wajib, sementara ziyadah doa artinya hukumnya sunnah. Ini berarti menjaga hafalan yang sudah ada (muraja'ah) memiliki prioritas lebih tinggi daripada menambah hafalan baru (ziyadah).
Ajuslan Kerubun dalam bukunya Menghafal Al-Quran dengan Menyenangkan menegaskan bahwa tidak diperkenankan melakukan ziyadah tanpa muraja'ah terlebih dahulu, karena hafalan baru hanya dapat ditambahkan jika hafalan lama sudah kokoh. Ini menunjukkan bahwa fondasi hafalan harus kuat sebelum memperluasnya.
Meskipun muraja'ah dianggap lebih penting, seringkali para penghafal Al-Qur'an merasa muraja'ah lebih sulit daripada ziyadah. Padahal, mengulang hafalan seharusnya lebih mudah daripada menghafalnya pertama kali, karena saat pertama kali menghafal, seluruh fokus dan pikiran diarahkan untuk memasukkan sesuatu yang belum ada dalam ingatan.
Kesalahan umum dalam muraja'ah adalah mengulang hafalan setelah masa ingatannya berakhir, yaitu setelah lupa baru di-muraja'ah. Inilah yang membuat ziyadah dan muraja'ah terasa berat.
Pentingnya menjaga hafalan ditekankan oleh Rasulullah SAW, "Demi yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh Al-Qur'an itu lebih cepat hilangnya daripada seekor unta dari tali ikatannya." (HR. Muttafaqun 'Alaih).
Umar RA juga meriwayatkan hadis, "Jika seorang penghafal Al-Qur'an shalat lalu ia membacanya pada malam dan siang hari, niscaya ia akan senantiasa mengingatnya. Namun, jika ia tidak melakukan hal itu, niscaya ia akan melupakannya." (HR. Muslim).
Metode dan Teknik Efektif untuk Ziyadah dan Muraja'ah
Keberhasilan dalam proses ziyadah dan muraja'ah sangat bergantung pada metode dan teknik yang diterapkan, serta dukungan dari berbagai pihak. Penggunaan strategi yang tepat dapat mengoptimalkan upaya penghafal dalam menambah dan menjaga hafalan Al-Qur'an.
Berdasarkan kajian Ilyas dalam jurnal Metode Murajaah dalam Menjaga Hafalan Al-Qur'an, terdapat beberapa teknik muraja'ah yang dapat diterapkan untuk memastikan hafalan tetap kokoh. Teknik-teknik tersebut meliputi:
- muraja'ah sendiri (mengulang hafalan dalam hati atau dengan mengucapkan secara mandiri),
- muraja'ah dalam shalat (membaca hafalan dalam shalat wajib maupun sunnah),
- muraja'ah bersama (mengulang hafalan bersama teman atau dalam kelompok halaqoh), dan
- muraja'ah kepada guru (menyetorkan hafalan kepada pembimbing untuk koreksi dan penguatan).
Selain teknik muraja'ah, ada juga kegiatan pendukung lainnya yang sangat membantu dalam proses tahfidz. Misalnya, simaan, di mana siswa yang telah mencapai satu juz hafalan harus menyimak hafalannya di hadapan guru dan teman-teman sebagai syarat untuk melanjutkan ke juz berikutnya.
Mudarosah, kegiatan belajar bersama atau mengulang hafalan yang sering dilakukan setelah shalat Isya, juga digunakan untuk mempersiapkan ziyadah doa artinya esok hari. Kajian kitab, seperti Ta'lim Muta'allim dan At-Tibyan Fii Adabi Hamlatil Qur'an, juga membekali siswa dengan ilmu kepesantrenan yang relevan.
Penerapan metode dan teknik ini secara konsisten akan membantu para penghafal Al-Qur'an mencapai target mereka. Memahami ziyadah doa artinya dan berbagai cara untuk melaksanakannya, bersama dengan muraja'ah, adalah fondasi penting untuk menjadi seorang hafidz yang mutqin (kuat hafalannya).
FAQ
1. Apa arti ziyadah doa secara harfiah?
Secara harfiah, ziyadah berarti penambahan atau peningkatan terhadap sesuatu.
2. Apa makna ziyadah dalam tahfidz Al-Qur’an?
Dalam konteks tahfidz, ziyadah doa artinya kegiatan menambah hafalan ayat baru yang belum pernah dihafal sebelumnya.
3. Apakah ziyadah sama dengan muraja’ah?
Tidak. Ziyadah fokus pada penambahan hafalan baru, sedangkan muraja’ah berarti mengulang hafalan lama agar tetap kuat.
4. Apa syarat ziyadah dapat dikatakan sah?
Hafalan baru harus disetorkan dan disimak oleh guru agar dinilai sebagai ziyadah yang sah dan benar bacaannya.
5. Mengapa ziyadah penting bagi penghafal Al-Qur’an?
Karena menjadi langkah utama untuk memperluas hafalan, menjaga konsistensi, serta meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Qur’an.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























